Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
51.Jangan Kecewakan Putri Saya


__ADS_3

Disebuah apartement minimalis yang berada di pinggiran ibukota..tepatnya di lantai 8..tampak seorang pemuda tengah berbicara di sambungan teleponnya


"..tolong beri saya waktu 3 hari lagi pak..saya sekarang tidak ada uang cash ditangan untuk membayar penalti kontrak dari perusahaan bapak.."


"Kami tidak perduli saudara Yoshi..menurut klausul kontrak yang telah kita sepakati bersama..kalau ada diantara kedua belah pihak yang melanggar nilai-nilai kontrak yang telah disepakati..maka pihak yang melanggar wajib membayar biaya penalti ditambah 10% dari nilai kontrak "


"Ta..tapi..beri saya waktu pak..beri saya waktu tiga hari untuk membayar penalti itu.."


"Tidak bisa saudara Yoshi..kalau saudara tidak bisa memenuhi klaim dari kami..maka dengan terpaksa..masalah ini kita bawa ke meja hijau.."


Belum juga David Yoshi memberikan sanggahannya..sambungan telepon di putus sepihak


"Aaaarggghhh!!.." kesal David Yoshi sambil menjambak rambutnya dengan kasar


Dia buang handphonenya sembarang dan dia buang badannya ke sandaran sofanya


Wajahnya menatap langit-langit apartementnya..meratapi nasibnya yang dirasa dirundung sial secara beruntun


Semenjak beredarnya rekaman video penyiraman kopi oleh dirinya ke Kanaya di jagad dunia maya..semua agensi yang mengontrak dirinya untuk membintangi sejumlah iklan di media cetak dan elektronik..serempak memutuskan kontrak mereka secara sepihak dan menunutut ganti rugi ke dirinya..karena menurut mereka David Yoshi tidak dapat menjaga perilaku dirinya di muka umum dan karena ulahnya itu bisa membuat image jelek kepada produk-produk yang iklannya dibintangi oleh dirimya


Ancaman Marcela kepada dirinya tempo hari sepertinya menjadi kenyataan..kalau dirinya harus pensiun dini dari dunia entertaiment yang menjadi mata pencariannya


"Mana gua tahu kalau cewek itu anaknya tuan Stephano..aaarrrggh..g*blok lu Yosh!..g*blok!!"


David Yoshi merutuki keg*blokkan dirinya sambil memukuli kepalanya


Seandainya waktu bisa diulang..tentu saat itu dengan senang hati dia akan memenuhi permintaan Kanaya yang kalau dipikir cukup sederhana..yaa..Kanaya hanya meminta tanda tangan dan foto selfie dengan dirinya


Kini ancaman dirinya dijebloskan ke dalam balik jeruji di depan matanya..karena sebagian agensi iklan menuntut dirinya ke meja hijau lantaran dirinya tidak dapat memenuhi tuntutan membayar sejumlah penalti


Semua job dan jadwal syuting beberapa acara film dan sinetron yang sudah tersusun rapi..hilang secara otomatis begitu video rekaman itu beredar..yang secara langsung berpengaruh dengan pemasukan pendapatannya


Sebetulnya David Yoshi sudah ada niat untuk klarifikasi atas kejadian kemarin..tapi sepertinya dari pihak SACorp sudah memblokir semua akses dirinya secara total. Dirinya ingin meminta maaf secara langsung ke Kanaya dan tuan Stephano atas kejadian kemarin..tapi ya itu..dirinya tidak dapat menghubungi Kanaya dan tuan Stephano


Dengan membuang nafasnya secara kasar..David Yoshi bangun dari duduknya


Dia pandangi pemandangan atap-atap rumah penduduk dari jendela kamarnya


"Tuhaaaan..berilah aku setitik harapan.."


Air mata menitik di ujung mata David Yoshi seiring doanya yang dipanjatkan ke hadirat Tuhan YME


Dugh


Dugh


Dugh


David Yoshi membenturkan keningnya di kaca jendela kamarnya..memikirkan cara untuk keluar dari masalah yang membelit dirinya


Dirinya sudah menyerah..sudah tidak ada jalan keluar lagi..untuk meminta bantuan ke teman atau kerabatnya..mereka menolak dan mundur secara teratur setelah melihat rekaman video itu. Bahkan manager pribadinya sendiri pun mengundurkan diri dari sisinya


Handphone David Yoshi berdering..dengan malas dia mencari-cari handphonenya yang telah dia lempar secara sembarang tadi


"Siapa lagi ini?"


David Yoshi melihat nomor asing di layar handphonenya


"Halo?.." sapa David Yoshi dengan suara lemas


"Selamat sore?..d**engan saudara David Yoshi?"


"Iya benar..saya sendiri"


"Saya dari SACorp..mengundang saudara untuk datang besok ke kantor kami..untuk bertemu dengan tuan Stephano.."

__ADS_1


Deg..


Ada dilema melanda hatinya mendengar dirinya diundang tuan Stephano untuk datang ke kantornya


Satu sisi dia senang karena harapannya untuk bertemu dengan tuan Stephano terwujud..tapi di satu sisi yang lain dia teringat ancaman Marcela akan tuntutan tuan Stephano ke dirinya


"A..ad..ada a..apa ya pak?" tanya David Yoshi gugup


"Saya tidak punya kuasa untuk membicarakan masalah itu disini..jadi saya mohon saudara untuk datang besok jam 10 pagi di kantor kami untuk bertemu dengan tuan Stephano..paham saudara David Yoshi?"


"Pa..paham pak..paham.."


"Baiklah kalau saudara sudah paham..kami tunggu besok ya saudara David Yoshi di kantor kami..selamat sore.."


"Selamat sore pak.."


David Yoshi menundukan wajahnya sambil menutup wajahnya..bertambah lagi masalah yang bakal menunggunya esok hari


___________________


Pagi itu David Yoshi mendatangi gedung SACorp building..memenuhi panggilan dari tuan Stephano


Seorang Security mencegatnya di pintu masuk


"Selamat pagi?..ada perlu apa bapak datang kemari?.." tanya salah seorang Security sambil menahan bahu David Yoshi


Peringatan atas diri David Yoshi untuk tidak masuk dan mendekati semua aset dan fasilitas SACorp..ternyata tidak main-main


"Selamat pagi juga pak..saya datang kesini atas undangan tuan Stephano.." jawab David Yoshi


"Anda jangan bicara sembarangan..anda tahu kan?..kalau anda sudah di larang untuk memasuki ke semua aset kepunyaan SACorp" sahut Security satu lagi


"Pak..Suhud.." ucap David Yoshi yang melihat name tag yang menempel di dada Security yang menahan dirinya


"Tolong tanya ke sekretaris tuan Stephano..kalau saya diundang oleh beliau untuk datang pagi ini.." sambung David Yoshi


Security mengambil handy talkienya untuk menghubungi posko Security


"HQ mohon monitor..disini loby 1.."


"Masuk loby 1.."


"Mohon konfirmasi..apa benar David Yoshi dapat undangan dari tuan Stephano hari ini?"


"Mohon ditunggu loby 1..kami tanya dulu ke bu Lena.."


"Sebentar ya pak.." ucap Security itu ke David Yoshi


"Baik pak.." jawab David Yoshi


Kedatangan David Yoshi di depan pintu utama SACorp Building..mengundang perhatian para karyawan dan pengunjung yang lalu lalang


Kebanyakan dari mereka mencemooh dan mencibir melihat David Yoshi yang ditahan tak bisa masuk ke dalam oleh petugas Security yang berjaga. David Yoshi berusaha menebalkan daun telinganya saat mendengar cemoohan dan cibiran orang yang lalu lalang di sekitar pintu utama SACorp Building


"Monitor loby 1.." bunyi handy talkie yang ada di tangan salah satu Security


"Masuk HQ.."


"Benar kalau saudara David Yoshi mendapat undangan untuk bertemu dengan tuan Stephano pagi ini..mohon diantar saudara David Yoshi ke lantai 15..disana dia sudah ditunggu oleh team Legal"


"Baik HQ..diterima informasinya..mari pak.."


David Yoshi mengikuti Security masuk ke dalam SACorp Building


Sesampainya di lantai 15..mereka sudah ditunggu oleh 3 orang dari staff Legal SACorp..yang terdiri dari 2 pria dan seorang wanita

__ADS_1


"Mari pak..ikut kami.." ajak salah satu staff Legal pria ke David Yoshi


"Terima kasih pak.." sahut staff wanita ke Security yang mengawal David Yoshi


"Sama-sama bu Irene..saya permisi dulu.."


Kemudian David Yoshi mengikuti staff Legal SACorp menuju ke sebuah ruang metting yang ada di lantai 15


"Silahkan duduk saudara Yoshi.."


"Terima kasih pak.."


David Yoshi duduk di bangku yang ditunjuk untuk dirinya. Dia menunggu intruksi yang selanjutnya akan diberikan padanya..dia melihat ketiga staff Legal SACorp hanya berdiri menunggu di depannya..tanpa ada percakapan satu patah kata pun diantara mereka


Tak lama kemudian masuklah tuan Stephano bersama Marcela dan Lena yang mengiringinya


David Yoshi melihat tuan Stephano menatapnya dengan dingin sebelum duduk di seberang tempat dirinya duduk. Marcela dan Lena berdiri di belakang tuan Stephano duduk..bu Irene menaruh sebuah map di depan meja David Yoshi


"Anda sudah tahu kenapa saya undang untuk datang kemari saudara Yoshi?" tanya tuan Stephano


"Be..belum tuan..tapi sebelumnya saya betul-betul minta maaf atas kejadian yang kemarin tuan..saya betul-betul tidak tahu kalau nona Kassandra itu adalah putri tuan.." jawab David Yoshi dengan wajah pucat pasi


"Jadi kalau dia bukan putri saya..anda boleh seenaknya menyiramnya dengan kopi?..begitu maksud anda?..saudara Yoshi?" tanya tuan Stepahno dengan tangan yang terkepal di atas meja menahan geramnya


"Bu..bukan begitu maksud sa..saya tuan Stephano.."


David Yoshi tidak dapat meneruskan omongannya..dia takut terjebak dengan jawabannya sendiri. Dia memilih menundukan wajahnya untuk menghindari tatapan intimidasi tuan Stephano. Tuan Stephano menghela nafasnya dengan kasar..dia melihat ke arah salah satu staff pria..staff itu faham dengan maksud tuan Stephano


"Saudara Yoshi..silahkan anda baca dan tanda tangani surat yang ada di dalam map itu.." pintanya ke David Yoshi


Dengan tangan gemetar..David Yoshi mengambil map berwarna hijau itu dan dia baca satu persatu kalimat yang ada di dalamnya


Seketika kedua mata David Yoshi membola..tak percaya apa yang dia baca


"Tu..tuan..ini?.." tanya David Yoshi sambil melihat ke arah tuan Stephano dengan tatapan tak percayanya


"Ya..itu adalah surat penyataan untuk saudara kalau saudara bersedia mengisi acara di ulang tahun putri saya yang akan di selenggarakan bulan depan.."


Kedua mata David Yoshi berkabut dengan genangan airmatanya


Map yang dia kira berisikan surat tuntutan tuan Stephano untuk dirinya ke meja hijau atas kejadian kemarin..tidak tahunya adalah surat pernyataan kesediaan dirinya untuk mengisi di acara ulang tahun Kanaya


"Apa anda bersedia saudara Yoshi?" tanya tuan Stephano


"Bersedia tuan..saya bersedia.." jawab David Yoshi dengan mata yang berbinar


Dengan berurai airmata..David Yoshi menandatangai surat penyataan itu


"Setelah anda menanda tangani surat itu..maka blacklist yang kami berikan ke anda..secara otomatis kami cabut dan anda bisa berkarya lagi dibawah management kami.." sahut bu Irene


"Terima kasih bu..terima kasih tuan Stephano.." ucap David Yoshi sambil tersenyum haru ke arah tuan Stephano


"Jangan berterima kasih ke saya..berterima kasihlah ke putri saya..karena atas permintaannya..saya mengundang anda untuk mengisi di acara ulangtahunnya dan mencabut blacklist atas diri anda.." jawab tuan Stephano dengan raut muka sedikit kesal


David Yoshi mengusap airmatanya yang sudah mengalir di kedua pipinya..dia acuhkan rasa malunya yang menangis seperti anak kecil di depan tuan Stephano..karena sekarang hatinya saat ini merasa senang bercampur haru mendengar keputusan tuan Stephano yang mencabut blacklist atas dirinya


"Terima kasih tuan..sampaikan rasa terima kasih saya ke nona Kassandra.." ucap David Yoshi yang berdiri dan membungkukkan badannya di depan tuan Stephano


"Iya..saya harap..kejadian kemarin menjadi pelajaran bagi kita semua.."


"Baik tuan..saya ucapkan terima kasih atas nasihatnya.." sahut David Yoshi sambil membungkukkan kembali badannya


"Dan satu lagi saudara Yoshi..anda jangan sampai mengecewakan putri saya di acara ulang tahunnya nanti.." titah tuan Stephano dengan tatapan tajamnya dan jari telunjuk yang mengacung di depan wajahnya


"Baik tuan..saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat nona Kassandra di hari ulang tahunnya nanti.." sahut David Yoshi sambil mengangguk mantap

__ADS_1


Setelah itu tuan Stephano keluar dari ruang metting yang diikuti oleh Marcela dan Lena di belakangnya


__ADS_2