Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
91.Rencana Ambar


__ADS_3

Ferrari Maranelo berwarna hitam berjalan memasuki loby Gedung Wijaya Holding. Setelah berhenti sempurna..pintu sebelah kanan terbuka dan munculah Alf..segera dia berputar ke sebelah kiri untuk membukakan pintu untuk Cindy


"Cindy ke dalam ya Alf.."


"Iya sayang..oh iya..oleh-oleh untuk teman-teman kamu kelupaan nih.."


Alf beranjak ke belakang untuk membuka bagasi mobilnya..dia ambil beberapa papper bag dan dia berikan ke Cindy


"Cindy masuk yaah?"


"Iya..salam untuk Stu yaah?"


Cindy menganggukan kepalanya sambil melambaikan tangannya..Alf pun membalas lambaian tangan Cindy yang berangsur masuk ke dalam loby Wijaya Holding. Setelah memastikan Cindy masuk ke dalam selasar lift..Alf masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan loby Wijaya Holding


Ting


Pintu lift terbuka dan dia lalu melangkahkan kakinya menuju ke mejanya. Cindy membalas sapaan beberapa staf yang menegurnya selama dia berjalan ke mejanya. Kebetulan hari ini adalah hari pertama Cindy masuk kerja setelah kembalinya dari cuti liburannya. Merry yang tengah memberesi mejanya..terbelalak matanya melihat Cindy berjalan menuju ke mejanya..Cindy hanya tersenyum sambil mengangkat papper bag yang dia pegang


"Cind?..lu sudah masuk?" tanya Merry sambil bangun dan memeluk Cindy


"Iya Mer..Sisil mana?..sudah datang belum?" jawab Cindy


"Sudah..dia lagi beli sarapan dibawah..eh..gimana-gimana?..liburan lu?..seneng nggak?" tanya Merry nggak sabaran


"Eh?..lu dah masuk Cind?" tanya Dody yang baru datang


"Iya Dod..sebentar Dod..Cindy bawa oleh-oleh buat Dody sama Merry.." jawab Cindy yang memeriksa papper bag yang dia bawa untuk mencari nama Dody


"Nih..buat Dody..dan ini buat kamu Mer.." kata Cindy sambil memberikan papper bag untuk Dody dan Merry


"Waaah..makasih ya Cind.." ucap Dodi dan Merry berbarengan sambil melihat isi papper bag pemberian Cindy


"Nanti kalau Sisil sudah datang..suruh ke meja Cindy ya Mer.." pinta Cindy sambil berjalan ke meja kerjanya


"Iya Cind..terima kasih yaah?.." jawab Merry


Cindy lalu menaruh papper bagnya di sisi meja kerjanya..dia lalu menyaut gagang telpon yang ada di mejanya


"Halo mbak Ambar?"


"Bila?..ini aku..Cindy.."


"Eh?..lu dah balik Cind?.."


"Iya Bil..Bila mau oleh-oleh nggak?.." tanya Cindy sambil tersenyum


"Mau doooong...gua ke atas sekarang yaak?"


"Iya..ajak Andin sekalian Bil.."


"Iyaaa.."


Cindy meletakkan kembali gagang telpon ditempatnya. Cindy menoleh ke arah meja Merry..karena dia lihat Sisil sudah kembali ke mejanya..Cindy melambaikan tangannya ke arah Sisil untuk menghampirinya


"Ciieee..yang habis liburan.." goda Sisil begitu tiba di depan meja Cindy


"Nih Sil..Cindy bawain oleh-oleh.." kata Cindy sambil memberikan papper bag ke Sisil


"Terima kasih ya Cind.." jawab Sisil


Tak lama kemudian Nabila dan Andin tiba di meja Cindy..Cindy langsung memberikan papper bag untuk Nabila dan Andin. Merry yang melihat meja Cindy yang terdapat teman-teman wanitanya..berinisiatif untuk bergabung disana


"Eh..gimana..gimana?..ceritain dong boo..liburan lu kemarin.." pinta Nabila


Cindy tersenyum geli..dia lalu memperlihatkan tangan kanannya dan di jari manisnya melingkar sebuah cincin berlian yang indah


"Aku dilamaaaaaaar....." goda Cindy sambil menggoyang-goyangkan jari jemari tangan kanannya


Keempat wanita itu sontak terkejut dan memegang tangan Cindy yang ada cincin berliannya


"Lu serius Cind?..pak Dokter..ngelamar elu?" tanya Andin


"Hu'umm.." jawab Cindy


"Huwaaaaaa...lu kok beruntung banget sih booo..tahu-tahu sudah dilamar ajah..huhuhu.." rengek Nabila


Merry, Sisil, Andin dan Cindy hanya bisa tertawa geli melihat Nabila merajuk melihat cincin pertunangan yang ada di jari manis Cindy


"Yang sabar Bil..tetap menyerah..jangan semangat.." ledek Andin


Plak


Nabila yang kesal..memukul pundak Andin


"Lu maaaah..bener-bener teman yang punya akhlak lu yaaah?.." kesal Nabila


"Eh..bubar yuk..udah mau jam 8 nih..nanti kalau pak Stewart lewat..nggak enak kita.." ajak Merry kepada teman-temannya untuk bubar


"Nanti siang kita makan di GI ya Cind.." pinta Nabila


"Iya.."


"Eh..makasih yak..oleh-olehnya.." ucap Nabila sebelum beranjak dari meja Cindy


"Iya Bila..sama-sama..kan kamu udah gantiin Cindy kemarin.."


"Kita lanjutin lewat WA yaak..nggak enak kalau kelihatan sama pak Stewart.." kata Nabila sambil memperlihatkan ponselnya ke Cindy


Cindy menganggukan kepalanya. Nabila dan Andin segera kembali ke lantai kerja mereka yang berbeda dua lantai dengan lantai khusus CEO. Cindy memanggil seorang Office Boy dan menyuruhnya untuk menyajikan coklat yang dia bawa dari Italia kemarin dan sebuah kotak buah anggur hasil dari kebun opa Enzo di meja yang tak jauh dari mejanya


"Ini buat mas sama teman-temannya yaah?" kata Cindy sambil memberikan sekotak coklat kepada Office Boy tersebut


"Terima kasih ya mbak.." jawabnya


.

__ADS_1


***


.


Stu dan Riko berjalan keluar dari dalam lift yabg diikuti oleh Ambar di belakangnya. Stu membalas sapaan dari beberapa staff yang dia lewati mejanya. Stu tersenyum melihat Cindy sudah ada di mejanya


"Sudah masuk Cind?" tanya Stu sambil menghampiri meja Cindy


"Selamat pagi pak..sudah pak.." jawab Cindy sambil bangun dari duduknya


"Gimana liburan kemarin?..seru nggak?" tanya Stu yang berdiri di depan meja Cindy


"Seru pak.." jawab Cindy sambil tersenyum


"Oh iya..kamu pasti belum kenal sama Ambar.." ucap Stu sambil mengadahkan tangannya ke arah Ambar


"Mbar?..ini Cindy..Sekretaris kakak..calonnya Alf.." kata Stu memperkenalkan Cindy ke Ambar sambil tersenyum


"Waaah..ini toh?..yang namanya Cindy..apa kabar..kenalin aku Ambar.." kata Ambar sambil menjulurkan tangannya ke Cindy


"Halo Ambar..salam kenal juga.." jawab Cindy menyambut uluran tangan Ambar


"Dia yang gantiin kamu kemarin" sahut Stu


Cindy hanya menganggukan kepalanya. Stu lalu menuju ke ruangannya bersama Ambar dan Riko


"Oh iya Cindy.." kata Stu yang berhenti di ambang pintu ruang kerjanya


"Iya pak?.." tanya Cindy


"Selamat yaah?.." jawab Stu


"Selamat apa ya pak?" tanya Cindy yang tidak mengerti


"Pertunangan kalian.." jawab Stu sambil tersenyum


"I..iya pak..terima kasih.."


Stu lalu masuk dan diikuti oleh Riko dan Ambar di belakangnya.


"Schedule aku hari ini apa Riko?" tanya Stu sambil mendudukan kursi kebesarannya


Sedangkan Riko berdiri di samping meja Stu dan Ambar sudah duduk di kursi depan meja Stu


"Cuma metting nanti siang boss..di Mahakam" jawab Riko


"Sama siapa?.." tanya Stu lagi sambil mengecek e-mali yang masuk di layar komputernya


"Orang-orang dari Kementrian PUPR boss.."


"Ada lagi?"


"Kau diundang makan malam oleh Mr Kian dari Coni Global di Senayan.."


"Tapi ini tentang kerja sama kita yang di Thailand boss..Mr Kian sengaja datang dari China hanya untuk bertemu dengan kau.." kata Riko


"Cancel..atau dia mau ganti lain hari terserah..pokoknya malam ini aku nggak mau di ganggu.." sahut Stu sambil menatap Riko


"Oke boss..itu saja schedule kau hari ini..aku permisi dulu.." kata Riko sambil beranjak keluar dari ruang kerja Stu


"Memangnya kakak mau kemana sih nanti malam?" tanya Ambar penasaran


"Kakak mau dinner sama Naya.." jawab Stu yang kembali memeriksa e-mail nya


"Ciee..cieee..yang sudah janjian sama anak SMA.." goda Ambar


Stu hanya acuh digoda sama Ambar


"Kapan kamu mulai ngurusin Betara Land dek?.." tanya Stu


"Segera kak..oh iya kak..hmm..Ambar mau tanya..soal Sita.."


Stu mengalihkan pandangannya dari layar komputer ke arah Ambar..raut mukanya langsung berubah


"Ada apa soal Sita?..that b**ch bothering you?" tanya Stu


"Bukan kak..Ambar mau ajak Sita kerja di Betara Land..boleh tidak?" tanya Ambar hati-hati


Stu menghentikan sejenak kerjanya..dia tekuk sikunya di meja dan menaruh dagunya di ujung tangannya


"Alasan apa yang bikin kamu ada niat mengajak j*lang itu kerja di sana?" tanya Stu


Ambar menghela nafasnya sejenak


.


-Flashback On-


Di sebuah restoran..Ambar dan Maxwel tengah makan siang berdua. Sepertinya hubungan mereka kian erat dan akrab. Ambar mulai membuka hatinya ke Maxwel..walau Ambar belum memberikan jawabannya atas ungkapan hati Maxwel ke Ambar. Disaat Ambar tengah menikmati makan siangnya..matanya melihat seorang wanita muda tengah menjajakan dagangannya di pintu masuk restoran. Wanita itu tengah menawarkan dagangannya kepada pengunjung restoran yang keluar masuk. Ambar memicingkan matanya..sepertinya dia mengenal wanita itu


"Sita.." batin Ambar setelah memastikan kalau Sita yang tengah menjajakan dagangannya


Maxwel yang melihat mata Ambar tengah memperhatikan pintu masuk..mengikuti arah pandang Ambar


"Ambar?..ada apa?" tanya Maxwel


"Huh?..nggak Max..nggak ada apa-apa.." jawab Ambar sambil meminum juice nya


Maxwel melihat lagi ke arah pintu masuk..memastikan akan sesuatu yang menarik perhatian Ambar


"Kamu kenal dengan wanita itu?.." tanya Maxwel


Ambar hanya mengangguk sambil melihat lagi kearah pintu depan restoran


"Teman?..atau.." tanya Maxwel yang sengaja menggantungkan pertanyaannya

__ADS_1


"Teman Max.." jawab Ambar sambil memanggil Waiters guna meminta bill


"Iya kak?" tanya seorang Waiters wanita


"Saya minta bill nya yaaah?.." pinta Ambar


"Baik kak..tunggu sebentar.."


Setelah menyelesaikan pembayaran makan siangnya..Ambar dan Maxwel keluar dari restoran itu


"Max?..kau tunggu dulu disini yaah?" pinta Ambar sambil menghampiri tempat Sita menjajakan dagangannya


"Sita?.." panggil Ambar


Sita sontak menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya


"Bu Ambar?.." jawab Sita sambil tersenyum rikuh


"Kamu jualan apa?" tanya Ambar sambil mendekati Sita


"Ini bu..saya jualan Rempeyek..ada Rempeyek Kacang..Rempeyek Rebon..ibu mau beli?.." jawab Sita sambil memperlihatkan bungkusan Rempeyek yang ada di tangannya


"Berapa satunya?.."


"Murah bu..lima ribuan yang kecil..kalau yang besar sepuluh ribuan.." jawab Sita


"Boleh saya beli?.." tanya Ambar


"Boleh bu..boleh..ibu mau berapa bungkus?" jawab Sita


"Semuanya.." jawab Ambar


Sita sontak terdiam dan menatap mata Ambar untuk memastikan kalau dia tidak bercanda


"Bu?.."


"Iya..saya beli semuanya..berapa yang harus saya bayar?.." ucap Ambar sambil membuka dompetnya


"Oooh..sebentar bu..saya bungkus dulu yaah?" jawab Sita


Sita yang membungkus semua Rempeyek dagangannya..tak terasa airmatanya menitik di ujung matanya. Sita bersyukur karena Ambar memborong semua dagangannya yang dari pagi dia jajakan belum ada satu pun yang laku


"Ini bu..semuanya 120 ribu.." kata Sita sambil memberikan bungkusan Rempeyek ke Ambar


Ambar memberikan dua lembar uang 100 ribu ke tangan Sita


"Kembaliannya ambil aja.." ucap Ambar sambil menerima bungkusan Rempeyek dari tangan Sita


"Terima kasih bu..terima kasih.." jawab Sita sambil membungkukan badannya berulang kali


"Iya..sama-sama..boleh saya minta no hp nya Sita?" tanya Ambar


"Bu..buat apa ya bu?" tanya Sita bingung


"Kali saja nanti saya ingin memesan Rempeyek lagi..kan tinggal nelpon Sita.." jawab Ambar sambil tersenyum


"Oh..baik bu.."


Sita lalu menyebutkan nomor ponselnya dan langsung Ambar misscall ke nomor Sita


"Itu nomor saya.."


"Baik bu..nanti saya simpan.." jawab Sita


"Kalau begitu saya permisi dulu yaah?" pamit Ambar


"Iya bu..silahkan..terima kasih atas borongan ibu ke dagangan saya.." sahut Sita sambil menganggukan kepalanya hormat ke Ambar


"Sampai ketemu lagi yaah?"


"Iya bu.."


Sita melihat Ambar menghampiri seorang pria blasteran yang sedang berdiri menunggu Ambar di pintu masuk restoran


"Terima kasih bu Ambar..semoga Alloh memberikan balasan atas kemurahan hati ibu.." doa tulus Sita di hatinya


-Flashback Off-


.


"Jadi?..cuma karena gara-gara kamu melihat j*lang itu jualan..apa tadi namanya.. Rempek..Oyek?..Belek?.."


"Rempeyek kak.." potong Ambar


"Whatever..kamu mau ajak dia kerja di Betara Land?..gitu?" tanya Stu


"Iya kak..Ambar kasihan ngelihat dia..apalagi Ambar tahu..kalau kakak udah memblacklist dia di semua perusahaan di Indonesia.."


Stu mencebik kesal mendengar alasan Ambar yang menurut dia terlihat dibuat-buat


"Dan..semenjak Ambar membunuh Heru..Ambar sepertimya merasa bersalah ke Sita kak.." sambung Ambar


"Kok bisa kamu punya pikiran seperti itu?" tanya Stu


"Entahlah kak.." jawab Ambar sambil menoleh ke samping


"Sepertinya Ambar mempunyai rasa bersalah ke keluarga Sita kak.." sambung Ambar


"Terserah kamu dek..sekarang kan Betara Land menjadi milik kamu..cuma kakak pesan ke kamu dari sekarang..jangan ada penyesalan di belakang nanti setelah apa yang kamu putuskan ke perempuan itu..dan jauhkan dia dari pandangan kakak!..kakak nggak mau ada interaksi apa pun dengan perempuan itu.." titah Stu


"Baik kak..semoga apa yang Ambar rencanakan ini berjalan dengan baik.."


.


.

__ADS_1


__ADS_2