Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
72.Menjemput Ibu Cindy


__ADS_3

Tap


Tap


Tap


Alf melangkahkan kakinya menuju ke kamar khusus tamu yang ditempati Cindy. Nyonya Delores meminta Cindy untuk tinggal di mansionnya dulu..sebelum kedatangan ibunya dari kampung


Tok


Tok


Tok


"Cindy?..".panggil Alf


"Masuk.." jawab Cindy dari dalam kamar


Ceklek


Alf membuka pintu kamar dan dia melihat Cindy tengah merapikan bajunya di depan cermin. Alf masuk dan mendekati Cindy


"Kamu nggak perlu dandan..udah cakep kok sayang.." rayu Alf sambil memeluk Cindy dari belakang dan menaruh kepalanya di ceruk pundak Cindy


Cindy hanya tersipu malu. Terdengar suara langkah mendekati kamar Cindy


"Kak Cind...kak Alf?..kakak ngapain di kamar kak Cindy?.." tanya Kanaya yang terkejut karena melihat kakaknya ada di kamar Cindy


Ternyata Kanaya yang menghampiri kamar Cindy..dirinya langsung masuk dan melerai pelukan Alf ke Cindy


"Kakak nggak boleh peluk-pelukan sama kak Cindy..nanti aku bilang sama ibu nih.." ancam Kanaya


"Kamu ganggu aja sih dek?.." kesal Alf sambil menoyor pelan kening Kanaya


"Kakak kan bukan muhrimnya kak Cindy..nggak boleh peluk-pelukan.." sewot Kanaya


Alf yang ingin membuka mulutnya..terdiam melihat Kanaya yang sudah rapi


"Kamu mau kemana?..tumben..pagi-pagi kamu sudah mandi.." tanya Alf yang memicing matanya


"Aku mau ikut kak Cindy yang mau jemput ibunya kak.." jawab Kanaya yang membawa Cindy untuk duduk di sofa


"Ngapain?..memangnya kamu siapa yang ngajak?" tanya Alf lagi sambil menghampiri sofa


"Kak Cindy.." jawab Kanaya


Cindy hanya tersenyum mendengar Kanaya memakai namanya untuk alasan ikut ke rumah ibunya


"Nggak boleh!!..kamu nanti disana ngerepotin lagi..nggak..nggak!!..kakak nggak ijinin kamu ikut.." ucap Alf


"Aku nggak perlu ijin dari kakak..soalnya kak Cindy udah ijinin aku ikut.."


"Kamu ngijinin anak reseh ini ikut sayang?" tanya Alf ke Cindy


"Iya Alf..biar ramai.." jawab Cindy


Kanaya memeletkan lidahnya ke Alf


Tok


Tok


Tok


"Tuan muda?..nona muda?..ada tuan muda Stewart di ruang tamu .." panggil pak Dan dari luar kamar


"Iya pak.." jawab Alf


"Kak Stu sudah datang?.." ucap Kanaya sambil bangun dan langsung keluar dari kamar


"Ada pak Stewart ya Alf?.." tanya Cindy


"Iya..kata pak Dan..tumben pagi-pagi sudah datang ke rumah tuh bule KW?.."


Alf lalu membantu Cindy membawakan koper keluar dari kamar


"Stu?..tumben sekali kau?.." tanya Alf ke Stu yang sedang memainkan handphonenya di sofa ruang tamu


Alf heran yang melihat Stu datang dengan pakaian santainya..celana jeans dan kaos Polo


"Iya Alf.." jawab Stu


"Selamat pagi pak.." sapa Cindy


"Pagi juga Cindy..sudah mau jalan?" jawab Stu


"Iya pak...saya sama Alf sudah siap..Naya kemana ya pak?" tanya Cindy yang tidak melihat Kanaya bersama Stu


"Ke kamar..ngambil tas nya"


Tak lama munculah Kanaya yang sudah menyanding backpack nya di punggung


"Ayo kak..kita let's go!!.." ajak Kanaya


"Kau mau kemana Stu?" tanya Alf yang melihat Stu ternyata membawa koper kecilnya


"Ikut kalian..ke rumah ibunya Cindy.." jawab Stu sambil menggandeng tangan Kanaya ke halaman belakang mansion


"Pak Stewart beneran ikut Alf?" tanya Cindy


"Iya..biarkan saja..kamu belum pernah ngelihat bule masuk kampung kan?" jawab Alf sambil tersenyum


Alf lalu menyaut tangan Cindy dan menggandeng ke teras belakang. Disana mereka menghampiri kedua orangtua Alf yang sedang senam di kebun bunga


"Ayah..ibu..Alf sama Cindy berangkat yaah?" pamit Alf sambil mencium tangan kedua orangtuanya


Cindy mengikuti pamit..nyonya Delores memeluk Cindy dan mencium kedua pipinya


"Hati-hati ya kalian..jaga adikmu ya Alf.." jawab nyonya Delores


"Iya bu.."


Setelah itu mereka menyusul Kanaya dan Stu yang sudah berada di dalam sebuah helikopter berjenis Airbus H225 Super Puma yang bersiap-siap untuk take off


"Kita naik heli Alf?" tanya Cindy


"Iya.."


"Tapi rumah ibu Cindy benar-benar dikampung Alf..helinya nanti nggak bisa mendarat.."


"Tenang ajah..kita nanti turun di bandara Ahmad Yani..terus dari sana kita lanjut naik mobil ke rumah ibu.." ucap Alf


Tuan Stephano dan nyonya Delores melambailan tangan mereka ke arah helikopter yang perlahan-lahan take off meninggalkan helipad mansion tuan Stephano


.

__ADS_1


________________


.


Setelah menempuh penerbangan sekitar 1 jam..sekarang mereka melanjutkan perjalanan mereka menggunakan mobil Toyota Hiace menuju ke kota Ambarawa..kota kelahiran Cindy


"Rumah ibu kak Cindy di Ambarawa?" tanya Kanaya


"Iya Nay..rumah ibu kakak di daerah Bawen" jawab Cindy


Kanaya tampak tersenyum setelah mendengar asal kota kelahiran Cindy


"Kira-kira masih lama Cind?.." tanya Stu


"Lumayan pak..kira-kira 1 jam lagi kita baru sampai.." jawab Cindy


"Kalau gitu..kita cari restoran dulu yaah?..perut ku sudah mulai lapar nih.." usul Stu


"Baik pak.."


Cindy lalu meminta driver untuk berhenti di restoran terdekat


"Eh..kak Cindy..besok kakak ikut aku liburan kan?..soalnya kak Alf ikut liburan juga kak.." tanya Kanaya


"Nggak Nay..kakak nggak ikut..soalnya kerjaan kakak masih banyak di kantor.." jawab Cindy


"Kamu kalau mau ikut..ikut saja Cind..nggak apa-apa..kerjaan kamu bisa kamu kasih ke teman yang lain.." usul Stu


Cindy ragu-ragu..Kanaya lalu membisikan sesuatu ke telinga Cindy yang langsung membuat kedua bola mata Cindy membulat. Alf curiga melihat tingkah Kanaya yang membisikan di telinga Cindy


"Beneran pak?..saya boleh ikut Naya liburan?.." tanya Cindy ke Stu memastikan


"Bener Cindy..kamu boleh ikut Naya liburan.." jawab Stu


"Terima kasih ya pak..kalau begitu saya ikut Naya besok liburan.."


Mata Alf memicing melihat Kanaya menutup mulutnya menahan tawanya


"Kamu tadi bisikin apaan dek?.." tanya Alf


"Kepooooo.." ledek Kanaya


Rasa penasaran Alf terpaksa tertunda..karena mobil yang mereka naiki berbelok memasuki ke halaman sebuah restoran


*


Setelah selesai dengan urusan perut..mereka melanjutkan perjalanan ke rumah ibunya Cindy. Mungkin karena kenyang..rasa kantuk mulai melanda..mereka terlelap di jok mereka masing-masing..hanya Cindy yang terjaga karena dia yang menunjukan jalan ke driver


"Nanti setelah Gedung Pengadilan Tinggi..kita belok kiri ya pak.." pinta Cindy


"Baik mbak.." jawab sang driver


Sesuai arahan Cindy..mobil berbelok ke kiri setelah melewati Gedung Pengadilan Tinggi


"Terus aja pak..sampai naik ke atas gunung yang ada di depan.."


Mobil berjalan pelan melewati jalanan berbatu. Para penduduk sekitar yang tengah melakukan aktifitas mereka heran..melihat ada sebuah mobil besar seperti mobil travel lewat di jalan kampung mereka. Raut muka Cindy sudah tidak sabar untuk segera sampai dirumah ibunya


"Hmmmp..udah sampai Yaang?.." tanya Alf sambil menggeliat bangun


"Dikit lagi Alf.." jawab Cindy


Alf lalu melihat ke jendela..pemandangan asri yang mereka lewati. Kiri kanan terbentang sawah yang menghijau


"Cakep banget Yaang..hijau semua.." ucap Alf


"Depan belok kanan pak..itu yang rumah catnya warna hijau.." pinta Cindy sambil menunjuk ke sebuah rumah yang ada di atas sebuah bukit kecil berwarna hijau pupus


Toyota Hiace berjalan perlahan memasuki halaman rumah Joglo. Para tetangga ibu Cindy keluar dari dalam rumah mereka masing-masing untuk melihat siapa yang datang berkunjung ke salah satu rumah warga mereka. Begitu juga seorang wanita paruh baya yang mengenakan baju gamisnya dan berhijab berwarna hitam..dirinya keluar dari dalam rumahnya untuk meihat siapa yang datang ke rumahnya dengan menggunakan mobil. Pintu belakang kiri terbuka dan keluarlah Cindy


"Ibuuuuu.." panggil Cindy sambil berlari menghampiri ibunya yang berdiri di teras rumahnya


"Cinddyyyy?..kowe muleh nduk? (Kamu pulang nduk?)"


Cindy langsung memeluk ibunya dengan eratnya..dia terisak di pelukan ibunya. Cindy mengurai pelukannya..dengan linangan airmatanya..Cindy tersenyum melihat ibunya yang masih tak percaya kalau putrinya pulang


"Leres bu? (Sehat bu?).." tanya Cindy


Bu Retno..ibunya Cindy hanya menganggukan kepalanya sambil membelai rambut putrinya


"Karo sopo kowe bali? (Sama siapa kamu pulang?).." tanya bu Retno sambil melihat ke arah mobil..dimana Alf sudah berdiri di samping mobil dan menganggukan kepalanya hormat ke arah bu Retno


"Kaleh rencang kulo bu (Sama teman saya bu).." jawab Cindy


Cindy memanggil Alf untuk menghampiri dirinya dan ibunya


"Bu?.." sapa Alf sambil menganggukan kepalanya hormat ke bu Retno


"Sopo iki Cind? (Siapa ini Cind?).." tanya bu Retno


"Rencang kulo bu..asmane Alf (Temanku bu..namanya Alf)..Alf?..ini ibunya Cindy.."


Alf menjabat tangan bu Retno dan mencium punggung tangan bu Retno.


"Bagus nemen sih Cind? (Ganteng banget sih Cind).." goda bu Retno yang tersenyum sambil melirik Cindy


Cindy yang tersipu..mencubit pelan pinggang ibunya sambil mengerucutkan bibirnya. Alf yang melihatnya hanya bisa tersenyum


"Ibuuuu..." rengek Cindy


Stu dan Kanaya keluar dari dalam mobil dan Kanaya mengedarkan pandangannya ke sekitar rumah ibu Retno dengan senyuman sumringahnya..sesekali membalas sapaan tetangga rumah bu Retno. Keduanya lalu mendekati Cindy dan bu Retno


"Pak Stewart?..Naya..kenalin ini ibu Cindy.." ucap Cindy sambil memperkenalkan ibunya


Bu Retno tersenyum sambil menjabat tangan Stu dan Naya dan memperkenalkan dirinya


"Wong iki tenanan wong Londo Cind?..(Orang ini beneran orang Belanda/Bule?).." tanya bu Retno yang melihat Stu


"Injih bu..(Iya bu).." jawab Cindy


Bu Retno tersenyum melihat Kanaya yang berdiri di sebelah Stu


"Cah iki ayu yo Cind? (Anak ini cantik ya Cind?).." kata bu Retno sambil membelai rambut Kanaya


"Matur suwun bu..kulo ragil'e mas Alf..(Terima kasih bu..saya bungsunya mas Alf).." sahut Kanaya sambil tersenyum


Terkejutlah mereka..mendengar Kanaya ternyata bisa berbahasa Jawa


"Kamu bisa ngomong Jawa Nay?.." tanya Cindy tak percaya


"Bisa dong kak..soalnya kampungnya nenek Ida kan di Solo kak.." jawab Kanaya


"Liane iso boso Jowo juga Cind? (Lainnya bisa bahasa Jawa juga Cind?).." tanya bu Retno


"Mboten bu..mas Alf kaleh pak Stewart mboten saget boso Jawi (Tidak bu..mas Alf dan pak Stewart tidak bisa bahasa Jawa).." jawab Cindy

__ADS_1


"Oooh..maafin ibu ya mas Alf..pak Stewart..ibu kira bisa bahasa Jawa.." kata bu Retno sambil tersenyum rikuh ke arah Stu dan Alf


"Tidak apa-apa bu.." jawab Alf sambil tersenyum


Kemudian Cindy dan bu Retno mengajak tamunya masuk ke dalam rumahnya. Setelah mempersilahkan duduk di bangku yang ada di ruang tamu..Cindy dan bu Retno masuk ke arah dapur. Alf dan Stu mengedarkan pandangannya ke sekliling rumah..seperti menandai betapa sederhananya rumah ibu Retno


"Kak..kakak ngerti bahasa Jawa?.." tanya Kanaya ke Stu


Stu hanya menggeleng


"Kalau kak Alf?.." tanya Kanaya ke kakaknya


"Sedikit..tapi kalau yang Kromo Inggil..kakak nggak bisa..takut salah.."


Alf yang tahu asal Cindy..diam-diam mempelajari bahasa Jawa lewat Google..yang menjadi bahasa ibu Cindy. Dan melalui Google juga Alf yang mempelajari budaya Jawa baru tahu kalau bahasa Jawa tergolong ada dua jenis..bahasa sehari-hari dan bahasa Kromo inggil. Alf merasa sulit mempelajari bahasa Jawa Kromo Inggil..bahasa Jawa yang khusus digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang di tuakan atau yang di hormati. Dari dapur Cindy keluar dengan membawa nampan yang berisikan teh manis hangat dan kue kering


"Mohon maaf ya pak Stewart..Alf..Naya..kalau rumah ibu Cindy kecil" kata Cindy sambil menata minuman dan kue di meja


"Tidak apa Cindy.." jawab Stu sambil tersenyum


"Nanti kalian akan menginap disini?.." tanya bu Retno yang datang dari dapur dan duduk di bangku yang ada


"Iya bu..besok baru kita akan kembali ke Jakarta.." jawab Alf


"Ibu mohon maaf lho..kalau rumah ibu jelek dan kecil begini..ndak seperti rumah mas Alf yang di Jakarta.." ucap bu Retno sambil tersenyum


"Nggak apa-apa bu..kami sudah terbiasa kok.." jawab Alf sambil tersenyum


"Oh iya..ibu sudah tahu kan?..kalau mulai besok ibu akan tinggal di Jakarta?..sama Cindy.." tanya Alf


"Iya mas Alf..terima kasih lho..sudah memberikan Cindy rumah.." jawab bu Retno


"Iya bu..sama-sama.."


"Oh iya Cind..teman-teman kamu mungkin mau istirahat..kamu antar mas Alf sama pak Stewart ke kamar depan..biar Kanaya bisa sama kamu.." kata bu Retno


"Injih bu.."


Kemudian Cindy mengantarkan Alf dan pak Stewart menuju ke kamar depan. Sesampainya disana..Alf dan Stu tertegun melihat kamar tidur untuk mereka berdua yang berukuran kecil. Hanya ada satu tempat tidur berukuran single


"Mohon maaf pak..mungkin bapak mau stay di losmen?..soalnya disini tidak ada hotel pak.." kata Cindy yang tak enak hati ke Stu


"Nggak apa-apa Yaang..biar Stu tidur disini..aku bisa tidur di ruang tamu.." usul Alf


"Nggak apa-apa Alf?.." tanya Cindy


Alf menganggukan kepalanya


"Kau disini tak apa kan Stu?.." tanya Alf


"Its oke Alf.." jawab Stu


Sepeninggal Alf dan Cindy yang keluar..Stu mendudukan bokongnya di tepi ranjang. Dia menggoyangkan ranjangnya merasakan betapa keras dan tipisnya kasur kapuk yang ada disini. Stu tersenyum sambil menelisik seisi kamar tidur..merasakan perbedaan 180 derajat dengan kamar mewahnya yang ada di mansionnya


"Kak Stu?.." panggil Kanaya sambil menyibak kain jarik batik yang menggantikan peran pintu kayu untuk kamar tidur


Stu menoleh ke arah Kanaya


"Ada apa Nay?.."


Kanaya tersenyum melihat suasana kamar tidur yang akan di tempati Stu


"Pasti kakak baru kali ini kan?..tidur di kamar kayak gini?" tanya Kanaya sambil masuk ke dalam kamar..Kanaya membuka jendela kayu yang ada di ujung ranjang


Stu menganggukan kepalanya dan bangun menghampiri Kanaya yang melihat keluar kamar. Di luar kamar terdapat kebun singkong kepunyaan bu Retno


"Kamu dulu waktu tinggal sama nenek Ida..kayak begini juga Nay?" tanya Stu


"Iya kak..tapi masih mending rumahnya ibunya kak Cindy kak..dulu rumahnya nenek Ida kecil..dindingnya masih dari gedek bambu..lantainya masih dari tanah..belum ada listrik..walau belum lama ini listrik masuk ke kampung kami..tapi nenek Ida hanya bisa memasang dua buah bohlam kecil kak..buat kamar aku dan ruang tamu..sedangkan kamar nenek Ida masih memakai lampu sentir dari minyak tanah" jawab Kanaya yang matanya menatap kosong ke kebon singkong yang menerawang kehidupan dia waktu bersama nenek Rosida


Stu tersenyum kecut mendengar keadaan Kanaya yang dulu tinggal bersama nenek Rosida di kampung halamannya. Tangannya dengan lembut mengusap pucuk rambut Kanaya


"Tapi aku bersyukur dan berterima kasih ke nenek Ida kak..karena nenek Ida mau ngerawat aku dari kecil.." sambung Kanaya sambil menoleh ke arah Stu


Stu menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Pak Sterwart?..Naya?.." panggil Cindy sambil menyibak kain


"Iya kak?.." jawab Kanaya sambil menoleh ke arah Cindy


"Kamu mau mandi dulu nggak Nay?..pak?.. kalau mau..ayuk Cindy antar ke sumur.." tanya Cindy


"Mau kak..kak Stu mau mandi juga kan?" tanya Kanaya ke Stu


Stu menganggukan kepalanya. Lalu Stu membuka kopernya dan mengambil peralatan mandinya


"Bawa baju ganti sekalian kak.." pinta Kanaya


Stu mengambil baju ganti sesuai permintaan Kanaya. Mereka keluar dari kamar dan mengikuti Cindy..tapi sebelumnya Kanaya mengambil peralatan mandinya sendiri dan juga membawa baju gantinya. Setibanya di sumur..mereka melihat Alf tengah menimba air disumur yang masih menggunakan tali kerek dari karet ban luar bekas ban mobil untuk menimba air dari dalam sumur dan kamar mandi kepunyaan ibunya Cindy mempunyai model kamar mandi yang atapnya terbuka


"Kakak bisa nimba air?.." tanya Kanaya sambil menghampiri Alf


"Bisa dong..kau musti coba Stu.." jawab Alf sambil menuangkan air ke dalam kolam kamar mandi


"Sini..biar ku coba.." pinta Stu ke Alf


Sekarang giliran Stu untuk mencoba menimba air dari dalam sumur. Cindy tersenyum geli melihat Stu untuk yang pertama kali menimba air di sumur. Kanaya pun tak lupa merekam Stu yang tengah menimba air. Seketika mereka tertawa terbahak-bahak begitu ember air sampai di atas..karena mereka melihat air yang ditimba oleh Stu hanya tinggal seperempatnya saja yang ada di ember. Mungkin Stu terlalu bersemangat saat menarik ember ke atas..hingga sebagian air tumpah kembali ke bawah. Stu hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal melihat air yang dia timba hanya sedikit


"Kau harus pelan-pelan mate..jangan terlalu kencang saat kau menariknya ke atas.." gelak Alf


Tetangga bu Retno menyaksikan kehebohan yang terjadi di sumur kepunyaan bu Retno sore ini dari rumah mereka masing-masing. Mereka tersenyum melihat tingkah polah orang kota yang datang ke kampung mereka


.


.


.


##########


Author mengucapkan selamat tahun baru 2022


Semoga di tahun yang baru ini..menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya


Buat yang masih jomblo..semoga di tahun baru ini bisa mendapatkan jodohnya..amin


Buat yang belum punya momongan..semoga di tahun baru ini oleh Alloh SWT dikabulkan dan diberi kepercayaan momongan oleh Alloh SWT..amin


Terima kasih buat para reader yang masih setia mengikuti cerita Stu dan Kanaya yang Author buat ini


Like, vote dan koment dari para reader lah yang membuat Author semakin semangat dalam menulis cerita ini


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


.


##########


__ADS_2