
Marcela berjalan ke arah ruang kerja tuan Stephano
"Bo?..bapak ada kan?.." tanya Marcela ke Lena
"Ada..masuk ajah.." jawab Lena
Tok
Tok
Tok
Pintu ruang kerja tuan Stephano diketuk oleh Marcela
"Masuk.."
Marcela lalu membuka pintu ruang kerja tuan Stephano
"Permisi pak..ibu Ambar sudah datang dan menunggu di ruang metting.." kata Marcela setelah masuk dan berdiri di depan meja kerja tuan Stephano
"Iya Sela..terima kasih.." jawab tuan Stephano
Tuan Stephano bangun dan mengambil jas kerjanya yang dia sampirkan di sebuah tiang gantungan yang ada di sebelah bangkunya. Marcela mengikuti tuan Stephano yang keluar dan menuju ke ruang metting untuk menemui Ambar. Melihat tuan Stephano keluar..Lena berdiri dari duduknya
"Nanti kalau ada yang mencari saya..tolong kamu hold dulu ya Len.."pinta tuan Stephano ke Lena
"Baik pak.." jawab Lena sambil menganggukan kepalanya
Tuan Stephano melanjutkan langkahnya menuju ke ruang metting. Setibanya di sana Marcela membukakan pintu ruang metting untuk tuan Stephano
"Ambar?.." panggil tuan Stephano
Ambar yang datang ditemani oleh Sita menoleh dan berdiri menghampiri tuan Stephano
"Apa kabar Ambar?" tanya tuan Stephano sambil menjulurkan tangannya
"Kabar Ambar baik uncle.." jawab Ambar sambil menyambut uluran tangan tuan Stephano
Tuan Stephano lalu menyuruh Ambar untuk duduk kembali
"Ini siapa Mbar?.." tanya tuan Stephano melihat ke arah Sita
"Ini Sita uncle..Sekretaris saya.." jawab Ambar
Sita memberikan anggukan kepalanya sambil tersenyum
"Gimana Ambar?..kamu sudah mendapatkan kandidat buat bodyguardnya Kassandra?.." tanya tuan Stephano
"Sudah uncle.."
Ambar lalu melihat ke Sita agar menyerahkan dokument yang dia bawa ke tuan Stephano. Sita lalu berdiri dan menghampiri tuan Stephano dan memberikan dokument yang dia bawa
"Ini pak.." kata Sita
Tuan Stephano menerima dokument dari Sita. Sita pun kembali duduk di sebelah Ambar. Tuan Stephano pun membaca dokument yang memuat biodata Yundira..calon bodyguard untuk Kanaya
"Yundira Putri Santoso.." monolog tuan Stephano sambil membaca dokument yang ada di tangannya
"Apa kelebihan dirinya..sampai kamu memilih dia untuk mengawal Kassandra Mbar?..kalau uncle lihat usianya masih sangat muda.." tanya tuan Stephano sambil menaruh dokument di atas meja
"Yundira ahli beladiri uncle..dia pernah menjadi juara Taekwondo tingkat Nasional..nilai pelajarannya bagus..dan juga usia dia dengan Naya tidak terlalu jauh..beda sekitar setahunan..jadi kalau uncle memasukan dia bersama Naya untuk kuliah juga disana..tidak terlalu mencolok.." jawab Ambar
Tuan Stephano mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan Ambar soal Yundira
"Kapan dia siap untuk bekerja?"
"Kapan pun uncle minta..dia selalu siap uncle.." jawab Ambar
"Bagus..jadi nanti kalau Sandra sudah masuk kuliah..dia juga sudah siap untuk kuliah juga?.." tanya tuan Stephano lagi
__ADS_1
"Iya uncle.."
"Kapan uncle bisa bertemu dengannya Mbar?"
"Sekarang pun bisa uncle..dia menunggu di bawah.." jawab Ambar
"Bisa kamu panggilkan dia?..uncle mau bertanya-tanya dulu dengannya"
Ambar lalu menyuruh Sita untuk menghubungi Yundira agar bergabung dengan mereka
"Saya tunggu Rara di depan ya bu?.." kata Sita sambil bangun
Ambar menganggukan kepalanya. Sita lalu bangun dan keluar dari ruangan metting
"Ambar?..dia Sita anaknya pak Gatot kan?.." tanya tuan Stephano sepeninggal Sita yang sudah keluar dari ruangan metting
"Iya uncle..dia juga adiknya Heru.." jawab Ambar sambil tersenyum
"Kamu yakin?..menjadikan dia Sekretaris kamu?" tanya tuan Stephano
"Iya uncle.."
"Stu tahu?.." tanya tuan Stephano lagi
"Tahu uncle..kak Stu sudah mengijinkan Sita untuk menjadi Sekretaris Ambar di kantor.."
"Daddy mu?.."
"Daddy juga sudah setuju uncle.." jawab Ambar
Tuan Stephano menghela nafasnya
"Uncle hanya bisa mewanti-wanti ke kamu..agar kamu berhati-hati kedepannya..walau bagaimana pun..Sita pernah menjadi masa lalu Stu dan keluarganya sempat membuat masalah dengan keluarga Wijaya..kamu harus ingat itu.." kata tuan Stephano
"Iya uncle..Ambar selalu ingat itu..daddy juga sudah memperingatkan Ambar soal Sita..terima kasih karena uncle sudah memberikan masukan ke Ambar.."
Obrolan mereka terhenti oleh ketukan pintu di ruang metting. Setelah dipersilahkan masuk oleh tuan Stephano..masuklah Sita dan Yundira ke dalam ruang metting
Setelah itu Sita kembali duduk di kursinya
"Baik..perkenalkan diri kamu.." pinta tuan Stephano ke Yundira
Yundira lalu berdiri tegap di hadapan tuan Stephano dan mulai memperkenalkan dirinya. Yundira menjawab dengan tegas dan mantap setiap pertanyaan yang diajukan oleh tuan Setphano ke dirinya
"Silahkan duduk.." pinta tuan Stephano ke Yundira
"Baik pak.." jawab Yundira
Yundira lalu duduk di sebelah Sita
"Jadi tugas kamu nanti..yaitu mengawal putri saya..Kassandra..selama dia dalam masa kuliahnya.." kata tuan Stephano ke Yundira
"Siap pak.." jawab Yundira
"Saya mau kamu mengawal Kassandra diam-diam..karena dia tidak mau diberikan pengawalan oleh saya selama dia kuliah disana..jadi kamu berusahalah berkawan dengan dia selama disana..karena kamu juga saya masukan disana menjadi Mahasiswi sama seperti dengan Kassandra.."
"Siap pak.."
Yundira merasa terharu..karena dia bekerja dan juga berkesempatan kuliah di sebuah Universitas Negeri yang terkenal di Ibukota atas biaya tuan Stephano..sebuah mimpinya yang menjadi kenyataan yaitu menjadi seorang Mahasiswi
"Dan..yang paling penting adalah..kamu jangan membongkar identitas kamu di depan putri saya nantinya dan jangan sampai putri saya tahu kalau kamu adalah bodyguard yang saya kirim untuk mengawal dia disana.." titah tuan Stephano
"Baik pak.."
"Mengerti?.."
"Mengerti pak.." jawab Yundira mantap
"Ini foto putri saya.."
__ADS_1
Tuan Stephano menyalakan remote dan munculah foto Kanaya di layar besar yang ada di dalam ruang metting. Ekspresi berbeda terlihat di wajah Yundira dan Sita setelah melihat foto Kanaya
"Ini bukannya Naya?..yang waktu itu makan di warung ibu?.." batin Yundira
"Ii..ini bukannya cewek yang waktu itu diculik sama mas Heru?.." batin Sita
Sita baru tahu kalau Kanaya adalah putri dari tuan Stephano. Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Sita. Sampai saat ini Sita belum mengetahui keberadaan kakaknya. Kakaknya menghilang semenjak penculikan Kanaya dulu. Apakah Kanaya tahu keberadaan kakaknya?
"Kenapa Ra?..sepertinya kamu kenal dengan putri saya?.." tanya tuan Stephano yang melihat muka Yundira yang penasaran
"Mohon maaf pak..nona Kassandra seperti gadis yang pernah datang untuk makan nasi uduk di warung ibu saya pak..tapi waktu itu nona Kassandra memperkenalkan namanya Kanaya..bukan Kassandra.." jawab Yundira
Tuan Stephano tersenyum mendengar jawaban Yundira
"Memang..nama putri saya Kassandra..tapi karena kejadian masa lalu..dia mempunyai dua nama..yaitu Kanaya dan Kassandra..jadi dia terbiasa memperkenalkan dirinya dengan nama Kanaya..jadi?..kamu sudah kenalan dengan putri saya?" tanya tuan Stephano lagi
"Sudah pak.." jawab Yundira
"Baguslah kalau gitu..jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk berkenalan dulu dengan Kassandra.." kata tuan Stephano
"Iya pak.."
"Oh iya Ra..ada satu lagi yang mau saya tanyakan ke kamu.." sela tuan Stephano
"Iya pak?.."
"Kamu bisa bawa kendaraan?..mobil atau motor?.." tanya tuan Stephano
"Bisa pak..saya bisa membawa keduanya.." jawab Yundira
"Bagus..nanti saya akan berikan kendaraan operasional buat kamu kuliah nanti.."
"Terima kasih pak.." jawab Yundira sambil menganggukan kepalanya
"Boleh kan Mbar?.." tanya tuan Stephano ke Ambar
"Boleh uncle.." jawab Ambar
"Baiklah kalau begitu..Yundira saya terima untuk menjadi bodyguard Kassandra.." ucap tuan Stephano sambil melihat ke arah tiga wanita yang ada di depannya secara bergantian
Ketiga wanita di depan tuan Stephano pun tersenyum senang
"Selamat ya Yundira.." ucap tuan Stephano ke Yundira sambil tersenyum
"Baik pak..terima kasih.." jawab Yundira
Tuan Stephano berdiri yang diikuti oleh ketiga wanita yang ada. Tuan Stephano menyalami mereka satu persatu
"Kalian berdua bisa tunggu diluar dulu?..ada yang mau saya omongkan sebentar dengan Ambar.." pinta tuan Stephano ke Yundira dan Sita
"Baik pak.." jawab Yundira dan Sita berbarengan
Setelah pamit dengan Ambar dan tuan Stephano..mereka berdua keluar dari ruang metting
"Ada apa uncle?.." tanya Ambar
"Aunty mengajak uncle untuk makan siang di Marriot..kamu mau ikut?" jawab tuan Stephano
"Mau uncle..terima kasih atas undangannya.."
"Tapi masalahnya..disana nanti akan ada Kassandra dan Stu..apa kamu mau datang kesana bersama Sita?.." tanya tuan Stephano
Ambar sesaat tersenyum
"Tidak uncle..Sita akan Ambar suruh kembali ke kantor bersama Rara..Ambar nggak mau ngerusak suasana dengan datang bersama Sita ke sana uncle.." jawab Ambar
"Baguslah kalau gitu..ayo kita jalan sekarang..aunty mungkin sudah menunggu kita disana.." ajak tuan Stephano
.
__ADS_1
.