
Sebelum mengantarkan Kanaya menemui ayahnya..Marcela membawa Kanaya ke bagian wardrobe sebuah studio yang kebetulan tengah mengadakan siaran live di SATV
"Eh..bu Sela..ada apa nih bu?..tumben datang kesini?" tanya seorang laki-laki yang lemah gemulai
"Yopi..kamu tolong cariin baju ganti buat nona Kassandra yaah?..bajunya kotor nih.." jawab Marcela
Sesaat Yopi melihat Kanaya sebelum bertanya lagi ke Marcela
"Ini sapose bo?.." tanya Yopi sambil membersihkan noda kopi di baju Kanaya
"Nona Kassandra..udaah..cepetan kamu gantiin baju dia yaah?..saya tunggu disini.." pinta Marcela
"Iiiih..dese kalau nyuruh selalu buru-buru..ayo dek.." ucap Yopi sambil menepuk lengan Marcela dengan gemulainya dan mengajak Kanaya untuk pergi dari hadapan Marcela
"Non Sandra ikut Yopi dulu yaah?" pinta Marcela ke Kanaya
"Iya kak.." jawab Kanaya yang tersenyum melihat gerak-gerik Yopi
*FlashbackOn*
Setelah dari coffe shop..Marcela segera mengajak Kanaya menuju ke selasar lift
"Halo.." sapa Marcela di sambungan teleponnya
"Halo bu.."
"Han?..tolong kamu bikin broadcast yang isinya : David Yoshi di banned di semua jaringan SACorp dan anak perusahaannya dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.."
"Baik bu"
Marcela mengajak Kanaya masuk ke dalam lift khusus CEO dan memencet tombol 40
"Jangan lupa dikasih foto dia yang distempel dengan kalimat blacklist.."
"Baik bu..kapan bu.."
"Sekarang..dan sekalian di videotron gedung kita ini.."
"Baik bu..kalau boleh saya tahu..kenapa ya bu?..bukannya dia sedang ada masa kontrak eksklusif dengan SATV?"
"Nanti saya jelasin kalau saya ke ruangan kamu..sekarang ya Han.."
"Baik bu..akan saya kerjakan.."
"Terima kasih ya Han.."
Marcela mengantungi handphonennya
"Non Sandra..sekali lagi saya minta maaf yaah?..gara-gara saya tinggal telpon tadi..non Sandra dapat kejadian yang nggak ngenakin kayak gini.." ucap Marcela yang merasa bersalah ke Kanaya
"Non sekalinya main ke sini..langsung dapat siraman kopi dari orang.." sambung Marcela
"Nggak apa-apa kak.." jawab Kanaya sambil tersenyum
"Eh iya..non Sandra ganti baju dulu yaah?..nggak enak kalau ayah non ngelihat non kayak gini bajunya"
"Saya nggak bawa baju ganti kak.."
Marcela tersenyum menjawab ucapan Kanaya
"Non nggak usah khawatir..non bisa pakai baju properti dulu di bagian wardrobe.." ucap Marcela sambil memencet tombol lift angka 38
*FlashbackOff*
Tak lama kemudian Yopi muncul bersama Kanaya dari dalam studio. Yopi memberikan Kanaya skiny jeans dan t-shirt putih yang pas di badannya yang mungil
"Ini nggak apa-apa kan bo?" tanya Yopi
"Bagus Yop..nggak apa-apa..makasih yaah?..ayo non.." jawab Marcela sambil mengajak Kanaya keluar dari ruang wardrobe
"Terima kasih ya kak Yopi.."
Yopi menganggukan kepalanya
"Bo?..dese saposeh sih?" tanya Yopi yang masih penasaran ke Marcela dengan bahasa aliennya sambil menunjuk Kanaya dengan lirikan matanya
"Anaknya tuan Stephano.." jawab Marcela singkat sambil keluar bersama Kanaya
Hampir copot rahang Yopi setelah mendengar jawaban Marcela yang memberitahukan identitas Kanaya
Ternyata gadis SMA yang dia bantu mengganti seragamnya adalah putri dari CEO SACorp
Keringat dingin langsung muncul di kening Yopi
"Ya ampun..dese anaknya boss..Ike ada salah omong nggak ya tadi?" batin Yopi
Ting..
Terbukalah pintu lift di lantai 40..Marcela mempersilahkan Kanaya keluar
"Mari non..kita ke ruangan ayah non.." ajak Marcela
Kanaya mengekor di belakang Marcela untuk menuju ke ruangan ayahnya
Kanaya melempar senyumannya ketika matanya bersitatap dengan para karyawan yang menempati lantai 40 ini
"Cantik ya nona Kassandra.."
"ini nona Kassandra?"
"Waaah..imut banget.."
Bisik-bisik diantara para karyawan ketika Kanaya lewat di depan mereka
"Len?..tuan Stephano sudah selesai mettingnya?" tanya Marcela ke seorang wanita cantik yang menjadi sekretaris tuan Stephano
"Belum Sel..eh?..ini yang namanya nona Kassandra?" tanya Lena sambil bangun
"Iya.." jawab Marcela
"Halo nona?..apa kabar?..kenalkan..saya Lena..sekretaris ayah nona disini.." sapa Lena sambil menjulurkan tangannya
"Halo kak..salam kenal.." jawab Kanaya sambil menerima uluran tangan Lena
"Non Sandra..mohon maaf..non sekarang sama Lena dulu yaah?..soalnya saya mau nemenin ayah nona metting..bisa kan?" tanya Marcela
"Iya kak..nggak apa-apa..terima kasih sudah nemenin saya sampai disini.." jawab Kanaya
Marcela menganggukan kepalanya
"Len..gua titip non Sandra dulu yaah?" pinta Marcela
"Iya..tenang ajah lu.." jawab Lena
"Saya tinggal ya non.." pamit Marcela ke Kanaya
"Iya kak.." jawab Kanaya sambil tersenyum
Marcela segera bergegas menuju ke ruang metting..meninggalkan Kanaya dengan Lena
"Non tunggu di dalam saja yaah?" pinta Lena
"Disini aja kak?..boleh nggak?" tanya Kanaya sambil menunjuk sebuah sofa tunggal yang berada di depan meja Lena
"Nggak di dalam ruangan ayah non saja?" tanya Lena yang tidak enak
"Nggal kak..disini ajah..sekalian nunggu ayah.." jawab Kanaya sambil duduk di sofa
"Ya sudah kalau begitu..non mau minum apa?" tanya Lena
"Nggak usah kak..kopi aku masih ada nih.." jawab Kanaya sambil memperlihatkan kopinya
"Non kalau mau apa-apa..bilang saya yaah?..saya tinggal kerja dulu.." ucap Lena
"Iya kak..kakak kerja ajah..nyantai aja kak.."
Lena lalu duduk kembali di kursinya dan meneruskan pekerjaannya yang tertunda
__ADS_1
Mata Kanaya melihat ke sekeliling ruangan yang ada di depan ruangan kebesaran ayahnya
Terdengar handphone Kanaya berdering
"Kak Stu..halo kak?" sapa Kanaya begitu melihat nama Stu di layar handphonenya
"Halo Naya..tadi nelpon yaah?..sorry tadi lagi metting..jadi hpnya di silent.."
"Iya..tadi aku rencananya minta di jemput dari tempat kak Alf..karena kakak nggak jawab-jawab..aku telpon ayah supaya dijemput..jadinya aku main ke tempat ayah sekarang.."
"Oooh..kirain ada apa?..eh..besok kan saya mau ke Perancis..mau nitip oleh-oleh apa?"
"Kakak mau ke Perancis?"
"Iya..mau dibawain apa?"
"Hmmm..Perancis yaah kak?..kalau dibawain Menara Eifel..bisa nggak?"
Lena yang tengah memeriksa beberapa berkas..mendengar permintaan konyol Kanaya..hanya bisa menahan gelinya
"Menara Eifel?..bisa..nanti siap-siap kamu nemenin saya jadi buronan Interpol yaah?"
Kanaya tertawa mendengar jawaban Stu
"Terserah kakak ajah deh..aku mah tinggal terima ini.."
"Mommy nanyain kamu terus tuh..kapan kamu mau main ke mansion daddy?"
"Lusa ya kak..soalnya lusa aku sudah libur.."
"Ya sudah..saya tutup ya telponnya..daaah Nayaaa.."
"Daaaa kakak.."
Baru saja Kanaya ingin menaruh handphonenya..terdengar lagi nada deringnya
Kali ini Liona menelponnya
Halo Nay?"
"Halo Li..ada apa?" tanya Kanaya sambil menghisap ice coffelate nya
"Nay..lu sekarang masih di kantor bokap lu kan?"
"Iya Li..kenapa?"
"Terus..elu tadi disiram pake kopi sama kak Yoshi di coffe shop yaak?"
"Iya..kok kamu tahu Li?" tanya Kanaya sambil mengerutkan keningnya
"Video lu jadi viral Nay..banyak ke sebar di medsos"
"Masak sih?"
"Iyaaa Nayaaaa..emangnya kak Yoshi nggak tahu?..kalau bokap lu yang punya SATV?"
"Nggak.." jawab Kanaya sambil menggeleng
(Nggak usah pakai nggeleng juga kali neng Naya..kan Liona nggak ada di depan kamu) 😅
"Pantesan..kak Yoshi sampe berani nyiram elu pake kopi..ya udah ya Nay..gua mau mandi dulu..daaaaa"
"Daaa Lii.."
Kanaya yang penasaran dengan omongan Liona..dia buka salah satu aplikasi sosial media miliknya dan dia mulai scroll timelinenya
Dan benar apa yang di omong Liona..video penyiraman David Yoshi ke dirinya sudah ada di timelinenya. Tapi yang membuat dirinya heran..kenapa hanya mukanya saja yang di blur..sedangkan muka Marcela,Matt dan David Yoshi tidak di blur
"Kok muka aku doang yang di blur?" batin Kanaya
Kanaya lihat di kolom komentar..semua komentar netizen rata-rata menghujat perilaku David Yoshi yang bertolak belakang dengan perilaku dirinya yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat umum sebagai sosok artis yang mempunyai perilaku santun dan bersahaja
Ini sama saja dengan sebuah pepatah
"Gara-gara nila setitik
Karier David Yoshi mungkin saja telah berakhir..gara-gara ancaman yang diberikan Marcela ke dirinya
Walau David Yoshi yang menyiram dirinya..Kanaya yang merasa bersalah..andai saja dia tadi menahan dirinya untuk tidak mendatangi mejanya untuk minta tanda tangan dan foto..kejadian tadi tidak akan terjadi
Hingga sebuah panggilan mengalihkan atensi Kanaya dari layar handphonenya
"Sandra?" panggil tuan Stephano sambil berjalan ke arahnya
Kanaya menoleh ke arah ayahnya sambil mengembangkan senyumannya
"Sudah lama sayang?" tanya tuan Stephano
Kanaya bangun dan memeluk ayahnya..tuan Stephano langsung mengecup pucuk rambut Kanaya dengan lembut
"Baru Yaah.." jawab Kanaya sambil mengurai pelukannya
"Kok seragam kamu ganti?" tanya tuan Stephano yang melihat Kanaya memakai t-shirt dan celana jeans
"Seragam aku kotor Yaah.." jawab Kanaya
Tuan Stephano menggandeng putrinya untuk masuk kedalam ruangannya
Marcela dan Lena hanya saling memandang dan tersenyum melihat keakraban antara seorang ayah dan putrinya
"Waaaah...kantor ayah besar sekali.." kagum Kanaya yang melihat ruangan kerja ayahnya yang luas dan mewah
Kanaya melepaskan gandengan ayahnya untuk menuju ke jendela kaca yang besar yang ada di sebelah kiri ruang kerja ayahnya
Dari lantai ruang kerja ayahnya..Kanaya bisa melihat pemandangan kota Jakarta yang membentang di bawah dirinya
Tuan Stephano hanya bisa tersenyum melihat tingkah putrinya yang terkagum-kagum melihat suasana kota Jakarta dari lantai kantornya
"Sandra?" panggil tuan Stephano sambil duduk di sofa
"Iya ayah?" jawab Kanaya sambil menoleh ke arah ayahnya
"Kamu sudah makan?" tanya tuan Stephano
"Naya masih kenyang Yaah.." jawab Kanaya sambil beranjak menuju ke sofa sebelah ayahnya
"Tapi nanti kamu mau ikut kan?..ibumu ngajak makan malam di Mariot.." tanya tuan Stephano
Kanaya menganggukan kepalanya
"Tadi kamu kenapa?..tadi ayah dapat laporan dari Sela..kalau kamu tadi disiram kopi sama David Yoshi di bawah.." tanya tuan Stephano
"Nggak ada apa-apa Yaah..cuma salah paham doang..mungkin Naya waktunya aja yang salah nemuin kak Yoshi di mejanya..jadi kak Yoshi merasa ke ganggu sama kehadiran Naya.." jawab Kanaya
"Tapi nggak gitu juga caranya..main siram anak ayah pakai kopi..memangnya anak ayah apaan?..Yoshi sudah ayah suruh di blacklist dari semua jaringan kepunyaan ayah..sama ayah mau siapain tuntutan ke dia..karena perbuatan yang tidak menyenangkan ke kamu" jelas tuan Stephano sedikit geram
"Itu bukannya terlalu berlebihan Yaah?" tanya Kanaya
"Nggak..memang itu hukuman yang pantas buat dia.." jawab tuan Stephano tegas
"Kasihan ayaaah..cukup di blacklist saja..ayah jangan ngelaporin kak Yoshi ke Polisi.." pinta Kanaya
Tuan Stephano hanya tersenyum menjawab permintaan putrinya..tuan Stephano membuka kedua tangannya..Kanaya segera menghambur ke pelukan ayahnya
"Putri ayah sudah dewasa ternyata.." ujar tuan Stephano sambil mengecup pucuk rambut Kanaya
Tok..Tok..Tok
"Masuk.." jawab tuan Stephano
Masuklah seorang OB wanita membawakan nampan berisikan minuman dan makanan kecil
"Permisi tuan.." ucapnya sambil mengangguk hormat
Tuan Stephano menganggukan kepalanya
"Silahkan dinikmati tuan dan nona" ucap OB itu setelah menaruh minuman dan makanan di meja
__ADS_1
"Bu Kokom?..ibu bu Kokom kan?" tanya Kanaya sambil bangun dari pelukan ayahnya
OB wanita itu kaget..karena Kanaya mengenal dirinya..dia tersenyum rikuh sambil menganggukan kepalanya
"Ii..iya non..sa..saya bu Kokom.." jawabnya
"Ibu kerja disini?.." tanya Kanaya sambil menghampiri bu Kokom
"Iya non..kok?..non kenal sama saya?" tanya bu Kokom
"Saya Naya bu..cucunya nenek Ida..mosok ibu lupa sama saya.." jawab Kanaya
"Haaah?..non..neng Naya?" tanya bu Kokom tidak percaya
"Iya ibu..ayo bu..ibu duduk dulu sini.." ajak Kanaya ke bu Kokom untuk duduk di sofa bersama dengan dirinya
"Nggak non..saya diri di sini ajah.." jawab bu Kokom sungkan
"Udaah..nggak apa-apa bu..nggak apa-apa kan Yaah?" tanya Kanaya ke ayahnya
"Nggak apa-apa bu..turuti saja permintaan putri saya.." jawab tuan Stephano
Lalu dengan malu-malu bu Kokom duduk di sebelah Kanaya..walau hanya menaruh bokongnya di pinggiran sofa
"Ibu bagaimana kabarnya?..sehat?" tanya Kanaya sambil memegang tangan bu Kokom yang ada di pahanya bergetar ketakutan..mimpi apa semalam..dirinya yang sekelas OB ini sampai diperbolehkan duduk di sofa mahal kepunyaan boss besarnya
"Kabar ibu baik neng..eh..non.." jawab bu Kokom gugup
"Ibu sudah lama kerja disini?" tanya Kanaya
Bu Kokom hanya menganggukan kepalanya dengan pandangan yang terus ke arah lantai marmer yang ada di ruangan tuan Stephano
"Non..saya permisi dulu yaah?..kerjaan saya masih banyak" pamit bu Kokom
"Saya permisi tuan.." pamit bu Kokom ke tuan Stephano
Tuan Stephano hanya menganggukan kepalanya..matanya memicing melihat ketidak nyamanan bu Kokom di depan dirinya..bu Kokom seperti menyembunyikan suatu masalah antara dirinya dengan Kanaya yang tidak boleh diketahui oleh tuan Stephano
"Bu..tunggu dulu bu.." panggil Kanaya ke bu Kokom yang sudah di depan pintu
"Naya ke toilet sebentar ya Yaah.." pamit Kanaya sambil menghampiri bu Kokom
Sebelum mulut tuan Stephano membuka..Kanaya sudah menghilang di balik pintu ruangannya bersama bu Kokom
Tuan Stephano hanya ingin memberitahu kalau diruangannya juga ada toilet khusus untuk CEO
"Bu..antarin saya ke toilet yaak?" pinta Kanaya begitu berada di luar
"Ayo non..saya antar.." jawab bu Kokom
"Non Sandra mau kemana?" tanya Marcela yang berdiri di depan ruangannya
"Saya mau ke toilet sebentar kak..diantar sama bu Kokom.." jawab Kanaya
Marcela hanya membulatkan mulutnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya
"Tuh non..toiletnya" tunjuk bu Kokom
"Terima kasih ya bu.."
Kanaya lalu masuk ke dalam toilet khusus karyawan di lantai ini
Setelah selesai dengan hajatnya..Kanaya keluar dari dalam toilet
"Non Naya.." panggil bu Kokom yang masih berdiri menunggu dirinya di depan toilet
"Iya bu.." jawab Kanaya
Tiba-tiba bu Kokom bersimpuh didepan Kanaya dan berusaha mencium kaki Kanaya
"Ibu??..apa-apaan ini bu?..bangun bu!.." kaget Kanaya sambil berusaha mengangkat tubuh bu Kokom yang bersimpuh di depannya
"Maafin ibu ya non..dulu ibu sering menghina non dikampung..ibu minta maaf..ibu minta maaf!!.." pinta bu Kokom sambil terisak
"Ibu..ibu bangun dulu bu..nggak enak dilihat orang.." pinta Kanaya sambil mengangkat bahu bu Kokom
Dengan badan gemetar..bu Kokom memegang kedua tangan Kanaya sambil terus meminta maaf ke Kanaya
"Saya minta maaf non..non jangan bilang-bilang ke tuan Stephano yaah?..nanti saya bisa dipecat dari sini kalau ayah non tahu kalau saya dulu suka menghina non di kampung..terus kalau saya di pecat..anak suami saya mau makan apa di kampung non.." pinta bu Kokom dengan airmata yang sudah mengalir di kedua pipinya
"Ibu bangun dulu.."
Bu Kokom bangun dari berlutut di depan Kanaya
"Ibu..semua sudah saya maafin kok bu..walau ibu belum minta maaf ke saya..saya sudah maafin ibu terlebih dahulu.."
Makin deras airmata yang menetes di pipi bu Kokom..kalau Kanaya ternyata sudah memaafkan dirinya terlebih dahulu
"Terima kasih non..terima kasih.."
Kanaya memeluk bu Kokom guna menenangkannya
"Sudah ya bu..sekarang kita mulai lembaran yang baru yaah?..biar yang lalu biarlah berlalu" ucap Kanaya sambil mengusap-usap punggung bu Kokom
Kanaya menguraikan pelukannya
"Tempat ibu kerja dimana?" tanya Kanaya
"Sebelah situ non..non mau kesana?"
"Iya bu.."
"Ayo non.."
Bu Kokom mengajak Kanaya ke pantry yang ada di sebelah selatan dari sisi lantai 40
"Waah..pantrynya gede juga ya bu?" kata Kanaya yang melihat pantry yang luas dan bersih
Beberapa karyawan yang tengah menikmati suasana sore dengan secangkir kopi..memberikan anggukan hormatnya ke Kanaya yang baru tiba disini
"Selamat sore nona.." sapa beberapa karyawan
"Selamat sore semuanya.." balas Kanaya sambil tersenyum
"Non Naya mau minum apa?..dingin apa yang panas?" tanya bu Kokom
"Air putih aja bu..dari tadi saya minum manis mulu.." jawab Kanaya sambil duduk di kursi yang kosong
"Oke non..sebentar yaah.."
__________________
Tuan Stephano berjalan menuju pantry bersama Marcela di sampingnya. Sesampainya di pantry..tuan Stephano melihat Kanaya tengah mengobrol dengan beberapa orang OB di salah satu meja
"Sandra?" panggil tuan Stephano
Kanaya meoleh ke arah suara ayahnya
Para OB yang tengah ngobrol dengan Kanaya segera berdiri dan memberikan hormatnya ke tuan Stephano
"Iya Yaah?"
"Ayo..kita pulang.." ajak tuan Stephano
"Iya Yaah..kakak-kakak sekalian..saya pulang dulu yaah?..besok kita terusin lagi obrolannya" pamit Kanaya kepada para OB yang jadi teman mengobrolnya
"Iya nona..hati-hati" jawab mereka berbarengan
Kanaya menghampiri ayahnya dan mengambil tasnya dari tangan Marcela
"Non Sandra baik yaah..nggak sombong.."
"Iya nggak kayak mbak Judith..ditegor diem ajah.."
"Apalagi mbak Helen..huuuh..kalau dibikinin kopi yang nggak sesuai seleranya..pasti diguyur ke kita.."
Bu Kokom yang mendengarkan gibahan teman-temannya hanya tersenyum tipis
__ADS_1
"Untung tadi non Naya nggak ngomongin waktu tinggal di kampung..bisa malu aku..mau aku taruh dimana muka ini..kalau dulu non Naya pernah aku hina sebagai anak alien.."