
Ambar dan Maxwel masih menikmati malam di Red Circle. Mereka hanya mengobrol sambil minum bir di meja bar..mereka tidak berminat untuk turun ke dance floor yang mengundang para pengunjung untuk menghentakan badan mereka diiringi oleh house music yang memekakan telinga
"Max?" panggil Ambar sambil melihat jam tangannya
"Ya?" jawab Maxwel sambil menaruh botol bir yang sudah kosong
"Kita pulang.." sambung Ambar sambil memanggil bartender
"Iya kak?" tanya bartender wanita itu
"Bisa minta bill nya?" pinta Ambar
"Kata kak Tata free kak.." jawab bartender itu
Ambar mengeluarkan dompetnya dan menaruh kartu kreditnya di meja
"Ambar?..biar saya saja.." pinta Maxwel yang melihat Ambar yang ingin membayar
"It's oke Max.."
"Kak?.." tanya bartender bingung melihat Ambar memberikan kartu kreditnya
"Udaah..gesek ajah..nanti kalau Tata ngoceh-ngoceh..suruh telpon saya.." jawab Ambar sambil meyakinkan bartender itu
"Baik kak.."
Bartender itu mengambil kartu kredit kepunyaan Ambar untuk melakukan pembayaran tagihan minuman Ambar dan Maxwel malam ini
"Kenapa kamu yang bayar Ambar?" tanya Maxwel yang kecewa karena Ambar tetap melakukan pembayaran tagihan minuman mereka
"It's oke Max..it's fine.." jawab Ambar sambil tersenyum
Senyuman yang sontak membikin Maxwel hatinya berdesir halus dan jantungnya berdebar tak karuan
"Oh God!!..that's smile it's so beautiful.." batin Max
Setelah menerima kembali kartu kredit dari bartender..Ambar dan Maxwel menuju ke pintu keluar. Sekeluarnya dari pintu utama Red Circle..ujung mata Ambar melirik ke samping dan ujung bibirnya dia tarik..tersenyum smirk. Tak lama mobil Maxwel meninggalkan Red Circle
"Max?" panggil Ambar sambil memutar badannya kearah Maxwel
"Yaa?" jawab Maxwel menengok sekilas ke Ambar
"Kamu siap untuk olahraga malam?" tanya Ambar sambil melihat ke arah spion tengah mobil Maxwel
"Haaah??.."
Tiba-tiba dua buah mobil memotong lajur mobil Maxwel hingga membuat Maxwel menginjak rem nya secara mendadak
Cieeeettt
"Sh*ttt!!..." umpat Maxwel
Tangan Ambar menahan Maxwel yang ingin keluar menghampiri pengemudi mobil yang sudah menghadangnya
"Ambar?" tanya Maxwel
"Kamu tenang saja Max..jangan keluar dulu.." jawab Ambar yang matanya melihat ada sekitar 5 orang yang keluar dari dalam mobil di depannya
"Keluar!!.." bentak salah satu pria sambil mengacungkan tongkat baseball ke arah mobil Maxwel
"Max?..saya minta kamu didalam saja yaah?..ini urusan aku.." pinta Ambar sambil membuka pintu mobil
Maxwel mengacuhkan permintaan Ambar..dia ikut keluar dan menghampiri Ambar
"Max?..kan sudah aku bilang.."
"Ambar..aku ini laki-laki..aku tidak mau wanitaku mendapatkan ancaman dan bahaya dari begundal-begundal seperti mereka.." sahut Maxwel sambil mendorong perlahan Ambar ke belakang punggungnya
Deg
"Wa..wanitaku?.." batin Ambar sambil melihat ke arah Maxwel tak percaya
"Lu Ambar kan?" tanya pria yang memegang tongkat baseball sambil menunjuk Ambar yang ada di belakang Maxwel
"Apa urusanmu?.." jawab Maxwel
"Gua nggak nanya ke elu nj*ng!!.." sentak pria itu
Maxwel menoleh ke samping ketika Ambar menyentuh pundaknya
"Max?..please..ini urusan saya..kamu tenang yaah?" pinta Ambar
"Iya..saya Ambar..ada apa?" kata Ambar sambil menatap tajam ke lima pria di depannya
"Lu udah bikin gara-gara sama teman gua.."
Pria yang memegang tongkat baseball maju dan segera mengayunkan tongkat itu ke arah kepala Ambar. Ambar dengan gesit menghindar ke samping dan membalas menendang pundak pria itu hingga tongkatnya terlepas disertai bunyi seperti persendian yang bergeser
"Aaaaah.." teriaknya merasa ngilu dan sakit di pundaknya
Bugh
Dengan cepat Ambar melakukan tendangan memutar dan menghajar kepala pria itu hingga tersungkur pingsan di aspal jalanan. Keempat pria itu kaget melihat teman mereka dengan mudahnya di hajar Ambar sampai pingsan
"Siapa lagi?" tanya Ambar sambil menatap tajam ke arah keempat pemuda itu
Melihat kondisi yang tidak menguntungkan di pihak mereka..salah satu dari pemuda itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang disana
"Jangan senang dulu lu s*nd*l!!.." pekiknya
Tak lama kemudian..datanglah 3 buah mobil dan segera keluar beberapa pemuda dan mengepung Ambar dan Maxwel
__ADS_1
"Huh..coward.." batin Maxwel sambil membuka jas mahalnya dan dia lempar ke kap mobilnya
Maxwel membuka kancing baju lengan panjangnya dan di gulung sampai ke siku. Otot kekar Maxwel terlihat di balik baju putihnya
"Fathur?" ucap Ambar yang melihat Fathur maju mendekati Ambar
"Huh?..sekarang bisa apa lu Mbar?..malam ini gua mau balas yang tadi lu perbuat di bar.." kata Fathur sambil tersenyum meremehkan Ambar
"Udah..hajar ajah Thur..jangan pakai lama.." ucap teman Fathur memprovokasi
"Oooo..jadinya ini semua teman-teman kamu Thur?..huh..ternyata kamu ngelebihin dari cewek..apa-apa pakai minta bantuan orang..nggak malu?.." ucap Ambar mencoba memancing emosi Fathur
Fathur nafasnya sudah turun naik menahan emosinya..dia ulurkan tangannya ke belakang..meminta sesuatu kepada temannya yang berdiri di belakangnya. Temannya yang faham maksud Fathur..memberikan sebuah besi ke tangan Fathur
"Lu nggak tahu siapa gua Mbar?..jangan mentang-mentang lu cewek gua bakalan kasihan ama elu.." kata Fathur sambil menimang-nimang besi yang ada di tangannya
Ambar hanya mengangkat kedua bahunya acuh
"Kalau kamu berani..silahkan maju.." jawab Ambar
Fathur yang sudah kadung emosi..maju ke arah Ambar sambil mengayunkan besi ke arah Ambar..tiba-tiba Maxwel menginterupsi serangan Fathur dengan menendang dada Fathur dengan sekuat tenaga. Alhasil Fathur terpelanting ke belakang menerjang kumpulan teman-temannya yang tidak siap menerima tubuh Fathur melayang ke arah mereka
"Max?" tanya Ambar yang kaget melihat terjangan Maxwel ke Fathur
"Saya sudah kesal sejak dia melecehkan wanita yang ada di bar tadi Ambar..dan saya paling kesal sama laki-laki yang tidak menaruh hormat pada wanita.." jawab Maxwel yang tidak menoleh ke Ambar..karena matanya menatap awas ke arah kumpulan pemuda yang mengepung dirinya dan Ambar
"SERANG MEREKA!!.." teriak Fathur sambil memegang dadanya yang sakit
Sontak para pemuda itu menerjang Ambar dan Maxwel secara berbarengan. Ambar dan Maxwel yang sudah siap..membalas setiap serangan yang mengarah ke mereka berdua. Sepertinya para pemuda itu tidak sebanding dengan Ambar dan Maxwel..karena tidak membutuhkan waktu yang lama para pemuda itu bergelimpangan sambil mengerang kesakitan. Ada beberapa dari mereka yang pingsan
Braaak
Pyaaar
Maxwel membanting salah satu pemuda ke arah kaca depan mobil kepunyaan salah satu teman Fathur dan alhasil memecahkan kaca depan mobil itu dan pemuda itu langsung diam tak bergerak lagi. Dengan mata yang masih awas..Ambar dan Maxwel melihat ke sekeliling mereka..apa masih ada pemuda yang masih berdiri. Fathur yang terduduk di aspal sambil memegangi dadanya yang sakit hanya bisa diam dan wajahnya memucat melihat teman-temannya pada bertumbangan di tangan Ambar dan Maxwel dengan begitu mudahnya. Sebagian dari mereka mengerang kesakitan. Ambar dan Maxwel saling menatap dan tersenyum..setelah memberesi sekumpulan pemuda yang menghadang dan mengepung mereka. Ambar lalu menghampiri Fathur yang sudah gemetaran
"Bagaimana?..mau lanjut?" tanya Ambar sambil jongkok menjajarkan tingginya dengan Fathur yang duduk di aspal
"Si..sia..siapa sebenarnya..lu Mbar?" tanya Fathur
Maxwel yang berdiri di belakang Ambar hanya bisa tersenyum smirk melihat Fathur yang menggigil ketakutan
"Saya harap..malam ini jadi pelajaran buat anda tuan Fathur..jangan pernah sekali pun anda melecehkan seorang wanita dan membuat wanita marah..mengerti?" tanya Ambar yang memberi tekanan di kata terakhirnya
"Meng..mengerti..saya mengerti Mbar.." jawab Fathur sambil menganggukan kepalanya dengan cepat
Ambar tersenyum dan bangun dari jongkoknya
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Fathur..selamat malam.."
Ambar lalu berbalik diikuti dengan Maxwel yang berjalan di sampingnya
"Just its?..nothing more else?" tanya Maxwel tak percaya pada Ambar
Keduanya lalu masuk ke dalam mobil dan Maxwel segera menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu
"Thankyou ya Max..karena sudah membantu saya.." ucap Ambar
"Your welcome.." sahut Max sambil tersenyum
Tiba-tiba mata Ambar membulat..melihat ada darah yang menetes dari buku jari tangan kiri Maxwel..ada sebuah pecahan kaca yang menancap di permukaan kulit tangan Maxwel
"Max!!..tanganmu!!.." pekik Ambar sambil menyalakan lampu kabin dan memeriksa tangan kiri Maxwel
"It's oke Ambar.." sahut Maxwel yang sepertinya tidak merasakan sakit di tangannya yang luka
"Hell no!!..kita harus obati tangan kamu Max..bisa infeksi kalau didiamkan.." ucap Ambar
Ambar melihat sekeliling mobil Maxwel..dia melihat ada sebuah Apotik 24 Jam di depan
"Stop disana Max..saya mau beli obat untuk tanganmu.." pinta Ambar
Ambar segera masuk kedalam Apotik begitu mobil Maxwel berhenti di pelataran parkir. Maxwel hanya tersenyum melihat Ambar yang tengah berbicara kepada petugas Apotik. Dia lihat tangan kirinya yang mengeluarkan darah. Setelah mendapatkan apa yang di inginkan..Ambar mengajak Maxwel untuk keluar dan menuju ke bangku tunggu yang ada di dalam Apotik. Beruntungnya keadaan Apotik malam ini sepi..jadi kegiatan Ambar yang tengah mengobati tangan Maxwel tidak mengundang perhatian orang
"Tahan ya Max.."
Ambar mencabut pecahan kaca yang menancap di tangan kiri Maxwel. Ambar segera membersihkan luka Maxwel dengan alkohol. Setelah di beri salep..Ambar membalut tangan Maxwel dengan kain kasa. Seluruh proses pengobatan yang Ambar lakukan..tidak luput dari tatapan Maxwel yang menghangat. Dia tersenyum melihat Ambar yang telaten mengobati tangannya
"Kau adalah suster tercantik yang ada di dunia ini Ambar..Suster cantikku.." batin Maxwel
"Done.." ucap Ambar yang selesai mengobati tangan Maxwel
Ambar mengangkat kepalanya dan tidak terasa matanya beradu dengan mata Maxwel yang menatap matanya dengan inten
"Terima kasih Ambar.." ucap Maxwel sambil menjawil hidung Ambar dengan jari telunjuk tangan kirinya
Deg
Sebuah gelenyar aneh merayap memasuki relung hati Ambar. Ambar hanya mengangguk
Kruyuuuuk
Ambar menunduk malu..karena suara perutnya didengar oleh Maxwel. Maxwel tersenyum geli
"Kamu mau makan?" tanya Maxwel sambil tersenyum
"Yes please.." jawab Ambar
"Kamu mau makan apa?"
Ambar melihat ada seorang tukang nasi goreng yang mangkal tak jauh dari Apotik
__ADS_1
"Bagaimana kalau itu?" tunjuk Ambar
"Oke..let's go"
Maxwel menyaut tangan Ambar untuk keluar dari Apotik menuju ke tukang nasi goreng
"Kamu tidak apa-apa kan?..kalau makan di pinggir jalan seperti ini?" tanya Ambar setelah memesan nasi gorengnya
"You're kidding?" jawab Maxwel sambil memicingkan matanya
Ambar pun tergelak melihat ekspresi Maxwel
"Orang bule kayak kamu ini..memang pernah makan makanan seperti ini?" tanya Ambar tak percaya
"Hei..apa kamu lupa?..my mommy asli dari Bandung.." jawab Maxwel
Tak lama..jadilah pesanan mereka. Penjual nasi goreng menaruh dua piring nasi goreng di meja kecil kepunyaannya
"Silahkan mbak.."
"Terima kasih pak.." jawab Ambar
"Ayo Max..silahkan.." pinta Ambar
Maxwel lalu menyuap nasi gorengnya
"Bagaimana?" tanya Ambar sambil menyuap nasi gorengnya
"Hmmm..not bad at all.." jawab Maxwel
Mereka kembali menikmati nasi gorengnya masing-masing..sesekali mereka tersenyum sesaat pandangan mata mereka beradu
****
Setelah membayar nasi gorengnya..Maxwel dan Ambar segera meninggalkan tempat itu
"Ambar?..kita bisa bicara?" tanya Maxwel
"Bisa.." jawab Ambar sambil menoleh ke arah Maxwel
"Maksudku..bukan disini..kita cari tempat yang nyaman..bagaimana?" tanya Maxwel lagi
"Oke.."
Maxwel memberhentikan mobilnya di sebuah taman kota..dia mengajak Ambar untuk duduk di sebuah bangku
"Oke Max..apa yang mau kau bicarakan?" tanya Ambar
Sesaat Maxwel menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan perlahan
"Ambar?..maukah..kamu menjadi pacar saya?" tanya Maxwel to the point
Ambar hanya tersenyum setelah mendengar Maxwel mengutarakan isi hatinya
"Are you serious Max?" tanya Ambar
"Of course!..i'm serious Ambar" jawab Maxwel
"Kau belum mengenal diriku Max..kau pasti akan terkejut setelah mengetahui jati diriku yang sebenarnya.."
"I dont care about that..i love you Ambar..i love so much.." ucap Maxwel sambil memegang kedua tangan Ambar
"Kau serius Max?..setelah kau tahu jati diriku yang sebenarnya..kau tetap mencintaiku?" tanya Ambar
"Iya Ambar..aku tak peduli siapa dirimu sebenarnya..aku cinta kamu Mbar.." jawab Maxwel
Ambar menatap kedua bola mata Maxwel..untuk mencari kebohongan disana..tapi yang dia dapat hanya ketulusan dan kejujuran disana
"Aku minta waktu Max.." ucap Ambar sambil menundukan wajahnya
"How long?" tanya Maxwel sambil mengankat dagu Ambar
"1 minggu.." jawab Ambar
Maxwel menganggukan kepalanya. Dia lalu melihat jam tangannya di pergelangan tangannya
"Oke..kita pulang sekarang.." ajak Maxwel
Maxwel menggandeng tangan Ambar saat kembali ke mobilnya
"Rumahmu dimana Ambar?" tanya Maxwel
"Jalanlah..nanti aku arahkan.." jawab Ambar
Maxwel lalu menjalankan mobilnya menuju ke rumah Ambar..atau kediaman daddy Toni
.
.
.
___________________
Yang satu frekwensi Ambar jadian dengan Maxwel siapa?
Atau Ambar jadian dengan seorang pria yang juga diam-diam suka dengan Ambar?
Siapakah pria yang diam-diam suka dengan Ambar?..para Reader penasaran kan?
Tungguin yaaah?..nanti di next chapter Author munculin orangnya
__ADS_1
.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏