
Di teras belakang mansion..nyonya Delores bersama mommy Angel menunggu kedatangan Kanaya yang terbang langsung dari pulau Senang menuju ke mansion ayahnya. Dari kejauhan nyonya Delores melihat sebuah helikopter terbang mendekati mansion. Dengan tidak sabar..nyonya Delores melihat Black Hawk yang dipiloti Pete secara perlahan menjejakan rodanya di helipad. Pintu kabin terbuka dan Kanaya segera berlari menyongsong ibunya
"Sandraaaaa.." panggil nyonya Delores
Kanaya langsung memeluk ibunya sambil terisak..nyonya Delores juga terisak mencium pucuk rambut Kanaya. Mommy Angel yang berdiri di samping nyonya Delores membelai rambut Kanaya dengan lembut
"Syukurlah kamu selamat sayang.." ucap nyonya Delores setelah mengurai pelukannya
"Iya bu..myh?.." sapa Kanaya ke mommy Angel sambil berpindah memeluk mommy Angel
"Mommy senang kamu nggak apa-apa sayang.." kata mommy Angel
"Iya myh.."
"Kakakmu mana Sandra?" tanya nyonya Delores sambil melihat ke arah helipad
Nyonya Delores melihat Alf tengah menggandeng Cindy menuju ke teras..nyonya Delores segera menghampiri mereka
"Cindy?..kamu nggak apa-apa nak?.." tanya nyonya Delores sambil memeluk Cindy
"Cindy nggak apa-apa bu.." jawab Cindy
Alf ganti memeluk ibunya
"Kamu ajak Cindy ke kamar tamu ya Alf..biar Cindy mandi dulu..habis itu kita sarapan bareng-bareng..ajak adikmu sekalian.." pinta nyonya Delores
"Iya bu.." jawab Alf
Mommy Angel yang melihat Ambar turun dari dalam helikopter..bergegas menghampirinya. Ambar yang melihat mommy Angel menghampirinya..langsung memeluk mommy Angel dan menangis di pelukan mommy Angel
"Sudah yaah?..semuanya sudah lewat.." bisik mommy Angel
Ambar yang terisak menganggukan kepalanya
"Stu?..ajak adikmu pulang..biar dia istirahat di mansion mommy.." pinta mommy Angel ke Stu
"Kamu sekarang pulang dulu yaah?..nanti mommy menyusul.." kata mommy Angel ke Ambar setelah mengurai pelukannya
"Iya mom.." jawab Ambar
Setelah pamit dengan orang-orang yang ada..Stu mengajak Ambar untuk pulang
"Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan kalian..nanti malam kalian saya undang ke sini..untuk makan malam sekaligus syukuran kepulangan anak saya.." kata tuan Stephano kepada Zaenal dan Lalung
"Baik tuan..terima kasih atas undangan makan malamnya..kami pasti akan datang.." jawab Zaenal sambil mengangguk hormat
Tuan Stephano membalas anggukan kepala Zaenal
"Kau juga Riko..ajak istrimu juga nanti.." pinta tuan Stephano ke Riko
"Baik uncle..terima kasih atas undangannya" jawab Riko sambil tersenyum
Riko, Zaenal dan Lalung undur diri untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Tak lama kemudian..Pete membawa terbang Black Hawk meninggalkan halaman mansion tuan Stephano kembali ke markas
.
__________________
.
Stu keluar dari walk in closet kamarnya..dia sudah rapih dengan mengenakan jas mahalnya. Setelah menyelesaikan ritual di depan cerminnya..Stu melangkah keluar dan menuju ke meja makan utama. Disana dirinya sudah di tunggu oleh kedua orangtuanya
"Pagi dad..mom.." sapa Stu sambil mencium pipi mommy Angel
"Pagi dear.." jawab mommy Angel
Setelah Stu duduk di kursinya..para pelayan mansion mulai menata sarapan pagi
"Ambar mana mom?..kok nggak ikut sarapan?" tanya Stu sambil menyesap kopinya
"Dia jogging keluar dari habis subuh..katanya mau jogging di komplek GBK.." jawab mommy Angel
Para pelayan kembali ke belakang setelah selesai menyajikan sarapan di meja
"Bawa motor apa bawa mobil?.." tanya Stu lagi
"Bawa motorlah..mana mau adikmu itu bawa mobil..padahal momny sudah ngelarang dia lho Stu..supaya jangan naik motornya lagi.."
"Kayaknya dia tuh salah casing ya hon?.." timpal daddy Tony
"Ada-ada saja kau ini hon..oh iya Stu..kapan Naya mau jalan liburan?" tanya mommy Angel
"Harusnya kemarin lusa mom..karena kejadian kemarin..jadinya oleh uncle Stephano di reschedule jadi minggu depan.." jawab Stu
"Mommy ada rencana apa sama Naya?" sambung Stu
"Kamu inget kan?..waktu mommy minta Naya jadi model dadakan gaun musim dingin bikinan mommy?..ternyata klien mommy yang di Paris tertarik Stu..mereka minta Naya yang menjadi model untuk gaun-gaun mommy yang lainnya.." jawab mommy Angel dengan mimik antusias
"Apa lebih baik menunggu Naya selesai kuliah dulu hon?..kasihan kalau dia tidak bisa membagi waktunya nanti.." saran daddy Tony
"Iya juga sih..mungkin Adel nggak kasih ijin kalau waktu kuliah Naya di ganggu sama jadwal pemotretan nanti.." keluh mommy Angel
Setelah selesai sarapan..Stu pamit dengan kedua orangtuannya. Selagi berjalan ke garasi mansion daddy Tony..Stu menghubungi Riko
"Halo boss..selamat pagi.."
"Pagi Riko..apa berkas-berkasnya sudah kau siapkan?.." tanya Stu sambil memencet remote alarm Maserati nya
"Sudah boss..pak Gatot hanya tinggal tanda tangan dan fixed..perusahaan punya pak Gatot menjadi milikmu..oh iya boss..tuan Maxwel mengundangmu makan siang di hotel tempat dia menginap.."
"Dimana dia menginap?"
Stu memasang earpiece bluetooth nya untuk meneruskan obrolannya dengan Riko
"Di hotel Ritz-Carlton boss..dan sekretaris tuan Maxwel sudah mengarrange di Asia Restorant.."
"Oke Riko.."
"Sekarang kau minta ku jemput nggak boss?"
"Tidak usah..kau langsung ke kantor saja..aku sudah ontheway kesana.."
"Baik boss.."
Stu mematikan sambungan teleponnya. Kemudian Stu melajukan Maseratinya meninggalkan halaman mansion.
__ADS_1
*
Di loby Wijaya Building..Riko menghampiri Maserati Stu yang berhenti di depannya
"Pagi boss.."
"Pagi..mana berkasnya.." pinta Stu
Stu menerima map hijau dari Riko. Stu menjawab sapaan dari berbagai karyawan yang berpapasan dengannya
"Kau beli sahamnya..kalau perlu semuanya..dan kalau dia tidak mau menyerahkannya..terserah apa yang mau kau lakukan ke dia..sudah terlalu lama kita membiarkan keluarganya hidup tenang.." pinta Stu sambil membaca berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengambil alih saham kepemilikan pak Gatot di perusahaannya sendiri
Riko memencet tombol lift khusus untuk CEO
"Baik boss.." jawab Riko
Keduanya memasuki ke dalam lift yang pintunya sudah terbuka. Riko segera memencet tombol nomor 30
"Ke lantai 27 dulu Riko..aku mau bikin perhitungan dulu ke pak Herman pagi ini.." pinta Stu
"Apa gara-gara Keyla boss?.."
Stu menganggukan kepalanya. Riko memencet tombol 27 sesuai permintaan Stu
"Mau kau apakan dia boss?.." tanya Riko
"Kutendang dia dari sini..ternyata anaknya sudah menjadi tikus di kantorku selama ini.."
Ting
Pintu lift terbuka di lantai 27. Para karyawan yang melihat Stu dan Riko keluar di lantai tempat mereka bekerja..kaget dan bertanya-tanya..ada keperluan apa sampai CEO mereka turun ke lantai ini. Seorang pria keluar dari ruangannya setelah diberitahu kalau CEO mereka ada di lantai ini
"Selamat pagi pak Stewart..pak Riko.." sapanya dengan mengangguk hormat
"Panggil pak Herman untuk menghadap saya sekarang..saya tunggu di ruang metting.." perintah Stu sambil berlalu ke ruang metting yang ada di lantai 27
Pria itu tidak banyak bertanya segera menuju ke ruangan pak Herman. Sedangkan Stu duduk menunggu kedatangan pak Herman di ruang metting bersama Riko yang berdiri di sampingnya
Tok
Tok
Tok
"Masuk.." jawab Riko
Masuklah seorang laki-laki paruh baya
"Selamat pagi pak Stewart..bapak manggil saya?.." tanya pak Herman
Stu hanya diam dan menatap tajam ke pak Herman..pak Herman hanya diam dan menundukan kepalanya menghindari kontak mata dengan Stu yang mengeluarkan aura dingin dan gelap
"Kemasi barang-barang anda pak Herman..karena mulai pagi ini..anda saya pecat sebagai Direktur di Wijaya Holding.." jawab Stu to the point
"Haaah?..sa..saya di pecat?..salah saya apa ya pak?.." tanya pak Herman
"Anda mau tahu kesalahan anda?" tanya Stu yang dijawab dengan anggukan kepala pak Herman
"Kesalahan anda..karena membawa seekor tikus ke kantor saya dan merekomendasikan dia untuk bekerja di kantor saya untuk menjadi seorang sekretaris disini..paham pak Herman?.." tegas Stu
"Sa..salah Keyla apa ya pak?..kok..bisa berimbas ke saya?.." tanya pak Herman
"Anda mau tahu pak Herman?"
"Iya pak.." jawab pak Herman
"Karena dia sudah bersekongkol dengan seseorang untuk menculik kekasih saya dan sekretaris pribadi saya!!.."
Terperanjatlah pak Herman mendengar perbuatan Keyla
"Ti..tidak mungkin pak..Keyla sudah 3 hari ini tidak ada dirumah..mana mungkin dia sampai melakukan penculikan ke kekasih bapak.."
Stu tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya di dada. Dia senderkan punggungnya di kursi sambil dia taruh kaki kanannya di atas kaki kir
"Kalau anda tak percaya..anda bisa tanyakan langsung ke anak anda..dan itu kalau anda masih beruntung anda dapat bertemu dengan dia..sekarang dia berada di sebuah pulau di dekat negara Singapura.." ucap Stu
"Si..Singapura?.." ujar pak Herman lirih
"Kasihkan ke dia Riko..koordinat pulau Senang.." pinta Stu ke Riko
Riko melempar ke atas meja sebuah map yang berisikan foto-foto pulau Senang dan sebuah foto rekaman cctv ketika Keyla menculik Cindy. Dengan tangan gemetar..pak Herman mengambil map yang ada diatas meja. Stu bangun dari duduknya dan meninggalkan pak Herman sendiri di dalam ruang metting
.
______________
.
Di Jogging track GBK..Ambar melakukan jogging sedirian pagi ini. Dengan memakai jaket parasut dan celana sport selutut berwarna senada..Ambar berlari bersama orang-orang yang juga berlari di jogging track GBK. Ambar mengacuhkan pandangan dari mata para laki-laki yang berlari..tidak sedikit dari mereka menggoda Ambar dengan suitan dari bibir mereka karena melihat kemolekan lekuk badan Ambar dibalik balutan jaket parasutnya
Ambar menepi setelah melahap beberapa lap..dia matikan i-podnya dan dia cabut earpiece dari telinganya. Dengan nafas yang tersengal..Ambar mencari pedagang yang biasa menjajakan minuman air mineral di sekitaran komplek GBK
"Air mineralnya satu pak.." pinta Ambar ke seorang bapak penjual minuman
Bapak itu memberikan sebotol air mineral dan menerima uang dari tangan Ambar
"Ambil ajah kembaliannya pak.." ucap Ambar
"Oh?..terima kasih ya mbak.." sahut bapak penjual minuman
"Iya pak sama-sama.."
Ambar berjalan ke sebuah bangku yang ada dan mulai meminum minumannya. Matanya melihat orang-orang yang berlari di depannya dan dia tersenyum smirk tak kala melihat banyak laki-laki yang berlari melirik ke arahnya
"Cowok dimana-mana sama ajah..nggak boleh ngelihat jidat beningan dikit.." batin Ambar
Telinga Ambar mendengar suara seperti orang yang tengah cekcok..dia menoleh ke samping dan melihat seorang pria yang mengenakan jaket sport dan topi baseballnya tengah berdebat dengan seorang penjual minuman yang mangkal tak jauh dari dirinya duduk. Ambar acuhkan perdebatan mereka..dia minum lagi air mineralnya. Tapi lagi-lagi dia menoleh ke arah dua orang yang tengah berdebat
"Ini Dolar..you know?..Dolar?..saya bayar pakai ini.." ucap pria berjaket sport
"Saya nggak terima Dolar mister..saya maunya Rupiah..kamu tahu Rupiah nggak?" sentak penjual minuman itu
"Tapi saya tidak bawa Rupiah..saya bawanya Dolar..Dolar lebih mahal dari Rupiah.."
"Bodo amat..mau mahal kek..mau murah kek..pokoknya situ musti bayar minuman saya pakai Rupiah..bukan pakai Dolar..ini Indonesia mister..bukan di Amerika.." sahut penjual minuman itu tak mau kalah
__ADS_1
"Iya..tapi saya.."
"Hei!!.." sentak Ambar sambil bangun dan menghampiri mereka
"Berapa orang ini musti bayar?.." tanya Ambar
"10.000 neng.." jawab penjual itu
"Siniin uangnya dia.." pinta Ambar sambil mengadahkan tangannya
Ambar menukar uang Dolar itu dengan uang pecahan 20.000 ke penjual minuman itu
"Ambil aja sisanya pak.."
"Terima kasih neng.."
Ambar berbalik dan menaruh Dolar pria itu di telapak tangan pria itu
"Sudah..minuman anda sudah saya bayar..simpan lagi uang anda..tidak semua orang disini mau menerima Dolar anda.." ucap Ambar sambil meninggalkan pria itu dan duduk kembali di bangkunya
Pria itu tersenyum melihat Ambar yang membayar minumannya dan pergi begitu saja dari hadapannya dan sepertinya Ambar tak tertarik sama sekali dengan Dolarnya. Pria itu menghampiri Ambar
"Permisi?..boleh gabung?" tanyanya
Ambar menoleh ke pria itu..menelisiknya dari atas sampai bawah dan menganggukan kepalanya sambil menggeser duduknya
"Terima kasih.."
"Hmmmm.." jawab Ambar sekenanya sambil meminum air mineralnya lagi..matanya masih asyik melihat orang-orang yang berlari di depannya
"Boleh kenalan?.." tanyanya sambil menjulurkan tangannya ke arah Ambar
"Buat apa?" tanya Ambar acuh
"Yaa..setidaknya saya bisa tahu nama wanita yang membayarkan minuman saya ini?.."
Ambar menoleh sesaat dan menyaut tangan pria itu
"Ambar.."
"Maxwel..kamu bisa panggil saya Max.."
Kembali keduanya terdiam..Maxwel mencopot topinya dan mengibas-ngibaskan di depan keningnya yang berkeringat. Ambar melirik ternyata Maxwel mempunyai rambut sedikit pirang
"Wuuuuh..udara Jakarta ternyata sangat panas yaaah?" ucap Maxwel yang masih mengibas-ngibas topinya
"Anda sepertinya bukan asli Indonesia yaah?" tanya Ambar
"Iya..saya lahir di New York..USA.." jawab Maxwel
"Tapi kok anda lancar sekali menggunakan bahasa Indonesia?"
"Iya..ibu saya asli Indonesia..dia lahir di kota Bandung..tapi kedua orang tua saya sekarang ada di Amerika.."
"Terus kamu ngapain kesini?..liburan?"
"Oooh..tidak..saya ada perjalanan bisnis ke sini..saya ada perjanjian kerja sama dengan seorang pengusaha dari Indonesia.."
Maxwel merogoh saku celananya
"Oh ****!!..my phone is off..permisi?..saya bisa pinjam your phone?..saya mau kontak sekretaris saya untuk jemput saya disini.." pinta Maxwel
"What is the number?.." tanya Ambar sambil mengeluarkan handphonenya
"You can speak English??" tanya Maxwel
"Yes i can..what is the phone number you secretary?..you remember or not?"
"Of course.."
Maxwel menyebut nomor handphone sekretarisnya. Ambar memberikan handphonenya ke Maxwel begitu tersambung. Maxwel segera berbicara ke sekretarisnya untuk menjemputnya
"..you can pickup me at...eeee.." pinta Maxwel tapi dia bingung dengan tempat dia berada saat ini ada dimana
"Tell to your secretary..she can pickup you at sector 3..green zone number K8.." sahut Ambar
"You can picup me at sector 3 green zone number K8..oke?..ASAP!"
Setelah selesai menelpon..Maxwel mengembalikan handphone ke Ambar
"Thankyou very much Ambar..i will not forget you help.." kata Maxwel sambil mengembalikan handphone ke Ambar
"Yaa..your welcome.." jawab Ambar sambil memasukan handphonenya ke saku jaket parasutnya
Ambar bangun dari duduknya dan memasang kembali earpiece di telinganya
"Ambar?..where you going?" tanya Maxwel
"Going back to my home.." jawab Ambar sambil berlalu dari depan Maxwel
Maxwel memandangi Ambar yang keluar dari komplek GBK
"Hmmm..she's beautiful..interisting.." batin Maxwel sambil tersenyum
"Mister Maxwel?..Sir?.." panggil seorang wanita yang menggunakan pakaian formal khas wanita kantoran dan dua orang pria berbadan tegap berpakaian hitam-hitam di belakangnya
Maxwel meninggalkan tempat itu yang diikuti oleh sekretaris dan kedua bodyguardnya
"Give me your phone.." pinta Maxwel ke sekretarisnya
Sekretaris Maxwel memberikan handphonenya dan Maxwel menyalin nomor Ambar ke phonebook handphonenya
.
.
#####
Kayaknya bikin cerita sendiri buat Ambar seru nih..bagaimana pendapat para reader?
Author lagi pengen bikin cerita tersendiri tentang percintaan si tomboy Ambar special agent SS1 dan cerita percintaan Dokter Alf dan Sekretaris Cindy..tapi nggak sekarang
Nanti kalau ada waktu luang..Author akan tuangkan kehaluan Author di cerita mereka
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
######