
"Pas question !!..miss Kassandra ne peut pas accepter votre offre !!..(Tidak bisa!!..nona Kassandra tidak bisa menerima tawaran anda!!)"
Mereka kompak menoleh ke arah sumber suara yang menyela pembicaraan mereka
Dari mejanya Marcela bangun dan menghampiri meja Jean-Pierre
"Désolé monsieur..miss Kassandra ne peut pas accepter l'offre d'un contrat de travail avec vous et maintenant Miss Kassandra est en vacances à Paris..(Mohon maaf tuan..nona Kassandra tidak bisa menerima tawaran kontrak kerja dengan anda dan sekarang nona Kassandra sedang liburan di kota Paris)" ucap Marcela sambil berdiri di samping Kanaya
"Qui es-tu?..(Siapa anda?)" tanya Jean-Pierre
"Je suis Marcela..Je suis l'assistante personnelle de Mlle Kassandra..(Saya Marcela..saya asisten pribadi nona Kassandra)" jawab Marcela
"Tch.. t'es qu'un assistant pour oser t'immiscer dans les affaires de ton boss..(Cih..anda hanya seorang asisten sampai berani ikut campur urusan atasan anda)" cebik Jean-Pierre memandang remeh Marcela
"Ayo nona..kita lanjutkan perjalanan kita.." ajak Marcela yang mengacuhkan perkataan Jean-Pierre
Kanaya bangun dan mengikuti Marcela yang meninggalkan meja Jean-Pierre
"Nous m'excusons monsieur..(Kami permisi tuan)" pamit Marcela
Marcela mengajak Kanaya dan Utari untuk keluar dari restoran..dimana keempat teman Kanaya sudah menunggu mereka diluar. Jean-Pierre menatap kepergian Kanaya dengan tatapan dinginnya
"Ivone?.." panggil Jean-Pierre
"Oui Monsieur?..(Iya tuan?)" jawab Ivone sambil bangun dan berdiri di sisi Jean-Pierre
"Je ne veux pas savoir..cette fille doit être un modèle pour l'ambassadeur de la marque butiq Magellan..(Saya tidak mau tahu..gadis itu harus menjadi model brand ambasador butiq Magellan).." titah Jean-Pierre yang matanya tak lepas dari arah pintu keluar
"Oui Monsieur..(Baik tuan).."
"Tout ce qu'il demande... paye..(Berapa pun yang dia minta..bayar)"
"Oui Monsieur..(Baik tuan).."
Jean-Pierre menyesap lagi winenya dengan senyuman smirk di ujung bibirnya
*
Rombongan Kanaya memasuki lift yang akan mengantarkan mereka ke bawah. Marcela mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang lewat sambungan teleponnya
"Halo?..selamat siang bu?"
"Selamat siang Sela..gimana?..sudah kamu atasi?.."
"Sudah bu..sudah bisa saya atasi.." jawab Marcela
"Bagus Sela..kasih telpon kamu ke Sandra..saya mau bicara.."
"Bisa bu..non?..ibu mau bicara.." kata Marcela sambil memberikan ponselnya
"Ibu?..ibu Delores?.." tanya Kanaya sambil menerima ponsel Marcela
"Iya non.." jawab Marcela
"Halo bu?.."
"Halo sayang?..gimana liburannya?..senang nggak?"
"Senang bu..Naya sama teman-teman habis dari Menara Eiffel..sekalian makan siang..ada apa bu?..kata kak Sela..ibu mau ngomong?"
"Sandra?..tadi Sela telpon ibu kalau kamu ada yang menawari kamu jadi model di butiqnya..apa betul sayang?"
"Iya bu..tapi sama kak Sela nggak dibolehin" jawab Kanaya
.
-Flashback On-
Marcela segera menghubungi nyonya Delores begitu Kanaya dan Utari menghampiri meja atasan Ivone
"Halo bu Delores?..selamat siang.."
"Halo Sela?..ada apa?"
"Maaf mengganggu waktu ibu..saya saat ini sedang luch dengan nona Kassandra dan tiba-tiba ada seorang wanita mengajak nona Kassandra untuk bergabung dengan meja atasan wanita itu bu. "
"Mau apa mereka Sel"
"Sepertinya atasan wanita itu mau mengajak nona Kassandra untuk menjadi foto model di butiq miliknya bu..Magellan Butiq.." jawab Marcela
"Magellan Butiq?..apa yang punya namanya Jean-Pierre Magellan?"
"Sepertinya bu..saya tidak begitu kenal.."
"Kamu bisa suruh Alfonso ngomong ke orang itu..supaya jangan mengganggu Sandra liburan"
"Mohon maaf bu..mas Alfonso dan mbak Cindy berpisah dengan rombongan setelah sarapan tadi.." ucap Marcela
"Misah?..kemana dia?..bilang nggak sama kamu Sel mau kemana dia?"
"Nggak bilang bu..mas Alfonso hanya bilang mau jalan-jalan keliling Paris berdua sama mbak Cindy saja bu.."
"Ck..anak itu..ya sudah..kamu cegah mereka Sel..saya nggak mau liburan Kassandra terganggu oleh mereka..apa pun yang mereka tawarkan kamu tolak..yaah?"
"Baik bu..akan saya bereskan.."
"Bagus Sel..nanti kamu telpon saya lagi buat kasih laporan hasilnya.."
"Baik bu.."
"Saya tunggu ya Sel.."
"Baik bu.."
Marcela memutuskan sambungan teleponnya
-Flashback Off-
.
Ting
Sampailah lift di lantai dasar Menara Eiffel..Kanaya mengikuti Marcela yang memimpin rombongan menuju ke sebuah MVP yang sudah menunggu mereka
"Iya sayang..ibu yang menyuruh Sela agar melarang orang itu untuk menawarkan kontrak kerja sama dengan kamu..kamu nggak marah kan?.."
"Nggak bu..Naya nggak marah..ibu kok ngelarang orang itu kasih kontrak ke Naya sih bu?" tanya Kanaya
"Sandra?..kamu kan sebentar lagi kuliah..ibu nggak mau waktu kuliah kamu nanti keganggu sama jadwal pemotretan-pemotretan kamu selama kamu kerja sama orang itu atau dengan yang lainnya..paham sayang?"
"Paham bu.."
"Nanti kalau kamu sudah selesai kuliah..ibu akan membebaskan waktu kamu untuk semua kesenangan kamu..ya sayang yaah?"
"Iya bu.."
"Sekarang kamu fokuskan dulu waktu kamu untuk kuliah ya sayang.."
"Iya bu..Naya ngerti.."
__ADS_1
"Sekarang jadwal kamu kemana?"
"Kita sekarang kemana kak?" tanya Kanaya ke Marcela
"Ke Istana Versailles sama Musseum Louvre non.." jawab Marcela
"Kata kak Sela..kita mau ke Istana Versailles sama Musseum Louvre bu.."
"Oooh..berarti besok kamu baru ke Madrid sama Barcelona?"
"Iya bu. "
"Ya sudah kalau begitu..selamat senang-senang ya sayang..hati-hati"
"Iya bu.."
"Selalu dengar omongan Sela selama kamu ada disana.."
"Iya bu.."
"Kasihkan telponnya ke Sela lagi sayang..ibu masih mau ngomong sama dia.." pinta nyonya Delores
Kanaya memberikan kembali ponsel Marcela
"Kak..ibu mau ngomong lagi.."
"Iya non..halo bu?.." sapa Marcela sambil menempelkan ponselnya di telinganya
"Kamu tolong jaga Kassandra yaah?..kalau ada apa-apa..kamu bisa hubungi saya langsung"
"Baik bu..saya akan menjaga nona Kassandra.."
"Saya nggak mau liburan Kassandra di ganggu sama orang-orang penggila mode.."
"Baik bu.."
"Terima kasih ya Sel..selamat siang.."
"Sama-sama bu..selamar siang"
*
.
(Gambar hanya pemanis)
.
Sampailah MPV yang membawa rombongan Kanaya di Mussuem Louvre. Marcela mengajak rombongan untuk masuk ke dalam komplek Mussuem Louvre
"Li?..ini kan yang jadi tempat syuting film The Da Vinci Code yaah?" tanya Jessica begitu melihat bangunan Piramida kaca yang menjadi ikon Mussuem Louvre
"Iya Jess.." jawab Liona
"Memang bener?..kalau dibawah sana ada makamnya Bunda Maria?.." tanya Maria
"Enggak non..nggak ada..itu kan hanya ada di film.." sahut Marcela yang mendengar pertanyaan Maria
Ketiga gadis itu hanya membulatkan mulutnya sambil menganggukan kepalanya
"Pada ngomongin apaan sih?" tanya Kanaya yang kepo
"Tadi non Maria nanya..memang bener?..kalau dibawah sana ada makam Bunda Maria?..seperti di dalam film The Da Vinci Code non.." jawab Marcela sambil tersenyum
"The Da Vinci Code?..film apaan itu kak?" tanya Kanaya heran
Kanaya menggelengkan kepalanya
"Nggak ngerti.." sahut Kanaya
"Jangan bilang kalau lu belum pernah nonton filmnya Nay?.." tanya Maria
"Belum Maria..di kampung dulu mana ada bioskop.." jawab Kanaya yang asyik memandangi Piramida Kaca
Maria hanya memutar bola matanya malas
"Kita foto-foto disini yaah?" ajak Kanaya pada teman-temannya untuk berfoto dengan background Piramid Louvre
.
(Gambar hanya pemanis)
.
Setelah berfoto mereka berkeliling melihat Musseum Louvre. Selagi Kanaya asyik melihat koleksi Musseum Louvre..ponselnya berdering dan dia lihat Alf menelponnya
"Halo kak?.." sapa Kanaya
"Kamu sekarang di mana dek?"
"Aku sekarang ada di Musseum Louvre kak..ada apa kak?" jawab Kanaya
"Kalian dari sana mau kemana lagi?"
"Ke Istana Versailles kak.."
"Kayaknya nggak bisa dek..soalnya Istana Versailles lagi di renov..kakak tadi dari sana"
"Yaaaah...tutup yaah?" kecewa Kanaya
"Iya..eh..kamu mau es krim nggak?"
"Mau kak..mau..kakak lagi makan es krim sekarang?"
"Iya..kakak sama Cindy lagi makan es krim..kalau gitu kamu kesini ajah..kakak lagi di cafe kepunyaan teman kakak..nanti kakak kirim lokasinya ke Sela.."
"Oke kak..sekarang aku kesana yaah?.."
Kanaya segera menghampiri Marcela untuk memberitahu untuk pergi ke tempat Alf yang sedang menunggu mereka
*
Sampailah mereka di tempat yang di sharelok oleh Alf. Sebuah kedai es krim yang bernama Boirgundi..kalau dilihat dari penampilan eksterior kedai itu..sepertinya kedai itu sudah cukup lama berdiri. Tapi walau sudah terlihat tua..terlihat para pengunjung yang antri untuk membeli es krim di kedai itu. Rombongan Kanaya langsung diarahkan oleh salah satu pegawai kedai es krim untuk menuju ke teras belakang..disana Alf dan Cindy sudah menunggu mereka di salah satu meja
"Bonjour bienvenue..(Halo..selamat datang)" sapa seorang pemuda seumuran dengan Alf yang memakai apron di badannya
"Haloo.." jawab mereka
"Bourdi?..voici ma soeur..Kassandra et ses amis..voici Sela et Utari qui nous ont accompagnés ici..(Bourdi?..ini adik saya..Kassandra dan teman-temannya..ini Sela dan Utari yang menemani kami selama disini).." kata Alf memperkenalkan yang lainnya ke Bourdi
"Bourdi yang punya kedai ini.." sambung Alf
"Bonjour.. ravi de vous rencontrer tous.. Alf a dit que vous vouliez manger de la glace, hein ?..(Halo..salam kenal semua..Alf bilang kalian mau makan es krim yaah?)" tanya Bourdi
Utari mengartikan pertanyaan Bourdi ke semuanya yang ada. Semuanya pun menganggukan kepalanya ke Bourdi
__ADS_1
"Patientez s'il-vous-plait..(Mohon tunggu sebentar)" pinta Bourdi sambil kembali ke dalam
Tak lama kemudian Bourdi kembali bersama beberapa staff kedai es krim sambil mendorong sebuah troley yang memuat peralatan untuk membuat es krim. Dia lalu menaruh sebuah gelas berukuran besar..sekitar 10 liter di tengah-tengah meja dan mulai meracik es krim andalan kedainya
"Pour ceux qui veulent enregistrer .. s'il vous plaît..(Untuk yang mau merekam..silahkan)" ucap Bourdi
Mereka kecuali Alf merekam setiap aksi Bourdi yang tengah meracik es krim di gelas jumbo. Air liur sudah menetes di ujung bibir mereka selama melihat pembuatan es krim oleh Bourdi. Mereka sudah membayangkan betapa lezat dan nikmatnya es krim hasil buatan Bourdi nantinya. Apalagi saat Bourdi menambahkan stick coklat berwarna merah dan buah strawberry diatas toping es krim bikinannya
"Taraaaaa.. Sundae Crème glacée spéciale à la boutique de crème glacée Boirgundi...(Taraaaaa..es krim Sundae Special ala Kedai Es Krim Boirgundi)" ucap Buordi sambil mengadahkan tangannya ke arah mangkuk jumbo yang sudah terisi penuh oleh es krim
.
(Gambar hanya pemanis)
(Awas ngiler yaaah...😁😁😁😁. Author ajah sampe ngeces nih)
.
"Amusez-vous..(Silahkan dinikmati)" pinta Bourdi
Seperti biasa..sebelum disantap oleh mereka..tidak lupa mereka memfoto es krim hasil kreasi Bourdi untuk mereka posting di halaman IG mereka.
"Harus dihabiskan lho yaaah.." kata Alf sambil tersenyum
Staff kedai es krim menaruh beberapa piring kecil di atas meja
"Teman-teman..ayo kita makan es krim nya..keburu meleleh" ajak Kanaya sambil mengambil satu piring
Mereka segera mengikuti Kanaya menyendok es krim hasil kreasi Bourdi. Bourdi tersenyum senang melihat hasil kreasinya mendapat respon yang positif dari teman-teman Kanaya.
*
Setelah selesai menikmati es krim..mereka keluar dari kedai. Kanaya menunggu Alf yang tengah membayar didepan kedai yang masih ramai dengan antrian pengunjung. Liona dan Jessica berfoto-foto di depan kedai..sedangkan Kanaya dan Rita tengah menemani Maria yang memesan roti sandwich yang ada di depan kedai. Dari dalam kedai Alf keluar dan menghampiri Kanaya
"Dek..kakak pinjem kartu kamu dong..buat bayar es krim.." pinta Alf
"Memangnya kartu kakak kenapa?" tanya Kanaya sambil mengambil blackcard dari tas kecilnya
"Nggak tahu..tiba-tiba nggak bisa kepake.." jawab Alf
Kanaya berikan blackcard kepunyaannya ke Alf
"Keblokir?.." tanya Kanaya lagi
Deg
Alf sekilas teringat omongan ibunya yang akan memblokir rekeningnya kalau terjadi apa-apa dengan adiknya
"Iya.." jawab Alf sambil masuk lagi kedalam kedai setelah mengambil blackcard dari tangan Kanaya
Tak lama Alf sudah keluar dari dalam kedai
"Tadi ibu nelpon kamu nggak dek?" tanya Alf sambil memberikan kembali blackcard ke Kanaya
"Iya kak..waktu makan siang tadi di Menara Eiffel.." jawab Kanaya
"Kenapa kak memangnya?"
Sebelum Alf menjawab..Marcela mengajak mereka untuk kembali ke dalam mobil yang akan membawa mereka kembali ke apartement..karena hari sudah menjelang sore. Di dalam mobil Alf memilih duduk disebelah Kanaya
"Ibu ngomong apa tadi?" lanjut Alf yang penasaran
"Ibu tadi bilang..kalau aku nggak boleh jadi model dulu kak..aku disuruh sama ibu supaya fokus kuliah dulu.." jawab Kanaya
"Jadi model?..model apaan sih dek?..kakak nggak ngerti?.."
"Iya kak..tadi waktu makan siang ada orang Prancis nawarin aku untuk jadi model di butiqnya" jawab Kanaya
Alf makin bingung dengan jawaban Kanaya yang masih belun diterima olehnya
"Kakak tanya kak Sela deh..soalnya tadi kak Sela yang ngomong sama orang itu.." ucap Kanaya
"Tadi waktu makan siang..Sandra kenapa Sel?" tanya Alf pada Marcela yang duduk di sebelah bangkunya
Marcela pun menceritakan kejadian waktu makan siang di Menara Eiffel..saat Jean-Pierre Magelan selaku pemilik Magellan Butiq tertarik pada Kanaya untuk dijadikan model olehnya
Deg
Alf mulai berpikir tak enak setelah mendengar cerita Marcela
"Tadi ibu nanya saya nggak?" tanya Alf
"Iya mas..ibu Delores menyuruh mas Alf untuk ngomong ke Jean-Pierre supaya jangan mengganggu non Sandra selama liburan..tapi karena mas Alf nggak ada..jadinya ibu yang nyuruh saya untuk ngomong ke Jean-Pierre.."
Alf mengusap mukanya dengan pelan..jelas sudah..ibunya pasti yang memblokir rekeningnya sehingga dia tidak bisa melakukan transaksi di kedai kepunyaan Bourdi tadi..karena meninggalkan Kanaya sendirian tanpa didampingi oleh dirinya. Alf segera mengambil ponselnya dan menghubungi ibunya lewat sambungan video call
"Halo bu..assallamuallaikum.." sapa Alf begitu panggilan video call tersambung
"Waallaikumsallam Alf..ada apa?" tanya nyonya Delores di sambungan video call
"Bu?..Alf mau tanya..ibu yang blokir rekening Alf yaah?..soalnya tadi kartu Alf nggak bisa kepakai waktu pengen bayar.." tanya Alf
Di layar ponsel Alf..nyonya Delores memperlihatkan raut mukanya yang datar. Alf yang melihat raut muka ibunya yang seperti itu sudah paham..kalau ibunya tengah menahan sabar akan sesuatu
"Bu?.." panggil Alf
"Iya..memang benar..ibu yang blokir rekening kamu.."
"Kok ibu gitu sih?" protes Alf
"Karena kamu sudah melanggar perjanjian sama ibu waktu sebelum kamu berangkat..kamu tahu?..kesalahan apa yang sudah kamu lakuin sama ibu?" tanya nyonya Delores
Alf menggelengkan kepalanya
"Kamu membiarkan adik kamu sendirian di negara orang..sampai ada orang penggila mode menawarkan kerja sama ke adik kamu untuk menjadi model di butiqnya..paham Alfonso?"
"Paham bu.." jawab Alf sambil menghela nafasnya
"Tapi kan..Alf nemenin Cindy keliling Paris bu.." sahut Alf
"Ibu nggak mau menerima alasan apa pun..kalau pengen keliling Paris kamu kan juga bisa bareng sama adik kamu" tegas nyonya Delores
"Ibu akan bekukan rekening kamu selama dua hari..tidak ada bantahan!!.." potong nyonya Delores yang melihat Alf yang ingin membuka mulutnya
"Kalau Cindy ingin beli apa..nanti bisa minta sama Sandra..nanti ibu telpon Cindy.."
"Ibu tega bener sih bu.." keluh Alf
"Sudah ya Alf..assallamuallaikum.."
Nyonya Delores memutuskan sepihak sambungan video call nya dengan Alf. Kanaya yang mendengar semua percakapan antara Alf dengan ibunya..berusaha menahan tawanya
"Nih kak..jangan sedih gitu doong.." kata Kanaya sambil memberikan blackcard ke Alf
Sontak mata Alf berbinar melihat Kanaya memberikan sebuah blackcard ke dirinya
"Tenang aja..aku nanti nggak ngomong ke ibu.." ucap Kanaya sambil tersenyum
__ADS_1
Alf lalu memeluk kepala Kanaya dan mengecup pucuk rambutnya
"Kamu memang adik kakak yang paling baik.."