Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
97.Perihal Bodyguard


__ADS_3

Setelah mendapatkan semua barang-barang yang dicari..Kanaya bersama teman-temannya keluar dari Mall dan berjalan ke parkiran Mall..menuju ke mobil Maria yang terparkir disana


"Sekarang kita kemana lagi Nay?.." tanya Maria yang kini ganti yang membawa mobilnya


"Pulang saja deh Mar..kayaknya semua sudah aku beli.." jawab Kanaya


"Kita makan lagi yuk..perut gua sudah mulai lapar lagi nih.." ajak Liona


"Makan apa'an Li?" tanya Maria sambil menoleh ke spion tengah mobilnya


Liona menatap satu persatu temannya..termasuk Kanaya yang menoleh ke belakang. Tak lama semuanya tersenyum seperti mengerti satu sama lainnya


"RAMEEEEENNNN..." pekik mereka berbarengan


"Ke Wijaya Hall Maria..kita makan mie ramen disana.." pinta Kanaya


"Siap tuan putri.." jawab Maria


Fiat 500L itu segera bergerak meninggalkan Mall XYZ untuk menuju ke Wijaya Hall


"Eh Naya..kamu ngeh nggak sih?..waktu ada orang yang ngasih dompet kamu yang katanya jatuh..apa perasaan Jessi ajah yaah?..kalau dia itu pencopet yang nyopet dompet kamu..tapi dia disuruh balikin ke kamu sama seseorang?" tanya Jessica


"Iya Nay..gua juga sama kayak Jessi.." sahut Rita


"Lu inget kan?..waktu ada yang nabrak kamu waktu pertama kali masuk ke dalam?..kayaknya dia yang ngambil dompet elu.." tanya Liona


"Nggak tahu aku Li..soalnya dompet aku isinya nggak ada yang hilang..semuanya masih utuh.." jawab Kanaya


"Eh..eh..girl's..kita kayaknya diikutin deh.." potong Maria yang melihat spion tengahnya


"Diikutin siapa Mar?" tanya Liona sambil melihat ke belakang


"Nggak tahu..soalnya semenjak kita keluar dari Mall XYZ..mereka sudah ngikutin kita dari tadi" jawab Maria


Liona dan Rita melihat ke belakang..disana ada dua buah mobil SUV berwarna hitam mengikuti mobil mereka


"Jangan-jangan rampok?.." ucap Rita ketakutan


"Ngebut dikit Maria.." pinta Liona yang masih memperhatikan SUV di belakang mobil mereka yang masih membuntuti


Maria segera menambah sedikit laju mobilnya membuat mobil itu berkelit diantara lalu lintas yang agak ramai. Kanaya yang duduk di samping Maria..tampak sedikit takut melihat Maria yang membawa mobilnya agak kencang. Hingga sebuah dering ponselnya mengalihkan atensi Kanaya


"Halo Yaah?..assallamuallaikum.."


"Waallaikumsallam..ada apa Sandra?..anak buah ayah melapor kalau teman kamu sekarang membawa mobilnya sembarang?"


"Iya ayah..kita diikuti oleh orang asing ayah..sepertinya mereka perampok.." jawab Kanaya sambil menoleh ke belakang


"Perampok?..sia..eh..tunggu dulu Sandra..apa yang mengikuti kamu itu mobil SUV Mercedez warna hitam?.."


"Iya ayah..mereka ada dua buah mobil.."


"Asstaghfirullooooh...tenang Sandra..tenang..suruh teman kamu itu berhenti sekarang..mereka anak buah ayah.."


Terdengar helaan nafas ayahnya di sambungan telepon Kanaya

__ADS_1


"Anak buah ayah?.."


Maria sekilas menengok ke arah Kanaya


"Iya sayang..mereka anak buah ayah yang ayah tugaskan menjaga kamu..sekarang suruh teman kamu itu berhenti yaah?..biar mereka yang menjelaskan pada kamu.."


"Baik ayah..Maria?..ayah aku bilang kita disuruh berhenti.." pinta Kanaya


"Berhenti?.."


"Iya..mereka anak buah ayah aku.." jawab Kanaya


Maria yang masih belum paham..menghentikan mobilnya di pinggir dan dua buah SUV itu juga berhenti tepat di belakang mobil Maria. Keluarlah tiga orang berpakaian hitam-hitam dan langsung berlari ke arah mobil Maria..satu orang berdiri di pintu sebelah kiri..sedangkan dua orang lainnya berjaga-jaga di depan dan belakang mobil Maria


"Nona muda Kassandra?..anda tidak apa-apa?.." tanya salah satu bodyguard yang berdiri disamping pintu yang diduduki oleh Kanaya


Kanaya lalu keluar dan berdiri di depan bodyguard itu


"Paman siapa?.." tanya Kanaya sambil menelisik bodyguard yang telah berdiri tegap di depannya


"Kami bodyguard yang dikirim oleh ayah nona untuk menjaga anda nona muda.." jawabnya tanpa menatap Kanaya


Teman-teman Kanaya segera keluar dari dalam mobil dan berdiri di dekat Kanaya


"Siapa Nay?.." tanya Liona


"Bodyguard ayah aku.." jawab Kanaya


Keempat teman Kanaya segera merapat ke Kanaya..karena mereka merasa takut melihat para bodyguard lainnya menyusul dan sudah mengepung mobil Maria untuk berjaga-jaga


"Saya tidak apa-apa paman..paman kenapa mengikuti kami?.." tanya Kanaya


"Karena sudah menjadi tugas kami nona muda..untuk memastikan keselamatan nona muda.." jawabnya sambil melepaskan kacamata hitamnya


"Tapi kelakuan paman-paman sekalian membuat kami semua ketakutan.." kesal Kanaya


"Maafkan kesalahan kami nona muda..kalau dalam tugas kami..membuat nona muda tidak nyaman..sekali lagi kami minta maaf.." pinta bodyguard itu sambil membungkukan badannya ke Kanaya


"Sekarang paman-paman semua kembali ke kantor ayah..kami mau ke Wijaya Hall dan saya nggak mau paman mengikuti saya disana.." pinta Kanaya


"Mohon maaf nona muda..kami tidak bisa menuruti permintaan nona muda..karena itu sudah menjadi SOP kerja kami.." jawab komandan bodyguard


"Kami di perintahkan untuk mengawasi keselamatan nona muda.." sambungnya


Kanaya hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Percuma dia meminta para bodyguard ini untuk kembali..karena mereka hanya mendengar perintah dari ayahnya..bukan dirinya


"Biarin aja Nay mereka ngikutin elu..kan buat kebaikan elu juga.." bujuk Maria


"Iya Nay..biarin ajah.." sambung Rita


"Baiklah..paman-paman sekalian boleh mengikuti saya..tapi jangan terlalu dekat..kurang nyaman buat saya.." pinta Kanaya


"Baik nona muda.."


Kemudian kelima gadis itu masuk kembali ke dalam mobil..yang dimana mereka dibantu oleh para bodyguard yang dengan sigapnya membukakan pintu untuk mereka masing-masing

__ADS_1


"Silahkan nona..hati-hati.." pinta salah satu bodyguard kepada Maria


***


Sesampainya di loby Wijaya Hall..Kanaya melihat ke sekelilingnya memastikan kalau dirinya tidak diikuti lagi oleh para bodyguard kiriman ayahnya


"Kenapa Nay?.." tanya Liona


"Nggak Li..aku cuma mastiin..kalau mereka nggak ngikutin kita lagi.." jawab Liona


"Mereka?.." tanya Liona lagi


"Iya. bodyguard ayah aku.." sahut Kanaya yang masih mengedarkan pandangannya


"Biarin aja kenapa sih Nay..ayo aah..kita makan mie ramen..sudah lapar nih gua.." kata Maria


Kelima gadis itu segera bergegas menuju ke sebuah restoran khas yang khusus menjual mie ramen. Sesampainya disana mereka segera menuju ke sebuah meja yang kosong. Seorang Waiters memberikan buku menu kepada mereka


"Mbak?..saya mau ramen special toping pakai Udon..minumnya teh Macha.." pesan Kanaya


Keempat gadis teman Kanaya menyebut satu persatu pesanan mereka ke Waiters


"Maria?..lusa anterin aku lagi yaah?.." pinta Kanaya


"Mau kemana lagi lu?.." tanya Maria


"Mau ngasih berkas buat lapor diri aku ke kampus..yaah?" jawab Kanaya


"Gampaaang..asal..." ucap Maria sambil memberikan kode dengan dua jari jempol dan telunjuknya yang dia gesek-gesekan


"Dasar matre luh!!.." kesal Liona sambil menoyor pelan kepala Maria


"Harus Li!!..Naya kan punya mobil baru sama supir dirumah..kenapa nyuruh gua?..hayo?.." elak Maria


"Sudah..sudah..jangan pada ribut..nanti aku minta sama ayah supaya mentransfer uang ke rekening kamu Maria.." lerai Kanaya


"Cakeeep!!..." puji Maria sambil memberikan dua jempol ke Kanaya


Liona memutar kedua bola matanya malas..sedangkan Jessica dan Rita hanya bisa menahan tawanya. Tiba-tiba kedua mata Kanaya membulat..saat melihat dua orang bodyguard ayahnya tengah duduk di sebuah meja yang tak jauh dari mejanya


"Ada apa Nay?.." tanya Rita yang melihat Kanaya menghela nafasnya kesal


"Nggak apa-apa Rit.." jawab Kanaya


"Ayaaaah...ayah suruh pulang bodyguard yang ayah kirim buat aku.."


Kanaya mengirim pesan ke ayahnya


"SEKARAAAAANG!!"


Kanaya tambah kesal..karena ayahnya hanya membaca pesannya tapi tidak membalasnya. Tak lama..Kanaya melihat dua bodyguard itu bangun dan memberikan anggukan kepalanya ke Kanaya..kemudian mereka keluar dari dalam restoran. Sepertinya tuan Stephano memberikan sebuah perintah baru buat mereka


.


.

__ADS_1


__ADS_2