
Seorang Bodyguard membukakan sebuah pintu belakang mansion tuan Stephano yang terhubung dengan taman belakang mansion
"Silahkan tuan muda..nona muda.." ucapnya sambil mengangguk hormat kepada Stu dan Kanaya yang melintas di depannya
"Terima kasih paman.." jawab Kanaya
Stu hanya membalas sapaan Bodyguard itu dengan anggukan kepalanya. Setelah memastikan Stu dan Kanaya lewat di depannya..Bodyguard itu lalu segera mengajak temannya untuk mengiringi Stu dan Kanaya yang berjalan di taman belakang mansion..dengan menjaga jarak tentunya. Mulai saat ini opa Enzo memerintahkan para Bodyguard nya untuk mengawal Kanaya dimana pun dan kapan pun
"Tadi kakak ngobrol apa sama opa?.." tanya Kanaya yang berjalan di sisi Stu
"Hmmm..apa yaah?..cuma obrolan bisnis saja sayang.." jawab Stu sambil tersenyum
"Bisnis?..memangnya kakak ada kerja sama dengan opa?.."
"Bukan kerja sama sih tepatnya..apa yaah?..opa Enzo hanya memberikan sebuah saran ke kakak agar mendekati seorang pemilik sebuah perusahaan berlian ternama di Eropa yang tengah kantor kakak jajaki untuk kerja sama dengannya.." jawab Stu
Stu lalu mengajak Kanaya untuk duduk di sebuah bangku taman yang ada disana. Melihat Stu dan Kanaya duduk di sebuah bangku..dua orang Bodyguard yang mengikuti mereka ikut berhenti tak jauh dari mereka dan mengawasi keadaan sekitar tempat Stu dan Kanaya duduk
"Pemilik perusahaan berlian?..siapa kak?.." tanya Kanaya
"Kamu sayang..kamu adalah sang pemilik perusahaan berlian ternama itu yang bernama Valerion Inc..yang kebetulan berkantor pusat di kota Roma" jawab Stu
Kanaya keningnya berkerut bingung mendengar jawaban Stu kalau dirinya pemilik sebuah perusahaan berlian ternama
"Aku kak?..kakak mah ngaco..sejak kapan aku punya sebuah perusahaan berlian?"
"Kamu lupa ya Sayang?..kalau kamu sekarang mewarisi semua aset-aset opa Enzo yang ada di Eropa?.." jawab Stu
Kanaya baru ingat sekarang..kalau dirinya dan Alf adalah pewaris dari semua aset-aset opa Enzo dan oma Izel
"Aku juga bingung kak..kenapa opa dan oma memberikan semua warisan mereka ke aku dan kak Alf.." ucap Kanaya sambil menghela nafasnya dan menatap kosong ke arah kolam yang ada di depannya
"Belum lagi nanti warisan dari opa Stephanus dan oma Aya.." sambung Kanaya sambil mengangkat kedua bahunya
Stu terkekeh melihat kepasrahan Kanaya
"Jangan kamu lupakan uncle Stephano dan aunty Adel.." sahut Stu sambil tersenyum
Stu kembali terkekeh kecil mendengar helaan nafas Kanaya. Kebanyakan orang-orang akan senang dan bahagia kalau mereka mendapatkan warisan yang berlimpah..tapi berbeda dengan gadis muda yang duduk di samping Stu saat ini..dirinya bingung akan warisan yang dia terima
"Aku nanti bisa tidak ya kak?..menjalankan semua perusahaan peninggalan opa Enzo yang diberikan ke aku?.." tanya Kanaya yang insecure
"Kamu kan bisa belajar dulu sayang..itulah gunanya kamu kuliah..kamu manfaatkan waktu kuliah kamu nanti untuk menyerap semua ilmu bisnis dan management yang diajarkan di kampus kamu nanti.." kata Stu sambil membelai rambut Kanaya lembut
Dua orang Bodyguard itu memberikan salam hormatnya ke Faleria yang lewat di depannya. Faleria mendekati bangku tempat Stu dan Kanaya duduk
"Permisi nona muda..nyonya besar memerintahkan kepada saya agar saya memberikan jaket ini supaya nona muda pakai.." kata Faleria sambil memberikan sebuah jaket ke Kanaya
"Oma Izel?.." tanya Kanaya sambil menerima jaket dari tangan Faleria
"Iya nona muda.." jawab Faleria sambil tersenyum
"Terima kasih aunty.." sahut Kanaya
Kanaya setelah mendengar cerita oma Izel tentang kisah hidup Faleria..mulai membiasakan memanggil Faleria dengan panggilan Aunty. Karena ibunya sudah menganggap Faleria sebagai saudara kandungnya..jadi sudah seharusnya dia memanggil Faleria dengan panggilan Aunty. Setelah melihat Kanaya memakai jaket pemberiannya..Faleria pamit undur diri dari hadapan Stu dan Kanaya
"Saya permisi nona muda..tuan Stewart.." pamit Faleria sambil menganggukkan kepalanya hormat
"Iya aunty.." jawab Kanaya
Sebelum memasuki mansion..Faleria menyempatkan untuk berbicara sejenak dengan kedua Bodyguard yang berdiri tak jauh dari bangku taman
"Voi due iniziate quando dovete garantire la sicurezza della signorina Kassandra (Kalian berdua mulai saat ini harus memastikan keselamatan nona muda Kassandra)" pinta Faleria
"Bene signora (Baik nyonya)" jawab mereka berbarengan sambil menganggukan kepala mereka
"Il signor de Marco che mi ha chiesto direttamente di assegnarti alla scorta della signorina Kassandra..quindi non deluderla (Tuan de Marco sendiri yang meminta langsung kepada saya agar menugaskan kalian untuk pengawalan nona muda Kassandra..jadi kalian jangan sampai mengecewakan beliau)" tegas Faleria
"Bene signora..entrambi faremo del nostro meglio per scortare la giovane signorina Kassandra..e non deluderemo nΓ© il signor de Marco nΓ© lei signora (Baik nyonya..kami berdua akan berusaha semaksimal mungkin dalam pengawalan nona muda Kassandra..dan kami juga tidak akan mengecewakan tuan de Marco dan anda juga nyonya)" jawab salah satu Bodyguard
"Bene..Capisco cosa dite ragazzi (Bagus..saya pegang omongan kalian)" ucap Faleria
Kedua Bodyguard itu menganggukan kepalanya. Setelah selesai dengan kedua Bodyguard Kanaya..Faleria melanjutkan langkahnya memasuki mansion
Interaksi antara Faleria dan dua orang Bodyguard utusan opa Enzo..tak luput dari pantauan Kanaya dan Stu yang masih duduk di bangku taman
__ADS_1
"Aunty ngomong apaan kak?.." tanya Kanaya yang tidak mengerti bahasa Itali
"Mereka adalah Bodyguard yang dikirim opa Enzo untuk mengawal kamu.." jawab Stu
Kening Kanaya berkerut heran
"Bodyguard untuk aku kak?.." tanya Kanaya bingung
"Iya..kenapa?..kok kayaknya kamu nggak senang gitu kelihatannya?.." tanya Stu
"Aku nggak mau selama aku kuliah nanti diikuti oleh mereka kak.."
"Kenapa memangnya?"
"Yaaa..aku nggak nyaman aja kak.."
Stu tersenyum sesaat sebelum menjawab ucapan Kanaya
"Opa pasti khawatir dan sayang sama keselamatan kamu Nay..kamu masih ingat kan?..waktu kamu di bully sama Jessica?..sama penculikan kamu dan Cindy kemarin?" tanya Stu
Kanaya menganggukan kepalanya
"Opa pasti nggak mau melihat atau mendengar kejadian kemarin..terjadi lagi saat kamu kuliah nanti.."
"Tapi aku nggak mau mereka didekat aku selama aku kuliah kak..masak mereka masuk ke dalam kelas dan duduk di kelas..nemenin aku kuliah.." ucap Kanaya sambil mengerucut sebal
Stu menggenggam tangan Kanaya sambil tersenyum geli
"Nggak gitu juga konsepnya sayang.." sahut Stu
"Terus?..kayak gimana konsepnya kak?.." tanya Kanaya penasaran
"Mereka akan menjaga kamu diluar kelas dan memantau keadaan di sekitaran kamu..dan mereka akan bertindak jika ada yang dirasa oleh mereka membahayakan keselamatan kamu.." jawab Stu
"Nggak kak ah..aku pokoknya nggak mau opa Enzo kirim pengawal buat aku selama aku kuliah nanti.."
"Risih aku kak ." sambung Kanaya
Kanaya lalu bangun dari duduknya
"Mau ketemu sama opa..mau suruh opa batalin pengawalan buat aku kak.." jawab Kanaya sambil berlalu dari depan Stu
"Nay..sebentar Nay.." panggil Stu
Stu menahan Kanaya yang hendak beranjak dari hadapannya dengan mencekal tangan Kanaya
"Duduk dulu.." ajak Stu
Kanaya lalu duduk kembali di bangku taman
"Kakak tahu..kalau kamu merasa risih kalau kamu dikasih pengawalan sama opa Enzo selama kamu kuliah nanti.."
Kanaya hanya menatap mata Stu dengan ekspresi datarnya
"Selain opa yang takut kamu mendapat pembullyan disana..kakak juga nggak mau kamu dapat pembullyan juga Nay.." terang Stu
"Kakak juga mau seperti opa Enzo?..mau kasih pengawal buat aku?..nggak kak..aku nggak setuju!.." sergah Kanaya
Stu menahan Kanaya yang akan kembali bangun dari duduknya
"Oke..oke..kakak nggak jadi kasih pengawal buat kamu.." ucap Stu
Kanaya hanya menatap Stu sambil bibirnya mengerucut sebal
"Kalau kamu nanti disana dapat ancaman atau masalah yang bisa mengancam keselamatan kamu..kamu bisa apa?" tanya Stu
Kanaya hanya terdiam
"Kamu bisa beladiri nggak?.." tanya Stu lagi
Kanaya menggelengkan kepalanya. Stu menghela nafasnya sejenak
"Karena kamu nggak mau dikasih pengawalan sama opa Enzo dan kakak..dan kamu juga nggak bisa beladiri..jadi..mulai besok kamu akan kakak latih ilmu beladiri untuk melindungi diri kamu sendiri.." kata Stu
"Latihan beladiri?..beladirinya seperti apaan kak?.." tanya Kanaya bingung
__ADS_1
"Macam-macam..yang penting kamu nanti sudah punya tehnik dasar untuk melindungi diri kamu sendiri dari ancaman orang jahat.." jawab Stu
"Pasti sakit ya kak?..selama latihan nanti.." tanya Kanaya sambil meringis ngeri membayangkan kerasnya latihan yang akan diberikan Stu ke dirinya
Stu hanya menganggukan kepalanya
"Terserah kamu..kalau kamu nggak mau latihan beladiri..kamu harus mau terima usulan opa Enzo yang kasih pengawalan buat kamu.." kata Stu memberikan usulan
Kening Kanaya berkerut menimbang usulan Stu ke dirinya
"Gimana?..kamu mau pilih yang mana?" tanya Stu
"Hmmm..ya udah deh kak..aku mau deh latihan beladiri sama kakak.." jawab Kanaya
Stu menganggukan kepalanya
"Latihannya sama kakak kan?.." tanya Kanaya
"Iya..sama Ambar juga.." jawab Stu sambil menganggukan kepalanya
"Kak Ambar juga?.."
Stu kembali menganggukan kepalanya
"Latihannya mulai kapan kak?.."
"Besok!.."
"HAAAHH??.."
.
.
.
...****************...
.
.
Hai..hai..hai...halo para Reader yang Author cintai dan yang Author sayangi..ketemu lagi sama Author yang sok sibuk iniππββ
Author mohon maaf karena sempat menghilang lumayan lama dan membuat cerita Stu dan Kanaya terbengkalai dan para Reader digantung akan kelanjutan cerita ini
Insya Alloh Author akan lanjutkan cerita ini sampai selesai dan Author juga sudah menyiapkan Sesion 2 untuk kelanjutan cerita Stu dan Kanaya ini.
Q : "Kok udah mau tamat aja Thor?"
A : "Iya..Sesion 1 kan menceritakan pertemuan Kanaya dengan kedua orangtuanya"
Q : "Sesion 2 kapan dimulai Thor?"
A : "Nanti..setelah Kanaya mulai masuk kuliah..karena Sesion 2 menceritakan perjalanan Kanaya selama masa-masa kuliah dia"
Q : "Konfliknya jangan yang berat-berat ya Thor"
A : "Nggak kok..palingan ada konflik yang ringan-ringan ajah..itu pun sekedar selingan"
Q : "Terima kasih Thor.."
A : "Sama-sama"
Jadi Author mohon doa serta like dan komentnya yaaak..agar Author semangat meneruskan cerita ini supaya terus berlanjut
Dan kali ini Author akan berikan double up..tungguin yaak
Terima kasih atas perhatiannya
Salam Author
πππππππ
.
__ADS_1
...****************...