
Pagi hari di kediaman tuan Stephano..sudah menjadi rutinitas setiap pagi bagi tuan Stephano dan nyonya Delores melakukan kegiatan olah raga senam pagi yang dilanjuti dengan jalan santai di halaman belakang mansion. Dari dalam mansion keluar pak Dan beserta dua orang pelayan yang membawakan kopi dan teh hangat serta sarapan pagi berupa dua tangkup roti bakar dan wafel
"Tuan?..nyonya?..sarapan sudah siap.." pinta pak Dan sambil membungkukan sedikit badannya di teras belakang
"Iya Dan..terima kasih.." jawab nyonya Delores
Kemudian nyonya Delores mengajak suaminya untuk beranjak ke teras belakang
"Silahkan nyonya..tuan.." ucap pak Dan
Setelah memastikan kedua majikannya duduk di kursi..pak Dan mengajak dua orang pelayan untuk kembali ke dalam
"Ibu sudah ngomong ke nyonya Gani?..kalau untuk besok..ayah mau nambah beberapa hidangan untuk yang di gazebo?" tanya tuan Stephano
"Sudah Yah..kemarin nyonya Gani datang kesini bersama staff nya.." jawab nyonya Delores sambil meminum teh hangatnya
Datang pak Dan dengan membawa nampan yang berisi dua buah handuk kering dan dua buah i-pad dan dia taruh di meja
"Terima kasih Dan.." ucap tuan Stephano
"Sama-sama tuan.." jawab pak Dan
Pak Dan kembali masuk ke dalam mansion
"Sandra sudah sampai mana ya Yah?" tanya nyonya Delores
Tuan Stephano mengambil satu buah handuk kering dan sebuah i-pad..tuan Stephano menyeka keringatnya sambil mengutak-atik i-pad yang ada di meja
"Hmm..sudah sampai selat Malaka bu..mungkin nanti sore mereka sudah sampai di Marina" jawab tuan Stephano yang melihat posisi yacth yang dinaiki Kanaya lewat tracing gps yang ada di i-pad nya
"Berarti besok ibu sudah bisa ajak Sandra untuk daftar kuliah dong Yah?" tanya nyonya Delores
"Apa tidak minggu depan saja bu?..kasihan kan Sandra baru sampai..ayah takut dia kelelahan nanti. " jawab tuan Stephano
"Iya juga yaa..ya sudah..ibu ikut apa kata ayah saja..toh waktunya juga masih lama.."
Nyonya Delores mengambil handuk yang ada di meja dan dia seka keringat yang masih ada di lehernya
"Nggak terasa ya Yaah?..anak kita sudah mau kuliah saja.." kata nyonya Delores sambil tersenyum
"Iya bu..walau ayah masih kangen dengan Sandra..tapi ini kan demi masa depan dia juga"
"Kalau Sandra memilih kuliah di luar..apa lebih baik ibu ikut dengan Sandra?..ibu takut kalau dia kesusahan selama berada di negeri orang" tanya nyonya Delores
Sesaat tuan Stephano tersenyum geli melihat kekhawatiran istrinya
"Biarlah Sandra mandiri bu..ayah yakin kalau Sandra bisa mandiri disana..percayalah"
Nyonya Delores hanya bisa menghela nafasnya mendengar jawaban suaminya
"Iya..kehidupan dia waktu di desa pastilah cukup keras..dan itu membuat Sandra otomatis menjadi seorang gadis yang mandiri" ucap nyonya Delores sambil membayangkan kehidupan putrinya dulu waktu tinggal di desa bersama nenek Rosida
"Iya bu..kita sebagai orangtua..cukup kita support apa yang Sandra mau dan dia suka..selama itu masih di dalam koridor yang benar" sahut tuan Stephano
Nyonya Delores menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Nyonya Delores melihat ponselnya berdering..dia lihat nyonya Viona menghubunginya
"Halo selamat pagi mamah Liona?.." sapa nyonya Delores
"Selamat pagi mamah Naya..maaf mengganggu nih pagi-pagi.." balas nyonya Viona
"Aaah..tidak apa..ada apa yaah?..mama Liona pagi-pagi sudah nelpon?"
"Ini mamah Naya..kalau boleh saya tahu..kapan yah?..anak-anak tiba di Jakarta?..soalnya Liona saya hubungi tidak bisa.."
"Oooh..kalau menurut ayahnya Sandra..anak-anak akan merapat di Marina sore ini mamah Liona..jamnya saya belum pasti..soalnya mereka saat ini masih berada di sekitar selat Malaka..benar kan Yaah?" tanya nyonya Delores ke suaminya
Tuan Stephano menganggukan kepalanya
"Oh..sore yah anak-anak baru datang..berarti kita masih punya waktu dong..buat persiapan menjemput mereka"
"Iya mamah Liona..nanti kita ketemuan di sana yaah?"
"Iya mamah Naya..terima kasih atas informasinya..maaf nih saya ganggu waktu mama Naya pagi-pagi.."
"Hahaha..tidak apa mamah Liona.."
"Terima kasih mama Naya..selamat pagi.."
"Selamat pagi.."
.
____________________
.
Bu Irene keluar dari lift dan berjalan ke arah ruang kerja tuan Stephano
"Len?..bapak ada kan?" tanya bu Irene pada Lena yang tengah memeriksa dokument di mejanya
"Ada bu..silahkan masuk.." jawab Lena
Tok
Tok
Tok
"Masuk.." jawab tuan Stephano
"Selamat siang pak?" sapa bu Irene sambil mengangguk hormat
__ADS_1
"Siang Ren..ada apa?" tanya tuan Stephano menghentikan sejenak pekerjaannya
Bu Irene menghampiri meja tuan Stephano
"Orang Custom barusan menelpon saya..kalau ibu Delores ada kiriman tujuh buah mobil baru dan seekor kuda dari Italia atas nama tuan Lorenzo de Marco.." jawab bu Irene sambil meletakan map dokument di meja tuan Stephano
"Iya..opa nya Sandra yang mengirimnya dari Italia..apa ada masalah di Custom Ren?" tanya tuan Stephano
Tuan Stephano memeriksa dokument yang diberikan bu Irene
"Tidak ada pak..semua sudah kami selesaikan..termasuk masalah bea masuk dan biaya pengiriman..cuma kalau kuda nya harus di karantina terlebih dahulu pak..selama 2 hari..baru bisa dibawa pulang" jawab bu Irene
"Bagus kalau gitu..mobilnya bisa kamu kirim ke rumah saya yaah?..biar ditaruh disana dulu"
"Kalau boleh saya tahu..mobil itu buat siapa ya pak?..soalnya modelnya sama semua" tanya bu Irene penasaran
"Itu hadiah dari papa Enzo buat teman-temannya Sandra..termasuk untuk Marcela dan Utari" jawab tuan Stephano
"Oooh..itu saja pak..yang saya sampaikan..saya permisi dulu.." pamit bu Irene
"Iya Ren..terima kasih yaah.."
"Baik pak.."
Kemudian bu Irene keluar dari dalam ruangan kerja tuan Stephano
.
_______________
.
Sementara itu..di gedung Wijaya Holding..tepatnya di loby gedung..berhenti sebuah Maybach hitam. Seorang Security yang mengenal siapa pemilik mobil itu segera membukakan pintu penumpang sebelah kiri
"Selamat datang nyonya besar.." sapa Security ke mommy Angel
Mommy Angel membalas dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum. Dengan langkah anggunnya..mommy Angel memasuki loby gedung sambil melepas kacamata hitam langsiran Dior dan sontak kedatangan mommy Angel mengundang perhatian semua yang ada di loby. Mereka memberikan hormatnya pada mommy Angel yang melintas menuju ke selasar lift..mommy Angel membalas semua sapaan untuk dirinya dengan senyumannya
Ting
Mommy Angel keluar dari dalam lift dan melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja Stu. Para staff yang melihat kedatangan mommy Angel..sontak bangun dari duduknya dan menghentikam sejenak pekerjaannya untuk memberikan hormatnya ke mommy Angel
"Selamat siang nyonya besar.." sapa mereka bergantian
"Selamat siang semuanya" balas mommy Angel
"Selamat siang nyonya besar.." sapa Nabila yang sudah berdiri menunggu di balik mejanya
"Selamat siang..Stu ada kan?" tanya mommy Angel
"Pak Stewart ada metting di ruang metting nyonya besar..mari nyonya besar..nyonya besar bisa menunggu pak Stewart di dalam.."
Nabila mengajak mommy Angel untuk masuk ke dalam ruang kerja Stu
"Saya Nabila nyonya besar.." jawab Nabila sambil tersenyum
"Kamu yang gantiin Cindy kan?"
"Iya nyonya besar..saya menggantikan posisi Cindy selama Cindy cuti ..nyonya besar mau minum apa?" tanya Nabila
"Tolong kamu buatkan saya teh hijau yaah?..jangan pakai gula.." jawab mommy Angel sambil tersenyum
"Baik nyonya besar..mohon di tunggu.."
Nabila lalu meninggalkan mommy Angel sendiri di ruang kerja Stu. Sepeninggal Nabila..mommy Angel bangun dan menuju ke meja kerja Stu. Senyuman terbit di bibir mommy Angel setelah melihat foto Kanaya yang terbingkai dan terpajang manis di samping layar komputer Stu..foto Kanaya sewaktu bermain di tepi danau Ontario. Mommy Angel ambil foto itu dan memandanginya
"Memang manis sekali anak ini.."
Ceklek
Mommy Angel menoleh ke arah pintu ruang kerja Stu..masuklah Stu
"Mom?..mommy sudah lama?" tanya Stu sambil menghampiri mommy Angel
"Baru saja dear. " jawab mommy Angel sambil menaruh foto Kanaya di tempatnya semula
Stu memeluk mommy Angel dan mencium kedua pipi mommy Angel. Stu lalu mengajak mommy Angel untuk duduk di sofa
"Kamu mau jemput Naya jam berapa Stu?" tanya mommy Angel
"Sekarang mom..rencana Stu setelah metting Stu mau langsung jalan ke Marina.." jawab Stu
Tok
Tok
Tok
"Masuk.." jawab Stu
"Permisi pak.." ucap Nabila setelah membuka pintu
"Silahkan Bila.."
Nabila lalu menghampiri sofa dan menaruh teh hijau di meja
"Silahkan nyonya besar.." kata Nabila sambil mempersilahkan mommy Angel meminum teh hijaunya
"Terima kasih Bila.." jawab mommy Angel
"Bapak mau minum apa?" tanya Nabila
__ADS_1
"Tidak usah Bil..saya sama mommy mau keluar setelah ini.." jawab Stu
"Baik pak..saya permisi dulu..nyonya besar.." pamit Nabila
"Iya Bila.." jawab mommy Angel
"Ambar kemana Stu..katamu dia kau suruh jadi Sekretaris mu?" tanya mommy Angel
"Ambar lagi ke kantor Betara Land mom..Stu menyuruh Ambar untuk memegang Betara Land..seharusnya dia sudah kembali sih..soalnya dia mau ikut jemput Naya" jawab Stu sambil melihat jam tangannya
Ceklek
Masuklah orang yang menjadi topik pembicaraan antara Stu dan mommy Angel
"Mommy?..sudah lama?" tanya Ambar sambil menghampiri mommy Angel dan langsung memeluknya yang sebelumnya menaruh papper bag yang dibawanya di atas meja
"Baru sayang..kamu dari mana?" tanya mommy Angel
"Ambar dari kantor Betara Land mom.." jawab Ambar
Mommy Angel melihat sejenak penampilan Ambar yang masih mengenakan setelan jas seperti yang Stu kenakan
"Kenapa mom?" tanya Ambar bingung
"Kamu kalau tiap hari pakai jas kayak gini..mommy kok ngerasa kamu tuh cowok deh Mbar..bukan anak gadis mommy..di rumah kan banyak dress buat kamu berangkat ngantor Mbar.." jawab mommy Angel
"Nggak mom..Ambar nyamanan pakai ini..lebih lega ajah makainya.." jawab Ambar sambil melendot manja di lengan mommy Angel dan mengusap-usap pelan lengan mommy Angel
"Hmm..kamu pasti ada maunya nih..sama mommy.." terka mommy Angel yang melihat Ambar melendot di lengannya
"Mommy kok tahu sih?" tanya Ambar
"Tahu dooong..mommy Angel gitu loooh.." jawab mommy Angel menyombongkan dirinya sambil menjembel pipi Ambar
Stu tersenyum melihat Ambar merengek ketika pipinya di jembel oleh mommy Angel
"Mau minta apa kamu?..hmmm?" tanya mommy Angel
"Hmm..anu mom..weekend ini..Ambar mau pergi ke Bandung mom bareng teman Ambar..jadi Ambar mau minta ijin sama mommy dan daddy untuk pergi kesana.." jawab Ambar
"Ke Bandung?..ngapain?" tanya mommy Angel
"Ngantar orangtua teman Ambar mom..kebetulan orangtua teman Ambar itu orang bandung.." jawab Ambar
"Bule?..teman kamu itu bule kan?"
"Bule?..kok mommy tahu sih?"
"Ck..jangan jawab pertanyaan mommy dengan pertanyaan yang lain Ambar..dia bule kan?"
"Bukan mom..dia blasteran..orangtuanya campuran antara Amerika sama Indonesia.." jawab Ambar
"Sebentar.." potong mommy Angel
Mommy Angel membuka tas nya untuk mengambil ponselnya dan dia unjukan sebuah foto pada Ambar
"Apa ini bulenya?..teman kamu itu?" tanya mommy Angel
Kedua bola mata Ambar membulat..karena mommy Angel memberikan foto Maxwel yang ada di galeri ponselnya. Stu yang melihat foto Maxwel hanya bisa menahan tawanya
"Rasain kamu dek..mommy tahu duluan kan?..kamu sih nggak dengerin omongan kakak" geli Stu dalam hatinya
"Mm..mommy kok tahu?" tanya Ambar sambil menatap mommy Angel tak percaya
"Kamu lupa?..kalau mata dan telinga mommy bertebaran di Jakarta?" jawab mommy Angel sambil menatap dingin
"I..iya mom..dia orangnya.." jawab Ambar sambil menundukan wajahnya
Mommy Angel mengangkat dagu Ambar agar menatap dirinya
"Bawa ke mansion..untuk bertemu dengan daddy and mommy..mommy undang dia untuk makan malam.." pinta mommy Angel lembut
"Mom?.." tanya Ambar tak percaya
Mommy Angel menganggukan kepalanya..sontak Ambar memekik kegirangan sambil memeluk mommy Angel. Stu hanya memutar bola matanya malas
"Terima kasih mom..hmmuaach...hmmmuuach"
Ambar mengecup kedua pipi mommy Angel
"Eits!..tapi soal kamu pergi ke Bandung..mommy belum kasih ijin lho!.." sela mommy Angel seraya mengurai pelukan Ambar
"Yaaah!..mommy.." rajuk Ambar sambil bibirnya mengerucut sebal
"Jangan kasih ijin mom.." sahut Stu
"Kakak maaaah...huuuhh!!.."
"Tergantung..kalau di mata mommy and daddy dia layak untuk kamu..why not?" kata mommy Angel sambil mengangkat kedua bahunya
"Yeeeey!!...makasih ya mom" pekik Ambar sambil memeluk mommy Angel kembali
"Hweeeeee!!.." ledek Ambar ke Stu sambil memeletkan lidahnya
Mommy Angel hanya bisa tersenyum geli melihat Ambar menggoda Stu
*
*
________________
__ADS_1
Dapet lampu hijau nih si Ambar
Gaskeun Mbaaaaar...