
Setelah selesai mandi..Kanaya keluar dari kamar barunya
Didepan kamar barunya ternyata terdapat kolam renang kepunyaan Stu
"Waaah..ada kolam renangnya.." ucap Kanaya sambil menghampiri kolam renang
"Tuan Stu orang kaya ya ternyata..punya kolam renang.." batin Kanaya
Definisi standard berdasarkan analisa kepunyaan Kanaya..orang kaya diharuskan mempunyai kolam renang
Apa kabarnya Mansion pribadi kepunyaan Stu yang mewah dan megah ini Kanaya?..apa tidak masuk hitungan?
Belum lagi jejeran mobil mewah yang terparkir di garasi mansion
"Selamat pagi non Naya.." sapa Tika yang sudah berdiri di pinggir teras kolam renang
"Pagi mbak.." jawab Kanaya sambil menghampiri Tika
"Non silahkan sarapan dulu..sudah saya siapkan di meja makan"
"Sarapannya roti lagi ya mbak?..kayak yang kemaren?" tanya Kanaya
"Iya non.." jawab Tika sambil tersenyum
Kanaya mengerucutkan bibirnya
Tika tersenyum geli melihat ekspresi wajah Kanaya yang menurutnya cukup menggelikan
"Saya mau bikin sarapan sendiri ajah ah mbak.." kata Kanaya sambil meninggalkan Tika
"Eeh..non mau makan apa?..biar saya yang bikinin non.." tanya Tika seraya mengikuti Kanaya
Kanaya menuju ke dapur..dan dia buka kulkas untuk mencari tahu..apa ada bahan yang bisa dia olah untuk sarapannya pagi ini
"Waaah..banyak sekali..ini mah satu warungnya bude Supi masuk ke sini semua" batin Kanaya yang melihat isi kulkas
"Non?..non mau masak apa?" tanya Tika
"Nasi goreng mbak.." jawab Kanaya
"Biar saya aja non..non tinggal bilang ke saya mau dimasakin apa?" pinta Tika
"Nggak usah mbak..biar saya aja"
Tika melihat Kanaya mengeluarkan bahan-bahan yang dia perlukan untuk membuat nasi goreng seafood
"Non suka masak yaah?" tanya Tika
"Iya mbak..saya dikampung suka membantu nenek masak.."
Tika yang memperhatikan Kanaya tersenyum simpul
"Non..mohon maaf..kulit muka non kok bisa glowing gitu sih?..non pakai skincare apa?" tanya Tika yang baru menyadari..kulit wajah Kanaya yang putih berseri
"Skincare?..nggak ada mbak..dikampung mana ada yang jualan skincare..saya cuma pakai sabun sama air sumur doang kok mbak kalau lagi bersihin muka.."
"Haaaah??"
Tika menoleh ke arah ruang makan..karena dirinya di panggil oleh Sela
"Saya tinggal ya non.."
"Iya mbak.." jawab Kanaya yang tengah konsen mengupas bawang merahnya
__________
Alf keluar dari kamar yang berada di lantai dua..dia sepertinya habis mandi..kalau dilihat rambutnya yang sedikit basah dan tidak disisirnya
..oppa baru selesai mandi..eh
Alf bertemu Stu yang juga baru keluar dari kamarnya
"Morning mate.." sapa Alf
"Morning.." jawab Stu
"Mau kemana kau?..tumben..minggu pagi sudah rapi jali.." tanya Alf
"Ada tournament golf di Sentul" jawab Stu
Alf hanya menganggukan kepalanya mendengar Stu ingin bermain golf..salah satu olahraga yang tidak dia sukai
Hanya buang-buang waktu dan uang saja..pikirnya
__ADS_1
Lagi pula menurut Alf..olahraga kok mukul bola..naik golfcart..mukul lagi..naik golfcart lagi
Yang membikin keluar keringat dimana?
Stu duduk di meja makan..Nuri segera menyiapkan sarapan untuk Stu
"Kau nggak ikut sarapan Alf?" tanya Stu
"Sebentar..aku mau bikin kopi dulu.." jawab Alf sambil berjalan ke dapur
Alf sudah sering menginap di mansion Stu..jadi dia sudah hafal betul denah mansion Stu yang besar dan mewah ini
"Suruh Tika bikinkan untukmu.." usul Stu
"Biar aku saja.." jawab Alf yang menghilang di balik tembok ruang makan
Sebelum sampai di dapur..hidung Alf mencium aroma wangi masakan
"Wangi apa ini?" tanya Alf dalam hatinya
Didapur dia melihat Kanaya tengah asyik memasak nasi goreng..dirinya tidak menyadari kalau Alf berdiri di belakangnya memperhatikan dirinya
Alf tertegun melihat Kanaya..entah kenapa..semenjak dia berkenalan dengan Kanaya semalam..jantung ini tidak bisa berdetak seperti biasanya kalau bertemu dengan Kanaya
Bukan rasa suka atau rasa cinta..tapi rasa lain..Alf sendiri tidak bisa menjabarkan rasa apa yang tengah melanda hatinya saat ini
"Rambut itu..." desis Alf yang melihat rambut coklat Kanaya yang diikat ekor kuda oleh sang empunya rambut
Warna rambut Kanaya mengingatkan Alf kepada mamahnya..iya..warna rambut Kanaya sama seperti warna rambut kepunyaan mamahnya..berwarna coklat terang
"Selamat pagi dek.." sapa Alf sambil masuk ke dapur
Sontak Kanaya menoleh ke belakang..asal suara yang menegur dirinya
"Eeh..kak Alf..pagi kak.." jawab Kanaya sambil tersenyum
"Bikin apa kamu dek?..kayaknya enak sekali kalau dari baunya.." tanya Alf sambil mengambil air mineral yang ada di meja makan
"Nasi goreng kak..nasi goreng seafood" jawab Kanaya sesekali menoleh ke arah Alf sambil membolak-balik nasi gorengnya di wajan
Alf melongok wajan yang ada di depan Kanaya
"Hmmm..delicius..kakak boleh minta nggak?" tanya Alf sambil bersender di kitchenset
"Kalau kamu yang masak..makanan kampung akan jadi makanan restoran bintang lima dek.." ucap Alf
"Aaah..kakak mah..bisa ajaaaah.."
Sontak Kanaya tersipu malu..dirinya telah dipuji oleh Alf
Alf tersenyum geli melihat reaksi muka Kanaya yang memerah merona
___________
"Naya mana Tika?..kok nggak ikut sarapan?..tadi kan sudah saya suruh panggilin?" tanya Stu
"Sudah tuan muda..tapi non Naya sedang membikin nasi goreng di dapur tuan muda.." jawab Tika
"Nasi goreng?..nasi goreng apa?" tanya Stu lagi
Sebelum Tika menjawab..dari dapur Alf dan Kanaya datang dengan membawa sepiring nasi goreng di tangannya dan langsung duduk di meja makan..Kanaya di sebelah kanan Stu..sedangkan Alf duduk di sebelah kiri Stu
Sedangkan Stu..selaku tuan rumah duduk di kursi kebesarannya yang berada di ujung meja
"Kamu bikin apa Naya?" tanya Stu
"Bikin nasi goreng tuan.." jawab Kanaya sambil menyuap nasi gorengnya
Stu menoleh ke arah Alf yang tengah menikmati nasi goreng buatan Kanaya
"Hmmmmm..its very delicius men..you must try it.." ucap Alf yang memejamkan matanya meresapi masakan Kanaya
"Haaaah??" heran Stu
"Come on..you must try it..its master class" pinta Alf sambil menyodorkan nasi goreng yang ada piringnya
Stu tiba-tiba mengambil piring nasi goreng kepunyaan Kanaya
"Dari pada makan punya Alf..mendingan makan punya Naya ajah.." batin Stu
"Eeeh...tuan..itu punya sa....ya"
Kanaya menghentikan protesnya..karena Stu langsung menyendok nasi goreng kepunyaan Kanaya dan langsung dia makan
__ADS_1
"How about that?" tanya Alf
Stu membulatkan matanya..tak percaya kalau nasi goreng buatan Kanaya bisa seenak ini..tidak kalah dengan masakan chef restoran bintang lima..dengan brutalnya Stu menyendok nasi goreng punya Kanaya hingga habis tak tersisa
"Its delicious men.." kata Stu di suapan terakhirnya
"See?..you must try it..you will love it" balas Alf sambil melanjutkan makannya
Kanaya?..dia hanya bisa diam sambil mengerucutkan bibirnya..nasi gorengnya yang baru satu suapan dia makan..kini sudah habis..tandas pindah ke dalam perut Stu
"Kamu kenapa Naya?..pagi-pagi bibir udah kayak bebek gitu.." ledek Stu tanpa merasa bersalah
"Nasi goreng saya tuan!..kenapa tuan habiskan?..saya kan baru makan satu suap!!" kesal Kanaya sambil menjilat sendoknya dengan kasar
Sontak Stu tertawa terbahak-bahak..dia sodorkan roti sandwichnya yang tinggal setengah ke Kanaya
"Makan roti saya aja nih.." tawar Stu
"Nggak mau!!" rajuk Kanaya sambil melipat kedua tangannya di dada
Makin lebar tertawanya Stu melihat ekspresi ngambek Kanaya yang menurutnya lucu dan menggemaskan
Alf yang melihat sahabatnya bisa tertawa lepas lagi..hanya bisa tersenyum simpul di bibirnya
"Tawa itu sudah kembali muncul di bibir mu kawan..tetaplah seperti itu..semoga kau bisa cepat-cepat move on dari Sita.." harap Alf tulus di batinnya
Tika yang melihat interaksi di depannya..menyunggingkan senyumannya
Semenjak kehadiran Kanaya di mansion ini..seperti membawa berkah dan warna lain di mansion ini..mood tuan mudanya kalau di pagi hari tidak buruk lagi..tidak seperti sebelum kedatangan Kanaya
Dan yang terpenting..senyum dan tawa sudah kembali tergambar di bibir Stu
"Sudah..sudah..nanti kakak ajari kamu masakan eropa atau latin..kamu mau kan dek?" bujuk Alf ke Kanaya
"Memangnya kakak bisa apa?" tanya Kanaya yang masih kesal
"Alf itu jadi chef di restorannya yang di Itali Naya.." timpal Stu
"Beneran kak?..mau kak..ajari aku ya kak?" ucap Kanaya yang matanya berbinar-binar senang
Alf menganggukan kepalanya
"Iya...." jawab Alf
"Terima kasih ya kak.."
Stu sontak terdiam dan melihat Kanaya yang tersenyum sumringah..ketika dia mendengar Kanaya memanggil Alf dengan panggilan kakak..sedangkan ke dirinya dengan panggilan tuan
Iya..sejak semalam Kanaya sudah memanggil Alf dengan panggilan kakak
Sepertinya dia tidak rela Kanaya memanggil Alf dengan panggilan kakak..sedangkan dia dan Alf seumuran
"Bosss!!"
Tiba-tiba panggilan Riko memutus lamunan Stu
"Mau jalan jam berapa?..keburu siang nih!!"
Stu langsung bangun dan segera menghampiri Riko yang sudah menunggunya di teras depan
Dengan di supiri Riko..Stu meninggalkan mansionnya menuju ke Sentul
Riko yang konsen menyetir..merasa heran melihat Stu yang tengah termenung disebelahnya sambil melihat ke arah jendela
"Boss?..are you ok?" tanya Riko
Stu hanya mengangkat sebelah tangannya dengan malas
"Riko..kita bertiga seumuran kan?" tanya Stu yang masih memandangi arus lalu lintas
"Haaah?..siapa bos?..maksudmu aku..kau dan Alf?" tanya Riko memastikan
"Iya.." jawab Stu singkat
"Iyalaaah..kita kan satu kelas dari jaman SMP dulu.." ucap Riko yang masih bertanya-tanya..kenapa Stu sampai menanyakan masalah umur mereka bertiga
"Kalau seumuran..kenapa hanya Alf saja yang dipanggil kakak.." gumam Stu
"Maksud mu apa sih boss?" tanya Riko
Riko tidak mengetahui kejadian pagi ini di meja makan
"Gadis itu..gadis itu kenapa memanggil Alf dengan panggilan kakak?..sedangkan ke aku masih saja memanggil tuan.." gumam Stu sambil menopang dagunya di jendela mobilnya
__ADS_1
"HAAAAAH??"