
Hari yang dinantikan oleh Kanaya telah tiba. Dikamar Kanaya..Nyonya Delores membantu Kanaya memberesi baju-bajunya yang akan dia bawa selama dirinya liburan ke Eropa
"Jangan lupa jaket mu ya sayang..kemungkinan disana lagi musim dingin.." pinta nyonya Delores
Kanaya yang sedang berdiri di depan lemari bajunya..menghampiri ibunya sambil membawa dua buah jaket di tangannya
"Yang mana bu?.." tanya Kanaya sambil memperlihatkan dua buah jaket di tangannya
"Yang coklat saja sayang..yang itu sedikit tebal.." jawab nyonya Delores
"Kalau disana lagi musim dingin..nanti aku bisa main salju dong bu?.." tanya Kanaya sambil memberikan jaketnya yang berwarna coklat ke ibunya
Nyonya Delores melipat dan memasukan jaket ke koper Kanaya
"Iya..kamu pasti belum pernah kan?..main salju?"
Kanaya menggelengkan kepalanya
"Belum pernah bu.." jawab Kanaya
Tok
Tok
Tok
"Nyonya besar?..nyonya besar dan nona muda sudah ditunggu oleh tuan besar di meja makan.." panggil pak Dan dari luar kamar Kanaya
"Iya Dan..terima kasih..sebentar lagi Sandra selesai.." jawab nyonya Delores
Setelah selesai..Kanaya mengambil backpacknya dan menyeret kopernya yang besar..sedangkan nyonya Delores membantu membawa koper yang kecil
"Selamat pagi nona muda.." sapa pak Dan begitu Kanaya keluar dari kamar
"Selamat pagi pak Dan.." jawab Kanaya
Mereka menuju ke ruang makan utama..disana sudah menunggu tuan Stephano dan Alf. Para pelayan segera menyajikan sarapan untuk keluarga tuan Stephano begitu Kanaya dan nyonya Delores duduk di kursinya masing-masing
"Kak Cindy mana kak?" tanya Kanaya yang tidak melihat Cindy bergabung di meja makan
"Nanti kakak jemput di apartement..sekalian jalan ke bandara.." jawab Alf
"Kamu nanti disana jaga adikmu ya Alf?.." pinta nyonya Delores ke Alf
"Iya bu.." jawab Alf
Tuan Stephano memberikan tas kecil ke Kanaya
"Apa ini Yaah?" tanya Kanaya
"Uang untuk kamu jajan disana..semua sudah ayah siapkan..dari Dolar, Lira, Franc Perancis, Euro, Peseta sama blackcard kalau kamu butuh belanja oleh-oleh.." jawab tuan Stephano
"Terima kasih ya Yah.." ucap Kanaya
"Iya sayang..nanti kalau kurang..telpon ayah yah?..biar ayah transfer ke rekening kamu.."
"Ayah tenang ajah..aku nggak bakalan kekurangan uang..kan ada kak Alf..nanti aku tinggal minta uangnya sama kakak.." jawab Kanaya sambil melirik ke arah kakaknya
"Iiiih..enak ajah..kakak kalau kamu minta uang disana..kakak pura-pura nggak kenal aah.." ledek Alf
"Kakaak maaah...ibu?..kak Alf tuh bu.." rajuk Kanaya sambil mengerucutkan bibirnya
"Kalau kakakmu itu sampai berani mengacuhkan kamu disana..telpon ibu..biar nanti ibu blokir rekening kakakmu dari sini.." jawab nyonya Delores
"Yaaah?..kok ibu tega banget sih?..nanti kalau Cindy minta beliin oleh-oleh?..gimana?.." protes Alf
"Biar nanti Cindy minta sama Kassandra kalau pengen beli oleh-oleh..nanti ibu transfer duit ibu ke rekening Kassandra.." sahut nyonya Delores
"Weeeek..." ejek Kanaya sambil memeletkan lidahnya
Tuan Stephano hanya bisa tertawa geli melihat Alf yang kesal diledek oleh Kanaya
*
__ADS_1
Tuan Stephano dan nyonya Delores mengantarkan Kanaya ke bandara pagi ini. Sedangkan Alf menggunakan mobilnya menjemput Cindy di apartementnya
"Pasport sama ID kamu..kamu taruh di tas kecil kamu yaah?..biar gampang kamu nanti buat check di Imigrasi.." usul nyonya Delores
"Iya bu.." jawab Kanaya sambil mengalungkan tas kecil pemberian ayahnya di depan dadanya
Terdengar handphone nyonya Delores berdering
"Halo Nggie?.." sapa nyonya Delores ke mommy Angel yang menelponnya
"Halo Del?..Naya sudah jalan?.."
"Sudah..ini lagi ontheway ke airport.." jawab nyonya Delores
"Oooh..kalau gitu ketemuan disana saja yaah?..aku ada titipan buat Naya soalnya.."
"Ya sudah..kita ketemuan disana yaah?.."
"Iya Adel..byee.."
"Bye.." jawab nyonya Delores sambil memutuskan sambungan teleponnya
"Mommy Angel ya bu?.." tanya Kanaya
"Iya sayang..mommy Angel mau nitip sesuatu buat kamu.." jawab nyonya Delores
"Nitip apaan bu?"
"Entahlah..mommy Angel nggak kasih tahu tadi..nanti kamu juga tahu disana.."
.
_________________
.
Sampailah Maserati yang di kendarai pak Nano di Terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Pak Nano segera mengambil troley untuk membawa koper kepunyaan Kanaya
"Iya pak..terima kasih.." jawab Kanaya
Kemudian tuan Stephano dan nyonya Delores mengantarkan Kanaya untuk masuk ke dalam Terminal keberangkatan. Di lounge khusus VVIP teman-teman Kanaya sudah datang bersama orangtua mereka..kelima gadis itu berpelukan senang karena tak lama lagi tanah Eropa akan mereka jajaki untuk liburan. Orangtua keempat teman Kanaya menghampiri orangtua Kanaya menyapa mereka
"Sandra?..mommy Angel datang tuh.." panggil nyonya Delores yang melihat mommy Angel dan daddy Tony datang menghampiri mereka
"Mommmyyy..." panggil Kanaya sambil memeluk mommy Angel
"Duuuh..yang mau liburan..seneng bener sih?..hmmm" ucap mommy Angel sambil mencium pipi Kanaya
"Iya myh.." jawab Kanaya
Setelah mengurai pelukannya..mommy Angel mengeluarkan sebuah blackcard dari dalam tas branded limited editionnya dan memberikannya kepada Kanaya
"Ini..mommy kasih buat kamu jajan disana.."
"Buat aku myh?.."
"Iya sayang.."
"Terima kasih ya myh.." kata Kanaya sambil memeluk mommy Angel setelah menerima blackcard dari tangan mommy Angel
"Naya?..nggak mau minta punya daddy?.." tanya daddy Tony
"Daddy mau ngasih kartu hitam juga ke aku?.." tanya balik Kanaya
Daddy Tony membuka dompetnya dan memberikan sebuah blackcard ke Kanaya
"Waah..terima kasih ya dad.." ucap Kanaya sambil memeluk daddy Tony
"Iya sayang..sama-sama.." jawab daddy Tony
Ekheeeem
Suara deheman mengalihkan pelukan Kanaya..dia lihat Stu berdiri tak jauh dari dirinya
__ADS_1
"Kak?..kakak datang juga?.." tanya Kanaya sambil mengurai pelukannya
"Iya dong..mosok pacar mau jalan-jalan..kakak nggak antar?.." jawab Stu sambil mengedipkan matanya ke Kanaya
Kanaya pun tersipu malu..Stu menghampirinya dan memeluknya
Cup
Stu mengecup kening Kanaya dengan lembut
"Hati-hati yaah?.." pinta Stu
Kanaya menganggukan kepalanya. Stu melepaskan pelukannya dan mengambil sebuah blackcard dan dia berikan ke Kanaya
"Tadi kan mommy sama daddy sudah kasih kamu blackcard..sekarang giliran kakak kasih buat kamu.." kata Stu sambil memberikan blackcard ke Kanaya
"Punya kakak yang kemarin kan masih ada sama aku kak?.."
"Nggak apa-apa..kamu pegang ajah.."
Kanaya lalu menerima blackcard pemberian Stu dan dia masukan ke dalam tas kecilnya
"Terima kasih ya kak.."
"Iya sayang.." jawab Stu tersenyum sambil menjawil hidung Kanaya
Liona melihat Maria seperti tengah menghitung sesuatu dengan menggunakan jari tangannya
"Lu ngitungin apa'an Mar?" tanya Liona penasaran
"..lima..enam..tujuh..Naya punya blackcard ada tujuh Li..yawlaaaaa..tuh bocah bener-bener kolektor blackcard Li.." jawab Maria lirih di telinga Liona
Liona hanya bisa tersenyum. Mungkin kalau ada orang yang mempunyai blackcard lebih dari satu tapi tidak pernah menggunakannya..mungkin hanya Kanaya seorang di dunia ini. Dia tidak pernah menggunakannya karena tidak tahu cara memakainya..aneh bukan?
*
Setelah kedatangan Alf dan Cindy..rombongan mengikuti Marcela dan seorang staff travel agent untuk menuju ke shelter khusus VVIP yang menggunakan pesawat jet pribadi. Mereka melewati berbagai prosedur pemeriksaan di bandara..karena semua sudah diurus oleh Marcela. Dengan menggunakan bus shuttle..mereka menuju ke hangar yang sudah ada sebuah jet pribadi yang standby disana. Mereka menggunakan jet pribadi kepunyaan tuan Stephano.
Sebelum masuk ke dalam pesawat..mereka berpamitan terlebih dahulu dengan orangtua mereka masing-masing
"Hati-hati ya sayang..kamu jaga diri yaah?..soalnya kamu disana kan lagi ada di negara orang..ikuti arahan Sela atau guide dari travel agent yaah?..supaya nggak kesasar.." wanti-wanti nyonya Delores sambil merapikan baju Kanaya
Hati Kanaya menghangat..pertama kalinya dia merasakan dirinya dikhawatirkan oleh sesosok seorang ibu
"Iya bu..Naya pamit ya bu.." pamit Kanaya sambil mencium tangan nyonya Delores
"Iya sayang.." jawab nyonya Delores sambil mencium kedua pipi Kanaya
Kanaya pamit dengan tuan Stephano..tuan Stephano langsung memeluk Kanaya dengan eratnya
"Hati-hati ya sayang.."
"Iya Yah. " jawab Kanaya
"Alf?..jaga adikmu yaah?.." pinta nyonya Delores kepada Alf
"Iya bu.." jawab Alf sambil mencium tangan nyonya Delores
Cindy mengikuti pamit dengan kedua orangtua Alf
"Bu?..Yah?..Cindy pamit.."
"Iya sayang..selamat senang-senang yaah?.." jawab nyonya Delores sambil mencium pipi Cindy
Kanaya juga berpamitan dengan mommy Angel dan daddy Tony..serta tak lupa dengan Stu
"Jangan nakal yaah?.." ucap Stu sambil mencium kening Kanaya
"Salam buat Oma Izel sama Opa Enzo ya sayang.." pinta nyonya Delores ke Kanaya
"Iya bu.." jawab Kanaya
Setelah berpamitan dengan orangtua mereka..rombongan Kanaya masuk ke dalam jet pribadi. Dari dalam pesawat yang perlahan mulai berjalan meninggalkan hangar..mereka melambaikan tangannya melalui jendela pesawat ke arah orangtua mereka yang berdiri di dalam hangar. Setelah berada di runway..pesawat itu segera melesat takeoff meninggalkan landasan bandara Soekarno-Hatta menuju ke daratan Eropa
__ADS_1