Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
46.Rencana Dua Bersaudara


__ADS_3

Sepasang mata itu memerah menahan amarah melihat pemandangan yang ada di depannya..giginya di tautkan dengan kerasnya


Bugh..


Sita memukul stir mobilnya kesal melihat Stu mengecup pucuk rambut Kanaya begitu Kanaya mau pergi dari loby Wijaya Hall


"Siapa bocah itu?..sampai Stu begitu perhatiannya.."


Sita mendengar handphonenya berdering..keningnya berkerut melihat nama sang penelpon


"Mas Heru?"


"Kamu dimana Sita?"


"Aku lagi ada urusan mas..ada apa mas nelpon Sita?"


"Hei!!..apa salah aku nelpon adikku sendiri?"


"Nggak salah sih..tumben ajah mas Heru nelpon Sita..ada apa mas?" tanya Sita setelah menghela nafasnya


"Mas lapar nih..disini nggak ada makanan.."


"Memangnya mas dimana?..jangan bilang mas sudah sampai di Indonesia.."


"Mas sudah di Indonesia..mas sekarang lagi di rumah kita yang lama..buruan..beliin mas makanan..mas lapar nih.."


"Iyaa..iya..tungguin..Sita kesitu sekarang.."


Tak lama kemudian mobil Sita bergerak meninggalkan halaman parkir Wijaya Hall


____________________


Disebuah rumah yang terlihat agak kumuh dan tidak terawat..mobil Sita berhenti di depan pintu masuk. Sita keluar dengan membawa beberapa bungkus makanan untuk Heru


Kening Sita berkerut ketika hendak membuka pintu..pintu dalam keadaan terkunci


"Mass!!..mas Heru di dalam kan?" panggil Sita sambil menggedor-gedor pintu


Tak lama terdengar kunci pintu dibuka dari dalam


"Jangan teriak-teriak Sita!!" omel Heru begitu pintu terbuka


"Buruan masuk!!"


Heru menarik tangan Sita untuk masuk kedalam


"Kenapa sih mas?..bisa pelan nggak sih?" kesal Sita begitu berada di dalam


Heru segera menutup pintu dan menguncinya kembali. Heru terlihat sudah mencukur habis bulu-bulu yang tumbuh di sekitar wajahnya


"Tadi kamu kesini..ada yang ngikutin kamu nggak?" tanya Heru


"Mana Sita tahu?" jawab Sita sambil menggedikan bahunya


"Mulai sekarang..kita harus waspada Sita..mas merasa kita sudah diawasi oleh orang-orang suruhan Stu.."


"Itu urusan mas Heru..Sita nggak mau ikut campur..nih..makanannya.." sahut Sita sambil memberikan bungkusan makanan ke Heru


Sita lalu duduk di sofa yang ada di ruang tamu..dia melihat ke sekeliling rumah yang terlihat bersih..seperti baru saja dibersihkan


"Ini yang beresin mas Heru?" tanya Sita


"Iya.." jawab Heru singkat sambil duduk dan memakan makanan bawaan Sita


Sita teringat kembali niatnya untuk menanyakan alasan kepulangan Heru ke Indonesia


"Mas Heru kenapa pulang?" tanya Sita


"Mas di sana kehabisan duit..papah kenapa nggak ngirimin duit lagi sih?"


"Mas nggak tahu?..kalau perusahaan papah lagi kolaps?"


Heru hanya menggedikan bahunya menjawab pertanyaan Sita..karena mulutnya masih asyik melahap makanan


Setelah selesai..Heru menyalakan rokoknya


"Bagi mas duit dek.." pinta Heru setelah menyebulkan asap rokoknya


"Sita nggak megang duit mas..minta papah sana.." sahut Sita


"Papah mas telpon sibuk terus.."


"Mas sudah ketemu sama papah?" tanya Sita


Heru menggelengkan kepalanya


"Papah nggak tahu kalau mas pulang.." ucap Heru sambil menghisap rokoknya


"Haah!!..kok bisa mas?" kaget Sita


"Mas disana dikejar-kejar orang terus dek..mereka nagih hutang mas ke mereka..mangkanya mas pulang kesini.."


Sita tersenyum mengejek mendengar alasan kakaknya pulang ke tanah air


"Salah sendiri..mas main judi terus sih" ejek Sita


"Jangan berisik!!..udah nggak ngasih duit..pake ngoceh lagi!!" kesal Heru


Sita menghela nafasnya


"Mas kenapa nggak pulang ke rumah sih?..malah pulang ke sini?..udah ketemu mamah belum" tanya Sita


Heru menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Mas takut orang-orang suruhan Stu nyari mas kesana..mangkanya mas pulangnya kesini" jawab Heru


"Huh..sekalinya pecundang..tetaplah pecundang.." ketus Sita


Braaak..


Heru menggebrak meja yang ada di depannya..yang dibalas Sita dengan seringai ejekannya ke Heru


"Jaga omongan mu dek!!.." bentak Heru


"Kenapa?..nggak ada yang salahkan?..memangnya mas bisa apa sekarang?..muncul di depan Stu saja nggak berani..bukannya itu namanya pecundang?"


Sudah merah padam muka Heru menahan ejekan Sita ke dirinya


"S*alan kau Sita!!"


"Ck..sudahlah mas..kalau mas mau merasa berguna..mas sekarang cari tahu soal gadis ini.."


Sita mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan foto Kanaya ke Heru


"Siapa ini?" tanya Heru


"Sita nggak tahu..mangkanya mas cari tahu..soalnya Stu care banget sama dia.."


Heru melihat dengan seksama foto Kanaya di handphone Sita. Heru memforward foto Kanaya ke nomor handphonenya


"Masih sekolah?" tanya Heru


Sita menganggukan kepalanya


"Mau kamu apain dia dek?" sambung Heru sambil mengembalikan handphone Sita


"Tidak boleh ada cewek lain di sisi Stu selain Sita mas.." jawab Sita


Sita kalau mengingat lagi saat Kanaya menunjukan koleksi blackcard nya di depan teman-temannya..emosinya langsung naik ke ubun-ubunnya. Dia yang dulu pernah menjadi kekasih Stu saja tidak pernah mendapatkan fasilitas blackcard dari Stu


"Kamu yakin..Stu masih cinta sama kamu?..setelah apa yang kau perbuat ke dirinya?"


"Yakin mas..cintanya Stu hanya untuk diriku saja..dan lagi pula hanya itu jalan satu-satunya untuk menolong perusahaan papah.."


"Kamu udah ngomong ke Cahyo?"


"Sudah..tapi dia nggak menemukan datanya.." jawab Sita sambil menyalakan rokoknya


"Aneh..biasanya Cahyo langsung nemu.."


"Mangkanya..coba mas selidikin gadis itu..mosok sampai sekelas Cahyo nggak bisa nemuin datanya.."


Sejenak Heru memilin bibir bawahnya..seperti mencari cara untuk menyelidiki identitas Kanaya


"Dia masih kerja disana nggak yaah?" batin Heru


Untuk mengurangi penasarannya..Heru segera menelpon seseorang


Sita hanya memutar malas bola matanya melihat kelakuan kakaknya


"..........."


"Baik..kabarku baik my sweety..hehehe..eh..malam ini kau ada waktu nggak?."


"..........."


"Udah lama nih kita nggak dinner bareng lagi..mau kan?"


"............."


"Okeeh..tempat biasa yaah?..kita ketemuan disana ajah yaah?"


"............."


"Bye my sweety..hmuaaaach.."


Sita mencebik kesal


"Mas bagi duit dek..buat dinner nanti malam.." ucap Heru setelah selesai menelpon


"Huuh...yang janjian siapa..yang ngeluarin duit siapa..enak ajah kamu mas kalau ngomong.." ketus Sita sambil menyilangkan kakinya


"Kamu mau mas bantuin nggak?" kesal Heru


"Laaah?..hubungannya sama Sita apa?..orang mas mau dinner sama orang..bilangnya mau bantuin Sita?" sahut Sita yang tidak kalah kesal


"Orang yang mau mas temuin ini..kerjanya di tempat Stu..kali ajah dari dia..kita bisa dapat informasi soal gadis itu.." jawab Heru


Dengan menggerutu..Sita membuka tasnya dan dia lempar kartu ATM nya ke pangkuan Heru


"Sama kunci mobilnya sekalian.." pinta Heru


Sita hanya bisa menghela nafasnya dan membuangnya dengan kasar


"Orang kok nggak modal banget sih mas.."


"Udaaah buruan..cerewet banget sih.."


Sita melempar lagi kunci mobilnya ke arah Heru


"Kamu tahu kan..duit mas yang dari papah sudah habis.." kata Heru yang tersenyum puas melihat kartu ATM dan kunci mobil di kedua tangannya


"Anterin Sita pulang dulu mas..Sita nggak betah disini.." pinta Sita sambil berdiri


"Okeh tuan putri.." sahut Heru sambil ikut bangun dari duduknya


Kemudian mereka keluar dari dalam rumah tua itu..tapi sebelumnya Heru melihat ke sekeliling dulu..untuk memastikan suasana aman untuk dirinya. Tak lama kemudian mobil Sita meninggalkan tempat itu

__ADS_1


___________________


Setelah mendrop Sita dirumah orang tuanya..Heru segera bergegas menuju ke tempat yang sudah dia sepakati oleh temannya


Tak berapa jauh dari rumah orangtuanya..mobil Heru dipotong jalurnya oleh sebuah sedan berwarna hitam dan langsung berhenti di depan mobilnya


Ciieeeettt....


Mau tak mau Heru menginjak pedal remnya dengan kuat..agar mobilnya tidak menabrak sedan hitam yang berhenti didepannya


"S*taaaan!!.." umpat Heru


Tiba-tiba dari sedan hitam itu keluar tiga orang pria berperawakan besar menghampiri mobilnya. Heru yang merasa terancam keselamatannya..berusaha untuk pergi dari situ


Tapi dengan cepat beberapa mobil langsung mengepung posisi mobilnya..hingga dia tidak mempunyai ruang untuk manuver pergi dari situ


Tok..tok..tok


Salah satu pria mengetuk kaca pintu mobilnya


"BUKA!!.." pintanya dengan kasar


Heru memilih diam tak bergerak di dalam mobilnya..melihat posisinya dikepung oleh sekelompok orang asing bertampang sangar


"BUKA ANJ*NG!!" bentaknya sambil menggedor kaca mobilnya dengan kuat


"Nggak elu buka..gua ancurin kaca mobil lu!!" ancamnya


Ceklek


Heru membuka pintu mobilnya..pria yang menggedor kaca mobilnya segera menyentak keluar badan Heru dari dalam mobil dan dia hempaskan di body mobilnya


"Hei..hei!!..salah gua apa?.." tanya Heru


"Elu Heru kan?..Heru Laksono?.." tanya pria itu sambil mencengkram kerah baju Heru


Beberapa pria segera mengerubung di sekitar Heru dengan tatapan intimidasi


Plak


"Kalau ditanya jawab..m*nyet!!" kesal salah satu pria sambil mengeplak kepala Heru


"Si..siapa..kal..kalian?..sa..salah gua apa?" tanya Heru yang gemetar ketakutan


"Mau tahu salah elu?..haaah??" sentak pria yang mencengkram kerah baju Heru


Heru menganggukan kepalanya dengan cepat


"Salah elu adalah..kenapa elu balik kesini lagi.." jawab pria itu


Bugh


Bugh


Bugh


Pria itu memukul ulu hati Heru sebanyak dua kali dan memukul wajah Heru hingga Heru tersungkur di aspal sambil terbatuk-batuk


"Itu salam dari bos gua.." ucap pria itu sambil tersenyum sinis melihat Heru yang menunduk kesakitan memegang perutnya di depan kakinya


Pria itu jongkok dan meraih dagu Heru dengan kerasnya


"Bos gua kirim salam..selama elu nggak macem-macem kayak dulu lagi..nyawa lu bakalan selamat..ngerti lu!!" sentaknya


"I..iya..ba..ng.." erang Heru sambil meringis kesakitan


Dengan kasar pria itu menghempaskan dagu Heru. Pria itu lalu bangun


"Bagus kalau lu ngerti..gua bakalan awasi semua gerak-gerik lu..ayo kita cabut!!.."


Mereka segera bubar memasuki ke dalam mobilnya masing-masing meninggalkan Heru sendirian yang mengerang kesakitan di sisi mobilnya


Setelah dirasa berkurang rasa sakit di perutnya..Heru duduk sambil menyender di mobilnya


"Siapa mereka?.." tanya Heru lirih


"Apa anak buahnya Stu?..dia kan nggak tahu kalau aku sudah di Indonesia lagi.."


Dengan tertatih-tatih..Heru masuk kembali kedalam mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu


*


*


*


*


############


Hai..hai..hai...ketemu lagi kita


Othor minta maaf yaah?..jadwal updatenya berantakan..othor lagi ribet sama masalah kerjaan dan segala ***** bengeknya


Insya Alloh..kedepannya jadwalnya nggak kacau lagi


Semoga para reader tersayang nggak bosen sama kisahnya Stu dan Naya yaah?


Terima kasih othor ucapkan buat para reader yang masih setia baca di cerita ini


Salam sukses semuanya!!


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2