
Greeebbb..
"Allohuakbar!!.."
Alf langsung memeluk Kanaya begitu dirinya muncul dari balik pintu kamar
"Kak Alf?..ada apa ini kak?.."
"Kasandra..adikku sayang..kakak sudah rindu dengan dirimu sayang.." isak Alf sambil memeluk Kanaya dengan erat
"Kak Alf..lepasin kak..kakak jangan begini.." pinta Kanaya
"A..aku..nggak bisa..nafas..kak.."
Alf mengurai pelukannya..dia menatap Kanaya dengan linangan airmatanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya
"Kak Alf..ada apa?" tanya Kanaya heran yang melihat Alf tersenyum haru melihat dirinya
"Kasandra..adikku sekarang sudah besar..sudah jadi gadis yang cantik.." gemas Alf sambil mengucek-ucek pucuk rambut Kanaya
"Kasandra?..siapa Kasandra kak?..jangan bikin aku bingung kak.." protes Kanaya
Alf lalu mengajak Kanaya untuk duduk di bangku malas yang ada di pinggir kolam renang kepunyaan Stu
"Duduk dulu dek..ada yang mau kakak ngomongin sama kamu.." pinta Alf
Kanaya menuruti permintaan Alf untuk duduk di kursi malas..dia masih melihat Alf berdiri di depannya dan merogoh saku celananya
"Kamu kenal sama kalung ini nggak dek?" tanya Alf sambil memperlihatkan kalung berliontin huruf K di depan Kanaya
Sontak Kanaya membulat matanya
"Kalungku!!.." ucap Kanaya sambil mengambil kalungnya dari tangan Alf
"Kok bisa sama kakak?" tanya Kanaya
"Kemarin ketinggalan di mobil kakak..coba kamu ceritain dek..soal kalung itu.." pinta Alf sambil duduk di sebelah Kanaya
"Iya kak..kata nenek Ida..dari aku bayi kalung ini sudah ada di leher aku kak.." jawab Kanaya sambil mencium kalungnya dengan perasaan haru
"Sebelum nenek Ida meninggal..beliau memberikan kalung ini dan sebuah foto untuk bekal mencari orangtuaku kak.."
Kanaya mengusap airmatanya yang mulai menitik di ujung matanya
"Pas tahu aku kehilangan kalung ini..aku sempat nangis kak..harapan ku untuk bertemu dengan orangtuaku sempat pupus..untung saja kak Alf yang menemukannya.."
"Kamu jangan nangis lagi..impian kamu untuk bertemu dengan orangtuamu akan segera terwujud dek.."
Kanaya mengacuhkan omongan Alf..karena dirinya begitu senang kalau kalungnya sudah berada di tangannya lagi
"Kata kamu..nenek Ida kasih kamu foto..coba kakak lihat" pinta Alf
"Sebentar ya kak.."
Kanaya masuk kedalam kamarnya dan kembali dengan sebuah foto di tangannya
"Nih kak.."
Alf langsung melihat foto yang diberikan oleh Kanaya ke dirinya..bola matanya membulat
"Foto ini..ini foto keluarga Alexander.."
"Kakak juga punya foto buat kamu dek.."
Alf ambil dompetnya dan dia tunjukan sebuah foto yang ada di dompetnya..foto seorang anak laki-laki tengah memangku adiknya yang masih balita dan adiknya itu memakai kalung yang sama persis seperti kepunyaan Kanaya
Kanaya ambil foto yang Alf berikan
"I..ini..kok..sama seperti punya aku kak?" tanya Kanaya heran
"Iya dek..itu foto kakak sedang memangku adik kakak sebelum dibawa lari oleh bi Ida..yaitu kamu..dan di foto kamu..kamu sedang dipangku oleh ibu dek.." jawab Alf
Kanaya hanya bengong dan menatap Alf dengan pandangan tak mengerti..matanya hanya berkedip cepat
"Kamu mau bertemu dengan orangtua kamu nggak dek?..ibu sama ayah sudah menunggu kamu dirumah.." pinta Alf
"Huh?.."
"Iya dek..ibu sama ayah sudah menunggu kamu di rumah..ibu Delores sama ayah Stephano.." ulang Alf sambil tersenyum
"Hah?.."
Kanaya hanya bisa bengong mendengar perkataan Alf..entah efek jet lag belum sepenuhnya hilang atau nyawanya belum terkumpul benar
Alf yang melihatnya menjadi gemas di buatnya
"Iya dek..aku kakakmu..kakak kandungmu.." kata Alf sambil merentangkan kedua tangannya
"kAK ALF NGOMONG APA SIH KAK?..JANGAN BIKIN AKU BINGUNG!!"
"Kanaya?..kamu adalah adikku yang sudah lama menghilang..dibawa lari oleh pengasuhmu yang bernama Rosida..namamu sebenarnya adalah Kasandra Prunella Alexandria..kamu adik kandungku..Alfonso Dean Alexander.."
"Be..benarkah kak?..a..apa yang..kak Alf omong..itu benar?.." tanya Kanaya
Alf menganggukan kepalanya
__ADS_1
"Kakak nggak bohong kan?"
Alf menggelengkan kepalanya
"Iya Naya..aku kakakmu..kakak kandungmu.."
Kanaya sontak memeluk Alf sambil menangis sesugukan
"KAKAK JAHAT!!..huhuhu..KENAPA KAKAK BARU BILANG SEKARANG..huhuhu.." tangis Kanaya di pelukan Alf
"Maafin kakak ya dek..kakak musti memastikan dulu semua..kalau kamu itu adik kakak..adikku yang bernama Kasandra.." bujuk Alf sambil mencium pucuk rambut Kanaya
Makin kencang tangis Kanaya di pelukan Alf..Alf hanya memeluk Kanaya hingga tak terasa airmatanya menetes di pipi
Pemandangan indah sekaligus haru..sepasang kakak adik yang terpisah sejak kecil akhirnya bisa bertemu kembali
"Ssst..ssstt..udah ah..adek kakak kok cengeng banget sih?..udah gede kan?.." bujuk Alf sambil mengusap rambut brunette Kanaya
Kanaya mengurai pelukannya..dia usap airmata yang sudah membanjiri pipinya
"Sekarang kamu mau kan?..ketemu sama ayah dan ibu?..hmmm?" tanya Alf sambil mengusap airmata Kanaya
Kanaya mengangguk cepat
"Mau mandi dulu?..apa mau langsung?" tanya Alf
"Aku mandi dulu ya kak.." jawab Kanaya
Kanaya lalu bangun dan bergegas menuju ke kamarnya yang diikuti oleh pandangan Alf yang memancarkan kebahagiaan
"Terima kasih ya Tuhan..akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan adikku"
Alf melihat Sela menghampiri tempat dia duduk
"Ada apa ya mas?..tadi aku dengar non Naya nangis?" tanya Sela
Alf lalu menjelaskan apa yang terjadi..bahwa sebenarnya Kanaya itu adalah Kasandra..adiknya yang telah lama menghilang
"Mas Alf nggak bercanda kan?" tanya Sela
"Nggak Sel..aku nggak bercanda..Kanaya itu adalah adikku..adik kandungku.."
"Tuan muda sudah tahu mas?" tanya Sela
"Belum..sebaiknya kamu jangan cerita dulu yaah?..biar aku sendiri nanti yang ngomong ke Stu..kalau dia nanti bertanya..suruh dia hubungi aku ya Sel.." jawab Alf
"Baik mas.."
"Kau tolong bilang ke semua penghuni mansion ini yaah?..kalau Kanaya sekarang akan aku ajak ke rumahku..rumah ayahku.."
"Baik mas.." jawab Sela
"Sudah dek?" tanya Alf
"Sudah kak.." jawab Kanaya
"Sel?..aku tinggal dulu yaah?..mungkin nanti malam aku kesini lagi..mau ngomong sama Stu" kata Alf
"Tuan muda sekarang sedang berada di Lombok mas..sama mas Riko"
"Oh ya?..berapa lama?"
"Tidak tahu aku mas..mas Riko bilang bisa seminggu atau lebih..masalah pekerjaan mas" jawab Sela
"Oh ya sudah..nanti aku telpon dia..aku jalan ya Sel..ayo Naya.."
"Bu Sela..Naya jalan sama kak Alf dulu yaah?" pamit Kanaya
"Iya non Naya..hati-hati yaah?" jawab Sela
Alf lalu menggandeng Kanaya menuju ke depan
_______________
Di dalam mobil..Kanaya menatap Alf yang terus menyunggingkan senyumannya
Dalam hatinya..dia bersyukur karena Alf benar-benar kakaknya..orang yang selama ini perhatian dan baik kepadanya
Ternyata kakak kandungnya selama ini berada tidak jauh dengan dirinya
Kanaya juga bersyukur..kalau nyonya Delores adalah ibunya dan tuan Stephano ayahnya..orang yang sangat baik dan perhatian dengan dirinya sejak dirinya bertemu saat diajak Stu menghadiri undangan perayaan ulang tahun nyonya Delores
"Adek kakak kenapa sih?..bengong ajah dari tadi?" tanya Alf
"Kakak kok yakin..kalau aku ini adik kakak yang hilang?" tanya Kanaya
"Yakin dek..kakak sangat yakin..kakak ada bukti medis kalau kamu itu adik kakak yang hilang dan yang membikin kakak lebih yakin..rambut brunette kamu dek..rambut kamu itu sama seperti punya ibu..rambut warisan keluarga De Marco.." jawab Alf
"De Marco?..siapa itu kak?" tanya Kanaya
"Nama kakek dari ibu dek..kakek Lorenzo De Marco.." jawab Alf
"Kayak orang Italy kak namanya.."
"Kakek memang orang Italy dek..kakek sama nenek tinggal di Roma.."
__ADS_1
"Ibu Delores keturunan Italy tahunya"
"Kalau ayah masih ada keturunan Spanyol..tapi opa sama oma tinggal di Indonesia" sambung Alf
"Hiks.." isak Kanaya yang tiba-tiba menangis setelah mengetahui silsilah dari keluarganya
Alf sontak menoleh ke samping
"Kamu kenapa dek?..kok nangis?" tanya Alf
"Nggak tahunya aku keturunan orang bule ya kak?.." tanya Kanaya sambil mengusap airmatanya dengan cepat
"Iya dek..kenapa?"
"Pantas saja dulu orang kampung manggil aku anak alien kak..soalnya aku beda sama teman-teman aku..hiks.."
"Adik kakak nggak tahunya cengeng banget yaah?" ledek Alf sambil mengucek-ucek pucuk rambut Kanaya
"Hwaaaaa..kakak maaah..."
Alf malah terkekeh senang menggoda Kanaya
_______________
Sampailah Kanaya sekarang..di depan pintu mansion tuan Stephano
"Ayo dek.." ajak Alf
Alf menggandeng Kanaya ke ruang keluarga..disana tuan Stephano dan nyonya Delores sudah menunggu mereka
"Ibu?.." panggil Alf
"Siapa yang pulang bu?" lanjut Alf
Nyonya Delores segera bangun dan menghampiri Kanaya yang mematung melihat ke arah nyonya Delores
"Anakku...Kasandraaaa..."
Nyonya Delores segera memeluk Kanaya sambil terisak haru
"Putriku..Kasandra ku pulang.." isak nyonya Delores yang tidak henti-hentinya menciumi kedua pipi Kanaya
Kanaya akhirnya bisa merasakan pelukan dari seorang ibu..ibu kandungnya sendiri
Tangannya membalas pelukan nyonya Delores dengan memeluk pinggang nyonya Delores
"Ibu..hiks..ibuuuuuu..." isak Kanaya
Tuan Stephano mendekati Kanaya dan segera memeluk dua orang wanita yang paling dia cintai dan dia kasihi
"Jangan pernah tinggalkan kami lagi ya sayang.." pinta nyonya Delores
Tuan Stephano mencium pucuk rambut Kanaya cukup lama..airmatanya tidak dapat dia tahan..akhirnya menetes di pipinya
"Syukurlah kau selamat putriku.." bisik tuan Stephano lirih
"Ya Alloh..beginikah rasanya dipeluk oleh ayah dan ibu?..sangat nyaman ya Alloh.."
Nyonya Delores mengajak Kanaya duduk di sofa..tangannya tidak pernah lepas dari genggaman Kanaya..seperti tidak mau lagi kehilangan Kanaya dari sisinya
"Putri ibu sekarang sudah besar..sudah jadi gadis yang cantik.." kata nyonya Delores sambil membelai pipi Kanaya
Kanaya yang tersipu malu..melendot manja di lengan nyonya Delores..melihat itu Alf pun tersenyum melihatnya
"Adik kakak manja betul sih?" ledek Alf
"Kak Alf maah..aku kan sudah lama kak..nggak bisa manja-manjaan sama ibu.." rajuk Kanaya
"Alfonso!...jangan kau ledek adikmu ini.." bela nyonya Delores yang mendelik matanya sambil membelai rambut Kanaya
Alf hanya terkekeh melihat kanaya merajuk ke ibunya..sepertinya menggoda adiknya menjadi hobi barunya sekarang
Kepala pelayan menghampiri ruang keluarga
"Nyonya..makan siang sudah siap.."
"Baik..terima kasih Nir..ayo nak..kita makan dulu yaah?..pasti kamu lapar.." ajak nyonya Delores
Mereka beranjak ke meja makan utama..nyonya Delores meminta Kanaya duduk di sebelahnya
Pelayan menyiapkan makan siang untuk keluarga Alexander..keluarga yang telah paripurna
"Ayo sayang..ibu sudah buat udang goreng khusus untuk kamu.." kata nyonya Delores sambil mengambil potongan udang lobster
"Jangan banyak-banyak dek..nanti gendut lho.." ledek Alf sambil menyuap makanannya
"Ibuuuu..kak Alf tuh bu.." rajuk Kanaya sambil mengerucutkan bibirnya
"Alfonsooo!!.." hardik nyonya Delores ke Alf
Alf hanya tersenyum geli
"Sudaah..jangan kau dengarkan omongan kakakmu..kamu makan yaah?.." hibur nyonya Delores
Kanaya membalas ledekan Alf dengan memeletkan bibirnya
__ADS_1
"Hweeeek.."
Tuan Stephano hanya bisa tersenyum haru melihat Alf menggoda Kanaya.. moment-moment seperti inilah..yang sudah dia nanti-nantikan sejak lama