
Seorang gadis cantik memasuki loby Wijaya Tower dengan langkah gemulainya..dia lepaskan kacamata hitam brandednya dan dia taruh di tas mahalnya yang ada di tangan kanannya
"Selamat pagi.." sapanya begitu dirinya tiba di depan meja Receptionist
"Selamat pagi nona..ada yang bisa dibantu?" jawab salah satu Receptionist sambil bangun dari duduknya
"Saya bisa bertemu dengan Stu..maksud saya tuan Stewart Wijaya?" tanyanya
Salah satu staff Receptionist yang duduk menoleh ke arah wanita itu ketika dia mendengar wanita itu mengucapkan nama panggilan CEO nya..dia teringat dengan seorang gadis SMA yang pernah datang kesini dan ingin bertemu dengan CEO Wijaya Holding dengan menyebut nama panggilan CEO nya
"Maaf..dengan nona siapa?" tanyanya
"Saya Sita..Sita Ayuningtyas.." jawab wanita itu yang ternyata Sita
"Nona Sita sudah buat janji?"
"Belum..tapi mbak bilang saja ke tuan Stewart kalau saya ingin bertemu.." pinta Sita
"Mohon maaf nona..disini ada peraturan kalau nona belum membikin janji dengan pak Stewart..nona tidak bisa bertemu dengan beliau.."
"Ck..mbak tinggal telepon Stu..bilang saya yang mau bertemu.." ucap Sita yang mulai meninggi nada bicaranya
"Sekali lagi moh.."
Omongan staff Receptionist itu terpotong..karena Sita sudah berlalu dari hadapannya untuk menuju ke selasar lift
"Nona!..heei..nona mau kemana?..nona!!"
Staff wanita itu segera bergegas menyusul Sita yang kebetulan sudah masuk ke dalam salah satu lift yang terbuka pintunya
Staff wanita itu langsung panik..karena Sita dengan lancangnya main masuk ke dalam lift
"Pak Arif..pak.." panggilnya ke seorang petugas Security yang berjaga di loby
"Iya mbak Ulfa?.." jawab pak Arif sambil menghampiri selasar lift
"Temani saya ke atas pak..ada tamu main naik ke atas..ke lantai pak Stewart..padahal dia belum saya ijinin untuk naik.." jawab Ulfa
"Lho?..kok bisa mbak?"
"Nggak tahu pak..dianya main nyelonong ajah.."
Keduanya dengan perasaan tidak sabaran menunggu lift..tak lama kemudian..sebuah lift terbuka dan mereka langsung masuk ke dalam salah satu lift yang sudah terbuka pintunya..dengan cepat Ulfa memencet tombol bernomor 30
Ting..
Pintu lift terbuka dan keluarlah Sita dan langsung menuju ke ruangan Stu
Sita sudah hafal dengan denah di lantai khusus CEO ini..karena dia dulu sering diajak Stu untuk datang ke ruangannya
Dengan langkah yang pasti..Sita menuju ke ruangan Stu
Cindy yang tengah mengetik di komputernya kaget melihat seorang wanita cantik lewat di depan mejanya..dan yang membikin matanya membulat..tangan wanita itu mau membuka pintu ruangan Stu
"Ibu?..ibu mau kemana?" tanya Cindy sambil menghampiri Sita yang berhenti di depan pintu
"Kamu siapa?..saya mau ketemu dengan Stu.." jawab Sita dengan pandangan sinisnya ke Cindy
"Kok dia tahu nama panggilan pak Stewart?"
"Saya Cindy bu..saya sekretarisnya pak Stewart..ibu mau kemana?" tanya Cindy lagi dan berdiri di depan pintu ruangan Stu
"Sudah saya bilang..saya mau ketemu dengan Stu..kamu tuli yaah?" sentak Sita
"Mohon maaf bu..ibu sudah ijin ke Receptionist di bawah?" tanya Cindy
"Buat apa?.." tanya Sita
Perdebatan Cindy dan Sita mengundang perhatian Sisil dan Mery..mereka saling bertatap mata seraya menanyakan dengan isyarat gedikan dagunya ke arah Sita
"Memang peraturan disini seperti itu bu..setiap tamu yang datang harus lapor ke Receptionist dibawah terlebih dahulu.." jawab Cindy
"Ck..kamu nggak tahu siapa saya?" potong Sita
Tak berapa lama datanglah Ulfa dan pak Arif menghampiri Cindy dan Sita
"Mbak Cindy..mohon maaf..nona ini main naik ajah ke atas..walau belum saya ijinkan untuk naik kesini.." ucap Ulfa dengan nafas tersengalnya
"Kalian ini merepotkan sekali yaah?..saya kasih tahu ke kalian semua..saya ini adalah calon istri dari Stu..bos kalian..tahu nggak?..yang sopan dong sama calon istri bos kalian ini..saya adukan ke Stu baru tahu rasa kalian.." ucap Sita
Ulfa dan pak Arif menatap Cindy meminta jawaban atas ucapan Sita barusan
__ADS_1
Cindy hanya tersenyum samar mendengar Sita mengklaim sepihak kalau dirinya adalah calon istri dari Stu
"Mohon maaf ibu..ibu jangan mengada-ada..ibu jelas-jelas bukan calon istri dari pak Stewart.."
"Sok tahu kamu!!"
Sita melayangkan tangannya untuk menampar Cindy..tapi segera ditahan oleh Cindy dan dia hempaskan dengan kasar tangan Sita yang sempat dia pegang
"Eh!!..lancang kamu yaah?"
"Ibu jangan bersikap kurang ajar disini yaah?.." sentak Cindy
"Kamu.." tunjuk Sita ke wajah Cindy..tapi langsung di tampik oleh Cindy
"Kamu tunggu nasibmu..saya akan suruh Stu untuk memecat kamu!!.." ancam Sita
"Dan kalian juga berdua!!" tunjuk Sita ke arah Ulfa dan pak Arif
Sita langsung mendorong Cindy ke samping dan membuka pintu ruangan Stu untuk masuk ke dalam
Stu yang tengah memeriksa beberapa dokument..melihat ke arah pintu ruangannya yang terbuka..sontak matanya membulat kaget melihat kehadiran Sita di depannya
"Mohon maaf pak..ibu ini main masuk saja walaupun sudah saya larang.." ucap Cindy yang menyusul masuk ke dalam ruangan kerja Stu
"Honeey?.." panggil Sita sambil menghampiri meja Stu
"Stoop!!..berhenti disitu nona!!" pinta Stu dengan tatapan tajamnya
"Honey?.." tanya Sita sambil terus melangkah mendekati meja Stu
"SAYA BILANG STOOP!!..ANDA TULI YA NONA??" bentak Stu dengan suara yang menggelegar
Cindy dan Sita tersentak kaget mendengar bentakan Stu ke Sita
Ulfa dan pak Arif bergegas menyusul ke ambang pintu begitu mendengar teriakan Stu
"Cindy..seret wanita ini keluar dan jangan biarkan wanita ini masuk ke dalam ruangan saya lagi.." pinta Stu ke arah Cindy
"Baik pak.." jawab Cindy
Cindy meminta pak Arif untuk membawa Sita keluar dari ruangan CEO
"Lepaskan!!..jangan coba-coba sentuh tangan saya.." ucap Sita sambil menampik dengan kasar tangan pak Arif yang ingin mencekal lengan Sita
"Diam kamu!!..perempuan m*rahan!!..tung.."
"HEIII!!.." bentak Stu sambil bangun dari kursinya
"Satu kata keluar lagi dari mulut kotor anda itu..jangan salahkan saya nona..jika saya bersikap kasar pada anda..pak..bawa dia keluar.." pinta Stu ke pak Arif
"Baik pak.." jawab pak Arif
Pak Arif segera mencekal lengan Sita untuk dia bawa keluar dari sini
"Saya bisa jalan sendiri!!.." sentak Sita sambil menampik tangan pak Arif
Sita mendengus sesaat ke arah Stu sebelum meninggalkan ruangan Stu
Tak lama..datang Riko dan langsung masuk ke dalam ruangan Stu yang sudah ramai
Riko yang tengah menemui seorang klien..segera meninggalkan klien nya sejenak setelah dirinya mendapat laporan dari Sisil tentang kedatangan Sita
Mata Riko membulat ketika melihat Sita sudah ada di hadapannya
"Kau?.." tunjuk Riko ke Sita
"Halo Riko?.." sapa Sita
"Bos?.." tanya Riko ke Stu yang mengacuhkan sapaan Sita ke dirinya
"Kau urus wanita j*lang itu Riko..jangan pernah ijinkan dia untuk datang ke tempat ini.." pinta Stu ke Riko
"Baik boss.." jawab Riko
Begitu sampai di luar ruangan Stu
"Pak?..sebentar pak.." pinta Riko ke pak Arif
Pak Arif berhenti sambil menahan Sita untuk berhenti
"Mohon perhatian semuanya.." kata Riko ke pada seluruh karyawan yang ada di lantai ini
__ADS_1
"Saudara-saudara sekalian..mohon di hafalkan wajah pasaran wanita ini..ingat baik-baik tampang sok sucinya.."
Sonta Sita menoleh ke Riko dengan tatapan tajamnya
"Maksud Riko apa sih?"
"Mulai besok..apabila saudara-saudara sekalian melihat dia berkeliaran atau mau masuk ke loby gedung ini..silahkan saudara-saudara usir keluar wanita tak tahu malu ini..atau bisa menghubungi saya..karena dia hanyalah hama pengganggu bagi kita semua" titah Riko
Sita terkejut bukan main..Riko memberikan stempel hama pengganggu bagi dirinya
Sedangkan senyuman smirk tergambar di bibir Stu yang melihat kejadian itu dari ambang pintu ruangannya
"Riko!.." sentak Sita
"Mengerti semuanya??.." tanya Riko ke semua staff tanpa memperdulikan panggilan Sita
"Mengerti pak.." jawab mereka bersama
"Silahkan dilanjutkan pekerjaannya..terima kasih.."
Riko memberika kode dengan ayunan dagunya agar pak Arif membawa kembali Sita menuju ke selasar lift
"Baik pak.."
"Riko!!..apa-apaan ini?..kamu kenapa berubah Riko?..Riko?..Riko!!.." teriak Sita karena ucapannya tidak dihiraukan oleh Riko
"Stu?..mohon dengar dulu penjelasan aku..aku mohon Stu.." pinta Sita ke Stu yang masih berdiri di ambang pintu
Sita berusaha mendekati Stu..tapi ditahan oleh Riko dengan menahan bahunya
"Jaga sikap anda nona!!.." ucap Riko dengan tatapan tajamnya
"Riko..lepaskan aku..aku mau bicara dengan Stu" pinta Sita
"Pak..bawa wanita ini dari sini..seret bila perlu apabila dia menyusahkan bapak.." kata Riko ke pak Arif
"Baik pak..mari nona.."
Dengan tidak rela..Sita beranjak dari depan ruangan Stu dari pada dirinya akan dipermalukan lagi oleh Riko di depan para karyawan Stu
Cindy yang melihat kejadian itu dari dalam ruangan Stu..masih berdiri di belakang Stu sambil melihat Stu yang berdiri di depannya
"Siapa ibu itu?..ada hubungan apa dengan pak Stewart?"
"Saya permisi dulu boss.." pamit Riko yang ingin kembali menemui kliennya
Stu membalikan badannya dan menghampiri Cindy yang masih berdiri di belakangnya
"Cindy?..kamu nggak apa-apa kan?" tanya Stu sambil memegang pundak Cindy
"Heh?..ng..nggak apa-apa pak..terima kasih" jawab Cindy sambil mengangguk hormat
"Kamu tolong kirim foto Sita ke bagian GA yaah?..kalau perlu kamu kasih ke bagian Receptionist dan bagian Security..apabila dia nongol lagi di loby agar diusir segera..nanti saya kirim fotonya ke e-mail kamu.." pinta Stu
"Baik pak.." jawab Cindy
"Terima kasih kakak ipar.." ucap Stu sambil tersenyum
"Eh?..bapak apaan sih pak?.." sahut Cindy dengan muka yang bersemu merah
Stu terkekeh geli melihat Cindy yang mukanya merah merona
"Kenapa kakak ipar?" tanya Stu yang masih tersenyum
"Mohon maaf pak..kita kan masih di lingkungan kantor pak..lagi pula..saya kan belum menikah dengan Alf.." jawab Cindy
"Hahaha..ya sudah..kalau gitu mulai sekarang saya manggil kamu Calon Kakak Ipar ajah yaah?" gelak Stu
"Sa..saya permisi dulu pak.." pamit Cindy yang sudah tidak tahan digoda oleh Stu
Stu tersenyum geli melihat Cindy yang terburu-buru keluar dari ruangannya
"Eh iya Cindy.." panggil Stu
Cindy sejenak berhenti di ambang pintu
"Iya pak?" tanya Cindy
"Nanti kalau Alf kesini mau ajak kamu makan siang..suruh ketemu saya dulu yaah?" jawab Stu
"Baik pak..saya permisi dulu pak.." pamit Cindy
__ADS_1
"Iya Calon Kakak Ipar.." jawab Stu dengan tersenyum geli
Cindy segera keluar dan menutup pintu ruangan kerja Stu