Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
96.Kecopetan


__ADS_3

Tluing


Bunyi notifikasi ponselnya menginterupsi perhatian Stu dari berkas yang tengah dia periksa di mejanya. Stu lalu merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya


"Alf?..tumben?.." batin Stu yang melihat Alf mengirimkan video lewat pesan WA nya


Jarinya segera memencet kiriman video dari Alf dan tak lama..senyuman mengembang terlihat di bibir Stu. Alf mengirimkan Stu video rekaman Kanaya yang tengah belajar setir mobil


"Dapat dari mana kau Alf?.." tanya Stu di pesan yang langsung dia kirim ke Alf


Tluing


"Dari Maria..temannya Kassandra"


"Dia yang mengajari Kassandra belajar mobil Stu"


Stu melihat lagi video kiriman Alf..jarinya memilin bibirnya yang tengah tersenyum senang. Stu lalu memencet tombol telepon mejanya


"Iya boss?.." tanya Riko di sambungan telepon


"Ke ruanganku sekarang.." pinta Stu


Stu kembali memutar video Kanaya di ponselnya..sepertinya Stu tidak pernah bosan melihat rekaman Kanaya yang tengah belajar setir mobil walaupun durasinya hanya sekitar 30 detik


"Iya boss?..ada apa?" tanya Riko yang muncul dari balik pintu


"Duduk Riko.." pinta Stu


Riko lalu duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Stu


"Kira-kira..mobil apa yang cocok untuk seorang Mahasiswi ya Riko?" tanya Stu yang masih melihat layar ponselnya


"Kau mau beli mobil baru boss?" tanya Riko


"Iya..mobil itu buat Kanaya..buat dia berangkat ke kampus.." jawab Stu


"Hmmm..banyak boss..tapi menurutku sih..City Car lebih cocok untuk Kanaya bawa pergi ke kampusnya.." usul Riko


Riko mengambil ponselnya yang ada di saku celanaya dan dia utak utik sebentar mencari gambar City Car yang menurutnya cocok buat dibawa Kanaya kuliah


"Bagaimana kalau Mini Cooper?" tanya Riko sambil memperlihatkan gambar mobil Mini Cooper di layar ponselnya



(Gambar hanya pemanis)


.


Stu tampak menimbang usulan Riko dengan memiringkan kepalanya sambil membayangkan gambar mobil Mini Cooper


"Atau..Ford Focus?.." usul Riko lagi



(Gambar hanya pemanis)


.


"Jangan yang terlalu mencolok Riko..Naya punya rencana selagi dia kuliah nanti.."


"Rencana apa boss?" tanya Riko sambil menyimpan ponselnya lagi


"Naya nggak mau orang lain tahu kalau dirinya adalah anak dari uncle Stephano..dia mau menjadi mahasiswi dari desa yang menuntut ilmu di ibukota.." jawab Stu


"Haaah?..kok bisa begitu boss?" heran Riko


"Iya..dia mau mencari teman di kampus yang tulus mau berteman dengan dirinya..tanpa embel-embel nama uncle dibelakangnya.." terang Stu


Riko menarik sudut bibirnya. Riko berpikir Kanaya berbeda dengan gadis-gadis lainnya yang seumuran dengan Kanaya..yang saling berlomba-lomba memamerkan harta kekayaan orangtua mereka..guna mendapatkan status sosial yang tinggi di mata masyarakat


"Kalau begitu..mobil LCGC aja boss..tapi?..apa uncle Stephano setuju?..kalau kau belikan Naya mobil itu?"


"Sudah pasti uncle Stephano akan menolaknya mentah-mentah Riko.." sahut Stu


"Aah iya boss..kemarin aku lihat di internet..ada mobil City Car terbaru langsiran dari Toyota.."


"Apa namanya Riko?"


"Toyota Aygo.." jawab Riko


Stu dan Riko menggunakan ponsel mereka masing-masing untuk mencari tahu mobil yang dimaksud oleh Riko


"Ini Riko?.." tanya Stu sambil memperlihatkan layar ponselnya ke Riko



(Gambar hanya pemanis)


.


"Iya boss..bagus kan?..lagi pula nggak terlalu mencolok untuk ukuran Mahasiswi.." jawab Riko

__ADS_1


"Hmmm..bagus juga sih..tapi disini ditulis mobil ini belum masuk ke Indonesia..bagai.."


Stu tidak meneruskan omongannya..dia melihat Riko tersenyum dan Stu paham apa yang Riko pikirkan


"Beli sekarang Riko!!.." pinta Stu


"Siap boss!!.." jawab Riko sambil tersenyum senang


Riko lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari ruang kerja Stu


.


___________________


.


"HAHAHAHAHAHAHA..."


Suara tertawa terdengar dari keempat gadis remaja yang tengah melihat video dari ponsel kepunyaan Maria. Sedangkan Kanaya hanya bisa menutup mukanya malu..teman-temannya menertawakan dirinya yang kaku dan grogi saat membawa mobil kepunyaan Maria. Kelima gadis itu tengah menikmati bakso di foodcourt yang ada di sebuah Mall


"Hahahaha..punggung lu nggak pegel Nay?..duduk sampai tegak gitu.." goda Liona


Kanaya hanya diam..dia lalu menyeruput juice sirsaknya tanpa menghiraukan godaan Liona. Tak lama kemudian Liona tersedak dan disusul batuk-batuk tak kala dia menyeruput juicenya


"Hahaha..kualat lu Li.." ledek Rita


Kanaya pun menahan tawanya..dia lalu memberikan tissue ke Liona


"Mangkanya Li..kalau ketawa jangan lebar-lebar mulutnya..untung saja nggak kemasukan kecoa.." ganti Kanaya yang menggoda Liona


Liona yang kesal melempar pilinan tissue yang habis dia pakai ke Kanaya


"Sudah yuk..keburu sore nanti aku nyari tas sama sepatunya.." ajak Kanaya sambil bangun


Kelima gadis itu tidak menyadari kalau mereka tengah diperhatikan oleh sekelompok anak muda yang berjumlah 5 orang dan sepertinya sepantaran dengan mereka. Kalau di telisik dari penampilan mereka..sepertinya mereka adalah gerombolan anak muda berandalan. Anak-anak muda itu memperhatikan Kanaya dan teman-temannya di sebuah meja yang tak jauh dari meja yang dipakai Kanaya dan teman-temannya. Salah satu anak muda itu memberikan kode ke temannya untuk bergerak. Anak muda yang diberikan kode..bangun dan berjalan ke arah Kanaya. Dia berjalan melewati Kanaya dan memperhatikan Kanaya yang tengah membayar bakso pesanannya..dia memberikan kode ke arah teman-temannya yang menunggu di meja dengan anggukan kepalanya. Sontak mereka bangun dan keluar dari area foodcourt itu


"Ayo girl's..kita c'mont.." ajak Maria yang melihat Kanaya yang sudah selesai membayar


Kelima gadis itu keluar dari foodcourt untuk menuju ke sebuah Departement Store yang ada tak jauh dari foodcourt


"Halo cewek?..pada mau kemana nih?" sapa seorang anak muda yang tadi duduk tak jauh dari meja Kanaya


Ternyata mereka sengaja menunggu Kanaya dan teman-temannya di depan pintu Departement Store. Kanaya hanya mengacuhkan mereka dengan berlalu di depan mereka


"Sombong banget sih jadi cewek.." ledeknya


Tiba-tiba dari samping Kanaya..dia ditabrak oleh anak muda yang tadi memperhatikan dirinya saat membayar bakso


"Eh!!..elu yang lihat-lihat kalau jalan!!..sudah tahu elu yang nabrak..pakai marah-marah.." sentak Maria


"Eh?..banyak bacot lu yaak?.."


"Kenapa kalau gua banyak bacot?..masalah buat elu?" jawab Maria dengan nada tinggi


Adu mulut antara Maria dan anak muda itu..menarik perhatian sebagian pengunjung


"Maria..sudah Mar..ayo kita tinggalin ajah dia.." pinta Kanaya


"Untung lu cewek..kalau nggak.."


"Kalau nggak kenapa?..haaah!!.."


Kanaya langsung menarik lengan Maria yang akan menghampiri anak muda itu


"Sudah Mar...ayook.."


Anak muda itu tersenyum mengejek mengusir Maria sambil mengibas-ngibaskan telapak tangannya


"Gimana Boy?" tanya temannya anak muda itu yang tadi menggoda Kanaya


"Gampaaaaaang..." jawab anak muda itu sambil memperlihatkan sebuah dompet di tangannya


Ternyata mereka adalah gerombolan pencopet yang menyasar para pengunjung Mall. Sepertinya mereka berhasil mengambil dompet Kanaya saat Kanaya ditabrak oleh salah satu pencopet itu


"Minum-minum kita..hahahaha..ayo kita cabut.." ajak anak muda yang di panggil Boy


Tapi..ketika dia akan beranjak dari sana..dia merasa kerah bajunya di tahan oleh seseorang dari belakang dan di angkatnya tinggi-tinggi


"Heeii!!..apa-apaan ini?..lepasin heeii.." teriak Boy yang memberontak


Boy melihat keempat temannya telah dicekal oleh beberapa laki-laki berbadan tegap dan besar. Mereka masing-masing mencekal leher teman-temannya Boy agar tidak beranjak dari tempat mereka sekarang


"Kembalikan dompet kepunyaan nona muda kami.." pinta laki-laki yang menarik kerah baju Boy


"Dompet apa'an?..gua nggak ngambil dompet" jawab Boy


"Bawa mereka ke sebelah sana.." pinta salah satu laki-laki yang mencekal leher pencopet itu sambil menunjuk ke sebuah lorong yang sepi


"Heii..lepasin gua...anj**ng!!.." umpat Boy


Bugh

__ADS_1


Laki-laki itu memberikan sebuah pukulan ke ulu hati Boy yang langsung membuat dirinya diam dan sesak nafas


"Jangan banyak omong..kalau ingin selamat" ancamnya pada Boy


Mereka menyeret para pencopet itu ke sebuah lorong yang sepi oleh pengunjung


Braaaak


Kelima pencopet itu menghantam rolling door sebuah toko yang kebetulan sedang tutup setelah dilempar secara kasar


"Cepat kembalikan dompet nona muda kami..atau kalian akan kami habisi disini.." ancam seorang laki-laki itu


Tiba-tiba salah satu pencopet berusaha kabur..tapi sebuah tendangan yang mengarah ke kepalanya menghentikan lari dia dan langsung tersungkur tak sadarkan diri. Melihat salah satu temannya langsung terkapar..membuat para pencopet itu gemetaran dan pucat pasi


"Cepat kalian kembalikan dompetnya nona muda kami..atau kalian akan mendapatkan hukuman seperti teman kalian ini!!.." ancam laki-laki yang berbadan tegap sambil melepaskan kacamata hitamnya


"Sumpah bang..saya nggak ngambil dompet nona situ.." jawab salah satu pencopet


Mendengar para pencopet itu masih menyangkal..membuat para laki-laki berbadan tegap itu marah. Mereka segera memukuli para pencopet itu tanpa ampun


"Ampun bang!..ampuun..iya..kami ngaku.." teriak Boy sambil mengangkat tangannya agar mereka berhenti memukuli dirinya


"Dari tadi saja kalian ngaku!..kami kan jadi nggak buang-buang tenaga!!..cih!!.."


Dengan menahan sakit di sekujur badannya..Boy memberikan dompet kepunyaan Kanaya ke salah satu laki-laki berbadan tegap


"Ii..ini..baaang.."


"Kau kasihkan langsung ke nona muda kami.."


"Ta..tapi baang.."


"Jangan pakai bantah!!.."


Boy dan teman-temannya diseret kembali ke depan pintu Departement Store dan disuruh menyerahkan langsung ke Kanaya dompet yang telah dia ambil. Boy ragu-ragu untuk menghampiri Kanaya yang tengah memilih-milih sebuah tas. Salah satu laki-laki berbadan tegap yang melihat Boy hanya diam di tempat..memberikan kode dengan gedikan kepalanya agar Boy menghampiri Kanaya


"Buruan!!.." pintanya ke Boy dengan gerakan bibirnya


Boy menganggukan kepalanya. Dia lalu menghampiri Kanaya dan memberikan dompetnya dengan alasan dompetnya terjatuh. Kanaya dan Jessica hanya heran dan kaget melihat ada seorang anak muda menghampiri mereka dan mengembalikan dompet Kanaya dan langsung bergegas meninggalkan mereka


"Halo?.."


"Halo tuan?..dompetnya nona muda Kassandra sudah mereka kembalikan.." lapor salah satu laki-laki berbadan tegap lewat sambungan teleponnya


"Bagus..pastikan kegiatan Sandra berbelanja hari ini aman dan tidak terganggu.."


"Baik tuan.."


"Jangan sampai Sandra tersentuh atau terancam dengan para pelaku kriminal yang ada disana.."


"Baik tuan.."


"Kalau sampai itu terjadi..nyawa kalian yang jadi taruhannya.."


"Baik tuan..kami akan memastikan nona muda Kassandra aman dari gangguan yang ada.."


"Bagus..saya pegang omongan kamu.."


"Baik tuan..selamat siang.."


Sambungan telepon pun terputus. Dia lalu menghampiri Boy dan teman-temannya yang tengah dicekal kembali agar tak melarikan diri


"Hari ini kalian beruntung..kalian masih bisa menghirup udara bebas dan selamat.."


"Iii..iya bang..terima kasih.." kata Boy yang menggigil ketakutan


"Jangan kalian ulangi perbuatan kalian yang tidak bagus ini..bekerjalah dengan cara yang halal"


"Ba..baik bang.."


"Lepaskan mereka.." pintanya pada anak buahnya


Para laki-laki berbadan tegap itu segera melepaskan cekalan mereka di leher Boy dan teman-temannya


"Pergi kalian dari sini.."


"Baik bang..terima kasih.."


Kelima anak muda itu segera pergi dari hadapan para bodyguard


"Kembali kalian ke pos kalian masing-masing.." perintahnya ke anak buahnya yang berjumlah 7 orang itu


"Siap Ndan..laksanakan.."


Ke tujuh pria berbadan tegap itu segera membaur dengan para pengunjung yang lainnya untuk mengawasi Kanaya dan teman-temannya yang tengah berbelanja


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2