
Di sebuah mansion yang terletak di pinggiran kota Jakarta..di sebuah kamar yang mewah dan besar..tampak Maxwel tengah merapikan blazer hitamnya. Setelah dirasa sempurna Maxwel keluar dari dalam kamarnya. Di sofa ruang tengah..kedua orangtua Maxwel yang bernama tuan Bradley Luxson dan nyonya Sarah Luxson menoleh ke arah tangga dimana Maxwel melangkah turun
"Where are you going Max?.." tanya tuan Bradley yang melihat Maxwel sudah rapi
"I have dinner dad.." jawab Maxwel sambil menghampiri kedua orangtuanya
"Waaah..anak mommy mau kencan ceritanya ini?..hmmm" goda nyonya Sarah menaik turunkan alisnya sebelah
Maxwel hanya diam tersenyum dan duduk di sebelah mommy nya. Maxwel memeluk lengan mommy nya dengan lembut
"Max?.." tanya nyonya Sarah
"Yes mom?.." jawab Maxwel sambil menaruh dagunya di bahu mommy nya dan mengerjap-ngerjapkan matanya ke arah nyonya Sarah
"Kamu belum menjawab pertanyaan mommy.."
"Pertanyaan apa mom?.." jawab Maxwel sambil tersenyum
"Ck..kamu ini mau ada kencan?.." tanya nyonya Sarah sekali lagi
"Yes mom.."
"Really?.."
Maxwel menganggukan kepalanya
"Anak gadis mana?..hmm?..geulis heunte?.." tanya nyonya Sarah dengan bahasa Sundanya
"Geulis mom..sangat geulis..mommy pasti langsung suka kalau mommy nanti ketemu dengannya" jawab Maxwel
"Sok atuh..kenalin ke mommy and daddy.." pinta nyonya Sarah
"Undang dia kemari Max..daddy and mommy mengundang dia untuk makan malam disini.." timpal tuan Brad
"Iya sayang..sekalian mommy and daddy mau kenal sama..by the way..siapa namanya Max?" tanya nyonya Sarah
"Ambar mom.." jawab Maxwel
"Ambar?..namanya saja sudah cantik..pasti orangnya juga cantik.." puji nyonya Sarah sambil tersenyum
"Iya mom..aku juga ada rencana mengajak Ambar kemari..untuk berkenalan dengan mommy and daddy.."
Maxwel melihat jam tangan mahalnya
"Aku jalan dulu mom.." pamit Maxwel sambil mencium kedua pipi mommy nya
"Iya sayang..semoga lancar yaah?..kencannya.." jawab nyonya Sarah sambil tersenyum
Setelah itu Maxwel keluar menuju ke teras mansion diiringi dengan pandangan tuan Bradley dan nyonya Sarah
"Are you ready have daughter in law honey?.." tanya tuan Bradley ke nyonya Sarah
"Jangan kan menantu hubby..aku sudah tidak sabar ingin menggendong cucuku nanti.." jawab nyonya Sarah yang membayangkan tengah menimang cucunya kelak
Jawaban nyonya Sarah berhasil membuat tuan Btadley tergelak tertawa
"Sabar honey..sabar.." ucap tuan Bradley
.
***
.
Sementara itu di mansion daddy Toni..Ambar yang tengah dibantu mommy Angel memakaikan make up untuk dirinya. Mommy Angel tahu kalau Ambar tidak pernah memakai make up yang dia belikan selama ini..jadi mommy Angel berinisiatif membantu Ambar untuk berdandan
"Done.." kata mommy Angel setelah memoles bibir Ambar dengan lipstik warna natural
Ambar memandangi wajah cantiknya yang dipoles makeup oleh mommy Angel dengan sedikit menghela nafasnya
"Ini bukannya agak berlebihan mom?.." tanya Ambar yang melihat pantulan dirinya di cermin
"Tidak sayang..malah menurut mommy ini kurang.." jawab mommy Angel sambil merapikan rambut Ambar
"Sekarang kamu pakai dress itu..biar penampilan kamu makin cantik.." pinta mommy Angel sambil menunjuk sebuah gaun malam yang dipakaikan di manekin
Ambar kembali menarik nafasnya dalam-dalam melihat gaun malam berwarna merah yang dipersiapkan mommy Angel untuk dirinya
"Ambar pakai jas saja ya mom.." pinta Ambar
"Hell no!!..anak mommy kan perempuan Ambar..bukannya laki-laki..sudah..kamu pakai gaun itu..atau mas bule mu itu mommy suruh pulang nanti.." ancam mommy Angel
"Huft.." rengek Ambar sambil bibirnya sudah mengerucut
Sedari dulu..Ambar paling malas apa yang namanya itu berpenampilan feminim. Karena menurutnya wanita yang berpenampilan feminim itu terkesan lemah dan kemayu. Maka dari itu sejak dirinya berdinas di Angkatan Laut dan di agen rahasia MI6..dia selalu memakai pakaian dinas lengkap laksana seorang pria
"Jadi anak perempuan nggak boleh suka ngedumel.." pinta mommy Angel yang melihat mulut Ambar komat kamit nggak jelas
Tok
Tok
Tok
"Nyonya besar?..mbak Ambar?..ada tamu yang mencari mbak Ambar di depan.." panggil pak Ken dari luar kamar Ambar
"Iya Ken.." jawab mommy Angel
"Buruan sayang..mas bule mu sudah datang tuh.." goda mommy Angel
Akhirnya Ambar menyambar gaun malam yang ada di manekin dan dia bawa ke walk in closet. Mommy Angel hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli.
Ceklek
Pintu kamar Ambar terbuka dan munculah Stu di ambang pintu kamar
__ADS_1
"Ambar sudah selesai mom?.." tanya Stu
"Sedang ganti baju Stu.." jawab mommy Angel yang berdiri menunggu Ambar
Tak lama kemudian Ambar keluar yang sudah berganti gaun malam pilihan mommy Angel
"Naaah..ini baru anak mommy yang paling cantik.." puji mommy Angel
"itu siapa mom?.." tanya Stu dengan sedikit menahan gelinya
Ambar hanya memutar kedua bola matanya malas. Mommy Angel merapikan gaun malam yang dipakai Ambar
"Kalau dandan tuh kayak gini kenapa sih dek?..kan kamu kelihatan perempuannya..dari pada kamu dandan kayak biasanya..kamu tuh sudah kayak Security tahu nggak?.." ledek Stu sambil menghampiri Ambar dan mommy Angel
"Huft..momyyyyh..kak Stu tuh mommm.." rajuk Ambar
"Memang benar apa yang dibilang kakakmu itu..kamu tuh sudah kayak Security atau bodyguard kalau berangkat kerja..nggak ada manis-manisnya pisan di mata mommy.." sahut mommy Angel
"Permen kali mom kalau manis.." balas Stu
Plak
Ambar yang kesal memukul pundak Stu
"Aaarrghh..pundakku patah mom.." erang Stu sambil memegang pundaknya mendramatisir
"Lebaaaay!!.." gerutu Ambar
"Sudah..sudaah..kalian kalau bertengkar tidak akan selesai..ayo Ambar..temui mas bule mu..kasihan dia menunggu terlalu lama di ruang tamu.."
"Ciee..cieee..Juminten mau ketemu sama mas bulenya.." ledek Stu
Stu langsung ngacir keluar dari kamar Ambar begitu Ambar akan melayangkan pukulannya
.
***
.
Sementara itu..Maxwel yang duduk manis menunggu diruang tamu mansion..hanya melihat-lihat dekorasi mewah ruang tamu. Matanya intens melihat sebuah foto keluarga berukuran besar yang ada di dinding ruang tamu. Difoto itu daddy Toni dan mommy Angel tengah duduk di apit oleh Stu dan Ambar ketika mereka berdua masih sekolah. Stu yang berusia sekitar 18 tahun dan Ambar yang berusia 12 tahun saat foto keluarga itu diambil. Jadi Maxwel tidak begitu mengenal Stu yang ada di foto keluarga. Entah gimana reaksi Maxwel nantinya ketika tahu kalau rekan bisnisnya yang sengaja dia datangi untuk kerja sama adalah kakak dari gadis yang tengah dia dekati
"Ambar mempunyai kakak laki-laki ternyata.." batin Maxwel
Ekheeem
Sebuah deheman menginterupsi tatapan Maxwel ke foto keluarga daddy Toni. Matanya melihat Ambar yang melangkah memasuki ruang tamu
"Oh my God!!..she is beautiful..." gumam Maxwel
Maxwel terkagum-kagum melihat penampilan Ambar yang tidak biasanya..malam ini Ambar mengenakan gaun malam yang berupa sackdress berwarna merah marron
"Hai Max?..sudah lama?.." tanya Ambar
"Eh..baru Ambar..baru saja saya sampai.." jawab Maxwel yang seperti tersadar dari hipnotis
"Mommy?..daddy..kenalkan..ini Maxwel.." kata Ambar memperkenalkan Maxwel
Maxwel menjabat tangan daddy Toni dan mommy Angel secara bergantian. Daddy Toni lalu menyuruh Maxwel untuk duduk
"Kalau saya lihat..anda ini seperti bukan asli Indonesia yaah?..tuan Maxwel.." tanya mommy Angel
"Panggil saja saya Max nyonya..iya nyonya..saya memang bukan asli orang Indonesia..saya kelahiran kota New York..tapi mommy saya orang Indonesia asli..beliau kelahiran kota Bandung.." jawab Maxwel
"Oh ya?..sama seperti saya..saya juga asli dari Indonesia.." kata mommy Angel
"Nyonya asli dari mana?..kalau boleh saya tahu?.." tanya Maxwel
"Kalau saya kelahiran dari kota Yogyakarta.." jawab mommy Angel
Perbincangan mereka terjeda sejenak..tak kala pak Ken datang bersama beberapa maid mengantarkan minuman dan makanan kecil
"Silahkan nyonya besar..tuan besar.." kata pak Ken
"Terima kasih Ken.." jawab mommy Angel
Pak Ken beserta maid kembali ke belakang
"Silahkan Max.." pinta mommy Angel
"Baik nyonya..terima kasih.." jawab Max sambil mengambil secangkir kopi dan menyeruputnya
"Daddy anda juga kelahiran kota New York Max?.." kini ganti daddy Toni yang bertanya
"Bukan tuan..daddy saya kelahiran kota California..daddy pindah ke New York karena kebetulan kantor daddy ada disana.." jawab Maxwel sambil tersenyum
"Kalau tuan..sepertinya bukan asli orang Indonesia juga.." tanya Maxwel ke daddy Toni
"Iya Max..kalau saya kelahiran Toronto..Canada.." jawab daddy Toni
Ambar hanya menyimak perbincangan antara Maxwel dengan daddy Toni. Ambar merasa hatinya menghangat..kehadiran Maxwel diterima oleh daddy Toni dan mommy Angel
"Ada tamu yaaah?.."
Maxwel berpaling ke arah sumber suara dan matanya membulat sempurna begitu tahu siapa yang baru menyusul ke ruang tamu
"Tuan Stewart?.." sapa Maxwel sambil berdiri
"Halo tuan Maxwel?..apa kabar?" tanya Stu sambil menghampiri Maxwel dan menjulurkan tangan kanannya
"Ba..baik..tuan Stewart.." jawab Maxwel sambil menyambut uluran tangan Stu
"Panggil saya Stu.." pinta Stu
"Panggi saya juga Max.." balas Maxwel
__ADS_1
"Silahkan duduk Max.." ajak Stu yang duduk di sebelah mommy Angel
Muka Maxwel seperti tidak percaya..kalau Stu adalah kakak dari Ambar
"Jadi?..yang difoto itu..anda tuan Stu?.." tanya Maxwel sambil menunjuk ke foto keluarga
"Iya Max..waktu itu saya dan Ambar masih sekolah.." jawab Stu sambil tersenyum
"Saya pikir Ambar itu Sekretaris anda tuan Stu.." kata Maxwel sambil melihat Ambar dengan tatapan tak percayanya
"Bukan Max..Ambar adik saya" sahut Stu sambil tersenyum
Pak Ken kembali ke ruang tamu..memberitahukan kalau makan malam sudah siap di meja makan utama
"Ayo Max..kita makan dulu.." ajak mommy Angel
Mereka lalu bangun dan berjalan ke ruang makan utama. Maxwel berjalan di samping Ambar
"Kau kenapa tidak bilang..kalau tuan Stewart itu kakak kamu Ambar?.." tanya Maxwel lirih
"Kau tidak bertanya Max.." jawab Ambar sambil tersenyum geli
Maxwel hanya bisa menghela nafasnya
.
***
.
Sekitar pukul 10 malam..Maxwel undur diri kepada daddy Toni dan mommy Angel..serta Stu. Stu yang setelah tahu Maxwel bisa bermain golf..Stu pun lantas mengajaknya bermain golf esok hari yang kebetulan hari minggu. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Maxwel untuk mendekatkan dirinya ke Stu..sang calon kakak ipar.
(Ciie..ciee..jangan kasih kendor mas bule..pepet terus itu calon kakak ipar..😁😁😁)
Ambar mengantar Maxwel sampai di teras mansion
"Ambar?.." panggil Maxwel
"Iya Max?.."
"Terima kasih..atas undangan makan malamnya..ee..aku pulang ya Ambar.." pamit Maxwel yang berdiri di hadapan Maxwel
"Iya Max.." sahut Ambar sambil tersenyum
Maxwel seperti salah tingkah di depan Ambar..dia garuk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Sepertinya ada yang ingin Maxwel utarakan..tapi begitu berat untuk diucapkan oleh Maxwel
"Eee..Ambar..eee.."
"Iya Max?.." potong Ambar
"Eee..kamu nggak.."
Cup
Ambar mengecup dengan cepat pipi kanan Maxwel dan berhasil membuat Maxwel terpana sambil memegang pipinya yang dicium Ambar
"Ambar?.." tanya Maxwel
"Kalau kamu mau aku cium yang lainnya..next time..belum saatnya" jawab Ambar sambil tersenyum
Maxwel lalu mengecup punggung tangan Ambar dengan lembut
"Aku pulang ya Ambar.." pamit Maxwel sekali lagi..tapi tangannya tidak melepaskan pegangannya di tangan Ambar
"Iya Max..tapi tanganku lepasin dulu dong.." jawab Ambar sambil tersenyum
Dengan tidak rela..Maxwel melepaskan genggamannya. Dia lalu menuju ke mobilnya yang terparkir di carport
"Bye Ambar.."
"Bye Max.."
Tak lama kemudian..Mercedez kepunyaan Maxwel bergerak meninggalkan halaman mansion daddy Toni
"TO TWIIIIIIIT...Juminten main nyosor ajah ke mas bule!!.."
Ambar sontak mendongak ke arah sumber suara yang berasal dari balkon lantai dua. Muka Ambar merah merona karena Stu merekam dengan ponselnya saat Maxwel pamitan dengan Ambar
"KAKAAAAAAAK!!.." teriak Ambar kesal
Ambar yang kesal melepas sepatunya dan dia lempar ke arah Stu
"Nggak kena..hweeeee.." ledek Stu
Ambar langsung berbalik masuk kedalam mansion untuk memberi pelajaran ke Stu yang ada di balkon lantai dua. Stu yang tahu maksud Ambar..segera mengunci pintu yang menghubungkan lantai dua mansion ke balkon dimana dirinya berada. Tak lama kemudian terdengar Ambar menggedor-gedor pintu penghubung sambil memanggil nama Stu
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Author pengen CurCol dikit yaaak?
.
Halo para Reader yang Author sayangi dan Author hormati. Mohon maaf apabila dalam update di cerita ini..Author agak berantakan dan agak lama. Karena Author juga mempunyai kesibukan di Real Life yang musti Author jalankan.
Jadi Author mohon kepada para Reader..kalau ada Reader yang ingin memberikan komentar disini soal masalah update cerita yang lama mohon memberikan komentar yang positif dan membangun..bukan komentar yang negatif dan cenderung sumpah serapah.
Kalau ada Reader yang tidak suka dengan cerita Author ini..silahkan tinggalkan..jangan misuh-misuh disini. Masih banyak cerita novel yang bagus di Noveltoon atau di aplikasi yang lainnya
Author sekali lagi minta maaf..apabila di dalam update cerita ini agak berantakan. Dan Author ucapkan terima kasih kepada para Reader yang masih setia dan mau menunggu update Cerita Stu dan Kanaya.
Terima kasih atas perhatiannya
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=