
Suasana halaman parkir WEC pagi ini terlihat berbeda di hari biasanya..terlihat beberapa mobil mewah terparkir rapi di pelataran parkir yang biasanya hanya ada beberapa gelintir mobil para pengurus dan staff pengajar
Ya..hari ini adalah hari pengumuman kelulusan dan pengambilan nilai raport bagi para siswa dan siswi di semua tingkatan sekolah di WEC
Para siswa-siswi datang di dampingi oleh kedua orangtua mereka
Termasuk Kanaya yang datang pagi ini dengan di dampingi oleh tuan Stephano dan nyonya Delores. Kanaya tersenyum bangga berjalan diantara kedua orangtuanya. Para orangtua wali murid memberikan anggukan hormatnya..begitu mereka berpapasan dengan pasangan pemilik SACorp itu
"Putri ibu sepertinya senang betul hari ini..hmm?" tanya nyonya Delores sambil menjawil dagu Kanaya
"Iya bu..hati aku senang hari ini..karena hari ini aku mengambil raport didampingi oleh ayah dan ibu..tidak seperti tahun kemarin.." jawab Kanaya sambil tersenyum ke arah ibunya
Nyonya Delores hanya bisa tersenyum haru dan mencium pucuk rambut Kanaya dengan lembut
"Iya sayang..ibu sama ayah juga senang..karena hari ini kami akhirnya bisa mendampingi putri kami untuk mengambil raportnya..ya kan Yaah?" ucap nyonya Delores sambil menoleh ke arah tuan Stephano
"Iya sayang.." sahut tuan Stephano sambil membelai rambut Kanaya
Sampailah mereka di aula yang diperuntukan untuk acara pengumuman kelulusan kelas XII
Kanaya berpisah dengan kedua orangtuanya dan berkumpul di barisan kursi khusus para siswa dan siswi kelas XII
"Nay!!..sini.." panggil Maria sambil menunjuk ke bangku kosong di sebelahnya
Kanaya membalas panggilan Maria dengan lambaian tangannya
Kedatangan Kanaya lantas mengundang perhatian para siswa yang sudah hadir..mata mereka mengikuti pergerakan Kanaya yang menghampiri bangku kosong yang ada disebelah Maria
Pesona kecantikan siswi baru yang membuat jantung para siswa berdenyut dengan kencang
Terlebih lagi buat para siswa kelas XII yang berbeda kelas dengan Kanaya..ternyata benar isu yang mereka dengar tentang kecantikan Kanaya..berbeda dengan para siswa yang beda kelas dengan Kanaya..para siswi yang berbeda kelas dengan Kanaya..memandang Kanaya dengan pandangan sinis dan iri
Para siswi yang memandangi Kanaya dengan pandangan iri nya..pasti tidak lama lagi langsung mencelos hati mereka..begitu tahu siapa yang menjadi teman-teman Kanaya
"Heei..heii...mata tolong dikondisikan yaah!!" kesal Maria kepada para teman-temannya sambil berdiri
Maria segera menghampiri Kanaya dan menyahut tangannya untuk segera duduk
"Halo Naya?.."
"Naya?.."
"Kanaya?.."
Beberapa siswa menyapa Kanaya yang lewat di sebelah tempat mereka duduk
Plaak
Maria mengeplak kepala salah seorang siswa yang membuat dirinya jengkel karena menggoda Kanaya di depan dirinya
"Sakit Maria.." cicit siswa itu sambil mengelus-elus kepalanya
"Sudah gua bilang..jaga mata kalian..apa mau gua colok?..hah?.." ancam Maria sambil menunjukan dua jarinya di depan muka siswa itu
Siswa itu segera menggelengkan kepalanya dengan cepat
"Awas kalau diulangi lagi..huh!!" ancam Maria sambil mengepalkan tangan kirinya dan meremasnya
Kanaya hanya bisa melongo melihat kelakuan Maria terhadap teman prianya
Maria segera mengajak Kanaya untuk duduk
Sebagian siswa melirik ke Kanaya..mereka mendadak ciut nyalinya walau hanya sekedar menyapa Kanaya setelah melihat kelakuan bar-bar Maria terhadap salah satu temannya
Keangkeran Liona dan kawan-kawan terkenal seantero SMA WEC
Seorang MC naik ke atas panggung untuk mengumumkan acara akan segera dimulai..yang dimulai dengan kata-kata penyambutan dari pak Lukman selaku Kepala Sekolah SMA di WEC
Sebagian wali murid saling berbisik menanyakan kehadiran pak Lukman di atas podium selaku Kepala Sekolah SMA
__ADS_1
Mereka tahu rumor yang beredar kalau pak Lukman mendapat hukuman dari Stu dengan diturunkan jabatannya menjadi penjaga perpustakaan sekolah dan dikembalikan lagi jabatannya setelah Kanaya membujuk Stu untuk menghapus hukuman atas diri pak Lukman
Tuan Stephano yang mendengar bisik-bisik di sekitarannya dan tentunya laporan dari asisten pribadinya hanya bisa berbangga hati..karena putrinya dikenal berperilaku baik di lingkungan sekolahnya dan putrinya juga memiliki jiwa yang besar untuk memaafkan segala kesalahan yang orang-orang lakukan ke diri putrinya.
Tuan Stephano menoleh ke istrinya yang tersenyum..nyonya Delores ternyata juga mendengar desas-desus itu
"Putrimu memang special bu.." bisik tuan Stephano
"Iya Yaah.." jawab nyonya Delores sambil menggenggam erat tangan tuan Stephano
Mereka berdua melihat ke arah putri mereka yang tengah asyik mendengarkan kata sambutan dari pak Lukman yang berdiri di podium
"...Kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Tuhan YME..karena tahun ini..tingkat kelulusan di SMA Wijaya Education Centre..mencapai 100%.."
Para wali murid dan siswa-siswi memberikan tepuk tangan yang meriah begitu pak Lukman memberikan presentasi kelulusan di SMA WEC
"Dan satu lagi bapak-bapak..ibu-ibu sekalian..nilai hasil ujian para anak didik kita mendapatkan rangking satu di tingkat Nasional dan seorang siswi SMA kita ini juga berhasil menjadi peraih nilai yang terbaik dari seluruh siswa tingkat Nasional..mari bapak ibu sekalian..kita berikan selamat kepada anak didik kita yang berprestasi ini..selamat kepada ananda Kanaya Puspa Alexandria yang berhasil menduduki rangking pertama ditingkat Nasional dalam nilai akhir ujian.." ucap pak Lukman sambil memberikan tepuk tangannya ke arah Kanaya
Para hadirin memberikan tepuk tangannya sambil melihat ke arah Kanaya yang tengah diberikan selamat oleh teman-temannya
"Selamat pada ananda Kanaya..perlu bapak ibu ketahui..ananda Kanaya adalah putri dari pasangan tuan Stephano dan nyonya Delores.." sambung pak Lukman sambil mengadahkan tangannya ke arah tempat duduk tuan Stephano dan nyonya Delores
"Walau ananda Kanaya yang kita tahu baru masuk ke sekolah kita ditahun ini..tapi ananda Kanaya dapat mengikuti bahkan melampaui raihan nilai para rekan-rekannya"
Tuan Stephano dan nyonya Delores membalas tepukan tangan yang diberikan untuk mereka dengan senyuman dan ucapan terima kasih
"Bapak-bapak..ibu-ibu sekalian..kita masuki ke acara selanjutnya..yaitu pembagian raport dan surat tanda kelulusan untuk para siswa dan siswi.." ucap sang MC setelah pak Lukman selesai dengan kata sambutannya
Kemudian para siswa maju ke arah panggung setelah nama mereka dipanggil satu persatu berdasarkan urutan absensi di kelas mereka
Para siswa saling berpelukan ke sesama teman mereka begitu mendapatkan raport dan surat keterangan lulus di tangan mereka
Wajah-wajah bahagia dan haru terpancar di setiap siswa dan siswi
"Mohon perhatian sebentar.." ucap MC sambil mengetuk-ngetuk mick yang ada di tangannya
"Kita akan mendengarkan sebuah pengumuman yang akan di bacakan oleh teman kita Kanaya..Kanaya?.." panggil MC
"Assallamuallaikum.." sapa Kanaya ke para undangan yang hadir
"Waallaikumsallaam.."
"Saya minta ijin untuk memberikan sebuah pengumuman kepada teman-teman sekalian.."
Kanaya memperhatikan para teman-temannya yang berdiri menunggu di bawah panggung
"Saya bermaksud mengundang teman-teman sekalian untuk datang ke acara ulang tahun saya yang ke 17..yang akan diadakan di kediaman orangtua saya yang Insya Alloh akan diselenggarakan minggu depan..tanggal 9"
Para siswa dan siswi terlihat senang dan semangat mendengar Kanaya mengundang mereka ke acara ulang tahunnya
"Kedatangan teman-teman nantinya menjadi suatu kehormatan bagi saya..jadi..teman-teman jangan sampai nggak datang yaah?" pinta Kanaya sambil tersenyum ke arah teman-temannya
"Iya Nay.."
"Tenang Nay..gua pasti datang.."
"Iya Nay..gua datang.."
Sahut para teman-teman Kanaya menjawab undangan Kanaya untuk mereka
"Baik..cukup sekian pengumuman dari saya..sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya..assallamuallaikum warrohmatullohi wabarrokatuh.." ucap Kanaya sambil mengangguk hormat kepada para hadirin
"Waallaikumsallam.."
Kanaya segera turun dan menghampiri tempat duduk kedua orangtuanya. Tuan Stephano dan nyonya Delores segera memeluk putri mereka dan memberikan kecupan di pucuk rambutnya
"Selamat ya sayang.." ucap nyonya Delores
"Terima kasih bu.." balas Kanaya
__ADS_1
Kanaya menerima ucapan selamat dari para orangtua siswa yang duduk di sekitar tempat duduk orangtuanya
"Nay!!.." panggil Liona dari barisan bangku para siswa
"Ayah..ibu..aku balik kesana yaah?" pamit Kanaya
"Iya sayang.." jawab nyonya Delores
Kanaya segera menghampiri Liona yang memanggilnya
"Ada apaan Li?" tanya Kanaya
"Anak-anak pada mau nulis di Wall Of Fame..lu mau ikut nggak?" jawab Liona
"Nulis kata-kata kenangan?..mau..mau.." sahut Kanaya antusias
Mereka berdua segera menyusul teman-temannya yang sudah mendahului menuju ke area Wall Of Fame
Pihak WEC menyediakan sebidang tembok putih polos di dekat lapangan basket untuk dijadikan Wall of Fame dari para siswa yang lulus di setiap tahunnya. Di tembok itu para siswa dibebaskan mencorat-coret guratan tangan mereka untuk meninggalkan kenang-kenangan atau kata-kata mutiara pengalaman mereka selama belajar di WEC
Para orangtua yang menyusul untuk melihat prosesi penulisan kata-kata mutiara oleh anak-anak mereka di Wall Of Fame..mengabadikan moment tersebut
Sama yang dilakukan oleh tuan Stephano..kameranya tidak lepas merekam gerak gerik Kanaya yang tengah menuliskan kata-kata mutiaranya di Wall Of Fame
Tanpa terasa airmatanya menitik di ujung mata tuan Stephano
"Seandainya ayah punya rekaman kelulusan kamu waktu SD dan SMP..pastilah semuanya sempurna Sandra.."
Nyonya Delores yang tahu gelagat suaminya yang tengah terharu..mengusap-usap punggung tuan Stephano dengan lembut
Tuan Stephano hanya tersenyum haru sambil menoleh ke arah istrinya
Hingga tibalah moment foto bersama dengan background Wall Of Fame
Dengan berbagai fose..mereka peragakan di depan para orangtua yang mengambil gambar untuk kenang-kenangan mereka
Setelah itu..entah siapa yang memulai..mereka saling berpelukan antara satu dengan yang lainnya sambil terisak terharu..yaa..saat ini adalah moment yang paling menyedihkan bagi mereka..karena saat ini adalah waktunya perpisahan bagi mereka setelah sekian tahun bersama menuntut ilmu di sekolah yang sama
___________________
Disebuah kamar tidur..seorang gadis yang tengah terlelap sontak membukakan kedua matanya tak kala nada dering handphonenya membangunkannya. Tangannya meraba handphonenya yang dia taruh di atas nakas sebelah ranjangnya
"Halo.." sapa Sita dengan suara yang parau khas bangun tidur
"Selamat pagi non..saya ingin memberikan info tentang gadis yang non tanyakan tempo hari.."
"Apa sudah dapat?" tanya Sita seraya menguap
"Sudah non..dia adalah Kanaya Puspa Alexandria..putri dari tuan Stephano..ayah dari Alfonso"
"Haaah??.." pekik Sita sambil terduduk bangun
"Dia anaknya uncle Stephano?..adiknya Alf?..bukannya Alf tidak punya adik perempuan?" tanya Sita beruntun
"Yang saya dapat seperti itu nona..karena dia datang hari ini ke sekolahnya bersama tuan Stephano dan nyonya Delores.."
"Dimana dia sekolahnya?"
"Di SMA WEC nona..kepunyaan tuan Stewart..saya kirimkan beberapa foto ke nomor non.."
Sita segera menekan tombol download untuk mengunggah foto yang dikirim ke nomornya
"Oke..kerja bagus.."
"Baik non..selamat pagi."
Sita kembali melihat foto-foto Kanaya tak kala berkumpul dengan teman-temannya di depan Wall Of Fame yang ada di sekolahnya
"Kanaya..apa selama ini dia disembunyikan oleh uncle Stephano?..hingga orang-orang tidak tahu keberadaannya?.."
__ADS_1
Sebuah senyuman smirk muncul di bibirnya ketika mengetahui kalau Kanaya adalah adik dari Alf