
Sinar mentari pagi dengan malu-malu menyinari dengan hangat bunga-bunga yang indah bermekaran yang tertanam dengan begitu indah dan apik di taman bunga mansion tuan Stephano
Dilantai dua mansion..tepatnya di sebuah kamar yang mewah dan besar..seorang gadis yang mengenakan seragam SMA nya tengah mematutkan seragam yang dia kenakan di depan cermin yang besar
Setelah diyakini rapi..dia segera menyambar tasnya yang tergeletak di atas sofa kamarnya dan keluar dari kamarnya
"Selamat pagi nona Kasandra.." sapa seorang pelayan mansion yang tengah membersihkan lantai dua mansion
"Pagi mbak.." jawab Kanaya sambil melangkahkan kakinya untuk turun menuju ke ruang makan utama
Kanaya tersenyum melihat ibunya yang tengah menata sarapan pagi untuk anggota keluarganya
Nyonya Delores tersentak kaget tak kala Kanaya memeluk dirinya dari belakang
"Selamat pagi bu.." sapa Kanaya sambil mencium kedua pipi nyonya Delores
"Pagi sayang.." balas nyonya Delores sambil membelai pipi Kanaya
Nyonya Delores hanya tersenyum karena Kanaya masih memeluk dirinya
"Kenapa putri ibu ini?..hmmm?.."
"Naya selalu mimpikan saat-saat seperti ini ibu..meluk ibu setiap pagi.." jawab Kanaya
Nyonya Delores membalikan badannya dan membalas pelukan Kanaya
"Ibu juga sama Sandra..ibu hanya cuma sempat menggendong mu selama beberapa bulan.."
Kanaya mencium kembali pipi ibunya..guna menghiburnya
"Sekarang kan Naya sudah pulang bu..jadi ibu bisa gendong aku sepuas ibu..ibu masih kuat kan?" goda Kanaya
Dengan gemasnya nyonya Delores menjembel pipi Kanaya..Kanaya membalasnya dengan pelukan erat di badan ibunya
"Ekhemmm...adik kakak ini sudah gede masih kolokan aja sih?" ledek Alf yang baru tiba di meja makan
Kanaya menjulurkan lidahnya menjawab ledekan kakaknya
"Biarin..kakak bisanya sirik saja..iya nggak bu?" adu Kanaya yang tidak melepaskan pelukannya
"Sudah..sudah..kalian sarapan dulu yaah?..keburu siang.." pinta nyonya Delores
Tak lama kemudian tuan Stephano bergabung di meja makan
"Gimana Sandra?..ujian kamu bisa?" tanya tuan Stephano
"Alkhamdulilaah Yah..Naya bisa.." jawab Kanaya
"Kalau kamu bisa dapet rangking satu..nanti kakak kasih kamu hadiah.." ujar Alf
"Asyiiik..beneran nih kak?" tanya Kanaya
"Beneran..pokoknya harus rangking satu..kalau nggak..nggak dapet." jawab Alf
"Siap bosku!!.." kata Kanaya sambil memberikan gestur hormatnya
Tuan Stephano dan nyonya Delores saling melemparkan senyumannya melihat keakraban kedua anaknya
"Hadiahnya apaan kak?" tanya Kanaya
"Rahasia dong..kalau kamu tahu duluan..nggak asyik nantinya.." jawab Alf sambil menyesap kopinya
"Aaaah..kak Alf mah nggak asyik.." rajuk Kanaya sambil mengerucutkan bibirnya
Ketiganya tertawa melihat ekspresi Kanaya yang kesal digoda oleh kakaknya
"Oh iya ibu..nanti aku setelah pulang sekolah..aku sama teman-teman mau main ke mall ya bu.." kata Kanaya sambil melihat ibunya
"Iyaa..nggak apa-apa sayang..pulangnya jangan terlalu sore yaah?.."
"Iya bu.."
Setelah selesai sarapan..Kanaya pamit dengan ibunya
"Naya berangkat ya bu?.." pamit Kanaya sambil mencium tangan ibunya
"Iya sayang..belajar yang rajin yaah?" balas nyonya Delores sambil mencium pipi Kanaya
Nyonya Delores mengantar Kanaya ke teras
"Mau bareng sama kakak?..apa bareng sama ayah?" tanya Alf ke Kanaya
"Bareng sama ayah kak..kakak mau jemput kak Cindy kan?..nanti aku takut ganggu.."
Cetaaak...
"Aduuh!!..ibuuu..kak Alf nih bu.." adu Kanaya karena keningnya di sentil oleh kakaknya
"Alfonso!!.." sergah nyonya Delores
"Kalau ngomong sembarangan.." kesal Alf
"Memang benar kan?..Naya pasti jadi obat nyamuk kalau kak Alf berdua sama kak Cindy" sahut Kanaya
Alf mengulum bibirnya menahan tawanya..dirinya teringat kembali saat dia,Cindy dan Kanaya tengah makan disebuah restoran sehabis belanja kebutuhan bulanan Cindy
Dia dan Cindy keasyikan ngobrol sampai melupakan keberadaan Kanaya diantara mereka..hingga Kanaya melempar dirinya dengan potongan ketimun supaya mendapat perhatian
Sreeet...
"Aaadaa..daa..daa.." teriak Alf karena telinganya dijewer oleh ibunya
"Ooooh..jadi gitu?..punya adik satu-satunya dilupain?..iyaaa?.." sewot nyonya Delores
"Iya bu..terus bu..kak Alf memang harus dijewer" ucap Kanaya sambil memanas-manasi ibunya
Alf memegangi telinganya yang panas..setelah jeweran ibunya terlepas
"Sakit tahu bu..aduuh.." rajuk Alf
__ADS_1
"Sandraaa?..mau bareng ayah nggak?" panggil tuan Stephano yang sudah siap di sisi mobil mewahnya
"Iya Yaah..Naya pamit bu..assallamuallaikum.." pamit Kanaya sambil mencium pipi ibunya
"Waallaikumsallam.." jawab nyonya Delores
Kanaya masih sempat meledek Alf dengan menjulurkan lidahnya..sebelum menghampiri mobil ayahnya
Nyonya Delores menahan senyumannya melihat Alf kesal diledek oleh Kanaya
"Dasar..adik nggak punya ahlak..huh!!.." kesal Alf sambil menyaut tangan nyonya Delores dan menciumnya
"Alf berangkat ya bu.." pamit Alf sambil mencium pipi ibunya
"Iya Alf.." jawab nyonya Delores sambil tersenyum
Alf yang melihat ibunya tersenyum..ikut pula senyuman tersungging di bibirnya
"Assalllamuallaikum.." pamit Alf
"Waallaikumsallam.." jawab nyonya Delores
Nyonya Delores memandangi dua mobil mewah yang meninggalkan pelataran parkir mansion dengan lambaian tangannya
________________
Bel istirahat berdentang lima kali membahana di komplek WEC..pertanda waktu istirahat telah tiba..para siswa dan siswi segera keluar dari kelas mereka masing-masing untuk menuju ke kantin sekolah
Begitu juga di kelas Kanaya..dia sudah ditunggu oleh Maria yang sudah tidak sabaran berdiri di depan pintu
"Nay?..buruan kenapa sih?..gua dah laper nih.." pinta Maria
"Sebentar Maria..aku ambil duit dulu" jawab Kanaya sambil mengambil tas kecilnya
Setelah mendapat tasnya..Kanaya menghampiri Maria..tapi matanya melihat Jessica masih duduk di bangkunya
"Jess?..Jessi nggak makan?" tanya Kanaya
"Eh..ng..nggak Naya..Jessi masih kenyang.." jawab Jessi yang kaget karena sedari tadi pikirannya fokus ke jendela sebelah kanan kelasnya
"Oooh..ya udah..duluan ya Jes.." pamit Kanaya
Jessica menganggukan kepalanya
Setelah Kanaya mendekat ke arah dirinya..Maria langsung menyahut tangan Kanaya untuk segera menuju ke kantin
"Eh..Maria..kamu sadar nggak sih?..kalau sudah beberapa hari ini..kita nggak ngelihat Jessica makan di kantin?.." tanya Kanaya
"Nggak tahu gua..nggak merhatiin.." jawab Maria asal
Sebelum Kanaya dan Maria berbelok ke kantin..mata Kanaya melihat Jessica seperti mengendap-endap ke arah perpustakaan yang berada di sebelah kelasnya
"Jessica ngapain mindik-mindik begitu?..ke arah perpus lagi.."
Lamunan Kanaya terputus oleh panggilan Liona yang sudah duduk di salah satu meja di kantin dengan Rita..Kanaya dan Maria segera bergabung dengan mereka
Sebelum duduk..mereka memesan makanan terlebih dahulu
"Lu rencana liburan kemana Li?" tanya Maria sambil duduk
"Tahu nih..bokap gua lagi ribet sama proyek barunya..sudah pasti nggak bakalan bisa gua pergi liburan Mar.." keluh Liona
"Lu sendiri kemana?" sambung Liona
"Sama..bokap gua lagi dinas ke luar kota" jawab Maria
"Yaah..kok kita bisa sama sih?..bokap gua juga lagi menghemat pengeluaran tahun ini..katanya buat biaya kuliah gua.." ucap Rita lemas
Kanaya yang sedang menyesap bubblenya..tersenyum melihat ketiga temannya berkeluh kesah karena tidak bisa liburan
"Sudaaah..jangan pada sedih gitu dooong..gimana kalau kalian ikut aku aja yuk?.." ajak Kanaya
"Memangnya kamu mau liburan kemana Nay?" tanya Liona
"Ke tempat nenek ku..Italia" jawab Naya
Ketiganya membulat matanya mendengar tujuan liburan Kanaya..Maria malah tersedak
"Lu jangan bercanda Naya!!.." sewot Maria setelah meminum bubblenya
"Aku nggak bercanda Maria..serius.."
"Bukannya nenek Ida ada dikampung?" sambung Liona
"Iya Li..nenek Ida memang dikampung..tapi nanti kita ke Itali..ke tempat nenek Izel.." jawab Kanaya sambil menyuap makanannya
"Nenek Izel?..nenek dari siapa Nay?" tanya Rita
"Dari ibu..ibu aku kan orang Itali.."
"Pantes!!..muka sama rambut elu beda sama kita-kita..nggak tahunya elu keturunan Italia Nay.." ucap Maria
Terjawab sudah teka-teki yang selama ini terbenam di kepala Maria..kenapa Kanaya berbeda dengan ketiga temannya
"Eh..ngomong-ngomong..paspor gua dah expired geng" kata Liona
"Tapi lu serius kan Nay?..kalau lu bakalan ngajak kita jalan-jalan ke Italia?..jangan gua sudah capek-capek perpanjang paspor..nggak tahunya nggak jadi lagi.." sambung Liona
"Jadi Li..Insya Alloh jadi..ibu sudah kasih ijin kok untuk ajak kalian bertiga" jawab Kanaya
Tak terasa waktu istirahat sedikit lagi selesai..keempat siswi segera bergegas kembali ke kelasnya
"Nanti kita jadi ke Wijaya Hall kan?" tanya Rita
"Jadi dong..itung-itung perayaan ujian kita yang sudah berakhir.." jawab Maria
Ketika mereka sampai di dekat kelas..Kanaya teringat kembali akan Jessica yang dia lihat seperti mengendap-endap ke perpustakaan
"Eh..aku ke toilet sebentar yaah?" kata Kanaya yang berpisah dan menuju ke toilet
__ADS_1
"Iya.." jawab Liona mewakili teman-temannya
Kanaya lalu segera menuju ke arah perpustakaan yang letaknya tidak jauh dari toilet siswa
Setibanya di dekat pintu perpustakaan..Kanaya mengintip ke dalam perpustakaan..di dalam dia melihat Jessica tengah makan siang bersama dengan papahnya
Mereka berdua menikmati makan siang yang diselingi oleh canda tawa
Mata Kanaya berkabut airmata..melihat sajian menu makan siang Jessica dengan papahnya
Sebuah nasi bungkus yang sederhana..yang kini menjadi menu makan siang Jessica
"Jadi ini kenapa Jessi selalu menghindar dari teman-teman kalau pas jam istirahat..ternyata Jessi memilih makan siang berdua dengan pak Lukman.."
Kanaya mengusap airmatanya yang sudah mengalir turun ke pipinya
"Habiskan Jess..papah sudah kenyang.." pinta pak Lukman yang melihat sisa potongan telur balado terakhir untuk Jessica
"Nggak..buat papah saja..Jessi lihat papah cuma makan dua sendok dari tadi.." jawab Jessica
"Papah lagi diet.." alasan pak Lukman
Tes
Airmata menetes di pipi Jessica..Jessica tahu papahnya berbohong kedirinya..agar dirinya mendapat potongan terakhir telur balado
Jessica langsung bangun dan memeluk papahnya dengan airmatanya
"Maafin Jessi ya pah..gara-gara Jessi..papah jadi kesusahan begini.." isak Jessica yang memeluk papahnya
Pak Lukman dengan senyum harunya..membelai rambut Jessica dan menciumnya pucuk rambut Jessica dengan lembut
"Nggak..ini bukan salah kamu Jess..ini papah anggap sebagai teguran dari Tuhan YME..karena papah lalai dengan tanggung jawab papah..dan agar kita semua kembali ke jalan yang lebih baik" sahut pak Lukman
Pak Lukman mengurai pelukan Jessica
"Cepat habiskan makanmu..sebentar lagi bel masuk berbunyi..hari ini..hari terakhir ujian kan?" tanya pak Lukman sambil mengelap airmata Jessica
Jessica mengangguk..kemudian dia duduk kembali di bangkunya dan meneruskan makan siangnya..pak Lukman tersenyum melihat putrinya menyuap suapan terakhir makan siangnya
Setelah selesai..Jessica memberesi bungkusan makan siangnya
"Pah..Jessi masuk dulu yaah?.."
Jessi mencium tangan papahnya..airmata menitik di ujung mata pak Lukman
"Papah doain Jessi yaah?..semoga nilai ujian Jessi bagus..supaya Jessi bisa cepat-cepat lulus.." pinta Jessi tulus
Pak Lukman mengangguk dan mencium kening Jessica dengan lembut
"Papah selalu doain yang terbaik buat Jessi.." jawab pak Lukman
Kanaya yang melihat kejadian Jessica dan pak Lukman di perpustakaan..tidak dapat menahan sedihnya..air matanya meluruh di kedua pipinya
Kanaya langsung bersembunyi di balik tiang ketika melihat Jessica keluar dari perpustakaan
"Jessi.." panggil Kanaya begitu Jessica lewat di depannya
"Na..Naya?.." jawab Jessica
Raut muka Jessica berubah pias..apakah Kanaya tahu kejadian antara dirinya dengan papahnya barusan?
"Ka..kamu ngapain?" tanya Jessica
Kanaya tidak menjawab pertanyaan Jessica..dia langsung memeluk Jessica dengan isak tangisnya
"Maafin Naya ya Jess.." pinta Kanaya
Jessica yang dipeluk Kanaya terhenyak kaget dan heran
"Maafin apa Nay?..memangnya Naya ngelakuin salah ke Jessi?" tanya Jessi setelah mengurai pelukan Kanaya
"Jadi ini..kenapa Jessi nggak mau makan siang di kantin sama teman-teman?" tanya Kanaya
Jessica menundukan kepalanya sambil mengangguk pelan
"Kamu jangan ngomong sama teman-teman ya Nay.." pinta Jessi pelan
Jessica mengangkat kepalanya ketika Kanaya memegang kedua pundaknya
"Kenapa mesti malu Jess?..Naya malah iri melihat Jessi makan siang berdua sama papah Jessi..kayaknya nikmat betul" jawab Kanaya
"Besok Naya mau ngomong sama kak Stu..supaya hukumam papah Jessi di tangguhkan.." sambung Kanaya
Seketika bola mata Jessi membulat mendengar rencana Kanaya
"Be..benarkah Nay?" tanya Jessi
Kanaya menganggukan kepalanya
Jessica sontak memeluk Kanaya sambil terisak
"Makasih Nay..makasih.."
Tak lama terdengar suara bel tanda masuk berbunyi
"Sudah Jess..kita masuk yuk..tuh bel nya sudah bunyi.." ajak Kanaya sambil mengurai pelukan Jessica
Jessica menganggukan kepalanya
"Iya Nay..semangat!!" jawab Jessica mengepalkan tangannya di udara
"Semangat!!..hari terakhir Jess!!"
Sepasang mata mengintip dari balik pintu perpustakaan melihat Kanaya dan Jessica yang tertawa sambil berjalan ke arah kelas
"Terima kasih non Naya..semoga kabaikanmu mendapat balasan dari Tuhan YME.."
Pak Lukman mengusap airmatanya yang mulai menggenang di pelupuk matanya
__ADS_1
Pak Lukman mengambil hikmah dibalik hukuman Stu terhadap dirinya..karena sejak dirinya tidak lagi menjabat Kepala Sekolah SMA..Jessica menjadi merubah perilakunya sehari-hari menjadi pribadi yang lebih baik