
Membutuhkan waktu yang agak lama untuk menuju ke gedung SACorp di sore ini..karena jalanan sedikit macet karena berbarengan dengan waktu orang-orang pulang kerja
"Masih jauh ya pak?" tanya Kanaya yang sudah bosan terjebak macet
"Dikit lagi non..itu gedung kantor ayah non kelihatan dari sini..yang warnanya biru.." jawab pak Nano sambil menunjuk sebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di depan mereka
"Itu pak?..waaah..tinggi banget ya pak.." ucap Kanaya takjub
"Iya non.."
Tak lama kemudian..sedan mewah itu masuk ke dalam loby SACorp Building
Di loby..Kanaya sudah di tunggu oleh seorang wanita cantik berpenampilan rapi..khas wanita pekerja kantoran. Seorang Security membukakan pintu untuk Kanaya
"Terima kasih pak.." ucap Kanaya sambil turun
"Iya non..sama-sama.." jawab Security itu sambil mengangguk hormat
"Halo nona Kassandra..selamat datang di kantor kami.." sapa wanita cantik yang menunggu Kanaya sambil mengangguk hormat
"Kenalkan..nama saya Marcela..panggil saja saya Sela non..saya asisten pribadi tuan Stephano..ayah nona.." ucap Marcela sambil mengulurkan tangannya
"Halo kak Sela.." jawab Kanaya sambil menyambut uluran tangan Marcela
"Mari non.." ajak Marcela untuk masuk ke dalam gedung
Dua orang Security yang berjaga di depan pintu masuk menegur Kanaya sambil mengangguk hormat
"Selamat sore non Kassandra.." sapanya sambil membukakan pintu untuk Kanaya
"Sore pak..terima kasih" balas Kanaya
Begitu di dalam loby SACorp Building..Kanaya terkagum-kagum melihat mewahnya suasana loby. Di setiap pilar loby tergantung beberapa videotron yang menampilkan acara-acara unggulan SATV
Dan juga sebuah videotron berukuran besar terpasang di dinding belakang meja receptionist
"Mari non..kita langsung ke atas..ke tempat ayah non Sandra"
"Kak Sela..aku mau beli kopi dulu boleh?" tanya Kanaya yang melihat sebuah coffe shop yang membuka gerainya di loby SACorp
"Nona mau beli kopi?" tanya Marcela
"Iya kak..sebentar yaah?" jawab Kanaya
Marcela lalu mengikuti Kanaya memasuki coffe shop itu
"Kak Sela mau kopi apa?" tanya Kanaya
"Nggak usah non..terima kasih" jawab Marcela sambil tersenyum sungkan
"Nggak apa-apa kak..Machiato Ice yaah?..suka nggak?" tanya Kanaya
"Suka non..terima kasih.."
Kanaya lalu berdiri mengantri menunggu gilirannya. Hanphone Marcela berbunyi
"Mohon maaf ya non..saya tinggal sebentar..mau jawab telepon dulu.." pamit Marcela sambil menunjuk handphonenya yang tengah berdering
"Iya kak..silahkan.." jawab Kanaya
Marcela segera keluar dari coffe shop sambil menjawab panggilan teleponnya
Setelah membayar kopinya..Kanaya membawa dua gelas kopi ke sebuah meja kosong yang ada di dekatnya
Atensinya teralihkan ke sebuah meja yang berada di depannya..dia melihat dua orang laki-laki sedang duduk disana. Salah satunya sedang menelpon dan seorang lagi tengah berkutat dengan laptopnya
"Kak Yoshi.." ucap Kanaya lirih sambil tersenyum senang
Kedua matanya berbinar-binar melihat idolanya tepat berada di depannya
David Yoshi seorang penyanyi terkenal serta aktor film dan kebetulan dia juga membawakan sebuah acara musik dan juga membintangi beberapa sinetron serta FTV yang tayang di SATV
Kanaya sangat mengidolakan David Yoshi yang memiliki perawakan yang atletis dan wajah yang tampan..serta begitu santun dan berkharisma saat dirinya tampil didepan kamera. Kanaya segera mengambil buku kecil dan pulpen dari tasnya dan menghampiri meja tempat David Yoshi yang sedang menelpon
Kanaya berdiri menunggu di pinggir meja..karena dia melihat David Yoshi masih online di sambungan teleponnya
David Yoshi melihat Kanaya dari ujung rambut sampai ujung kaki..seperti terusik dengan kedatangan Kanaya di mejanya
"Kenapa Yosh?" tanya temannya
David Yoshi hanya memberikan kode dengan lirikan tak suka ke arah Kanaya. Temannya pun paham saat melihat Kanaya yang berdiri di samping meja
"Ada apa dek?" tanyanya
__ADS_1
"Saya bisa minta tanda tangan sama foto kak Yoshi?" jawab Kanaya sambil tersenyum
"Nggak bisa dek..Yoshi lagi sibuk..kamu jangan ganggu yaah?"
"Sebentar ya kak..cuma foto selfie ajah..soalnya saya baru kali ini bisa ketemu langsung sama kak Yoshi.." pinta Kanaya dengan wajah penuh harap
"Sebentar ya bu..HEI!!..kamu bisa diem nggak?..saya lagi nelpon ini.." bentak David Yoshi ke Kanaya
Kanaya yang kaget mendengar bentakan David Yoshi ke dirinya..hanya bisa diam
David Yoshi meneruskan teleponnya sambil sesekali melirik Kanaya dengan pandangan kesalnya
"Sudah!!..kamu mendingan pergi dari sini..bikin sumpek ajah.." sentak teman David Yoshi sambil mendorong Kanaya
"Sebentar ya kak..pleaseeee!!..saya cuma minta foto sel..."
Byuuuur..
Omongan Kanaya terputus oleh siraman kopi dari David Yoshi yang mengenai wajah dan leher Kanaya..sebagian mengenai baju seragam sekolahnya
Kanaya hanya bisa kaget dan terdiam..melihat baju putih seragam sekolahnya sudah berwarna coklat rerkena siraman kopi David Yoshi..untung kopi yang disiram David Yoshi adalah ice coffe..entah bagaimana ceritanya kalau yang disiram itu adalah hot coffe
"Bisa diem juga lu?..hahahaha.." ejek David Yoshi sambil tertawa bersama temannya
Kelakuan David Yoshi menyiram Kanaya dengan kopinya..mengundang perhatian para pengunjung coffe shop.
Sebagian tertawa melihat kejadian penyiraman itu yang dianggap sebagai hiburan buat mereka..sebagian menyayangkan kelakuan David Yoshi yang berbuat semena-mena kepada seorang siswi SMA
"Kakak kok..nyiram saya?" tanya Kanaya dengan tatapan tak percayanya ke arah idolanya
"Habisan elu dibilangin nggak kena" jawab David Yoshi sambil tersenyum mengejek
"Masih kurang?.."
David Yoshi berniat mengambil gelas kopi kepunyaan temannya untuk disiramkan ke Kanaya..tapi sebelum gelas itu terangkat..sebuah teriakan menghentikan aksinya
"HEIII!!..HENTIKAN!!"
Ternyata Marcela berteriak melihat David Yoshi ingin menyiram Kanaya dengan segelas kopi
"Bu Sela?" tanya David Yoshi melihat Marcela yang mukanya merah padam datang menghampiri mejanya
"Apa yang anda lakukan pak David?" tanya Marcela dengan sorot mata yang penuh amarah
"Non Sandra?..non nggak apa-apa?" tanya Marcela yang melihat muka dan baju seragam sekolah Kanaya terkena kopi
"Maafin saya ya non..saya tinggal telpon tadi" ucap Marcela sambil membersihkan wajah Kanaya dengan tissue
David Yoshi heran melihat muka Marcela yang tadinya merah padam penuh amarah..seketika berubah menjadi pucat pasi penuh kekhawatiran sambil membersihkan wajah Kanaya dari noda kopi
"Non Sandra kenapa bisa begini?" tanya Marcela lagi
"Saya cuma mau minta tanda tangan sama foto ke kak Yoshi kak Sela..tapi sama kak Yoshi..saya malah disiram pakai kopi.." jawab Kanaya yang matanya tidak lepas dari David Yoshi
"Ehemm..apa betul yang dibilang non Sandra barusan pak David?.." tanya Marcela dingin ke arah David Yoshi
"Bu Sela kenal sama anak ini?" tanya David Yoshi
"Jangan menjawab pertanyaan saya dengan pertanyaan yang lain!!..pak David cukup jawab..apa betul yang dikatakan non Sandra barusan?" kesal Marcela
"Iya..karena dia menganggu privasi saya.." jawab David Yoshi santai
"Tapi kan kakak bisa bilang pelan-pelan..nggak pakai nyiram ke saya juga!.." sentak Kanaya
"Eh lu bocah!..banyak bacot juga lu yaak?" kesal David Yoshi sambil berusaha bangun..tapi ditahan oleh Marcela dengan mendorongnya agar duduk kembali di kursinya
"Sudah..sudah..non Sandra sabar yaah?..biar saya selesaikan masalah ini.." pinta Sela sambil berusaha menenangkan putri atasannya itu
"Tuan David Yoshi yang terhormat..yang privasinya tidak mau terganggu..tuan tahu siapa nona ini?" tanya Marcela sambil menatap tajam ke David Yoshi
David Yoshi hanya mengangkat kedua bahunya menjawab pertanyaan Marcela
"Mana saya tahu?..memangnya siapa dia?..sampai saya harus tahu jati diri bocah alay ini?..lu kenal Matt?" tanya David Yoshi ke temannya dengan senyuman mengejek
Temannya yang bernama Matt hanya menggeleng sambil tersenyum sinis melihat ke arah Kanaya
"Anda siap-siap untuk pensiun dini dari dunia hiburan tuan David Yoshi..karena nona yang anda siram ini..adalah nona Kassandra..putri bungsu dari tuan Stephano Alexander..pemilik gedung ini dan juga pemilik SACorp..tempat management anda bernaung.." ucap Marcela
Duaaaarrrr...
Seketika semua kesombongan David Yoshi blank dan hilang entah kemana..setelah mendengar perkataan Marcela barusan yang mengungkapkan jati diri Kanaya
Dirinya telah melakukan kesalahan terbesar di dalam hidupnya..karena menyiram Kanaya yang baru di tahu kalau Kanaya adalah putri bungsu dari pemilik SACorp
__ADS_1
"Di..dia..anaknya..tu..tuan Stephano?" tanya David Yoshi yang mendadak gagap
"Iya..siap-siap anda untuk menghadapi tuntutan dari tuan Stephano..karena anda telah melecehkan putrinya di muka umum..ayo non..kita pergi dari sini.." ajak Marcela
"Oh Iya..mengenai obrolan kita tadi yang membicarakan masalah perpanjangan kontrak anda di SATV..jangan harap akan terlaksana di kehidupan anda!!..anggap saja itu tidak pernah terjadi.." sambung Marcela
Marcela menggandeng Kanaya pergi dari situ
"Sebentar kak.." pinta Kanaya sambil menahan Marcela
Kanaya kembali ke meja David Yoshi
"Saya menyesal menjadikan kakak sebagai idola saya..ternyata kakak orangnya munafik!!.." sentak Kanaya dingin sambil menggebrak buku kecil yang dia bawa di atas meja dan meninggalkannya disana
Setelah mengambil kopinya..Kanaya dan Marcela segera keluar dari coffe shop..tinggal David Yoshi yang menyesali perbuatannya yang bisa berakibat dengan hancurnya karier dia di jagat dunia hiburan
Beberapa pengunjung yang melihat kejadian tadi..sempat merekam dengan handphonenya masing-masing
Mungkin tak lama lagi..kejadian barusan akan segera viral di sosial media
David Yoshi mengusap wajahnya dengan kasar..seandainya tadi dia bisa mengontrol ego dan omongannya..kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Siapa sangka kalau dirinya dijadikan idola oleh putri bungsu pemilik SACorp..yang tidak lain adalah induk semangnya di jagat dunia hiburan.
Dijadikan idola oleh putri bungsu sang raja media ditanah air..bukankah itu sebuah anugerah yang sangat besar?.
Kalau saja tadi dia mau menuruti permintaan Kanaya yang hanya meminta tanda tangan serta foto selfie dengan dirinya..mungkin kariernya akan makin menjulang ke depannya
Hancur sudah citra dirinya yang dia bangun selama ini..agar supaya terlihat santun dan bersahaja saat berada di depan kamera. Hancur dalam hitungan detik..hancur sehancur-hancurnya
"Yosh..gimana ini?" tanya Matt ke David Yoshi yang melihat rekaman videonya yang menyiram Kanaya sudah tersebar di beberapa sosial media
Matthew yang menjabat sebagai Manager dari David Yoshi..merasa nasib kliennya berada di ujung tanduk yang berefek dengan pendapatannya selama menjadi Manager David Yoshi. David Yoshi hanya diam sambil melihat ke arah pintu keluar dengan tatapan kosong
Telinganya masih mendengar gunjingan para pengunjung cafe yang menghujat dirinya
"Beda ya sama yang di tv"
"Nggak tahunya sombong yaah?"
"Makan tuh privasi lu!..apa susahnya sih..orang cewek itu cuma pengen foto doang.."
"Cewek itu nggak tahunya anaknya pak Stephano yaah?..baru tahu kita.."
Tiba-tiba..David Yoshi bangun dari duduknya
"Mau kemana Yosh?" tanya Matt
"Gua mau minta maaf ke non Kassandra.." jawab David Yoshi sambil berjalan keluar
Para pengunjung coffe shop kompak menyoraki dirinya yang berjalan keluar..tak sedikit yang menghujatnya
Semua umpatan dan cemoohan para pengunjung coffe shop tidak dihiraukan oleh David Yoshi..dipikirannya hanya ada permintaan maaf ke Kanaya atas kejadian barusan
"Kemana bu Sela sama non Kassandra?" batin David Yoshi sambil mengedarkan matanya ke sekeliling loby
Dia segera bergegas kearah selasar lift..mungkin saja dirinya masih bisa bertemu dengan Kanaya dan Marcela disana
Tapi apa lacur..di selasar lift dia tak menemukan sosok Kanaya dan Marcela
"Aaaaarggh!!.." geram David Yoshi sambil menjambak rambutnya putus asa
Dengan raut muka yang putus asa..dia melihat ke sekeliling loby..bingung apa yang akan dia lakukan sekarang
"Yosh!...gimana nih?..beberapa agensi memutuskan kontrak iklan lu.." kata Matt yang menyusul David Yoshi yang berdiri kebingungan di loby
Beberapa orang yang lewat di loby..menatap sinis kearah David Yoshi..sepertinya rekaman video itu sudah menyebar dengan begitu cepatnya di berbagai macam sosial media
"Gua harus gimana nih Matt?" tanya David Yoshi putus asa dan kebingungan
"Mendingan lu buru-buru klarifikasi di depan wartawan deh..sekalian bikin permohonan maaf ke non Kassandra dan tuan Stephano..atas kejadian barusan..supaya nggak semakin kacau nantinya.." jawab Matt
"Lu tolong aturin yaah?..kalau bisa malam ini klarifikasinya dan kalau bisa..tempatnya di coffe shop yang tempat tadi kita kongkow.." pinta David Yoshi
Sebelum mulut Matt menjawab permintaan David Yoshi..tiba-tiba semua videotron yang ada di sekliling loby menampilkan wajah David Yoshi dengan stemple hitam Blacklist menyilang di mukanya dan diikuti oleh running teks berukuran besar dibawahnya
David Yoshi di banned di seluruh jaringan SACorp dan anak cabangnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan
Terduduk lemas David Yoshi di lantai loby..ternyata efek yang ditimbulkan akibat dari kejadian penyiraman David Yoshi ke Kanaya begitu cepat..dalam hitungan menit namanya langsung di Blacklist di seluruh jaringan SACorp beserta anak cabangnya
Empat orang anggota Security menghampiri tempat David Yoshi dan Matt berdiri
"Anda berdua silahkan meninggalkan gedung ini..anda berdua mulai saat ini dilarang memasuki ke semua aset dan fasilitas SACorp di seluruh Indonesia" ucap salah satu anggota Security dengan tatapan dinginnya..yang sepertinya dia adalah Komandan Regu kalau dilihat dari seragamnya
"Ba..baik..kami akan keluar.." jawab Matt sambil menarik David Yoshi untuk bangun
__ADS_1
Dengan langkah yang gontai dan mukanya yang merah menahan malu..keduanya keluar dari dalam loby SACorp Building yang diiringi oleh anggota Security di belakangnya