Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
113.Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Ferrari abu-abu metalic berhenti di depan pagar sebuah rumah yang cukup mewah dan elegan..malah terkesan klasik. Seperti rumah peninggalan jaman kolonial Belanda yang banyak tersebar di kota Bandung.


Seorang petugas Security menghampiri mobil mewah yang berhenti di depan pagar runah yabg dia jaga


"Selamat siang pak.." sapa Ambar begitu jendela mobilnya turun sempurna


"Selamat siang ibu..ibu ada keperluan apa?.." jawab Security itu sambil menanyakan maksud kedatangan Ambar


"Saya mau bertemu Maxwel pak.."


"Oh?. mau bertemu dengan tuan muda?..sebentar bu..maaf..dengan ibu siapa?.."


"Saya Ambar pak.."


"Baik bu..mohon ditunggu sebentar..saya mau bertanya ke dalam dulu.."


Security itu kembali ke pos jaganya untuk memberitahukan kedatangan Ambar


"Rumahnya cakep ya kak..kayak rumah jaman Belanda.." ucap Kanaya sambil melihat kearah rumah Maxwel


"Iya Nay..klasik.."


Tak lama kemudian Security itu kembali ke samping mobil


"Silahkan bu Ambar..ibu sudah ditunggu oleh tuan muda di dalam.."


"Terima kasih ya pak.."


Security itu dengan segera membuka pintu pagar untuk Ambar memasuki halaman rumah kediaman keluarga ibu Sarah. Di teras ternyata Maxwel sudah menunggu kedatangan Ambar dan Kanaya


"Mas bule dah nungguin kita tuh kak.." kata Kanaya melihat Maxwel yabg berdiri di teras dan tersenyum ke arah mobil mereka yang perlahan menuju ke carport


Maxwel menghampiri Ferrari itu setelah berhenti sempurna di carport rumah keluarga mommynya


"Selamat datang Ambar?.." sapa Maxwel dan matanya tertuju ke Kanaya yang datang bersamanya kesini


"Ini siapa Ambar?.." tanya Maxwel ke Kanaya


"Max?..kenalkan..ini Kanaya..kekasihnya kak Stu.." kata Ambar memperkenalkan Kanaya ke Maxwel


"What?..kekasihnya tuan Stewart?.."


"Halo?..kenalkan saya Maxwel..panggil saja Max.." sapa Maxwel memperkenalkan dirinya ke Kanaya sambil menjulurkan tangan kanannya


"Halo juga mas bule..salam kenal juga.." jawab Kanaya sambil menerima uluran tangan Maxwel


"Mas bule?.." tanya Maxwel ke Ambar


Ambar hanya memejamkan matanya sambil memijit pusat keningnya..bingung untuk menjawab pertanyaan Maxwel


"Max?..ada tamu yaah?.."


Mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara yang ternyata dari mommy Sarah yang keluar dari dalam rumah


"Mommy?..iya mom..kenalkan ini Ambar..dan ini Kanaya.." jawab Maxwel


Ambar dan Kanaya menghampiri mommy Sarah dan memperkenalkan diri mereka masing-masing


"Ambar?..uuh..geulis pisan.." ucap mommy Sarah sambil memeluk hangat Ambar


"Ayo kita masuk.." ajak momny Sarah setelah mengurai pelukannya


Kemudian mereka masuk ke dalam rumah kediaman mommy Sarah. Maxwel tersenyum melihat mommy nya menerima Ambar dengan hangat. Mommy Sarah mengajak dua tamu cantiknya untuk duduk di sofa mewah miliknya


"Ambar?..Kanaya?..gimana kabar kalian?.." tanya mommy Sarah membuka obrolan


"Kabar saya baik tante.." jawab Ambar


"Saya juga baik tante.." sahut Kanaya


"Tante dengar..Kanaya baru mau masuk kuliah yaah?.." tanya mommy Sarah lagi


"Iya tante..tahun ini Insya Alloh saya baru masuk kuliah.." jawab Kanaya


Maxwel yang duduk di sebelah mommy Sarah..hanya tersenyum melihat percakapan antara mommy Sarah dengan kedua tamunya. Hingga kedatangan tiga orang pelayan yang mengantarkan minuman dan makanan ke ruang tamu..menginterupsi percakapan mereka


"Ayo Ambar?..Naya?..diminum yaah?..jangan malu-malu.." pinta mommy Sarah


"Iya tante.." jawab Ambar


Lalu Ambar dan Kanaya mengambil gelas mereka masing-masing dan menyesap teh manis hangat yang disajikan untuk mereka


"Halo?..ada tamu yaah?.." sapa daddy Bradley yang masuk bergabung ke ruang tamu


"Iya dad..ini ada Ambar sama Naya.." jawab mommy Sarah


Ambar yang melihat kedatangan daddy Bradley membulat matanya

__ADS_1


"Tuan Bradley?.." sapa Ambar


"Nona Inggrid?.." tanya daddy Bradley


Maxwel dan momny Sarah bingung dan heran..karena melihat daddy Bradley sepertinya sudah mengenal Ambar sebelumnya


"Dad?..daddy sudah kenal dengan Ambar?.." tanya Maxwel sambil menatap daddy nya dan Ambar secara bergantian


Daddy Bradley mengacuhkan pertanyaan Maxwel..dia yang terlampau senang segera menghampiri Ambar dan langsung menjabat tangan Ambar dengan eratnya


"Honey.?.do you remember about 4 years ago?..when i have been kidnapin on Angola?.." tanya daddy Bradley ke mommy Sarah sambil menyentuh pundak Ambar memperlihatkan Ambar ke mommy Sarah


"Yes hubbie...." jawab mommy Sarah yang masih bingung dengan pertanyaan daddy Bradley


"Inggrid dan teamnya lah yang menyelamatkan daddy waktu itu honey..Inggrid berhasil memberantas kelompok perompak yang membajak kapal kita.." kata daddy Bradley yang tersenyum senang sambil menjabat tangan Ambar dengan kedua tangannya


"Terima kasih Inggrid.." ucap daddy Bradley


"Iya tuan Bradley..your welcome.." jawab Ambar


Daddy Bradley mengajak Ambar duduk kembali


"Dad?..daddy belum menjawab pertanyaanku.." gusar Maxwel yang seperti dilupakan oleh daddy nya


Daddy Bradley tertawa sejenak sebelum memberikan jawaban ke Maxwel


"Iya Max..daddy dan nona Inggrid sudah bertemu sebelumnya..waktu nona Inggrid menyelamatkan daddy dari penyanderaan perompak saat daddy ikut berlayar bersama kapal tanker kita.." ucap daddy Bradley


Maxwel seperti tidak percaya..sepertinya perkataan Ambar beberapa hari yang lalu terbukti benar


"Aku mempunyai latar belakang yang tidak akan kau sangka-sangka Max.."


"Kenapa bisa Ambar yang melakukan penyelamatan daddy waktu itu?..bukankah kantor kita meminta bantuan pihak Inggris untuk melakukan misi penyelamatan daddy?" tanya Maxwel


"Iya Max..pihak Inggris menghubungi MI6 untuk mengirim nona Inggrid dan teamnya untuk menyelamatkan daddy.." jawab daddy Bradley


"Iya Max..aku adalah agen rahasia SS1 yang dikirim MI6 ke Angola.." sambung Ambar


Maxwel terbelalak kedua matanya..ternyata Ambar merupakan bukan gadis biasa yang selama ini dia kenal..Ambar adalah seorang agent rahasia dibawah naungan MI6


"Dan kau masih ingat nona Inggrid?..waktu itu saya berjanji akan memperkenalkan kamu dengan putra saya..dan ternyata kalian sudah saling mengenal terlebih dahulu.." ucap daddy Bradley sambil tersenyum


Mommy Sarah memeluk Ambar seraya mengucapkan terima kasih setelah tahu kalau dirinya lah yang menyelamatkan suaminya saat suaminya dijadikan sandera oleh gerombolan perompak di Angola


"Terima kasih Ambar.." ucap mommy Sarah sambil mengelus-elus punggung Ambar


"Please call me mommy.." pinta mommy Sarah setelah mengurai pelukannya


"Iya mom.." jawab Ambar sambil tersenyum


Tak lama kemudian seorang pelayan masuk ke dalam ruang keluarga memberitahu kalau makan siang sudah siap di meja makan. Mommy Sarah lalu mengajak Ambar dan Kanaya untuk makan siang bersama mereka


.


***


.


Malam harinya..daddy Bradley mengajak Ambar dan Kanaya untuk makan malam di sebuah restorant kepunyaan mommy Sarah yang berada di daerah Dago. Dengan menggunakan dua mobil kepunyaan daddy Bradley..mereka menuju ke Dago.


Sampailah mereka di sebuah restoran khas masakan Eropa dan Indonedia kepunyaan mommy Sarah yang bernama Luxury Resto. Para pegawai menunggu sang empu resto yang membawa tamu special mereka dan mengarahkan mereka ke sebuah ruangan khusus untuk mereka yang dimana di meja sudah ada aneka masakan special yang sudah tersaji


"Ayo Ambar..Naya.." ajak mommy Sarah untuk duduk pada Ambar dan Kanaya


Ambar dan Kanaya lalu duduk di bangku yang ada..disusul Maxwel yang duduk di sebelah Ambar. Para pelayan segera menyajikan makanan begitu semua sudah duduk di bangkunya masing-masing


"Silahkan dinikmati tuan..nyonya.." kata salah satu pelayan begitu selesai menyajikan


"Baik terima kasih mbak..Ambar..Naya.. ayo..jangan malu-malu.." pinta mommy Sarah


"Baik tante.." jawab Kanaya


Selagi mereka menikmati sajian makan malam..tiba-tiba pintu ruangan VVIP terbuka dan masuklah seorang gadis bersama kedua orangtuanya dan menghampiri meja tempat Ambar dan keluarga Maxwel makan malam


"Max?..kamu kesini?.." tanyanya


Maxwel menoleh kearah gadis yang menegurnya dan raut wajahnya berubah menjadi dingin setelah tahu siapa yang menghampiri mejanya


"Kamu ada apa datang kesini?.." tanya Maxwel acuh pada Nina yang datang bersama kedua orangtuanya


Ambar yang tengah menyesap sup ayamnya..sejenak menoleh ke Nina yang tengah tersenyum manis ke arah Maxwel


"Aku juga makan disini Max..bersama kedua orangtuaku.." jawab Nina


"Siapa kak?.." tanya Kanaya lirih di telinga Ambar


"Sekretarisnya Max di kantor.." jawab Ambar yang mengacuhkan kehadiran Nina

__ADS_1


"Kayaknya sama mas bule sudah akrab benar kak?..kayak bukan Sekretaris ke bos nya" lanjut Kanaya


"Iya..mereka berdua saudara sepupu.."


Kanaya hanya membulat bibirnya mendengar kalau Nina dan Maxwel masih ada hubungan saudara sepupu


"Santi?..kalau kau mau makan disini juga..silahkan pilih meja yang lainnya..di meja sini sudah penuh.." kata mommy Sarah ke mamahnya Nina..Santi


"Tapi teh..Nina maunya makan di meja ini..sama Max.." kilah mama Santi


Mama Santi meminta pelayan menambahkan tiga buah bangku di meja untuk duduk dirinya serta Nina dan suaminya


"Honey?.." ucap daddy Bradley ke mommy Sarah yang sepertinya tidak nyaman dengan kedatangan Nina dan kedua orangtuanya


"Its ok hubby..leave it to me.." kata mommy Sarah menenangkan daddy Bradley


"Santi?..kamu dengar omongan teteh kan?..kamu silahkan makan di meja yang lain..tidak usah bayar..tapi tolong jangan di meja kami.." pinta mommy Sarah dengan tatapan dinginnya


"Teteh gimana sih?..mumpung ada Max disini..kesempatan buat Nina mengobrol dengan Max..jarang lho mereka ngobrol kalau bukan acara seperti ini.." kilah mama Santi sambil menyendok potongan daging domba ke atas piringnya


"Iya aunty..di kantor Max kaku sekali..dia tidak pernah mau ngobrol sama Nina..alasannya selalu sibuk.." sahut Nina sambil melendot manja di lengan Maxwel


Maxwel memejamkan matanya..berusaha mengontrol emosinya yang sudah naik ke ubun-ubunnya..dirinya jengah melihat keagresifan Nina yang memeluk posesif lengannya. Seandainya tidak ada Ambar dan Kanaya..mungkin Maxwel sudah memaki-maki Nina saat ini. Ambar memegang tangan Kanaya yang ada di bawah meja dan meremasnya dengan lembut..memberi kode agar dirinya tenang dengan suasana yang agak tegang saat ini. Kanaya yang melirik kedipan Ambar..mengangguk pelan kearah Ambar


Sreek


Daddy Bradley mendorong kursinya kebelakang dengan kasar dan berdiri..dia lempar serbetnya ke atas piringnya yang masih ada makanannya dan pergi meninggalkan meja. Selera makannya sudah hilang entah kemana


"Hubbie?.." panggil mommy Sarah yang merasa bersalah ke daddy Bradley


"Max..kamu ajak Ambar dan Naya ke ruang sebelah yaah?..mommy mau beresin masalah disini dulu.." pinta mommy Sarah


Maxwel menyingkirkan tangan Nina yang memeluk lengannya dengan kasar..dia lalu berdiri dan mengajak Ambar dan Kanaya keluar dari ruang VVIP


"Diam ditempat kamu Nina!.." titah mommy Sarah yang melihat Nina yang mau menyusul Maxwel keluar


"Tapi aunty.."


"Duduk!!.." sentak mommy Sarah yang raut mukanya sudah memerah padam


Sambil merajuk Nina duduk di sebelah mama Santi yang tengah asyik menikmati potongan daging domba panggang..seolah-olah tak peduli dengan perdebatan antara mommy Sarah dengan Nina. Sedangkan papa Dion tengah menikmati wine kepunyaan daddy Bradley yang belum dibuka sama sekali


"Aunty?..kenapa Max dibolehin sih?..kenal sama cewek kampungan itu?.." kesal Nina sambil mengerucutkan bibirnya


Mommy Sarah hanya diam mendengar aduan Nina soal Ambar. Mommy Sarah hanya menatap dingin kedua orangtua Nina yang dengan tidak tahu malunya memakan semua hidangan yang ada di meja makan


"Aunty.." kesal Nina yang merasa di acuhkan oleh mommy Sarah


"Kamu bisa diam nggak Nina?..kamu nggak lihat?..papah sama mamah kamu lagi menikmati makan malam mereka?.." sindir mommy Sarah ke mamah Santi dan papa Dion


Tapi sayangnya orang yang tengah disindir oleh mommy Sarah sepertinya tidak peduli


"Aunty tolong bilangin Max dong?..kalau sama Nina..sikapnya kalau dikantor jangan kaku dan dingin begitu..Nina kan cuma pengen ngobrol aunty.." rengek Nina


Mommy Sarah menepis tangan Nina yang mau memegang kedua tangannya


"Mungkin keputusan tante yang memperbolehkan kamu kerja dengan Max..adalah keputusan yang salah besar Nina..jadi mulai besok..kamu jangan lagi datang ke kantor Max dan kamu bukan lagi Sekretarisnya Max..karena kamu tante pecat sebagai Sekretaris Max di kantor.." ultimatum mommy Sarah sambil bangun dari duduknya


"Aunty!!..kok Nina dipecat?..aunty!!.." panggi Nina yang melihat momny Sarah yang berjalan ke pintu keluar


Mommy Sarah membuka pintu ruang VVIP


"Kalian pastikan mereka menghabiskan semua makanan yang ada di meja makan.." pinta mommy Sarah ke tiga bodyguardnya yang berdiri di depan pintu


"Baik Maddam.."


"Jangan kasih mereka keluar..sebelum mereka menghabiskan makanan mereka.."


" Baik Maddam.."


"Mengerti kalian?.." tanya mommy Sarah kepada tiga bodyguard


"Mengerti Maddam.."


Setelah itu mommy Sarah menyusul Maxwel yang membawa Ambar dan Kanaya ke ruang VVIP lainnya. Tapi matanya melihat suaminya tengah berdiri di sebuah balkon sambil menatap kota Bandung dari atas balkon restorannya. Daddy Bradley menikmati indahnya malam kota Bandung dengan ditemani oleh segelas wine dengan cerutu yang menempel di bibirnya. Daddy Bradley menoleh ke arah perutnya tak kala mommy Sarah memeluk pinggangnya dari depan


"Hubbie?..maafkan Santi dan keluarganya yaah?.." sesal momny Sarah ke daddy Bradley


Daddy Bradley sesaat menghela nafasnya


"Mau bagaimana lagi honey?..biar bagaimana pun..dia adalah adikmu satu-satunya.."


Daddy Bradley membalas pelukan mommy Sarah dengan memeluknya erat dan mengecup pucuk rambut istrinya itu


.


.

__ADS_1


__ADS_2