
Sebuah sedan mewah berwarna hitam memasuki halaman parkir mansion tuan Stephano. Di carport mobil itu berhenti di sebelah 2 buah mobil tamu yang juga sudah parkir disana
"Selamat pagi non Maria..non Rita.." sapa salah seorang Security yang membukakan pintu buat mereka berdua
"Pagi pak.." jawab Maria sambil melihat mansion tuan Stephano yang megah dan mewah
"Silahkan masuk non..non berdua sudah ditunggu oleh nona Kassandra di kamarnya.." ucap pak Dan yang menunggu di depan pintu masuk mansion
Maria dan Rita mengikuti pak Dan untuk masuk ke dalam mansion
"Ya Tuhaaan..ini rumah apa istana?" batin Rita yang melihat isi dekorasi mansion
"Naya dimana pak?" tanya Maria
"Nona Kassandra ada di kamarnya non..non Jessica dan non Liona juga sudah ada disana.." jawab pak Dan
Sampailah mereka di depan pintu kamar Kanaya di lantai 2
Tok
Tok
Tok
"Nona Kassandra?..non Maria dan non Rita sudah sampai.." panggil pak Dan
"Iya pak.."
Ceklek
Pintu kamar terbuka dan muncul Kanaya di depan kamar
"Ayo masuk Maria..Rita.." ajak Kanaya
Maria dan Rita masuk ke dalam kamar Kanaya
"Terima kasih ya pak.." ucap Kanaya ke pak Dan
"Iya non..saya permisi dulu.." jawab pak Dan sambil berlalu dari depan kamar Kanaya
Di sofa Jessica memanggil Maria dan Rita untuk bergabung dengan dirinya dan Liona
"Dasar lu Mar..lu bilang otewe..nggak tahunya masih dirumah.." kesal Liona sambil menyambit Maria dengan kacang
"Hehehe..sorry Li..piss.." sahut Maria sambil memamerkan deretan giginya dan mengacungkan dua jarinya
Kanaya bergabung dengan teman-temannya duduk di samping Jessica
"Lu ngapain sih Nay?..ngundang kita pagi-pagi gini?" tanya Rita sambil mengambil minuman kaleng yang ada di meja
"Aku mau ngasih hadiah dari ayah buat kita-kita semua.." jawab Kanaya
"Hadiah?..hadiah apaan?" tanya Rita lagi
Kanaya mengambil amplop coklat yang dari tadi ada di atas meja
"Taaarraaaa...ayah kasih kita hadiah..tiket VVIP keliling Eropa selama 1 minggu.." jawab Kanaya sambil memperlihatkan dan dia goyang-goyangkan amplop coklatnya di depan teman-temannya
4 pasang bola mata teman-teman Kanaya membulat sempurna..mendengar hadiah dari tuan Stephano untuk mereka
"Ti..tiket..keliling Eropa?..1 minggu?.." ucap Maria terbata sambil mengambil amplop coklat dari tangan Kanaya
"Yang benar Nay?" tanya Maria lagi
"Iya Maria..aku nggak bohong.." jawab Kanaya sambil tersenyum geli melihat teman-temannya masih shock mendengar hadiah buat mereka
"Nay..bentar Nay..i..ini bener?..ayah kamu ngasih kita tiket keliling Eropa 1 minggu?" tanya Liona
"Iya..terus..hari terakhir kita mampir ke rumah oma aku yang ada di Roma.." jawab Kanaya
"Roma?..Itali?" tanya Rita
Kanaya menganggukan kepalanya
"Nanti kita ke kantor ayah..soalnya tadi ayah nyuruh kita kesana buat isi berkas-berkas dokument perjalanan liburan kita" ucap Kanaya
Keempatnya mengangguk serempak
"Tapi?..elu kayaknya belum mandi yah?" tanya Liona yang melihat Kanaya masih mengenakan piyamanya
Kanaya menggelengkan kepalanya
"Hmmmm..cakep lu Nay..lu nyuruh kita pagi-pagi dateng kesini..sedangkan lu sendiri belum mandi..dasaaaar!!..." kesal Maria sambil memiting leher Kanaya dan mengucek-ucek rambut Kanaya
"Iya Mar..terus Mar..wakilin gua..teruuss!!" sentak Liona
Kanaya hanya bisa tertawa geli ketika Maria terus mengucek-ucek rambutnya. Hingga suara ketukan pintu menghentikan aksi bar-bar Maria
Tok
Tok
"Sandra?.." panggil nyonya Delores
"Iya bu..sebentar" jawab Kanaya
Kanaya membuka pintu kamar dan masuklah nyonya Delores. Keempat teman Kanaya sontak bangun dari duduknya dan menyapa nyonya Delores
"Pagi tante.." sapa mereka
"Pagi..ajak teman-teman kamu untuk sarapan ya Sandra.." pinta nyonya Delores
"Iya bu..tapi aku mandi dulu yaah.."
"Kamu belum mandi?.." tanya nyonya Delores
"Belum bu.." jawab Kanaya sambil memperlihatkan deretan giginya
Nyonya Delores hanya bisa menghela nafasnya seraya menggelengkan kepalanya
"Anak ibu kenapa jadi males begini sih?..hmmm?" ucap nyonya Delores sambil menjembel pipi Kanaya gemas
"Kamu nggak malu sama teman-teman kamu yang sudah pada rapi?" sambung nyonya Delores
"Biarin aja bu..mereka mau nungguin aku mandi kok..iya nggak teman-teman?" tanya Kanaya ke teman-temannya tanpa merasa bersalah
Keempat teman Kanaya hanya bisa tersenyum rikuh pada nyonya Delores
"Nggak apa-apa gundulmu Nay.." batin Maria yang masih tersenyum rikuh
"Sudah..cepet kamu mandi sana..kasihan teman-teman kamu kelamaan nunggu.." perintah nyonya Delores ke Kanaya
"Siaaaap.."
Kanaya segera beranjak masuk ke dalam kamar mandinya setelah mencium pipi ibunya
"Maafin Sandra ya sayang?..kalian kelamaan nunggunya..kalian nunggunya disini apa mau di bawah?" tanya nyonya Delores
"Disini aja tante.." jawab Jessica mewakili teman-temannya
Nyonya Delores menyiapkan baju ganti buat Kanaya dan dia taruh di ranjangnya
"Li..rambutnya Naya sama kayak punya tante Delores yaah?" bisik Rita yang melihat rambut brunette kepunyaan nyonya Delores
"Iya Rit.." jawab Liona lirih
Setelah selesai nyonya Delores keluar dari kamar Kanaya
__ADS_1
"Tante tinggal dulu yaah?" pamit nyonya Delores
"Iya tante.."
"Nanti kalau Sandra sudah selesai..ajak dia untuk sarapan di bawah..tante tunggu disana"
"Baik tante.."
Sepeninggal nyonya Delores..teman-teman Kanaya memperhatikan kamar Kanaya yang besar dan mewah
"Kamarnya Naya gede juga ya Jess..kamar gua ajah nggak ada apa-apanya sama ini.." ucap Rita
"Iya..kalau di rumah Jessi..sama kayak ruang tamu" sahut Jessica yang masih terkesima dengan interior kamar Kanaya
"Gua kira Naya bohongan Mar..ngajakin kita liburan ke Eropa..lu inget kan?..waktu dia ngomong di kantin?" tanya Liona ke Maria
"Iya..tapi..passport gua dah mati Li..gimana dong?" tanya Maria
"Innalilaahi!!...udah lu kubur?" jawab Liona
Plaak
Sebuah pukulan mendarat di pundak Liona
"Serius gua Li!!..punya lu juga dah mati kan?" sambung Maria
"Iya..nanti kita sekalian bikin aja sama Naya..punya lu gimana Rit?..Jess?" tanya Liona ke Rita dan Jessica
"Punya gua mah masih valid.." jawab Rita
"Sama..punya Jessi juga masih valid.." sahut Jessica
Tak lama kemudian Kanaya yang selesai dengan ritual mandinya..mengambil baju yang sudah disiapkan oleh ibunya dan kembali masuk ke dalam walk in closet
"Ayo..kita sarapan.." ajak Kanaya yang sudah rapi sambil mengambil tasnya
Mereka lalu keluar dari kamar Kanaya menuju ke ruang makan utama. Disana mereka sudah di tunggu oleh nyonya Delores, pak Dan serta beberapa pelayan
"Ayo sayang..ajak teman-teman kamu sarapan" pinta nyonya Delores
Mereka lalu duduk di bangkunya masing-masing..pak Dan menyuruh para pelayan untuk menyiapkan sarapan untuk Kanaya dan teman-temannya
"Silahkan dinikmati nyonya..nona Kassandra.." ucap pak Dan sambil membungkuk hormat
"Baik Dan..terima kasih.." jawab nyonya Delores
"Terima kasih ya pak.." sahut Kanaya
Pak Dan serta pelayan lainnya kembali ke belakang
"Tante nggak sarapan?" tanya Liona yang melihat nyonya Delores hanya menikmati secangkir teh
"Tadi tante sudah sarapan..bareng sama ayahnya Kassandra.." jawab nyonya Delores
"Nanti kalian jadi ke kantor ayah kan?" tanya nyonya Delores
"Jadi bu.." jawab Kassandra
"Nanti driver kantor ayah akan jemput kalian buat kesana..jadi mobil Liona, Jessica sama Rita biar disuruh pulang ajah yaah?"
"Iyaaa tante.." jawab keempat teman Kanaya serempak
Pak Dan datang menghampiri meja makan
"Permisi nyonya..driver dari kantor tuan besar sudah datang.." kata pak Dan
"Iya Dan..suruh tunggu sebentar yah?..mereka sedang sarapan.." sahut nyonya Delores
"Baik nyonya..saya permisi dulu.."
Nyonya Delores menganggukan kepalanya. Kanaya dan teman-temannya sudah selesai dengan sarapannya..mereka mengikuti nyonya Delores ke depan teras..dimana sebuah MPV mewah dari SACorp sudah standby
"Iya sayang..hati-hati yaah?" jawab nyonya Delores sambil mencium kening Kanaya
Keempat teman Kanaya mengikuti pamit dengan nyonya Delores sambil mencium tangan nyonya Delores. Tak lama MPV mewah meninggalkan halaman mansion dengan diiringi lambaian tangan nyonya Delores
___________________
Marcela yang berdiri di loby SACorp building..tersenyum melihat sebuah MPV yang membawa orang yang sudah dia tunggu berjalan memasuki loby. Seorang Security membuka pintu samping begitu MPV itu berhenti
"Selamat pagi nona Kassandra.." sapanya begitu Kanaya turun dari mobil
"Pagi pak.." jawab Kanaya
Kanaya menghampiri Marcela yang sudah menunggunya
"Pagi non.." sapa Marcela
"Pagi kak.." jawab Kanaya
Dibelakang Kanaya menyusul teman-temannya mendekati Marcela
"Kak Sela..kenalin..teman-teman aku.." ucap Kanaya sambil memperkenalkan teman-temannya
"Halo semuanya..kenalin..nama saya Marcela..kalian bisa manggil saya Sela.." sapa Marcela sambil menjulurkan tangannya
Keempat gadis itu memperkenalkan dirinya satu persatu ke Marcela. Kemudian Marcela menyuruh mereka mengikuti dirinya untuk masuk ke dala loby. Di dalam loby..ada dua wanita yang menunggu mereka dengan membawa dua papper bag di tangannya
"Nona Kassandra..kami sudah belikan kopi dan roti buat nona dan teman-teman sarapan" kata Marcela seraya menyuruh kedua staff wanita memberikan ke Kanaya
"Terima kasih ya kak.." jawab Kanaya sambil menerima papper bag
Jessica menerima satu papper bag dari Kanaya dan staff wanita..Maria membantu dengan mengambil satu dari tangan Jessica
"Mari nona..kita lanjut ke lantai atas.." ajak Marcela
Selama di loby..keempat teman Kanaya melihat beberapa artis yang biasa mereka lihat di televisi lalu lalang di loby dan sebagian dari mereka melihat Kanaya ada di loby..segera menghampirinya dan menyapanya. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh keempat teman-teman Kanaya untuk meminta tanda tangan dan foto dengan mereka. Para artis yang diminta foto dan tanda tangan oleh teman-teman Kanaya..dengan senang hati melayani mereka. Mereka tidak mau kejadian yang menimpa David Yoshi beberapa waktu yang lalu terjadi dengan mereka..karena mengabaikan permintaan Kanaya untuk foto bersama. Mereka tahu para gadis ini datang dengan putri bungsu sang raja media tanah air
Kanaya yang berdiri bersama Marcela..hanya bisa tersenyum geli melihat teman-temannya begitu senang dan antusias ketemu dengan idolanya disini. Marcela yang melihatnya juga ikut tersenyum
"Oh iya nona..memang benar?..kalau besok pas ulang tahun nona..nona mengundang David Yoshi?..untuk performance disana? " tanya Marcela sambil menoleh ke Kanaya
"Iya kak..besok kakak datang kan?" tanya Kanaya
"Iya nona..saya diminta sama nyonya Delores untuk bantu-bantu mendesain acara ulang tahun nona besok" jawab Marcela
Teman-teman Kanaya meminta para artis yang ada untuk foto bersama Kanaya. Salah satu staff wanita mengambil foto dengan handphone kepunyaan Liona. Setelah selesai para artis itu lalu berpamitan dengan Kanaya
"Mari non.." ajak Marcela
Marcela mengajak mereka menuju lift khusus CEO dan memencet tombol 40. Didalam lift Marcela hanya bisa tersenyum geli melihat teman-teman Kanaya melihat hasil foto-foto mereka di loby tadi
"Waah..IG gua pasti rame nih..gua selfie sama kak Ananda.." ucap Maria yang memosting selfienya dengan artis idolanya di Instagram pribadinya dan tak lupa menghastag teman-temannya
Ting
Pintu lift terbuka begitu sampai di lantai 40. Kanaya dan temannya mengikuti Marcela ke sebuah ruang metting di lantai 40
"Silahkan nona-nona sekalian duduk di kursi yang ada.." pinta Marcela
Mereka lalu duduk di kursi yang disediakan. Marcela membagikan beberapa formulir di meja mereka
"Silahkan diisi dulu sesuai biodata nona-nona sekalian..hmmm..selain nona Kassandra..siapa diantara nona-nona sekalian yang belum atau yang tidak punya passport?" tanya Marcela
"Tidak ada kak.." jawab mereka serempak
"Tapi punya saya sama punya Liona sudah nggak valid lagi kak.." sambung Maria
__ADS_1
"Begitu?..ya sudah..nanti sekalian perpanjang passportnya berbarengan dengan nona Kassandra..kalau non Rita dan Jessica?.." tanya Marcela ke Rita dan Jessica
"Punya kami masih valid kak.." jawab Rita dan Jessica
"Oke kalau gitu..sekarang nona-nona sekalian isi dulu yaah?..mengenai form kesehatan..nona harus isi dengan jujur yaah?..tentang riwayat penyakit yang pernah diderita sama nona-nona sekalian..supaya kita nggak ada kesalahan disana.." pinta Marcela
"Nona-nona sekalian punya alergi apa?..makanan?..obat-obatan?..ditulis juga yaah?..biar kami bisa prepare sebelumnya.."
Kelima gadis itu menganggukan kepalanya dan mulai mengisi biodata yang diminta oleh Marcela. Tak lama kemudian handphone Marcela berdering
"Halo pak?" sapa Marcela
"Gimana Sel..Sandra sudah datang?"
Ternyata tuan Stephano yang menelpon
"Sudah pak..nona Kassandra dan teman-temannya sedang mengisi biodata di ruang metting lantai 40.."
"Bagus..kamu tolong bantu Sandra ya Sel?..saya serahkan semua urusan passport dan visa Sandra sama kamu.."
"Baik pak.."
"Nanti sebelum makan siang..saya kesana.."
"Baik pak.."
"Oke..gitu saja Sel..terima kasih yaah?"
"Baik pak..sama-sama pak.."
Marcela memasukan kembali handphonenya ke dalam saku celananya
Tok
Tok
Tok
"Masuk.." sahut Marcela mendengar pintu ruang metting diketuk
Masuklah bu Kokom bersama seorang temannya membawa nampan minuman dan makanan ke dalam ruang metting
"Taruh dimana bu?" tanya bu Kokom
"Taruh disitu aja bu. " jawab Marcela sambil menunjuk ke sebuah meja yang ada di depannya
"Bu Kokooomm.." sapa Kanaya sambil melambaikan tangannya
"Iya non.." jawab bu Kokom sambil mengangguk hormat ke Kanaya
Setelah selesai..bu Kokom keluar dari ruang metting
"Non Maria..Liona..Jessica dan Rita..bisa nggak suruh orang rumah atau siapa untuk membawa kemari passportnya?..biar sekalian kita urus visanya.." pinta Marcela
"Bisa kak.."
"Nanti biar suruh titipin di Receptionis diloby" sambung Marcela
Marcela membagikan lagi beberapa formulir baru untuk diisi
"Ini dari travel agent kita..mohon diisi juga yaah?" pinta Marcela
"Waaaah..Paris..Madrid..Barcelona.. Maldive? ini beneran kita ke Maldive kak Sela?" pekik Maria tak percaya..setelah melihat destinasi liburan mereka
Marcela menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Iya non..nanti hari terakhir kita ke Roma..ke tempat kakek nona Kassandra..kakek Lorenzo" ucap Marcela
"Ck..biasa ajah dong Mar.." kata Rita sambil menggeleng-geleng kepalanya
"Maldive Rit!!..Maldive!!..lu udah pernah kesana belum?" tanya Maria
"Gua juga belum pernah kesana..tapi nggak norak kayak elu.." jawab Rita
Plaaak
Maria memukul kepala Rita dengan gulungan formulir yang tengah dia isi
"Sembarangan lu bilang gua norak!!.." sergah Maria yang tidak terima
"Heei!!..heei!!..sudah kenapa sih..pakai acara ribut lagi..malu nggak sih lu sama kak Sela?" lerai Liona pada kedua temannya
Mulut Maria komat kamit menggerutu. Marcela menahan senyumnya melihat kelakuan Maria dan Rita
"Kita nanti dapat outfit kak?" tanya Jessica
"Iya non..nanti nona-nona sekalian dapat outfit dari sponsor..mangkanya nona isi ukuran baju, celana dan nomor sepatu yaah?" jawab Marcela
"Ini rencananya 1 minggu kan kak?" tanya Liona
"Iya..nanti kita akan keliling Eropa selama 1 minggu..tapi kalau nona Kassandra mau exstand disana..nanti kami bisa reschedule lagi jadwalnya " jawab Marcela
"Jadi kalau bisa..nona-nona bawa ganti untuk daleman agak banyak yaah?..soalnya untuk masalah daleman..dari pihak travel agent tidak menyediakan.." sambung Marcela
"Gampaaang..nanti kita bisa beli disana kalau kurang..jangan kayak orang susah.." ucap Rita
"Sombong luh!!" sewot Maria
"Biarin..hweeek.." ledek Rita
"Udaaaah..mulai lagi daaaah??.." potong Liona
"Kak Sela..aku sudah nih.." kata Kanaya sambil memberikan formulir yang sudah dia isi
"Kak Sela?..kita berangkatnya kapan sih?" tanya Jessica sambil menyerahkan formulir kepunyaan dia yang sudah diisi
"Dua hari setelah acara ulang tahun nona Kassandra.." jawab Marcela
________________
Sekitar jam 11 siang..tuan Stephano yang diiringi oleh Lena berjalan ke arah ruang metting dimana Kanaya dan teman-temannya berada. Sesampainya disana Lena membukakan pintu ruang metting buat tuan Stephano
Ceklek
"Halo?.." sapa tuan Stephano setelah di dalam
"Ayaaah!.." pekik Kanaya sambil melambaikan tangannya
Tuan Stephano menghampiri Kanaya dan mencium pucuk rambutnya dengan lembut
"Sudah selesai sayang?" tanya tuan Stephano sambil duduk disebelah Kanaya
"Sudah Yaah.." jawab Kanaya
"Semua sudah selesai Sel?" tanya tuan Stephano ke Marcela
"Sudah pak..sekarang tinggal ke kantor Imigrasi untuk keperluan pemotoan passport nona Kassandra dan interview.." jawab Marcela
"Jamnya?" tanya tuan Stephano lagi
"Habis makan siang pak..sekitar jam 2"
"Kalau gitu..kamu ikut ayah makan siang yaah?..ajak teman-teman kamu sekalian.." ajak tuan Stephano ke Kanaya
Kanaya menganggukan kepalanya
"Habis itu kalian bisa ke Imigrasi sama Marcela..ayo..kita jalan sekarang.."
__ADS_1
Kanaya mengikuti ayahnya keluar dari ruang metting..diikuti oleh keempat temannya