Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
68.Akhirnya Semua Selamat


__ADS_3

NAYAAAAAA!!


SANDRAAAA!!


Stu dan Tuan Stephano berteriak bersamaan tak kala melihat ledakan di depan mereka. Secara perlahan lantai di depan Stu terbelah dan runtuh ke belakang. Stu hanya bisa mematung melihat ruang yang dijadikan tempat menyekap Kanaya kolaps dan runtuh


"Hahahahaha..." Ken tertawa terbahak-bahak


Stu langsung menatap Ken dengan pandangan marah yang seakan-akan ingin memakan Ken hidup-hidup


"SETAAAAN!!...B*JINGAAAN!!..MATI SAJA KAU!!"


Stu dengan membabi buta memukuli wajah Ken kembali


"Stu..hei!..hentikan Stu!.." pinta daddy Tony sambil memeluk Stu agar menghentikan amukannya ke Ken


"Lepaskan dad..b*jingan ini harus mati di tanganku.." ucap Stu yang berhasil lepas dari rangkulan daddy Tony dan memukul Ken lagi


"Lupakan dia!..kau selamatkan Naya dulu!.." pinta daddy Tony menyentak Stu


Stu seperti tersadar..bahwa sekarang keadaan Kanaya harus dia prioritaskan terlebih dahulu. Stu langsung bangun dari atas badan Ken. Walau wajah sudah tidak bisa dikenali lagi..Ken masih berusaha untuk tertawa dan itu membuat daddy Tony kesal dan memukul kening Ken dengan popor senjatanya hingga pingsan


"Diam lebih baik untukmu sekarang ini.." gumam daddy Tony


Stu dan tuan Stephano berdiri di pinggir lantai yang terbelah mellihat ke potongan kamar yang menjadi seperti kubus raksasa. Beruntung posisi mereka berada di lantai 2..jadi kerusakan yang ditimbulkan akibat jatuh ke tanah tidak begitu merusak. Stu mengambil ancang-ancang untuk melompat ke potongan kamar tempat Kanaya berada


"Hati-hati Stu.." pinta tuan Stephano


Stu berhasil melompat ke bawah dan dengan hati-hati merangkak ke depan pintu masuk


"Nay!!..Naya??..kamu nggak apa-apa sayang?" panggil Stu yang berjongkok di atas pintu kamar


Stu melihat Riko meloncat menghampirinya dan menyuruh Stu untuk menyingkir sebentar karena Riko akan menembak gembok yang mengunci pintu


Baaang


Stu segera membuka pintu kamar dan memanggil Kanaya yang ada di dalam


"Nayaaa!..Naya!!.." panggil Stu


Pandangan Stu terhalang oleh kepulan asap debu yang berterbangan di sekitar dia


"KAK STU!!..."


"Nay!!..kamu dimana?" panggil Stu karena dia mendengar Kanaya memanggil namanya


"Kak Stu..aku disini kak.."


Stu menoleh ke arah samping dan dia melihat Kanaya berdiri didekat pilar yang berada di lantai dasar..mengibas-ngibaskan tangannya mengahalau debu yang berterbangan


"Sandra!!.." panggil tuan Stephano


Tuan Stephano segera meloncat ke tempat Stu dan Riko berada dan melanjutkan meloncat kebawah ke lantai dasar dimana Kanaya berada


"Sandra!!.."


Kanaya segera menghampiri ayahnya dan berhambur ke pelukan tuan Stephano


"Sandraaaa...kamu selamat nak.." isak tuan Stephano sambil memeluk Kanaya dengan eratnya


Tak lupa tuan Stephano mencium pucuk rambut Kanaya berulang kali. Stu yang melihat Kanaya tidak apa-apa..segera turun dan menghampirinya


"Kak?.." panggil Kanaya sambil melepas pelukannya dari ayahnya


Stu langsung menarik Kanaya ke pelukannya dan mencium pucuk rambut Kanaya


"Syukur alkhamdulillah sayang..kamu selamat.." ucap Stu dengan suara yang bergetar


Stu mengurai pelukannya..dia perhatikan muka Kanaya yang cemong karena tertutup debu..Stu mengelap sebagian debu yang menempel di wajah Kanaya


Daddy Tony menghela nafasnya lega melihat Kanaya selamat dari runtuhan kamar akibat ledakan bom yang dipasang oleh Ken. Daddy Tony mengajak Lalung untuk turun dari sana lewat tangga


"Siapa nama kamu?" tanya daddy Tony


"Nama saya Lalung tuan.." jawab Lalung sambil mengangguk hormat


"Terima kasih yaah?..sudah mau datang kesini dan membantu Stu.." ucap daddy Tony sambil menepuk pundak Lalung


"Iya tuan..sudah tugas saya..kalau pak Stewart sedang membutuhkan bantuan..."


Daddy Tony kembali menepuk pundak Lalung sambil tersenyum hangat. Sesampainya di bawah Stu masih saja memeluk Kanaya


Ekheeemmm


"Naya nggak kangen sama daddy?.." goda daddy Tony sambil tersenyum


Kanaya melepaskan pelukannya dari Stu dan segera menghampiri daddy Tony untuk memeluknya. Stu hanya memutar bola matanya malas sambil mencebik kesal


"Ck..gangguin saja sih dad.." gerutu Stu


"Daddy juga kangen Stu..mosok daddy nggak boleh sih meluk calon menantu daddy?" ledek daddy Tony


Semuanya yang ada disitu tertawa melihat Stu yang kesal di ledek oleh daddy Tony


"Kok kamu bisa keluar dari kamar itu sih sayang?" tanya daddy Tony setelah mengurai pelukannya


"Iya dad..Naya tadi keluar lewat lubang itu.." jawab Kanaya sambil menunjuk lubang yang berukuran sedang yang berada di depannya


Kanaya berpindah ke sisi ayahnya dan memeluk pinggangnya


"Ayah..kak Cindy Yaah..kak Cindy tadi dibawa orang bule keluar Yaah.." ucap Kanaya sambil mendongak melihat ke arah ayahnya


"Iya..kamu tenang saja..kakakmu sudah mengejar orang yang bawa Cindy.." jawab tuan Stephano

__ADS_1


"Kak Alf?..kak Alf ada Yaah?..ayo kita susul kak Alf Yaah.." ajak Kanaya sambil menarik tangan tuan Stephano untuk keluar


Stu hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Kanaya yang antusias setelah mendengar kakaknya juga ada disini. Daddy Tony lalu mengajak yang lainnya untuk keluar


"Boss?..gimana si orang Jepang itu boss?" tanya Lalung mengenai Ken yang masih tergeletak pingsan di lantai 2


"Biarkan saja Lung..lupakan saja dia..yang penting Naya sudah selamat" jawab Stu


Lalung menganggukan kepalanya


"Ambar kemana Stu?" tanya daddy Tony


Stu berhenti..dia baru ingat kalau Ambar sedang mengejar dendamnya..Heru


"Daddy duluan saja..biar Stu yang nyari Ambar.." pinta Stu


Stu lalu berbalik dan menuju ke tangga untuk kembali ke lantai 2..karena tadi dia melihat arah Ambar mengejar Heru yang lari keluar untuk menyelamatkan diri


*


Diluar komplek gedung markas Ken..sinar matahari sudah muncul di ufuk timur. Mereka melewati puing-puing hasil serangan Pete dengan rocket launchernya


"Kak Cindyyyy!!.." panggil Kanaya yang melihat kakaknya tengah membopong Cindy ala bridal style berjalan ke arah dirinya


Kanaya melepaskan pelukan di pinggang ayahnya dan segera berlari menyongsong kakaknya..Alf segera menurunkan Cindy dari bopongannya dan Cindy segera menghampiri Kanaya yang masih berlari. Mereka langsung berpelukan sambil menangis tersedu-sedu. Mengucapkan rasa syukur mereka karena bisa melewatkan masa-masa penculikan mereka


"Kamu nggak apa-apa Nay?" tanya Cindy yang terisak setelah mengurai pelukannya


"Nggak apa-apa kak..aku nggak apa-apa.." jawab Kanaya yang juga terisak


Mereka berpelukan lagi. Alf menarik pundak Zaenal yang berdiri di sebelahnya ke arah pundaknya sambil tersenyum haru


"Terima kasih ya Nal..kalau nggak ada kamu..saya nggak tahu gimana ceritanya.." ucap Alf sambil mengeratkan rengkuhannya


"Iya boss..sama-sama" sahut Zaenal


"Akhirnya mereka berdua selamat ya Nal.."


"Iya boss.." jawab Zaenal sambil melihat Kanaya dan Cindy yang masih berpelukan


.


-Flashback On-


Alf berlari menuju ke arah dermaga sesuai petunjuk Ambar. Sesampainya di tepi dermaga..Alf melihat seorang laki-laki bule sedang menyeret Cindy untuk mengikutinya ke ujung dermaga


"HEEIII!!...STOOOOP IIT!!" teriak Alf sambil mengokang M16 nya dan berlari menghampiri tempat Cindy berada


Cindy yang mendengar suara Alf..menoleh ke arah sumber suara dan langsung sinar mukanya berubah


"Alfff!!..tolongin Cindy Alf...aaaaauu.."


Cindy berteriak karena Ben menjambak rambutnya dan menjadikan badannya menjadi tameng untuk Ben


"Stop right there!!.." teriak Ben sambil menempelkan sebuah belati di leher Cindy


"Hei..hei..hei..hold it..easy..easy man.." pinta Alf sambil mengangkat kedua tangannya


"Drop your weapon!!.." pinta Ben yang berlindung di balik badan Cindy yang bergetar ketakutan


"Oke..i will drop my weapon..but please!..let her go..please.." jawab Alf sambil membuang senjatanya ke laut


"Kamu tenang ya sayang.." pinta Alf ke Cindy yang tampak ketakutan


"Aaallf..to..tolongin..Cindy Alllf..." ucap Cindy yang mukanya pucat pasi melihat sebuah belati menempel di lehernya


"Iya sayang..kamu tenang yaah?..hei..please let her go..you can take me instead.." pinta Alf ke Ben


Ben hanya tertawa mengejek mendengar permintaan Alf


"Heeh..i've paid dearly for this girl..this girl will satisfying me tonight..hahaha.." kata Ben


"How much do you pay?..i'll change's 10 times your money.." sahut Alf


"Hahaha..i dont need your money..this girl seems wild enough for me to use tonight.."


Alf menahan geramnya saat lidah Ben dengan sengaja menjilat telinga Cindy. Cindy hanya bisa memejamkan matanya bergidik ngeri


"You're so cute b**ch..we're going to have a hot party tonight.." bisik Ben di telinga Cindy


Ben sesekali menengok ke belakang..ke arah lautan. Dia menunggu kapalnya menjemputnya disini


"Aaah..that's it..you see that b**ch?..that ship will take us away from here.." kata Ben sambil menolehkan wajah Cindy untuk melihat ke arah sebuah kapal boat di kejauhan yang mendekat ke arah pulau Senang


Tiba-tiba..dari balik pepohonan di pinggir pantai..sebuah helikopter Black Hawk terbang mendekati kapal boat kepunyaan Ben sambil menembaki dengan minigun dan disusul dengan sebuah rocket yang berhasil menghancurkan kapal boat itu menjadi serpihan-serpihan kayu di tengah lautan. Ben terkejut melihat kapal boat penjemputnya meledak dan hancur di tengah lautan. Pete memutar kembali dan terbang hover di dekat dermaga..dia soroti Ben yang masih menyandera Cindy dengan lampu sorot helikopternya


"Give it up!!..let go of that girl!!..if you want to survive!!.." teriak Alf karena suaranya kalah dengan suara rotor baling-baling helikopter


"You all b*stard!!.." murka Ben yang melihat situasi tidak mendukung dirinya


Detik selanjutnya Ben berteriak histeris karena lengan yang memegang belati putus oleh terjangan sebuah peluru sniper riffle. Cindy berteriak karena wajah dan rambutnya terkena percikan darah dari lengan Ben yang sudah putus. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Alf..dia tarik Cindy ke pelukannya dan dia ambil pistolnya dan dia tembak Ben berulang kali hingga Ben terpental tercebur ke laut..dan mengambang disana


"Kena kan lu!!.." batin Zaenal sambil mengokang sniper riffle di tangannya mengeluarkan selongsongan peluru


Ternyata Zaenal menguntit Alf dari belakang semenjak meninggalkan komplek markas Ken tanpa sepengetahuan Alf dan segera mencari posisi ketika Ben menyandera Cindy di atas dermaga. Zaenal memanfaatkan moment ketika Ben yang lengah saat melihat kapal boatnya meledak dan memberikan dirinya shoot target ke arah lengan Ben hingga terputus. Zaenal bangun sambil merapikan sniper rifflenya dan segera menghampiri Alf dan Cindy yang masih berpelukan di dermaga


"Kamu nggak apa-apa sayang?.." tanya Alf sambil membersihkan noda darah yang menempel di pipi Cindy


Cindy yang shock hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Bibirnya bergetar ketakutan..sepertinya ada sesuatu yang ingin Cindy katakan..tapi tertahan di tengah kerongkongannya


"Hei..semuanya sudah lewat..kau aman sekarang..yaah?.." ucap Alf berusaha menenangkan Cindy


"A..Allf..ka..kamu datang..nyelamatin..Cindy?" tanya Cindy yang agak tenang

__ADS_1


"Iya sayang..aku kesini buat nyelamatin kamu dan Sandra.." jawab Alf sambil tersenyum


Alf menyelipkan rambut di balik telinga Cindy. Cindy langsung memeluk Alf dan menangis sesugukan diceruk leher Alf


"Cindy takut Alf...Cindy takut...huhuhu.." isak Cindy


"Iya..nggak apa-apa..sekarang kamu aman..ada aku disini.." bujuk Alf sambil mengelus-elus punggung Cindy lembut


Alf lalu bangun dan membopong Cindy ala bridal style. Cindy yang kaget sontak memeluk leher Alf supaya tidak jatuh


"Kita ke tempat ayah dan Sandra yaah?.." ajak Alf sambil berjalan meninggalkan dermaga


"Mereka sudah menunggu kita disana.."


"Hu'um.." jawab Cindy sambil mengangguk


Pete mematikan lampu sorotnya dan terbang kembali ke komplek markas Ken di tengah pulau Senang


"Boss?.." panggil Zaenal begitu tiba di depan Alf


"Terima kasih Nal..terima kasih udah nolongin Cindy.."


"Iya boss..sama-sama.." sahut Zaenal sambil berjalan di sisi Alf


"Cindy?..kenalin..ini Zaenal temanku..Nal?..ini Cindy..calon istriku.." kata Alf


"Salam kenal nona.." ucap Zaenal sambil mengangkat topinya sesaat ke Cindy


"Salam kenal juga bang..terima kasih sudah nolongin Cindy tadi.."


"Iya nona..sama-sama.."


"Alf?..Cindy turun yaah?..nggak enak sama bang Zaenal.." pinta Cindy sambil melirik Zaenal tak enak hati


"Nggak apa-apa sayang..Zaenal orangnya asyik kok..ya nggak Nal?.." tanya Alf ke Zaenal


"Iya nona..santai ajah..anggap aja saya nggak ada.." jawab Zaenal


Sontak Alf tertawa terbahak-bahak beda dengan Cindy..mukanya merah merona menahan malu


"Enggak boss..nggak anak buahnya..sama saja..sama-sama gesrek.."


-Flashback Off-


.


Mereka berkumpul di helikopter Pete yang mendarat di pantai. Mereka menunggu Stu yang tengah mencari Ambar. Kanaya yang duduk di pintu kabin menelpon ibunya untuk memberi kabar kalau dirinya sudah dalam keadaan selamat


"Kak Stu kemana sih Yaah?" tanya Kanaya sambil memakan biscuitnya


"Lagi jemput Ambar di dalam.." jawab tuan Stephano sambil membelai rambut Kanaya lembut


"Ambar?..Ambar itu siapa Yaah?.." tanya Kanaya


"Adiknya Stu sayang.." sahut daddy Tony


"Ooo..kak Stu punya adik dad?..katanya kak Stu anak tunggal.." tanya Kanaya lagi


"Iya sayang..Ambar anak angkat daddy sama mommy..dia yatim piatu..kedua kakak kandungnya dan kedua orangtuanya sudah meninggal karena dibunuh oleh Heru.." jawab daddy Tony


Kanaya tercekat sedih mendengar cerita tentang keluarga Ambar


"Itu mereka.." sahut tuan Stephano melihat Stu dan Ambar berjalan keluar dari dalam komplek markas Ken


Stu yang berjalan di samping Ambar melambaikan tangannya ke arah rekan-rekannya yang sudah menunggu


"Naya?..kenalkan..ini Ambar..adik kakak.." kata Stu memperkenalkan Ambar ke Kanaya


"Halo kak..salam kenal..aku Kanaya..adiknya kak Alf..putrinya ayah Stephano.."


"Calon mantunya daddy Tony.." sahut daddy Tony


Semuanya pun tertawa melihat daddy Tony menggoda Kanaya


"Hai Naya..salam kenal.." jawab Ambar sambil menjabat tangan Kanaya


"Imut banget kak.." bisik Ambar di telinga Stu


"Tapi masih kecil kak..masih bocah.." sambung Ambar sambil terkekeh geli


Stu hanya memutar bola matanya malas


"Ayo..sudah saatnya kita pulang ke rumah.." ajak daddy Tony


Semuanya lalu naik masuk ke dalam helikopter. Tak lama..Black Hawk itu mengudara dan mulai meninggalkan area pulau Senang..terbang pulang kembali ke wilayah Indonesia


.


.


*


*


##############


Ada yang penasaran nggak sih?..bagaimana caranya Ambar membalaskan dendam keluarganya ke Heru?


Nanti di next chapter Author akan terbitkan..tapi ini agak hardcore yaah?


Jadi Author mengharapkan para reader semua agar bijaksana dalam membacanya


.

__ADS_1


*


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2