Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
110.Kios Roti


__ADS_3

Selesai acara makan siang di Marriot..Stu mengantarkan Kanaya pulang ke mansion ayahnya. Setibanya di mansion tuan Stephano..Kanaya mengajak Stu untuk masuk sebentar ke dalam. Stu menuruti permintaan Kanaya..dia mengikuti Kanaya yang mengajaknya ke ruang keluarga.


"Kak?..aku ada permintaan khusus buat kakak.." ucap Kanaya begitu mereka duduk di sofa ruang keluarga


"Apa itu Nay?.." tanya Stu


"Soal cincin ini kak.." jawab Kanaya sambil mengadahkan tangan kanannya yang ada cincin lamaran Stu yang tersemat di jari manisnya


"Kenapa dengan cincin ini?..kamu nggak suka?.." tanya Stu


"Suka kak..aku suka sekali dengan cincin ini..tapi?..bukan itu masalahnya kak..nanti pas aku masuk kuliah..boleh nggak?..aku lepas cincin ini sementara dulu?.." tanya Kanaya


"Kok dilepas?..kenapa?.."


"Aku nggak mau identitasku dikenal sama teman-temanku nanti kak..mana ada mahasiswi dari kampung pakai cincin berlian semahal ini di kampus.." jawab Kanaya


Stu tersenyum mendengar alasan Kanaya yang mau melepaskan cincin lamarannya sewaktu dia kuliah nanti


"Justru kakak mau kamu pakai itu selama kamu kuliah nanti.."


"Kok gitu kak?.."


"Iya..biar mereka semua terutama teman-teman pria kamu nanti pada tahu..kalau kamu itu sudah ada yang punya..dan tidak ada yang berani menggoda kamu nantinya.." jawab Stu sambil menjawil hidung Kanaya


Kanaya hanya merajuk sambil bibirnya mengerucut sempurna


"Kamu tahu nggak?..kalau kamu pakai dandanan yang pengen kamu pakai nanti pas kuliah?..kamu pikir kamu jadi cupu dan culun gitu?..nggak Nay..kamu malah jadi semakin imut..kakak nggak mau kamu di ganggu sama teman-teman kamu nantinya..khususnya para Mahasiswa pria..mangkanya kakak ngelamar kamu sekarang..sebelum kamu masuk kuliah..dan selama kamu kuliah kamu sudah memakai cincin lamaran kakak.." jelas Stu menghibur Kanaya


"Berarti benar apa yang Maria bilang kemarin..kalau aku jadi semakin imut.."


Entah sadar atau tidak..muka Kanaya merona merah setelah Stu memujinya imut. Dan Stu melihat itu


"Sudah yaah?..kamu pakai cincinnya selama kamu kuliah nanti" ucap Stu sambil menarik Kanaya ke dalam pelukannya


"Iya kak.." jawab Kanaya


"Oh iya kak.." ucap Kanaya sambil mengurai pelukannya


"Kakak mau coba kue buatanku nggak?.." tanya Kanaya


"Kue?..kue apa sayang?.." tanya Stu balik


"Roti sih kak sebenarnya..namanya Cornetto kak..boleh aku bikin sendiri.."


Stu menganggukan kepalanya. Kanaya segera bergegas menuju ke dapur untuk mengambil roti Cornetto. Stu mendengar ponselnya berdering..dia lihat Ambar menelponnya


"Halo Mbar?.."


"Halo kak?..kakak dimana?"


"Kakak masih di mansion uncle Stephano..ada apa?"

__ADS_1


"Ada Naya nggak di dekat kakak?.."


"Nggak ada..dianya lagi di dapur..ada apaan sih?.." tanya Stu penasaran


"Uncle Stephano sudah setuju sama bodyguard yang Ambar ajuin buat Naya besok kuliah kak.." jawab Ambar


"Uhuumm..bagus kalau gitu.."


"Kakak jadi kan nambahin satu bodyguard lagi buat Naya?.."


"Jadi..kamu sudah ada calonnya?.."


"Ada kak.."


"Cewek kan?" potong Stu


"Iya kak..pastinya cewek..umurnya sama seperti Rara..sepantaran.."


"Rara?..Rara siapa dek?.."


"Bodyguard Naya besok kak..namanya Yundira..tapi biasa dipanggil Rara"


Stu hanya membulat mulutnya mendengar jawaban Ambar


"Eh..udah dulu ya Mbar..Naya dah balik nih..nanti lagi kita omongin dirumah daddy.." ucap Stu yang melihat Kanaya kembali dari dapur bersama dua orang pelayan


"Iya kak..daaaa.."


"Ada telepon ya kak?. " tanya Kanaya yang melihat sekilas Stu menaruh ponselnya dimeja


"Iya..Ambar yang nelpon.." jawab Stu


Kanaya lalu meminta kedua pelayan mansion ayahnya menaruh bawaan mereka di meja


"Kami permisi nona muda.." pamit kedua pelayan itu setelah selesai menaruh piring di meja


"Iya mbak..terima kasih yaah?.."


Kedua pelayan itu kembali ke belakang


"Nih kak..roti buatan aku..kakak cobain deh.." pinta Kanaya sambil memberikan piring yang berisikan roti ke Stu


Stu mengambil satu dan mencobanya


"Gimana kak?.." tanya Kanaya tak sabaran


"Hmmm..enak Nay..kamu kok bisa bikin roti kayak begini sih?.." jawab Stu sambil mengigit kembali roti Cornetto nya


"Iya kak..oma Izzel yang ngajarin waktu aku di Itali kemarin.."


Kanaya juga mengambil satu roti Cornetto di piring

__ADS_1


"Kalau aku bikin roti..terus aku bikin kios untuk jualan..bakalan laku nggak ya kak?.." tanya Kanaya sambil membayangkan dia berjualan roti di sebuah kios yang sederhana


Stu hampir tersedak rotinya mendengar pertanyaan Kanaya yang ingin menjual roti hasil bikinannya..alhasil roti yang masih dikunyah oleh Stu langsung lolos turun lewat tenggorokannya. Stu buru-buru mengambil minuman yang disajikan pelayan di meja


"Kakak kenapa?.."


"Kamu serius?..mau jualan roti?.." tanya Stu sambil menaruh gelas minumannya


"Iya kak..lumayan kan..buat nambah uang jajan aku.." jawab Kanaya


Stu menahan tawanya


"Kamu sadar nggak sih Nay?..kalau kamu itu anaknya sultan?..sama cucunya sultan?" batin Stu


"Memangnya kamu kekurangan uang?..sampai kamu kepikiran jualan roti?.." tanya Stu


"Nggak juga sih kak..ayah sama ibu sudah kasih rekening buat aku sebanyak 6 buah.." jawab Kanaya menghela nafasnya


"Belum lagi opa Enzo sama oma Izzel kemarin..terus opa Stephanus dan oma Aya juga ngasih kartu hitam seperti punya kakak kemarin 2 buah.." sambung Kanaya


"Lhaa terus?..kalau kamu udah nggak kekurangan uang lagi..kenapa masih mau jualan roti?.." tanya Stu sambil membelai rambut Kanaya


"Nggak tahu ya kak..dulu waktu masih ada nenek Ida..nenek sama aku sempat jualan kue keliling kampung kak..terus aku janji sama nenek kalau aku sudah punya uang yang banyak..aku mau buka kios roti dan kue di pasar khusus buat nenek Ida.." jawab Kanaya sambil menerawang kehidupannya di desa dulu


"Tapi setelah nenek Ida tiada..aku kayak punya hutang janji sama nenek kak.." sambung Kanaya menundukan kepalanya


"Ya sudah kalau begitu..kamu buka toko kue dan rotinya nanti pakai nama nenek Ida saja.." ucap Stu


"Boleh kak?.." tanya Kanaya sambil menatap Stu


"Boleh sayang..nanti kakak bantu"


Kanaya lalu memeluk Stu sambil tersenyum senang


"Terima kasih ya kak.."


"Iya sayang.." jawab Stu sambil membalas pelukan Kanaya


.


.


#########


Halo para Reader yang Author hormati..mohon maaf apabila dalam update cerita Stu dan Kanaya ini berantakan..karena Author diberikan kesibukan di Real Life


Insya Alloh..hari ini sebagai permintaan maaf Author ke Reader..Author akan double up. Ditunggu yaaaah?..


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


##########

__ADS_1


__ADS_2