Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
106.IAR Corp


__ADS_3

Pagi itu..seperti biasa Stu di hadapkan dengan rutinitas pekerjaan seperti biasanya. Dengan menanda tangani berbagai dokument serta berkas-berkas yang tidak ada habisnya. Hingga sebuah suara notif dari ponselnya menginterupsi kegiatannya. Stu raih ponselnya yang dia taruh diatas meja..seketika senyuman manis terlukis disana..sebuah pesan singkat yang dia terima dari Kanaya


"Kakak mau kopi nggak?..aku kebetulan lagi pesan kopi dulu di coffeshop yang ada di loby kantor kakak.."


Stu segera mengirim balasan pesan untuk Kanaya


"Boleh deh Nay.." kirim Stu


"Caffelate kan?.."


"Iya sayang.."


Stu tersenyum melihat pesannya terkirim dan dibaca oleh Kanaya. Stu pun kembali meneruskan pekerjaannya setelah menaruh kembali ponselnya di meja


.


***


.


Ting


Pintu lift terbuka dan keluarlah Kanaya dengan menenteng kopi di tangannya dan sebuah papper bag di tangan yang lainnya. Kanaya menganggukan kepalanya sambil tersenyum tak kala melewati meja Mery


"Selamat siang.." sapa Kanaya


"Siang nona Kanaya.." jawab Merry sambil tersenyum


Kanaya meneruskan langkahnya..dia lalu menghampiri meja Cindy yang tengah sibuk mengetik di komputernya


"Kak Cindy?.." panggil Kanaya


Cindy pun menoleh


"Naya?.." jawab Cindy sambil bangun dan menghampiri Kanaya


"Sama siapa kamu kesini?.." tanya Cindy sambil cipila cipiki dengan Kanaya


"Sendiri kak..tadi aku diantar sama pak Nano.." jawab Kanaya


Cindy lalu mengajak Kanaya untuk duduk di bangku yang ada di mejanya


"Nih kak..aku bawain kopi sama sandwich buat kakak.." kata Kanaya sambil menaruh kopi dan sandwich untuk Cindy di meja


"Terima kasih ya Nay.." ucap Cindy


Cindy lalu kembali duduk di kursinya


"Naya mau ketemu sama pak Stewart?.." tanya Cindy


"Iya kak..kak Stu ada kan?.." tanya Kanaya


"Iya..pak Stewart ada di dalam..ayo..kakak anterin.." ajak Cindy


Tok


Tok


"Masuk.." pinta Stu dari dalam


Ceklek


"Pak?..ada Naya mau ketemu sama bapak.." kata Cindy begitu masuk ke dalam ruangan Stu


"Iya Cind.."


Stu lalu bangun dan menghampiri Kanaya


"Apa kabar sayang?.." tanya Stu sambil memeluk Kanaya dan mengecup keningnya dengan lembut


"Kabar aku baik kak.." jawab Kanaya


"Saya permisi dulu ya pak.." pamit Cindy


"Iya Cindy..terima kasih yaah?.." jawab Stu


"Kakak tinggal ya Nay.." pamit Cindy ke Kanaya


"Iya kak.." jawab Kanaya sambil tersenyum


Cindy lalu keluar dari dalam ruangan Stu. Kemudian Stu mengajak Kanaya untuk duduk di sofa. Setelah mereka duduk di sofa..Kanaya memberikan kopi kepunyaan Stu


"Kakak ada apa sih?..sampai menyuruh aku datang kesini?.." tanya Kanaya sambil menyesap Caffelate nya


"Kakak mau memberikan ini..untuk kamu beraktifitas selama kuliah nanti.." jawab Stu sambil memberikan sebuah foto mobil di galeri ponselnya

__ADS_1


Kanaya menerima ponsel Stu dan melihat gambar mobil yang Stu akan berikan ke dirinya


"Kakak belikan aku mobil?" tanya Kanaya


"Iya..buat kamu kuliah nanti.." jawab Stu


Kanaya lihat kagi foto mobilnya yang ada di galeri ponsel Stu


"Tapi aku kan dirumah sudah ada mobil kak..kakak nggak usah belikan aku mobil lagi.."


"Iya sayang..tapi kan mobil kamu yang baru kan mobil-mobil mahal semua..pasti nggak masuk di rencana kamu nantinya.." jelas Stu


"Iya kak..makasih ya kak.." ucap Kanaya sambil tersenyum


"Kakak nggak dikasih upah nih?.." tanya Stu dengan mimik melasnya


Cup


Kanaya mengecup pipi kanan Stu..tapi Stu masih menunjukan muka sedihnya


"Mosok satu doang..yang ini nggak?.." rajuk Stu sambil menunjuk pipi kirinya


Cup


Kanaya pun menuruti permintaan Stu..dia kecup pipi Stu sebelah kiri. Sontak langsung membuat senyuman lebar menghias di bibir Stu. Ganti Stu yang mengecup kening Kanaya


"Sekarang ikut kakak yuk.." pinta Stu sambil bangun dari duduknya dan menjulurkan tangannya ke Kanaya


"Ikut kemana kak?.." tanya Kanaya


"Lihat mobil kamu..kata Riko mobilnya ada di basement..ayo.."


Akhirnya Kanaya mengikuti Stu keluar dari ruangannya. Kanaya pun pamit pada Cindy yang tengah mengerjakan pekerjaannya kembali di mejanya


"Kak Cindy..aku pergi sama kak Stu yaah?.." pamit Kanaya


"Iya Nay..daaaaa..." jawab Cindy yang bangun dan melambaikan tangannya ke Kanaya


"Daaa kaaaak.."


"Saya pergi sebentar ya Cindy..kalau ada yang urgent kamu bisa langsung telepon saya.." kata Stu ke Cindy


"Baik pak.." jawab Cindy


.


***


.


Sementara itu..diwaktu yang bersamaan..di kantor IAR Corp..Ambar tengah mengadakan metting dengan seorang klien dari luar negeri dan ditemani oleh Sita dan Soni di salah satu ruang metting yang ada di lantai 45


"Congrats madam..hopefully our cooperation will be successful in the future..(Selamat nyonya..semoga kerja sama kita sukses di kemudian hari)" ucap klien Ambar seorang laki-laki berumur sekitar 50 tahun sambil menjabat tangan Ambar


"Yes Mister Reinald.." jawab Ambar sambil tersenyum


Setelah menyerahkan dokumentnya ke tuan Reynald..Ambar mengantar tuan Reinald keluar dari ruang metting


"Sita?..kami bisa antar tuan Reinald ke loby?.." pinta Ambar ke Sita


"Baik bu..Mister Reinald?..please?.." kata Sita sambil mempersilahkan Mr Reinald berjalan menuju selasar lift


"Miss Ambar?..see you next time yaah?.." pamit Mr Reinald sambil tangan Ambar


"Oke Mister Reinald..see you.."


Kemudian Sita mempersilahkan tuan Reinald menunggu lift yang tombolnya sudah dia pencet terlebih dahulu. Setelah terbuka..Sita menpersilahkan tuan Reinald dan assistennya untuk masuk kedalam lift


"Sorry miss?..have we met before?..(maaf nona?..apakah kita pernah bertemu sebelumnya?)" tanya mister Reinald ke Sita


"Sorry Mr. Reinald.. it's the first time we've met (Maaf tuan Reinald..kita baru pertama kali ini bertemu..)" jawab Sita sambil tersenyum sopan


"Yes..but your face reminds me of someone (Iya..tapi wajah anda mengingatkan saya akan seseorang)" sambung mister Reinald


Ting


Terbukalah pintu lift begitu sampai di lantai dasar..Sita mempersilahkan mister Reinald keluar dari lift. Setelah tiba di loby..Sita mengantarkan mister Reinald hingga mobilnya mister Reinald meninggalkan loby gedung. Sekembalinya Sita dari loby..matanya melihat sesosok yang dia kenal saat melintas loby


"Om Yuna?.." batin Sita


Karena penasaran..Sita mengikuti pria yang berkisaran berusia hampir 50 tahun yang memasuki sebuah coffeshop


"Om Yuna!.." panggil Sita


Laki-laki yang dipanggil oleh Sita..menoleh kearah Sita dan matanya langsung membulat terkejut

__ADS_1


"Sita?.." ucap pak Yuna lirih


Sita segera mengahampiri pak Yuna


"Om Yuna apa kabar?.." tanya Sita begitu sampai di depan pak Yuna


"Kabar om baik Sita..kamu sendiri bagaimana kabarnya?..sehat?"


"Kabar saya baik om..om ngapain disini?..kerja?" tanya Sita penasaran


Sebelum menjawab pertanyaan Sita..pak Yuna mengajak Sita untuk.duduk di meja yang masih kosong di coffeshop itu


"Iya..om kerja disini..eh..by the way..kamu sibuk nggak?.." tanya pak Juna


"Nggak sih om..saya baru selesai nemanin bos metting. " jawab Sita


"Kalau gitu kita ngobrol-ngobrol dulu yaah?..sekalian ngopi kita..yaah?" tawar pak Yuna


"Boleh deh om.." jawab Sita


Pak Yuna lalu memesan kopi untuk dirinya dan juga untuk Sita


"Om sebenarnya pengen sekali ketemu sama papahmu..tapi waktu om ke rumah kamu..ternyata rumah kamu sudah disita oleh Wijaya Holding..dan om tidak tahu kemana papahmu pergi sekeluarnya dari sana" kata pak Yuna membuka obrolan


"Iya om..saya bawa mamah dan papah ke apartement saya..setelah Betara Land bangkrut..papah seperti sudah tidak punya semangat hidup lagi ." ucap Sita sambil tertunduk


"Sebenarnya..Betara Land tidak bangkrut Sita.." kata pak Yuna


Sita sontak mengangkat kepalanya dan menatap pak Yuna tak percaya


"Maksud om?.." tanya Sita


Obrolan mereka terjeda sejenak ketika Waiters membawakan pesanan kopi mereka ke meja


"Terima kasih mbak.." kata Sita yang dibalas dengan anggukan kepala Waiters


"Iya..Betara Land kepunyaan papah kamu itu sebenarnya nggak bangkrut..tapi berubah nama menjadi IAR Corp setelah di akuisisi oleh IAR Corp dan semua karyawan Betara Land diboyong kesini oleh IAR Corp untuk menempati gedung ini.." kata pak Yuna melanjuti obrolannya


"Hah?..yang benar om.."


"Iya..sama ibu Ambar..kita karyawan Betara Land dipekerjakan kembali disini..sesuai dengan jabatan kita semula.." jawab pak Yuna


"Termasuk jabatan om yang Direktur Operasional dulu?.." tanya Sita


"Iya Sita.." jawab pak Yuna


"Apa ada hubungannya?..antara IAR Corp dengan Wijaya Holding om?.." tanya Sita


"Om kurang begitu paham..tapi desas-desus yang om dengar..ibu Ambar itu masih ada hubungan saudara dengan tuan Stewart Wijaya..CEO Wijaya Holding.." jawab pak Yuna


Sita berpikir apa ini ada hubungannya waktu dia terakhir kali datang ke Wijaya Holding dan bertemu dengan Ambar disana dan Ambar juga yang berani membawa dirinya masuk ke dalam gedung Wijaya Holding dimana orang lain tidak ada yang berani melawan perintah Stu. Dan hanya Ambar seorang lah yang menawari dirinya pekerjaan..saat dirinya sulit mencari pekerjaan karena di blacklist oleh Stu


"Apa bu Ambar tahu?..kalau aku anaknya papah?..pemilik Betara Land sebelumnya?" batin Sita


"Oh iya Sita..kamu sendiri kerja disini?..soalnya tadi kamu bilang habis menemani bos kamu metting.." tanya pak Yuna


"Iya om..saya jadi Sekretaris bu Ambar.." jawab Sita


"Haaah?..beneran Sita?..sejak kapan?.."


"Baru sekitar 3 mingguan lah om..".jawab Sita sambil tersenyum


"Apa bu Ambar tahu?..kalau kamu itu putrinya pak Gatot?.." tanya pak Yuna


"Sepertinya tidak tahu pak.." jawab Sita yang kurang yakin dengan jawabannya


"Hmmm..nasib orang siapa yang tahu ya Sita..dulu kamu adalah putri dari CEO Betara Land..tapi sekarang kamu bekerja sebagai Sekretaris CEO dari IAR Corp..yang peralihan nama dari Betara Land.." kata pak Yuna


Sita pun hanya tersenyuk kecut mendengar perkataan pak Yuna. Mungkin orang-orang tidak tahu..kalau Betara Land yang dipimpin oleh papahnya dulu juga peralihan nama dari sebuah perusahaan yang Sita rebut dari tangan Stu waktu mereka masih berpacaran. Tapi dengan campur tangan daddy Toni..sebagian surat berharga yang Sita curi dari lemari berangkas Stu yang ada di mansion telah di blokir oleh daddy Toni. Mungkin daddy Toni mempunyai rencana lain dengan membiarkan Betara Land satu-satunya aset kepunyaan daddy Toni dan Stu yang masih dibawah kuasa papahnya


.


.


***


Author ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan Batin


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


***


.


.

__ADS_1


__ADS_2