Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
20.Ampunan


__ADS_3

Mercedez kepunyaan Stu meninggalkan mansionnya pagi itu yang diiringi oleh beberapa mobil pengawalnya


"Orang-orang WEC sudah kau kumpulkan Riko?" tanya Stu sambil melihat berita di tabletnya


"Sudah boss..mereka sekarang sudah pada berkumpul di ruang metting" jawab Riko


Handphone Stu berdering


"Halo..good morning Uncle Stephano.." sapa Stu sambil tersenyum begitu tahu siapa yang menelpon dirinya


"Morning Stu..how are you?"


"Im fine uncle..thankyou"


"Stu?..bisakah Uncle bertemu denganmu?..sudah lama Uncle tidak berjumpa denganmu nak.."


"Bisa Uncle..bagaimana kalau nanti siang?.."


"Baiklah..bagaimana kalau kita bertemunya di resto kepunyaan Alf?"


"Its ok Uncle"


"Ok Stu..see you there yaah?"


"Ok Uncle Stephano..see you"


Stu memutuskan sambungan telephonnya


"Nanti aku ada jadwal tidak Riko?"


"Jam berapa bos?"


"Jam makan siang.."


"Sepertinya tidak ada bos..nanti aku cek lagi scedule mu.."


"Kalau ada..kau cancel saja yaah.." pinta Stu


"Oke boss.." jawab Riko sambil mengemudikan mobilnya


_____________


Dengan langkah yang tegap..Stu memasuki lobi gedung WEC ditemani oleh Riko dan Sela


Dibelakang mereka..staff pengajar dari WEC mengekor mengikuti Stu menuju ke ruang metting


Hari ini Riko meng-arrange pertemuan Stu dengan para kepala sekolah dari berbagai tingkat yang ada di WEC serta jajaran para pengurus WEC dari level yang terendah sampai level yang tertinggi


"Selamat pagi tuan Stewart"


Sapa para peserta metting begitu Stu memasuki ruang metting..Stu tidak menjawab..dia hanya melangkahkan kakinya menuju podium yang ada di tengah-tengah ruang metting


Aura dingin dan suram segera merayap ke segala penjuru ruang metting


"Silahkan duduk.." pinta Stu


Para hadirin yang menghadiri metting..segera duduk di kursinya masing-nasing


Wajah-wajah tegang menghiasi muka para kepala sekolah..pasti ada masalah serius..sampai mereka dikumpulkan pagi ini secara mendadak oleh Riko


"Selamat pagi semua.." sapa Stu sambil mengedarkan pandangan tajamnya ke para peserta metting


"Mungkin bapak-bapak sekalian bertanya-tanya..kenapa saya meminta bapak-bapak untuk berkumpul secara mendadak pagi ini


Karena saya mendapati sebuah insiden pembullyan di WEC yang secara kebetulan melibatkan adik saya sebagai korbannya.."


Perserta metting kaget dan saling berbisik-bisik..mereka baru tahu..kalau Stu mempunyai seorang adik dan bersekolah di sini


"Tuan Stewart punya adik?"


"Adik tuan Stewart sekolah disini?"


"Siapa orang bodoh yang sampai berani membully adiknya tuan Stewart?..punya nyawa cadangan dia"


Ramai para peserta berbisik-bisik dengan rekan yang ada disebelahnya


"Saya mendengar ada seorang kepala sekolah yang menyalah gunakan jabatannya guna melindungi pelaku pembullyan yang melibatkan adik saya..saya tidak peduli..saya tetap akan memproses masalah ini hingga ke ranah hukum.." kata Stu sambil menatap para kepala sekolah yang duduk di jejeran depan dengan tatapan yang tajam


"Siapa kepala sekolah yang sampai berani melindungi pelaku pembullyan?"


Berbagai macam nama muncul di benak setiap para kepala sekolah


"Kepala sekolah ataupun Rektor yang menyalah gunakan jabatannya..akan saya berhentikan dengan secara tidak terhormat dan akan saya cabut semua fasilitas yang didapatnya dari WEC..ingat itu bapak-bapak sekalian..saya tidak main-main dengan ucapan saya..dan mengenai si pelaku..akan saya keluarkan dari sekolah ini..tanpa kecuali walau dia anak Direktur atau pun anak dari Komisaris disini.." tegas Stu


Dibenak para peserta metting yang hadir..bertanya-tanya..anak siapa yang sampai berani melakukan pembullyan di sini


"Saya ingin WEC mencetak anak didik yang berprestasi,berguna bagi nusa dan bangsa..bagi agama dan kedua orangtuanya


Bukan anak didik yang semaunya sendiri..manja..egois dan suka membully kepada sesama temannya


Saya kira cukup sekian apa yang musti saya sampaikan di pertemuan ini


Saya ucapkan terima kasih atas perhatian bapak-bapak sekalian..Selamat pagi.."


"Selamat pagi.."


Stu segera turun dari podium dan berjalan ke arah pintu keluar diiringi oleh Riko di belakangnya


Titah tuan muda pemilik WEC seakan-akan terpatri dengan erat di pikiran mereka masing-masing


Mereka tidak ada terbersit sedikit pun niat untuk melanggarnya..mereka tahu..tuan muda tidak pernah main-main dengan ancamannya..hukuman berat akan menanti dari tuan muda mereka yang terkenal dingin dan angkuh bagi mereka yang coba-coba untuk melanggar aturan


"Suruh tuan Lukman dan putrinya menghadap ku Riko..aku tunggu di ruangannya" bisik Stu di telinga Riko


"Baik bos.."


Stu keluar dari ruang metting menuju ke kantor kepala sekolah SMA diiringi Sela di belakangnya


Sesampainya disana..Stu segera duduk di sofa yang terdapat di kantor tuan Lukman


"Tuan muda..saya mohon diri sebentar untuk melihat non Naya.." pamit Sela


"Iya Sela.." jawab Stu sambil merapikan jas nya

__ADS_1


Tak lama setelah Sela keluar..terdengar ketukan di pintu ruangan


"Masuk.." jawab Stu


Masuklah tuan Lukman dan Jessica dan segera berdiri di hadapan Stu


"Duduk tuan Lukman..Jessica.."


"Baik tuan muda.." jawab tuan Lukman


Tuan Lukman duduk di sofa yang berada di seberang Stu diikuti oleh Jessica yang duduk di sebelah papahnya yang menundukan wajahnya..tidak berani menatap Stu yang ada di depannya


"Mungkin tuan Lukman sudah tahu kenapa saya sampai datang kesini?" tanya Stu dengan tatapan tajamnya


"Iya tuan muda.." jawab tuan Lukman


Stu mengalihkan pandangannya ke Riko..Riko langsung menaruh amplop putih di atas meja yang ada di depan Tuan Lukman


"Ternyata selama ini..ada banyak laporan mengenai perbuatan putri anda yang membully..mengintimidasi..menganiaya dan memaksakan kehendaknya kepada para siswi yang belajar disini..dan laporan itu berhenti di tangan anda..apa benar seperti itu tuan Lukman?" tanya Stu dengan tatapan intimidasinya


Lidah tuan Lukman seperti kelu dan tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun


Semua omongan Stu benar adanya..putrinya memang berbuat semau hatinya di sekolah ini


Jessica akan melakukan tindakan kekerasan kepada siswi lainnya apabila mereka tidak mau menuruti kemauannya


Secara tidak langsung tuan Lukman merestuinya..karena dia melindungi dan membiarkan putrinya berbuat semena-mena


Tuan Lukman tidak bisa berbuat banyak atas banyaknya laporan yang masuk ke dirinya atas kelakuan Jessica di sekolah ini


Dia melindungi Jessica lantaran rongrongan istrinya yang terlalu memanjakan Jessica dan tentunya dari Jessica sendiri


"Tuan Lukman..apa benar?" tanya Stu lagi yang kesal melihat tuan Lukman hanya diam


"Be..benar tuan muda.." jawab tuan Lukman sambil menatap Stu dengan pandangan sendunya


"Sebagai konsekuensi atas apa yang tuan Lukman lakukan selama disini..tuan Lukman silahkan baca isi amplop putih itu.." perintah Stu sambil menunjuk amplop putih dengan tangannya


Dengan tangan yang gemetaran..tuan Lukman membuka dan membaca isi dari surat yang ada di amplop putih tersebut


Seketika matanya melotot tak percaya apa yang dia baca..bahwa dirinya di pecat sebagai kepala sekolah SMA WEC dengan tidak hormat dan di pindah tugaskan sebagai pengawas perputakaan WEC..tanpa bisa menolak atau resignt dari pekerjaan tersebut..serta segala fasilitas yang diterima dari WEC sebagai kepala sekolah..ditarik kembali oleh WEC


"Tu..tuan mu..muda..apa tidak ada pertimbangan lagi buat saya tuan?" tanya tuan Lukman dengan bibir bergetar


"Tidak ada..anggap saja itu sebagai karma tuan Lukman selama ini yang telah menyalah gunakan kepercayaan saya yang saya berikan pada tuan Lukman" jawab Stu dingin


Tuan Lukman menundukan wajahnya malu atas keputusan yang dibuat Stu untuknya..dia ingin mengutuki kebodohan dirinya yang selalu menuruti kemauan Jessica


Jessica hanya bisa menundukan wajahnya dari mulai dia duduk di sofa


"Jessica.." panggil Stu


"Ii..iya tuan.." jawab Jessica sambil mengangkat wajahnya


"Kamu tahu hukuman kamu berdasarkan peraturan yang ada di sekolah ini?" tanya Stu


"Iya tuan..saya tahu..saya akan dikeluarkan dari sekolah" jawab Jessica


"Be..belum tuan..saya sudah tanya ke Wenda..dia bilang tidak tahu.." jawab Jessica


"Kamu telpon teman-teman kamu itu..suruh kesini sekarang juga.." perintah Stu


"Baik tuan.."


Jessica lalu menelpon Wenda


_____________


Di depan Stu berdiri tiga orang siswi yang bisa dikatakan sebagai anak buahnya Jessica di sekolah ini


Stu memandangi satu persatu siswi di depannya yang saling menundukan wajahnya


"Siapa diantara kalian yang mengambil hp nya Naya kemarin?" tanya Stu


Mereka terdiam gemetaran sambil menautkan jari mereka masing-masing


"Kenapa kalian diam?..jawab!!" hardik Riko


"Sa..saya pak.." jawab Lula yang ketakutan


"Mana hp nya?" pinta Stu sambil mengadahkan tangannya


Lula tiba-tiba terisak menangis


"Ma..ma..af pak..hiks..hp nya..Naya..hiks..sudah saya jual" jawab Lula sambil menahan tangisnya


Rahang Stu mengeras menahan amarahnya..andai saja kalau Lula bukan seorang siswi sekolah..sudah dia maki-maki sampai mati berdiri


"Lancang kamu!!" hardik Riko yang terbawa emosi


Stu menghela nafasnya kasar..dia berusaha meredam amarahnya


"Kamu jual berapa?" tanya Stu


"Sa..satu juta pak.." jawab Lula


Stu menggeleng-gelengkan kepalanya


"Kalian tahu kesalahan kalian?" tanya Stu


"Tahu pak.." jawab mereka berempat


"Kalian sudah melakukan kekerasan dan merampas barang yang bukan hak milik kalian..sudah semestinya saya membawa masalah ini ke ranah hukum dan mengeluarkan kalian dari sekolah ini.."


Terperanjatlah mereka berempat mendengar hukuman yang akan mereka terima..terlebih lagi tuan Lukman yang dari tadi hanya menonton..sudah dipecat dari jabatannya sebagai kepala sekolah..kini putrinya terancam dikeluarkan dari sekolahnya


"Tapi?..itu tidak bisa saya lakukan..karena apa?..karena Naya meminta saya untuk memaafkan dan tidak menghukum kalian..dia kasihan kepada kalian kalau kalian saya keluarkan dari sekolah ini..karena sebentar lagi kalian akan ujian kan?.. seharusnya kalian bangga mempunyai teman seperti Naya..yang bisa mempunyai hati yang besar untuk memaafkan kejahatan kalian terhadap dirinya.."


Keempat siswi sontak menagis terharu mendengar Stu membatalkan niatnya untuk mengeluarkan mereka dari sekolah


"Terima kasih pak.." ucap mereka berbarengan


"Jangan ucapkan terima kasih ke saya..ucapkan terima kasih kalian ke Naya..karena kalau bukan Naya yang meminta..entah apa nasib yang akan menimpa kalian" jawab Stu

__ADS_1


"Baik pak..terima kasih"


"Saya peringatkan kepada kalian..ini jadikan sebuah pelajaran dan peringatan terakhir untuk kalian..karena kalau saya sampai mendengar lagi satu..satu saja kekerasan di sekolah ini..tiada maaf lagi bagi kalian" ultimatum Stu


"Ii..ya pak..baik pak.."


"Sudah..kembali ke kelas kalian.."


"Baik pak.."


"Tapi kamu.." tunjuk Stu ke Lula


"Saya pak.." jawab Lula


"Saya nggak mau tahu bagaimana caranya..hp nya Naya sudah harus ada di tangan Naya sore ini..tanpa berkurang satu apa pun..atau kamu terpaksa saya keluarkan dari sekolah ini..mengerti?" perintah Stu


"Mengerti pak.." jawab Lula dengan muka pucat pasi dan mengangguk cepat


"Sudah..kembali ke kelas.."


"Baik pak.."


Sepeninggal keempat siswi yang keluar dari ruangan kepala sekolah


"Tuan Lukman..kemasi barang-barang pribadi tuan Lukman yang ada di ruangan ini dan segera lapor ke bagian kepegawaian WEC..untuk memulai pekerjaan baru tuan Lukman" perintah Stu sambil berdiri


"Baik tuan muda.."


Stu keluar dari ruangan kepala sekolah diikuti oleh Riko di belakangnya


_____________


Disebuah restoran bercita rasa Italia..Stu masuk ke dalam dan menghampiri sebuah meja yang disana sudah ada seorang pria berumur sekitar setengah abad yang menunggunya


Gurat keriput di wajahnya tidak mengurangi aura ketampanan dari tuan Stephano..ayah dari Alf yang keturunan Italia


Ketampanan Alf sepertinya menurun dari ayahnya


"Halo Uncle..apa kabar?" sapa Stu sambil memeluk tuan Stephano yang berdiri menyambutnya


"Kabar baik Stu.." jawab tuan Stephano sambil membalas pelukan Stu


Kemudian mereka duduk di kursinya masing-masing


"Gimana kabarnya Aunty?..apa Aunty baik-baik saja Uncle?" tanya Stu


"Kabar Aunty mu baik-baik saja Stu..tadi Aunty pengen ikut ke sini..tapi ada acara yang nggak bisa ditinggalkan Aunty" jawab tuan Stephano


Mereka memesan pesanan mereka ke seorang pelayan yang menunggu di samping meja


Setelah mencatat pesanan Stu dan tuan Stephano..pelayan itu segera kembali ke belakang


"Bagaimana kabar orangtua mu Stu?" tanya tuan Stephano


"Mereka sehat-sehat saja Uncle.." jawab Stu


"Mereka betah di Kanada?" tanya tuan Stephano


"Betah Uncle..soalnya mamah ada pekerjaan baru disana dan meminta papah untuk menghandle nya.." jawab Stu sambil tersenyum


Datanglah pesanan mereka ke meja..para pelayan menata pesanan Stu dan tuan Stephano di meja


"Silahkan dinikmati tuan.." ucap pelayan itu sambil mengangguk hormat


"Terima kasih" jawab tuan Stephano


"Ayo Stu..Uncle tahu..kamu pasti sudah lapar kan?" pinta tuan Stephano


"Iya Uncle.." ucap Stu sambil tersenyum


"Oh iya Stu..Aunty mengundangmu untuk datang ke pesta ulang tahun Aunty minggu depan.." pinta tuan Stephano


"Baik Uncle..saya pasti datang.." jawab Stu


Tuan Stephano menganggukan kepalanya


"Alf sepertinya sudah mau menggantikan Uncle sekarang.." tanya Stu


"Sudah Stu..Uncle sama Aunty berhasil membujuk Alf untuk mengurus rumah sakit..kalau bukan dia..siapa lagi yang musti Uncle suruh..andai saja waktu itu Kasandra tidak diculik..mungkin Uncle yang akan menyuruh Kasandra menggantikan Uncle.." jawab tuan Stephano


"Gimana progres pencarian Kasandra Uncle?..apa sudah ada kemajuan?" tanya Stu terhadap Kasandra..adik Alf yang hilang dibawa lari pengasuhnya sejak kecil


"Sampai sekarang masih nihil Stu..entah dibawa kemana Kasandra oleh bi Rosida..sampai sekarang kami belum juga menemukannya..tapi Uncle dan Aunty tidak akan menyerah..Alf juga sudah menyewa detektif swasta untuk mencari keberadaan Kasandra.." jawab tuan Stephano


"Saya juga akan bantu Uncle..untuk mencari Kasandra.." ucap Stu sambil menyentuh lengan tuan Stephano menghiburnya


"Iya Stu..terima kasih.." jawab tuan Stephano sambil tersenyum sendu


Tuan Stephano sejenak menyeruput Capucinonya


"Seandainya Kasandra ada disini..Uncle sudah pasti akan menjodohkan kau dengan Kasandra Stu.." kata tuan Stephano sambil memasang mimik muka serius


"Haaah?..menjodohkan?..aku dengan Kasandra?"


"Maksud Uncle apa?" tanya Stu bingung


"Iya Stu..Uncle dan papahmu berencana akan menjodohkan dirimu dengan Kasandra..tapi?..rupanya takdir Tuhan berkata lain..Kasandra..putri Uncle..masih hilang sampai sekarang" sedih tuan Stephano


"Papah dan Uncle mau menjodohkan aku?..whaaat??"


"Kira-kira..kalau sekarang..Kasandra mungkin sudah kelas XII..beberapa bulan lagi masuk kuliah..aaah.."


Tuan Stephano membayangkan Kasandra ada dan mengantarkannya ke sekolah dan banyak lagi yang tuan Stephano bayangkan seandainya Kasandra tidak hilang


Stu dapat melihat betapa kehilangannya tuan Stephano atas putri bungsunya itu


"Saya yakin Uncle..Kasandra masih hidup diluar sana..dan pasti tidak lama lagi Uncle dan Aunty akan berjumpa dengannya.." hibur Stu


"Semoga Stu..semoga..semoga calon istrimu itu bisa segera bertemu dengan mu dan kami keluarganya yang selalu merindukannya.." ucap tuan Stephano sambil tersenyum


Stu menganggukan kepalanya


"Amin Uncle.."

__ADS_1


__ADS_2