Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
118.Pesona Kanaya


__ADS_3

Sebuah mobil sedan berwarna hitam berplat nomor Kedutaan Italia bergerak memasuki sebuah loby hotel bintang lima. Di loby mobil itu sudah ditunggu oleh 3 orang berseragam hitam-hitam. Salah satu dari mereka mambukakan pintu belakang kiri dan keluarlah seorang pria remaja dan dari sebelah kanan mobil keluar seorang laki-laki


"Selamat datang tuan Dominic.." sapa salah satu pria berseragam hitam-hitam


Tuan Dominic menganggukan kepalanya membalas sapaan laki-laki itu


"Tuan de Marco sudah datang?.." tanya tuan Dominic


"Sudah tuan..Beliau baru saja mendarat di Rooftop.." jawabnya


Tuan Diminic tersenyum


"Tuan de Marco benar-benar tidak mau di ketahui khalayak ramai..perihal kedatangannya ke Indonesia..sampai kesini pun menggunakan helikopter.."


"Daddy?.." panggil remaja pria ke tuan Dominic


"Iya Anthony?.." jawab tuan Dominic sambil menghampiri Anthony..putrannya


Anthony hanya diam..tuan Dominic tersenyum melihat putranya diam saat dia panggil. Dia ucek-ucek pucuk rambut Anthony


"Kenapa hmmm?.." tanya tuan Dominic


"Sebenarnya daddy mengajakku kemari ada apa sih?.." tanya Anthony


Tuan Dominic lalu mengajak putanya masuk ke dalam hotel


"Daddy mau mengenalkan kamu ke seseorang yang telah berjasa pada daddy dulu dan kebetulan beliau ada disini.." jawab tuan Dominic


"Apakah orang itu asli Italia Dad?.." tanya Anthony


"Yup..beliau juga termasuk keturunan bangsawan Roma..jadi daddy minta ke dirimu..untuk menjaga sikapmu selama di hadapan beliau.." pinta tuan Dominic


Anthony menganggukan kepalanya. Di dalam pikirannya..Anthony berpikir seperti apa orang yang akan dia dan daddy nya temui. Orang yang menurut daddy nya sudah berjasa ke daddy nya di masa lalu dan yang membikin dia penasaran..orang ini merupakan salah satu keturunan bangsawan di Roma..kota asal daddy dan mommy nya.


Ting


Lift berhenti dilantai paling atas dari hotel ini. Tuan Dominic mengajak Anthony untuk keluar dari dalam lift dan menuju ke salah satu President Suit yang ada di lantai ini. Ada 3 orang bodyguard yang berjaga di depan pintu. Melihat kedatangan tuan Dominic yang menuju ke arah mereka..ketiganya memberikan hormatnya ke tuan Dominic


"Signore Dominic? (Tuan Dominic?)" sapa mereka berbarengan sambil membungkukan badan mereka


Ketiganya mengenal tuan Dominic..yang pernah menjadi ketua di organisasi pimpinan opa Enzo yang ada di Italia..sebelum mundur dan memilih bekerja di Kedutaan Italia mengikuti istrinya


"Il signor de Marco c'è? (Tuan de Marco ada?)" tanya tuan Dominic


"C'è un signore...un momento...entro prima io (Ada tuan..sebentar..saya ke dalam dulu).." jawab salah satu dari bodyguard


Bodyguard itu masuk ke dalam dan tak lama kemudian dia kembali bersama Enrico untuk menjumpai tuan Dominic


"Capitano? (Kapten?)" sapa Enrico sambil tersenyum ke tuan Dominic


"Enrico.. come stai? (Enrico..apa kabarmu?)" balas tuan Dominic


Mereka lalu berpelukan erat layaknya seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Tuan Dominic tersenyum melihat Enrico setelah mengurai pelukannya


"Sei sempre lo stesso di prima Enrico...non è cambiato niente (Kau masih sama seperti dulu Enrico..tidak ada yang berubah..)" kata tuan Dominic sambil memegang kedua pundak Enrico dan menelisik badan Enrico dari atas sampai bawah


Enrico tersenyum dan matanya beralih ke Anthony yang berdiri di sebelah mereka


"Chi è questo Capitano? (Ini siapa Kapten?)" tanya Enrico sambil melihat ke Anthony


"Oh..ho dimenticato di presentarti mio figlio Enrico..di presentarti..questo è mio figlio..Anthony (Oh..aku lupa mengenalkan putraku padamu Enrico..kenalkan..ini putraku..Anthony..)" jawab tuan Dominic


"Ciao come stai?..parla italiano Capitano? (Halo apa kabar?..dia bisa bahasa Italia Kapten?)" tanya Enrico ke tuan Dominic sambil menjabat tangan Anthony


"Non parla molto bene Enrico...è nato qui (Dia belum terlalu lancar Enrico..dia lahir disini).." jawab tuan Dominic sambil tersenyum


"Halo?..apa kabar?..siapa nama anda?" tanya Enrico ke Anthony dengan menggunakan bahasa Indonesia


"Halo..kabar saya baik paman..namaku Anthonio..paman bisa memanggilku Anthony.." jawab Anthony


"Anda tampan tuan muda..tampan seperti ayah anda dulu.." sahut Enrico


Tuan Dominic hanya tersenyum. Kemudian Enrico mengajak tuan Dominic dan Anthony untuk masuk menemui opa Enzo. Di dalam ruang President Suite..tepatnya di ruang tengah..terlihat opa Enzo tengah berbincang-bincang dengan tamunya yang seseorang pria berambut pirang dan seseorang lagi seperti berkebangsaan Timur Tengah. Enrico yang tidak mau mengganggu opa Enzo dan tamunya..mengajak tuan Dominic dan Anthony untuk menunggu di salah satu sofa yang tidak jauh dari ruang tengah President Suite. Opa Enzo sempat melihat kedatangan tuan Dominic bersama putranya di sela-sela obrolannya


"Anda mohon tunggu sebentar ya Kapten..tuan de Marco sedang menerima kunjungan delegasi dari sebuah perusahaan dari Qatar.." kata Enrico pada tuan Dominic


"Tidak apa Enrico..saya bisa menunggu tuan de Marco menyelesaikan pertemuannya" jawab tuan Dominic


Tiba-tiba mata Anthony tertuju kepada sesosok gadis muda berambut brunette yang diikat ekor kuda. Gadis itu tengah bermain di teras balkon dengan seekor kucing berjenis Anggora berwarna putih


"Siapa gadis itu?.." batin Anthony


Mata Anthony tidak lepas dari Kanaya yang tengah bermain dengan Summer. Hingga sentuhan jari tuan Dominic di pundaknya mengalihkan perhatiannya


"Ada apa Anthony?.." tanya tuan Dominic


"Dad?..itu siapa?.." tanya Anthony sambil menunjuk ke Kanaya


Tuan Dominic mengikuti arah jari telunjuk Anthony..keningnya berkerut bingung yang tidak kenal dengan Kanaya..lalu melihat ke Enrico


"Enrico?..gadis itu siapa?.." tanya tuan Dominic


Enrico melihat ke arah balkon..dia tersenyum sesaat

__ADS_1


"Dia nona muda Kassandra Kapt.." jawab Enrico


"Nona muda Kassandra?..sepertinya aku baru dengar namanya.." ucap tuan Dominic


"Dominic!!.."


Tuan Dominic menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Sontak dia berdiri dan menghampiri opa Enzo yang menghampiri sofa tempat dia duduk


"Signor! (Tuan!).." sapa tuan Dominic sambil memberikan salam hormatnya pada opa Enzo


"Vieni qui Dominic (Kemari Dominic).." pinta opa Enzo


Opa Enzo langsung memeluk erat tuan Dominic begitu tuan Dominic tiba di depannya..tuan Dominic pun membalas pelukan opa Enzo


"Come stai Dom? (Bagaimana kabarmu Dom?).." tanya opa Enzo setelah mengurai pelukannya


"Sto bene signore (Kabar saya baik tuan).." jawab tuan Dominic sambil tersenyum haru


"Come sta, signore?... è sano? (Kabar tuan juga bagaimana?..sehat kah?)" tanya tuan Dominic


"Sono in buona salute Dom (Kabarku sehat Dom).." jawab opa Enzo sambil tersenyum


Opa Enzo melihat ke arah Anthony yang berdiri menunggu di belakang ayahnya


"Chi è Dom? (Itu siapa Dom?).." tanya opa Enzo sambil melihat ke arah Anthony


"Signore..presentazione..questo è mio figlio..Anthony (Tuan..perkenalkan..ini putra saya..Anthony).." jawab tuan Dominic sambil meminta putranya mendekat ke arahnya


"Salam kenal tuan..perkenalkan nama saya Antonio..tuan bisa memanggil saya Anthony.." sapa Anthony sambil membungkukan badannya di depan opa Enzo


Opa Enzo tersenyum melihat kesopanan Anthony saat memperkenalkan dirinya di hadapannya


"Mi dispiace signore..mio figlio non parla molto bene l'italiano (Mohon maaf tuan..putra saya tidak begitu pancar berbahasa Italia).." ucap tuan Dominic


"Tidak apa Dom..dia seperti cucuku..dia juga tidak bisa berbahasa Italia.." jawab opa Enzo sambil menghampiri Anthony


Anthony menjulurkan tangannya memperkenalkan dirinya ke opa Enzo. Opa Enzo menyambut uluran tangan Anthony


"Hmmm..aku suka putramu Dom..persis seperti dirimu dulu..berjabat tangan dengan genggaman keras..mantap!.." kata opa Enzo terkekeh


"Oh..mohon maaf tuan.." ucap Anthony segera melepaskan jabatan tangannya..karena merasa bersalah sampai membuat opa Enzo kesakitan saat berjabat tangan


"Tidak apa Nak..aku suka laki-laki kalau berjabat tangan harus yang cakap.." jawab opa Enzo


Opa Enzo lalu mengajak kedua tamunya untuk duduk di sofa ruang tengah


"Umurmu berapa nak?..kalau saya boleh tahu.." tanya opa Enzo begitu duduk


"Usia saya sekarang 18 tahun tuan.." jawab Anthony


Enrico menuangkan wine ke gelas opa Enzo dan tuan Dominic..sedangkan untuk Anthony..Enrico menyuguhkan minuman soda


"Terima kasih paman.." ucap Anthony


Enrico menganggukan kepalanya..setelah itu dia berdiri di belakang sofa opa Enzo


"Tuan?..tadi tuan mengatakan kalau cucu tuan berumur 17 tahun..bukankah tuan muda Alfonso sudah berumur 28 tahun tuan?.." tanya tuan Dominic


Opa Enzo tersenyum sesaat sebelum menjawab pertanyaan tuan Dominic


"Iya Dom..cucuku ada yang berumur 17 tahun..dia bernama Kassandra.."


"Dia putri nona Delores?.." tanya tuan Dominic


"Iya..dia adiknya Alfonso.." jawab opa Enzo


"Ternyata gadis itu cucunya tuan de Marco.." batin Anthony


"Mungkin kau bertanya-tanya..tentang keberadaan Kassandra selama ini?.."


"Iya tuan..karena semenjak nona Delores menikah dan mempunyai putra tuan muda Alfonso..saya tidak mengetahui keberadaan nona muda Kassandra.." jawab tuan Anthony


Orang yang tengah menjadi topik pembicaraan masuk ke dalam ruang tengah sambil menggendong Summer. Kanaya menghampiri opa Enzo. Sebelumnya Kanaya memberikan anggukan kepalanya ke tuan Dominic dan Anthony yang menjadi tamu opa Enzo


"Opa?.." panggil Kanaya sambil duduk di sebelah opa Enzo


"Iya sayang?.." jawab opa Enzo


"Aku mau pulang ya opa?..temanku Maria mau berangkat hari ini..aku mau ketemu sama Maria di bandara.." pinta Kanaya


"Ya sudah..kamu bisa diantar oleh Enrico ke bandara..Enrico?.."


"Saya tuan.." jawab Enrico sambil menghampiri opa Enzo


"Kau bisa antarkan Kassandra ke bandara menggunakan helikopter.." pinta opa Enzo


"Siap tuan.."


"Setelah kau antarkan dia kembali ke rumah Adel.." sambung opa Enzo


"Siap tuan ." jawab Enrico


"Opa?.." panggil Kanaya

__ADS_1


"Iya sayang?.."


"Mereka siapa opa?.." tanya Kanaya berbisik di telinga opa Enzo sambil melirik ke arah tuan Domonic dan Anthony


"Mereka tuan Dominic dan putranya Anthony..kamu sapalah mereka.." kata opa Enzo


Kanaya menghampiri tuan Dominic yang langsung berdiri melihat Kanaya menghampirinya


"Halo paman?..apa kabar?.." sapa Kanaya yang menaruh Summer terlebih dahulu sebelum menjulurkan tangan kanannya


"Halo nona muda Kassandra..kenalkan nama saya Dominic dan ini putra saya Anthony.." jawab tuan Dominic sambil memperkenalkan Anthony ke Kanaya


"Halo nona muda..salam kenal.." sapa Anthony


Kanaya menyambut uluran tangan Anthony yang berbarengan dengan berbunyi nada dering ponselnya


"Paman Dominic..Anthony..mohon maaf..saya tinggal dulu..teman saya sepertinya sudah tidak sabaran menunggu saya di bandara.."


"Iya nona muda..silahkan.."


"Opa?..aku langsung berangkat yaah?..sepertinya Maria sudah ngamuk-ngamuk di bandara.." kata Kanaya


Kanaya memeluk opa Enzo dan mencium kedua pipi opa Enzo


"Iya sayang..hati-hati yaah.."


Kanaya menyaut Summer ke pelukannya dan segera menjawab panggilan Maria yang masih belum dia jawab


"Halo?..." jawab Kanaya sambil berjalan ke arah helipad


"Saya permisi tuan.."


"Iya Enrico.." jawab opa Enzo


"Kapten?.."


"Iya Enrico..silahkan.." jawab tuan Dominic


Tuan Dominic tersenyum sambil melihat Kanaya yang melangkah keluar. Tuan Dominc kagum akan sikap Kanaya yang berbeda jauh dengan sikap anak-anak dari keturunan bangsawan Roma yang dia kenal selama ini..yang terkenal angkuh dan arogan


.


***


.


Setelah dirasa cukup bertemu dengan opa Enzo..tuan Dominic pamit undur diri kepada opa Enzo untuk kembali ke rumahnya


"Dad?.." panggil Anthony begitu dirinya sudah berada di dalam lift


"Ya Anthony?..ada apa?.." jawab tuan Dominic


"Perihal kuliahku yang daddy daftarkan di Roma..bisakah daddy cancel?.." pinta Anthony sambil melihat ke ayahnya


"What?..kamu cancel?..kenapa?.." tanya tuan Dominic heran dan kaget


"Iya dad..daddy cancel saja..aku mau kuliah di sini saja dad..di Jakarta.." jawab Anthony


Raut muka tuan Dominic yang berkerut heran..berangsur-angsur menyunggingkan senyuman. Seperinya tuan Dominic paham dengan maksud Anthony yang ingin kuliah di Jakarta


"Aha..apa jangan-jangan kamu mau daftar di Universitas yang sama dengan nona muda Kassandra?..setelah tadi tuan de Marco memberitahukan nama Universitas nona muda?.." terka tuan Dominic


Anthony menganggukan kepalanya. Tuan Dominic tertawa terbahak-bahak..dia rangkul kepala Anthony yang mukanya bersemu merah


"Kamu mau mendekati nona muda yaa?..hmmm?.." tanya tuan Dominic sambil mengucek-ngucek pucuk rambut Anthony


Anthony hanya diam mendengar pertanyaan ayahnya


"Kalau kamu suka dengan nona muda Kassandra..majulah..daddy akan mendukungmu.." kata tuan Dominic setelah mengurai rangkulannya


"Terima kasih dad.." ucap Anthony sambil tersenyum senang


"Daddy sama mommy akan dukung semua keinginan kamu..selama itu dijalan yang benar.." sambung tuan Dominic


Anthony menganggukan kepalanya


"Tapi?..daddy ingatkan kepadamu..jangan sekali-kali kamu permainkan dan kamu lukai hatinya nona muda Kassandra..kalau sampai itu terjadi..daddy sendiri yang akan memberikan pelajaran untukmu.." titah tuan Dominic dengan mimik muka serius


"Iya dad..aku akan ingat itu.." jawab Anthony tegas


Tuan Dominic merangkul kembali putranya itu. Putranya ternyata sudah terkena oleh pesona dari Kanaya..cucu dari tuan Lorenzo de Marco


.


.


...****************...


.


Waaaah...Stu dapat ancaman dari berondong nih..tiati Stu..qiqiqiqi


.

__ADS_1


.


__ADS_2