
Setelah menempuh pelayaran selama kurang lebih 3 jam..sampailah yacht kepunyaan Kanaya di negara Italia..tepatnya di kota Roma. Kapten Vincent mengarahkan yacht mewah dan besar itu ke dermaga Piloti Porto Fluminicino. Kehadiran yacht besar berwarna hitam..menarik perhatian para orang-orang yang ada di dermaga. Karena yacht punya Kanaya yang paling besar dan mewah..dibandingkan dengan kapal-kapal kecil yang di dominasi oleh kapal nelayan. Setelah buang jangkar dan merapat dengan sempurna di dermaga..kru ABK membuka pintu lambung samping yang langsung terhubung dengan dermaga. Di ujung dermaga..ada tiga orang berpakaian hitam-hitam menanti rombongan Kanaya. Alf dan Cindy yang pertama kali keluar yang disusul pleh Kanaya dan teman-temannya
"Faleria.." batin Alf sambil tersenyum melihat seorang wanita cantik yang umurnya tiga tahun diatas Alf berpakaian formal turun ke dermaga menyambut dirinya
"Alfonso!!..come stai?..(Alfonso!!..apa kabarmu?)" sapanya sambil memeluk Alf dan cipika cipiki dengannya
"Faleria..Sto bene..(Faleria..kabarku baik-baik saja)" jawab Alf sambil mengurai pelukannya
"Oh si Faleria.. presenta questa Cindy.. la mia amante..(Oh iya Faleria..kenalkan ini Cindy..kekasihku)" kata Alf memperkenalkan Cindy dengan Faleria
"Ciao signorina.. piacere di conoscerti.. mi chiamo Faleria..(Halo nona..salam kenal..nama saya Faleria) sapa Faleria sambil menjabat tangan Cindy
"È bellissima Alf..puoi avere una donna come Cindy..(Dia cantik Alf..bisa saja kau mendapatkan wanita seperti Cindy)" goda Faleria sambil menyenggol bahu Alf dengan bahunya
Cindy yang tak mengerti bahasa Italia..hanya tersenyum rikuh sambil melirik ke Alf. Alf mengartikan sapaan Faleria ke Cindy..Alf juga tak ketinggalan memperkenalkan teman-teman Kanaya serta Marcela dan Utari
"Questa dev'essere la signorina Kassandra..ooo..come sta, signorina?..(Ini pasti nona Kassandra..ooo..apa kabar nona?)" tanya Faleria sambil memeluk hangat Kanaya
Kanaya membalas pelukan hangat Faleria
"Lei è molto bella, signorina..tipicamente discendente del clan de Marco..(Kau sangat cantik nona..khas keturunan marga de Marco)" kata Faleria sambil membelai lembut surai brunette Kanaya
"Faleria?..Kassandra non parla Italiano..(Faleria?..Kassandra tidak bisa bahasa Italia)" terang Alf sambil tersenyum
"Mamma mia..mi dispiace signorina..(Mama mia..saya minta maaf nona)"
Faleria berdehem sejenak
"Apa kabar nona Kassandra?..kenalkan saya Faleria..asisten kakek nona..tuan Lorenzo de Marco" ucap Faleria menggunakan bahasa Indonesia dengan aksen Italianya
"Waaah..kakak bisa bahasa Indonesia?" tanya Kanaya kaget
"Bisa nona..kami semua yang ada di mansion diwajibkan belajar bahasa Indonesia oleh nyonya Graziella..nenek nona..tapi saya masih dalam tahap belajar..jadi..saya minta maaf kalau ada kata-kata saya yang salah" jawab Faleria sambil tersenyum
Kemudian Faleria mengajak mereka untuk menuju ke parkiran mobil. Disana berjejer 5 buah mobil Maseratti hitam..dimana masing-masing mobil berdiri seorang pria berjas hitam dan memakai kacamata hitam
"Busyeeet..kita sudah kayak rombongan President saja ya Li..pakai dikawal sama bodyguard segala.." kata Rita ke Liona yang melihat jejeran bodyguard yang menunggu mereka
"Iya Rit..kayaknya opa sama oma nya Naya bukan orang sembarangan.." sahut Liona
Faleria membagi rombongan menjadi dua orang di setiap mobil. Setelah mereka semua masuk ke dalam mobilnya..Faleria memerintahkan anak buahnya untuk segera meninggalkan dermaga Piloti Porto Flamicino untuk menuju ke rumah opa Enzo yang berada di daerah Albano Laziale..yang berada di pusat kota Roma
.
(Gambar hanya pemanis)
.
Sampailah mereka disini..di mansion opa Lorenzo de Marco yang bergaya klasik Victoria. Para pelayan berjejer di depan pintu utama. Terlihat opa Enzo dan oma Izel yang berdiri menunggu di teras sudah tidak sabar tak kala melihat iring-iringan mobil yang membawa cucunya memasuki halaman mansion. Begitu mobil berhenti di halaman mansion..oma Izel yang sudah tidak sabar segera menghampiri halaman parkir untuk mencari Kanaya
"Kassandraaa?..mana Sandra nya Oma?" panggil oma Izel sambil melihat setiap mobil yang pintunya terbuka
"Omaaaa!!.." panggil Kanaya begitu melihat oma Izel celingukan mencari dirinya
Oma Izel menoleh ke belakang mendengar Kanaya memanggil namanya
"Kassandraaaa..." pekik oma Izel sambil menghampiri Kanaya dan langsung memeluknya dengan erat
Kanaya membalas pelukan oma Izel yang sudah sangat merindukannya
"Cucu oma..akhirnya kamu datang juga kerumah oma sayang.." ucap oma Izel setelah mengurai pelukannya
Hmmmuaaachh
Hmmmuaaachh
Hmmmuaaachh
Oma Izel berulang kali mencium pipi Kanaya dengan gemasnya..Kanaya hanya bisa tersenyum geli menerima ciuman dari oma Izel
"Cucu oma sudah besar..sudah jadi gadis yang cantik.." kata oma Izel yang menangkup kedua pipi Kanaya
"Oma juga masih cantik.." puji Kanaya yang melihat wajah oma Izel yang masih menampakkan garis kecantikannya walau usia sudah mulai menggerogotinya
Ekheeem
Suara deheman bariton mengalihkan perhatian Kanaya ke oma nya. Di belakang oma Izel ada laki-laki paruh baya yang tersenyum melihat keakraban antara Kanaya dan oma Izel. Gurat keriput mulai nampak di wajah tuanya..tapi walau begitu garis ketampanan khas orang Italia masih tampak begitu jelas di wajah opa Enzo. Rambut brunette yang sudah bercampur dengan warna putih..disisir rapi kebelakang dan rambutnya yang panjang sepundak itu dikuncir rapih oleh opa Enzo..makin menambahkan kesan maskulin dan macho di diri opa Enzo
__ADS_1
"Sandra?..nggak kangen sama opa hmmmm?" tanya opa Enzo sambil merentangkan kedua tangannya
"Opaaaa..."
Kanaya segera memeluk opa Enzo dengan eratnya. Opa Enzo membalas pelukan Kanaya sambil mengecup pucuk rambut Kanaya
"Apa kabarmu sayang?" tanya opa Enzo sambil mengecup kening Kanaya
"Kabar aku baik opa.." jawab Kanaya
Opa Enzo tersenyum sambil membelai rambut brunette kepunyaan Kanaya
"Akhirnya..gen de Marco menurun juga ke cucu kita ya oma.." ucap opa Enzo ke oma Izel
Tak terasa..setitik airmata muncul di sudut mata opa Enzo. Dirinya terharu..ternyata penerus gen de Marco berlanjut ke Kanaya. Opa Enzo dulu sempat kecewa dan sedih karena Alf..cucu pertamanya tidak mempunyai rambut brunette khas keturunan de Marco..tapi begitu mendapat kabar kalau cucu bungsunya yang baru lahir memiliki rambut brunette seperti dirinya..rasa bangga dan bahagia langsung meliputi diri opa Enzo. Tapi rasa bahagia itu tidak berlangsung lama..setelah opa Enzo mendengar Kanaya yang dibawa lari oleh nenek Rosida. Karena opa Enzo sudah mempunyai berbagai rencana untuk cucu bungsu putrinya itu..karena Kanaya mewariskan rambut brunette gen de Marco..rambut keturunan dari generasi ke generasi
"Omaaa?..cucu oma yang satu ini..nggak di tanyain?" rajuk Alf
"Aiyaiyai..sini cucu oma yang ganteng..sini sayang.."
Alf lalu menghampiri oma Izel dan memeluknya
"Cucu oma udah gede kok masih iri sama adiknya sih?..hmmmm?" gemas oma Izel sambil menjembel pipi Alf
"Oma..kenalkan ini Cindy..pacar Alf.." kata Alf sambil memperkenalkan Cindy
"Halo?..kenalkan..saya oma nya Alfonso dan Kassandra.." sapa oma Izel sambil memeluk hangat Cindy
"Halo oma.." jawab Cindy
Oma Izel mengurai pelukannya dan memandangi wajah Cindy sambil tersenyum
"Apa kabarmu Cindy?" tanya oma Izel
"Kabar Cindy baik oma.."
"Terima kasih yaah?..sudah mau menerima cucu nakal oma untuk menjadi pacar Cindy"
"Iya oma.." ucap Cindy sambil tersenyum..melirik ke Alf yang merotasi bola matanya
"Lei è bellissima Alfonso..(Dia cantik Alfonso..)" goda oma Izel ke Alf
"Opa..terima kasih yaah?"
"Terima kasih apa sayang?..hmmm?" tanya opa Enzo sambil membelai rambut Kanaya
"Terima kasih..karena opa sudah membelikan aku kapal pesiar baru.." jawab Kanaya
"Iya sayang..kamu suka nggak?" tanya opa Enzo lagi
"Suka opa..aku sangat suka.."
"Opa ada hadiah lagi buat kamu nanti.."
"Benar opa?.."
Opa Enzo menganggukan kepalanya
"Nanti setelah makan siang..kamu ikut opa untuk melihat hadiahmu"
"Terima kasih opa.." ucap Kanaya sambil memeluk opa Enzo
"Oma ceritanya nggak diajak nih?" ledek oma Izel yang berjalan di samping Kanaya
"Oma..nanti aku pengen dikasih hadiah lagi sama opa.." ucap Kanaya sambil memeluk lengan oma Izel
"Iya sayang?..oma juga punya hadiah buat kamu.." kata oma Izel sambil menjawil hidung Kanaya
"Iya oma?..hadiahnya apa oma?" tanya Kanaya
"Rahasia doong.." ledek oma Izel
"Aaaah..omaaa maaah.." rajuk Kanaya yang bibirnya mengerucut sebal
Oma Izel dan opa Enzo tertawa melihat cucu mereka merajuk kesal setelah digoda oleh oma Izel. Alf yang berjalan di belakang mereka..hanya bisa tersenyum melihatnya
.
_________________
__ADS_1
.
Setelah makan siang..Kanaya mengikuti opa Enzo yang mengajak dirinya yang ingin memberikan lagi hadiah buat Kanaya. Opa Enzo mengajak Kanaya ke halaman belakang mansionnya. Kanaya melihat halaman belakang mansion opa Enzo sangat luas..terdapat kebun anggur dan kebun buah zaitun
"Itu kebun apa opa?" tanya Kanaya ke sebuah kebun yang ada di sebelah kirinya
"Itu kebun anggur sayang..kalau yang di sebelah kanan kebun buah zaitun" jawab opa Enzo sambil menghisap cerutunya
Kanaya dan opa Enzo dikawal oleh dua orang bodyguard yang berjalan di belakang mereka
"Seluas itu opa?" tanya Kanaya yang takjub melihat luasnya kebun yang dimiliki opa Enzo
"Iya sayang.."
"Boleh aku petik nggak opa?" tanya Kanaya
"Boleh sayang..petiklah sesukanu.." jawab opa Enzo
Kanaya segera bergegas masuk ke dalam kebun anggur dan dia petik setangkai buah anggur yang sudah matang dan dia tunjukan ke arah opa Enzo..opa Enzo mengangguk dan tersenyum. Salah satu pegawai kebun membawakan keranjang untuk Kanaya..untuk menaruh buah anggurnya. Pegawai itu juga memetikan lagi beberapa tangkai buah anggur untuk dimasukan ke keranjang Kanaya
"Terima kasih paman.." ucap Kanaya ke pegawai kebun
Pegawai itu hanya membungkukan badannya sambil tersenyum. Kanaya kembali menghampiri opa Enzo yang menunggunya di luar pagar
"Kamu suka anggur Sandra?" tanya opa Enzo yang kembali berjalan dengan Kanaya memeluk lengannya
"Suka opa..suka sekali.." jawab Kanaya sambil memakan anggurnya
"Kalau begitu..nanti opa siapkan buat kamu untuk kamu bawa pulang ke Indonesia yaah?"
"Terima kasih opa"
Opa Enzo menganggukan kepalanya. Tak lama kemudian sampailah mereka di sebuah Istal yang besar dengan beberapa ekor kuda yang tengah memakan rumput disana
"Phillipo!...hai portato qui questo cavallo di mio nipote..(Phillipo!..kamu bawa kemari kuda kepunyaan cucuku ini)" pinta opa ke seorang pegawai yang mengurusi Istal kepunyaan opa Enzo
"Si signore..(Baik tuan)" jawabnya
Pegawai itu segera masuk ke dalam Istal dan tak lama dia kembali dengan menuntun seekor kuda berwarna coklat dan dia bawa ke hadapan opa Enzo dan Kanaya
"Sandra..ini hadiah yang opa bilang tadi ke kamu.."
.
(Gambar hanya pemanis)
.
"Buat aku opa?" tanya Kanaya yang tepana melihat kuda pemberian opa nya yang besar dan gagah
"Iya sayang..kuda ini khusus opa siapkan untuk dirimu..kuda ini generasi ke 8 dari kuda leluhur kita dulu sayang" terang opa Enzo
Kanaya menjulurkan tangannya untuk membelai leher kudanya. Sontak kuda itu menundukan kepalanya dan mendengus tangan Kanaya yang menyentuh lehernya dan mengelus-elus tangan Kanaya memakai hidungnya
"Sa quando ha incontrato il proprietario, signore..(Dia tahu kalau sudah ketemu dengan pemiliknya tuan)" kata Phillipo yang takjub melihat kuda itu langsung jinak di depan Kanaya..padahal baru pertama kali ini mereka ketemu
"Sì Phillipo..i cavalli discendenti da Fusaichi Pegasus obbediranno solo ai discendenti di de Marco..il loro padrone..(Iya Phillipo..kuda keturunan Fusaichi Pegasus hanya akan menurut pada keturunan de Marco..majikan mereka)" jawab opa Enzo sambil tersenyum bangga
"E lui sa... chi è mio nipote che ora è in piedi di fronte a lui..(Dan dia tahu..siapa cucuku yang sekarang ini berdiri di depannya) sambung opa Enzo
Kanaya menoleh ke belakang tak kala nama dia di panggil oleh seseorang. Dia melambaikan tangannya ke arah teman-temannya yang menyusul dirinya ke Istal
"Opaaa??.." sapa mereka berbarengan ke opa Enzo..opa Enzo membalas dengan anggukan kepalanya
"Kuda siapa Nay?" tanya Maria yang mendekat ke sebelah Kanaya
"Kuda punya aku Maria..dikasih sama opa Enzo barusan.." jawab Kanaya yang memberikan sebuah apel yang diberikan oleh Phillipo ke kuda barunya
"Punya elu?" tanya Maria yang kaget
"Jenisnya apa opa?" tanya Rita
"Fusaichi Pegasus" jawab opa Enzo
Rita yang penasaran..mencari nama jenis kuda kepunyaan Kanaya di mbah google
"Liona..Jessi..lihat nih.." pinta Rita sambil memperlihatkan layar ponselnya ke Jessica dan Liona
__ADS_1
"Hampir 3M.." desis Liona yang kaget melihat harga kuda kepunyaan Kanaya