
Sekitar jam 6 pagi..dua orang Suster mendorong troley peralatan mandi dan perlengkapan ganti untuk kamar pasien berjalan menuju ke kamar rawat Cindy
"Selamat pagi nona Cindy.." sapa salah satu perawat sambil membuka tirai yang melingkari ranjang Cindy
"Pagi Sus.." jawab Cindy sambil tersenyum
"Sekarang nona mandi dulu yaah?"
"Iya Sus.."
Cindy menoleh ke arah sofa yang ada di depan ranjangnya..Alf sudah tidak ada disana
"Alf bangun jam berapa yaah?"
-Flashback On-
"Alf selesai tugas jam berapa?..kok jam segini belum pulang?" tanya Cindy yang melihat jam dinding di kamarnya sudah menunjukan pukul 10 malam
"Jam aku mah bebas Cindy..mau jam berapa pun..aku bebas mau pulang"
"Haah?..kok bisa?"
"Sudah..sekarang kamu istirahat yaah?..biar cepat pulih.." pinta Alf sambil merapatkan selimut Cindy
"Kaki Cindy taruh di bawah saja ya Alf?..pegal kalau di gantung terus.." pinta Cindy sambil melihat kakinya yang di gips
Alf dengan hati-hati menaruh kaki Cindy di ranjangnya
"Sekarang tidur..jangan ngomong terus.." kata Alf sambil membelai rambut Cindy
Cindy menganggukan kepalanya
"Cindy kalau perlu apa-apa..bisa panggil aku..aku tidur di sofa itu..kalau nggak panggil Suster jaga..yaah?" pinta Alf sambil menutup tirai jendela kamar Cindy
"Alf nggak pulang?" tanya Cindy
"Nggak..aku tidur disini..nemani Cindy.." jawab Alf sambil melepaskan jas putih Dokternya
"Nemenin Cindy?..nggak usah Alf..Cindy jadinya ngerepotin Alf.."
"Nggak apa-apa Cindy..aku kan sudah berjanji sama bosmu..untuk ngurusin kamu"
Alf membuka sofa yang ternyata bisa di setel menjadi sebuah single bed
Ada suara ketukan di pintu..Alf segera membukanya
"Malam Dok..ini pesanannya"
"Terima kasih ya Sus.."
"Sama-sama Dok.."
Alf menutup pintu kamar dan meredupkan lampu kamar Cindy
"Siapa Alf?" tanya Cindy
"Suster..bawain aku baju ganti" jawab Alf sambil memperlihatkan papper bag yang dia bawa
"Aku ganti baju dulu ya Cindy.." kata Alf sambil menarik tirai disamping ranjang Cindy yang membatasi antara ranjang dan toilet
Alf masuk ke dalam toilet kamar Cindy
Tinggalah Cindy di ranjang..dia kepikiran kalau Alf akan menemani dirinya disini
"Gimana ceritanya ini?..mosok aku sekamar sama Alf?"
Cindy menoleh ketika pintu toilet terbuka
Cindy menahan nafasnya melihat penampilan Alf begitu Alf muncul di depan ranjangnya
Alf yang mengganti baju kerjanya dengan kaos dan celana training selututnya
Kesan macho dan maskulin menguar dari diri Alf dengan penampilan santainya sekarang
Cindy bisa melihat badan kekar Alf yang tercetak jelas dari kaos yang dipakai Alf
Cindy menelan salivanya dengan cepat
"Ya Alloh..badan Alf bagus bangeeeuutt.."
Cindy pura-pura tertidur..begitu Alf menoleh ke arah ranjangnya..Alf menyunggingkan senyumannya
"Selamat malam Cindy.."
Alf merebahkan badannya dan menarik selimutnya
-Flasback Off-
Cindy didorong diatas kursi roda dari dalam kamar mandi..tampak segar dan bersih penampilan Cindy yang habis mandi
Seorang Suster memberesi ranjang Cindy mengganti sprei dan selimut yang lama dengan yang baru
"Sus..kalau di rumah sakit ini..Dokter Alf..Dokter apa sih?" tanya Cindy
"Pak Dokter Alf nggak praktrek disini nona..pak Dokter yang punya rumah sakit ini.."
"Haaah??..Alf yang punya rumah sakit ini Sus?" tanya Cindy kaget sambil menoleh ke Suster yang merapikan rambutnya
"Iya nona..Dokter Alf baru beberapa minggu ini meneruskan kepemimpinan dari tuan Stephano..ayah dari Dokter Alf" jawab Suster yang menyisiri rambut Cindy
"Kata dia..dia Dokter?..beneran Sus?
"Iya nona..Dokter Alf sendiri adalah Dokter specialis penyakit dalam..jarang lho nona..kami melihat Dokter Alf langsung turun tangan menangani pasien..kecuali sama nona.."
Cindy menganggukan kepalanya..inilah kenapa dia melihat semua pegawai dari Dokter sampai Suster menaruh hormat pada Alf..tak tahunya Alf adalah pemilik Alex's Hospital..tempat dia dirawat sekarang ini
Telpon di nakas berdering..salah satu Suster mengangkatnya
"Halo?"
"Halo Sus?..Cindy sudah mandi?"
"Sudah Dok..sekarang nona Cindy sedang mengganti baju.."
"Apa sudah selesai?"
"Sudah Dok..Dokter mau kesini?"
"Iya..saya mau kesana.."
Suster menaruh gagang telephon di tempatnya
"Siapa Sus?" tanya Cindy
"Dokter Alf mau kesini sekarang.." jawab Suster
Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka..masuklah Alf sambil membawa sekotak bubur ayam di tangannya
"Selamat pagi.." sapa Alf
__ADS_1
"Selamat pagi Dok.."
"Pagi Alf.."
"Suster bisa tinggal..biar Cindy saya yang urus.."
"Baik Dok..kalau begitu kami permisi ya Dok.." pamit kedua Suster ke Alf
"Iya Sus..terima kasih yaa?.."
"Iya Dok..nona Cindy..kami permisi.."
"Iya Sus..terima kasih" jawab Cindy
Kedua Suster keluar dari kamar Cindy sambil mendorong troley peralatan mandi pasien
Sepeninggal kedua Suster..Alf mendekati nakas yang ada di samping ranjang Cindy
Alf masih memakai bajunya yang semalam dia pakai
"Kamu sarapan dulu yaah?..nih..aku bawain bubur ayam abalone special buat kamu.." kata Alf sambil menaruh bubur di nakas
"Kamu dari mana Alf?" tanya Cindy yang melihat baju Alf basah oleh keringat..mencetak otot Alf yang cukup kekar
Cindy menelan salivanya sesaat
"Habis dari jogging sekitaran rumah sakit" jawab Alf sambil mendorong kursi roda kesamping ranjang
"Alf mau ngapain?" tanya Cindy kaget yang melihat Alf menbungkuk mau membopongnya
"Mau mindahin kamu ke ranjang..memangnya mau ngapain?"
"Eh..aa..anu.."
Tanpa menunggu persetujuan dari Cindy..Alf membopong Cindy ke atas ranjang..Cindy spontan memeluk leher Alf agar tidak jatuh
Aroma tubuh Alf yang masih berkeringat membangkitkan gairah tersendiri bagi Cindy
Dengan cekatan..Alf menarik selimut dan dia tarik hingga sebatas pinggang Cindy begitu Cindy sudah diatas ranjang
"Alf?..memang bener..kamu yang punya rumah sakit ini?" tanya Cindy pada Alf yang tengah menyiapkan bubur untuk dirinya
"Iya..kenapa Cindy?" tanya Alf
"Nggak..nggak apa-apa..Cindy cuma pengen tahu ajah.." jawab Cindy
Alf menyiapkan meja kecil dan dia taruh di atas pangkuan Cindy dan dia taruh bubur ayam di atas meja kecil itu
"Kamu makan dulu yaah?..apa mau aku suapin?" tanya Alf dengan nada menggoda
"Eeeeh!..Nggak..nggak...Cindy makan sendiri..apaan sih Alf..Cindy kan sudah besar" gusar Cindy sambil mengambil sendok dari tangan Alf dan mulai mamakan bubur ayam pemberian Alf
Alf tersenyum geli melihat raut muka Cindy yang merah merona
"Menggemaskan"
"Gimana?..enak buburnya?" tanya Alf
"Enak banget Alf..terima kasih yaah?" jawab Cindy
"Iya..kamu makan dulu yaah?..aku tinggal sebentar.."
"Alf mau kemana?" tanya Cindy spontan
"Mau mandi Cindy..apa kamu mau temani aku mandi?" goda Alf
Bluussssh
"Bercanda Cindy...dah yaah?..aku tinggal.." pamit Alf sambil mengusap pelan pucuk rambut Cindy
"Ya Alloh..Alf kok baik banget sama Cindy?" batin Cindy yang melihat Alf keluar dari kamarnya
"Perasaan Cindy nyaman kalau dekat dengan Alf..apa Cindy sudah jatuh cinta sama Alf?"
Jantung Cindy pun sejak Alf datang sambil membawakan bubur tidak bisa berhenti berdebar-debar..apalagi melihat badannya yang basah oleh keringat
________________
Sekitar jam 12 siang..serombongan orang memasuki loby rumah sakit Alex's Hospital..rombongan Stu dan beberapa wanita teman Cindy sesama sekretaris dan ada pula Mery,Sisil serta Dody yang berjalan di belakang Stu
Mereka menunggu lift yang akan membawa mereka ke lantai khusus ruangan VVIP..tempat Cindy dirawat
"Ayo..masuk..bareng sama saya ajah.." ajak Stu begitu masuk kedalam lift
Para wanita saling adu pandang mendengar ajakan Stu untuk naik satu lift dengan dirinya
"Ayo buruan.." pinta Riko
Akhirnya..keempat wanita dan Dody segera masuk ke dalam lift
"Nyantai ajah..disini kan bukan dikantor" kata Stu dingin
"Ii..iya pak.." jawab Nabila mewakili yang lainnya
Walaupun satu lift..tetap saja mereka memberikan ruang agak lebih untuk Stu agar nyaman selama berada di dalam lift
"Teman-teman yang lainnya sudah kamu bilangin Ndin?" tanya Stu pada Andin
"Sudah pak..mestinya mereka sudah baca e-mail yang di broadcast sama HR tadi pagi pak.." jawab Andin
"Tadi mbak Keyla bilang..sekitar jam 3-an..sekretaris team BOD mau kesini pak" sambung Andin
Stu menganggukan kepalanya
ting
Berhentilah lift di lantai 10..mereka langsung menuju ke ruang rawat Cindy
Sesampainya disana..mereka mempersilahkan Stu untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kamar
"Halo?..selamat siang.." sapa Stu pada Cindy dan Alf
Cindy yang tengah menonton televisi dan ditemani oleh Alf..sempat terkejut melihat kedatangan bos nya disertai oleh teman-teman kerjanya
"Selamat siang pak.." jawab Cindy sambil mengangguk hormat
"Halo Ciiin..gimana kabar lu?..kok lu bisa kecelakaan gini sih?" cecar Nabila begitu berdiri di samping ranjang Cindy
"Cindy lagi apes Bil..kena jambret terus Cindy ketarik sama jambretnya..kata Alf mata kaki Cindy retak..jadinya harus di gips.."
"Alf?..Alf tuh siapa Cin?" tanya Andin
"Hai?..kenalin saya Alf..ini teman-teman Cindy yaah?" sapa Alf sambil memperkenalkan dirinya
Mereka tak percaya apa yang mereka lihat..seorang laki-laki tampan memakai seragam Dokter menyapa mereka
"Ini yang namanya Alf?.ya Alloh booo..bening amat.." batin Nabila
Satu persatu mereka memperkenalkan diri mereka ke Alf
__ADS_1
"Sil..Cindy kok beda yaah?" bisik Mery
"Iya..cakepan nggak pakai make up.." jawab Sisil
Satu-satunya pria rekan kerja Cindy di lantai CEO hanya terdiam melihat Cindy yang berbeda seperti biasanya..ya..Dody seperti pangling melihat Cindy yang sekarang
"Cindy cakep juga kalau nggak pake make up"
"Gimana bro?..kakinya Cindy" tanya Stu ke Alf
"Alkhamdulillah bro..progresnya cepat diluar perkiraan..kemungkinan besok gipsnya bisa dilepas.." jawab Alf
"Pak..bapak kenal sama Dokter Alf?" tanya Andin
"Kenal..saya sama Dokter Alf satu kelas dari SMP" jawab Stu
"Oooo.." mulut Andin membulat
"Iya..kita bertiga sama Riko satu kelas sampai SMA..cuma pas kuliah kita beda jurusan..walaupun satu kampus" tambah Alf
Cindy yang duduk di ranjang..tersenyum geli melihat teman-teman kerjanya..terutama yang wanita pada terpesona melihat Alf yang sedang menjawab pertanyaan Stu
"Andiiin..hei..Ndin.." panggil Cindy lirih ke Andin
"Eh?..apa Cin?" jawab Andin seperti tersadar dari hipnotis dan menghampiri sisi ranjang Cindy
"Itu mata dijaga dong bu..nanti keculek gimana?" goda Cindy sambil menahan tawanya
"Eh..Cin..memang bener?..kamu dirawat sama Dokter Alf? tanya Andin
"Iya.."
"Kalau Dokternya kayak gitu..gua juga mau doong dirawat...hmmmmpp.." rintih manja Andin sambil menggigit bibir bawahnya
"Iiih..ganjennya keluar deh.." ledek Cindy sambil memukul tangan Andin
Melihat Andin tengah ngobrol dengan Cindy..Nabila,Mery dan Sisil ikut menghampiri Cindy..nimbrung
"Lu bisa kenal dimana Cin sama Dokter Alf.." tanya Nabila sambil melirik ke Alf
Cindy lalu menceritakan kejadian saat dia kena jambret dan di tolong oleh Alf sampai dirinya dirawat disini
"Beruntung banget sih lu bo!..gara-gara kena jambret elu dapet kenalan Dokter ganteng kayak gitu.." ketus Nabila sambil mengerucutkan bibirnya
"Kayaknya elu mesti ketabrak truk dulu deh Bil..baru bisa dapet kenalan Dokter kayak Alf.." ledek Andin
"itu mah gua keburu mati duluan.." sewot Nabila
Teman-teman Nabila pada tertawa mendengar jawaban Nabila
Stu,Alf dan Riko yang sedang berbicara di sofa menoleh ke arah ranjang..mendengar tawa dari para cewek-cewek
Dodi dimana?..dia hanya berdiri di dekat jendela..dia merasa sungkan untuk duduk bergabung dengan Stu di sofa..apalagi ikut nimbrung bersama para wanita yang sepertinya tengah asyik menggibah..kalau tahu kayak begini situasinya..lebih baik dirinya tidak ikut membesuk Cindy
Suara ketukan menginterupsi obrolan Stu dan Alf..mereka menoleh ke arah pintu
"Masuk.." ucap Alf
"Permisi Dok..ada Fish n Co delivery.." jawab Suster
"Oh iya Sus..suruh masuk "
Masuklah seorang delivery membawa beberapa kotak makan siang ke dalam kamar
"Silahkan dinikmati pak.." kata delivery itu setelah menata pesanan di meja
"Terima kasih ya mas." jawab Alf sambil memberikan tips ke delivery
"Ayo mbak-mbak..kita makan siang dulu.." ajak Alf sambil mengambil satu box dan dia bawa ke ranjang Cindy
"Kamu makan dulu yaah?" pinta Alf sambil menaruh makanan di pangkuan Cindy
"Iya Alf..terima kasih.." jawab Cindy
Tingkah Alf yang memberikan Cindy makan siang..menimbulkan banyak pertanyaan di benak para teman-teman Cindy
"Dokter Alf jangan-jangan..suka sama Cindy Bil.." bisik Andin
"Huhuhu..jangan doong..belum juga gua tebar pesona ke dia..udah diambil sama Cindy ajah sih?.." rengek Nabila
Mery dan Sisil tertawa melihat Nabila yang patah arang untuk mendekati Alf
__________
Setelah dirasa cukup..mereka pamit pada Alf dan Cindy untuk kembali ke kantor
Teman-tema Cindy memberikan kenang-kenangan dengan membubuhkan tanda tangan di gipsnya Cindy dan tak lupa untuk ber swafoto
Alf hanya bisa tersenyum melihat interaksi antara Cindy dan teman-temannya
"Cewek dimana-mana sama ajah..nggak jauh dari gosip..foto..gosip..foto.."
"Bro..gua balik ke kantor yaah?" pamit Stu membuyarkan lamunan Alf
"Iya men.." jawab Alf sambil menepuk-nepuk pundak Stu
Setelah pamit dengan Cindy..teman-teman Cindy pamit dengan Alf
"Pak Dokter..saya pamit yah?..titip Cindy ya Dok..jangan di apa-apain dianya.." pamit Andin
"Dok..Dokter punya kenalan lagi nggak?..yang masih jomblo..saya mau dong?" ucap Nabila yang tak tahu malu
Andin segera menutup mulut Nabila sambil menyeret Nabila dari hadapan Alf
"Maafin teman saya ya Dok..memang agak stres teman saya ini.."
"Hmmmmpp..hmmmmpppp"
Nabila berusaha berontak melepaskan bekapan Andin di mulutnya
Alf hanya bisa menahan tawanya
Sisil,Mery dan Dody pamit pada Alf
Setelah itu mereka keluar dari kamar rawat Cindy
"Lu kenapa sih Ndin?..gua kan lagi usaha.." protes Nabila begitu berada diluar
"Elu tuh yaak?..bikin malu ajah..lu nggak mandang pak Stewart?" omel Andin
Nabila menoleh ke Stu dan mengangguk hormat
"Pak?"
Stu berusaha menahan tawanya di depan anak buahnya
Tiba-tiba handphone Stu berdering
"Halo Sel?..ada apa?" tanya Stu pada Sela yang menghubunginya
__ADS_1
"Non Naya tuan muda..non Naya kena bully di sekolahan tuan muda"
"APAAAA!!"