
"Kak Stu?.." panggil Kanaya
"Hmmm.." jawab Stu yang konsen menyetir
"Aku nggak apa-apa nih kak?..kalau pergi ke mall masih pakai baju seragam sekolah?" tanya Kanaya
"Kenapa memangnya?..ini kan sudah jam pulang sekolah"
"Yaaa..tidak apa-apa sih..bukannya anak sekolah nggak boleh ke mall kalau masih pakai baju seragam kak?" tanya Kanaya
Stu tersenyum
"Nggak apa-apa Naya..tapi kalau kamu mau..nanti kamu bisa beli baju baru nanti disana..buat ganti baju seragam sekolah kamu" usul Stu
"Kita kesana mau nyari apa sih kak?" tanya Kanaya
"Kita mau nyari kado ulang tahun.." jawab Stu
"Ulang tahun?..siapa yang ulang tahun kak?"
"Ibu nya Alf..acaranya minggu depan"
"Oooh..ibunya kak Alf ulang tahun.." ucap Kanaya yang memonolog
"Kita nanti sekalian nyari baju buat kamu Naya.."
"Buat aku kak?" tanya Kanaya
Stu menganggukan kepalanya
"Iya..besok kamu ikut saya datang ke acaranya ibunya Alf.." jawab Stu
"Aku datang kak?..sama kak Stu?" tanya Kanaya lagi
"Iya Naya.."
Handphone Stu berdering..dia lihat Riko menghubunginya
"Ya Riko?" sapa Stu
"Bos..CEO Oxford minta bertemu dengan dirimu hari ini.."
"Hari ini?..kenapa tidak besok saja?..jam berapa sekarang?"
"Sudah ku bilang ke mereka bos..tidak tahunya mereka hanya mengundang kau untuk makan malam"
"Dimana?"
"Mereka sudah meng-arrange tempat di restoran HighNoon bos.."
"Oke..jam berapa?"
"Jam 8 bos.."
"Oke Riko..bilang ke mereka..aku akan datang"
"Baik bos..eeh..bos..Naya apa perlu aku jemput pulang?"
"Hmmm..sepertinya tidak usah..dia akan aku ajak sekalian kesana.."
"Oke bos..see you.."
Stu menaruh handphonenya di konsol tengah mobilnya..dia melihat Kanaya tengah melihat suasana lalu lintas diluar
___________
Stu memberikan kunci mobilnya ke petugas valet dan dia langsung menggandeng Kanaya untuk masuk ke dalam
Walaupun sudah beberapa kali kesini..Kanaya masih tetap takjub dengan megahnya Mall Wijaya Hall
"Kita cari baju ganti kamu dulu yaah?" pinta Stu
"Iya kak.." jawab Kanaya yang matanya masih menjelajah suasana mall yang megah
Mereka masuk ke dalam lift..dan Stu memencet tombol yang dia tuju
"Naya?..".panggil Stu
"Iya kak.." jawab Kanaya sambil menoleh ke Stu
Stu memberikan sebuah blackcard ke Kanaya
"Ini buat kamu.." ucap Stu
"Ini kartu apaan kak?" tanya Kanaya heran sambil melihat blackcard yang dipegang Stu
"Kartu kredit.."
"Kartu kredit?..buat apaan kak?"
"Buat belanja"
"Belanja?..bukannya belanja bayarnya pakai uang kak?"
Stu memijit tulang hidungnya sesaat..dia bingung atas kepolosan Kanaya..mau menangis atau tertawa
"Jaman sekarang kalau belanja nggak selalu pakai uang cash Naya..pakai kartu ini juga bisa.." jelas Stu
"Cara makainya bagaimana kak?"
"Memangnya kamu nggak tahu?"
"Nggak kak..megang aja belum pernah" jawab Kanaya polos
Stu menghela nafasnya sesaat
Sabaaaarr...sabaaaar...
"Kamu nanti kalau pengen bayar..tinggal kasih ke kasir..terus kamu tanda tangan..kalau dia minta nomor pin..tinggal kamu kasih" jelas Stu
"Oh..gitu caranya?..kartu ini buat aku kak?" tanya Kanaya sambil melihat ke arah Stu
"Iya..buat kamu belanja keperluan kamu" jawab Stu
"Kamu bebas mau belanja apa pun keperluan kamu..kamu nggak usah khawatir..kartu ini unlimid Naya.."
"Tapi..duit yang kak Stu berikan ke aku kemarin..masih banyak kak.." ucap Kanaya yang masih ragu-ragu menerima blackcard dari Stu
__ADS_1
"Sudah nggak apa-apa.." kata Stu yang masih menyodorkan blackcard nya ke Kanaya
Akhirnya Kanaya menerima kartu itu dari tangan Stu
"Terima kasih ya kak.." ucap Kanaya setelah menerima blackcard dari tangan Stu
"Iya sama-sama Naya..oh iya..password nya tanggal lahir kamu yaah?" jawab Stu
"Iya kak"
Kanaya memasukan blackcard pemberian Stu ke saku bajunya
"Eh..sebentar..tanggal lahir aku?..memangnya kak Stu tahu tanggal lahir aku?"
ting
Berhentilah lift di lantai 7..Stu kembali menggandeng Kanaya keluar dari lift
Semua mata pengunjung mall melihat orang yang paling berpengaruh di negeri ini sekaligus pemilik mall mewah tempat mereka kunjungi..tengah menggandeng seorang gadis berseragam SMA
Kanaya melihat orang-orang itu memandang dirinya dengan tatapan sinis dan seakan-akan merendahkan dirinya
"Siapa tuh yang sama tuan Stewart?"
"Berani-beraninya dia godain tuan Stewart"
"Masih muda tapi sudah berani men**ggoda tuan Stewart"
Kanaya pakaikan hoddie sweater sekolahnya untuk menutupi mukanya dari tatapan sinis orang-orang yang berpapasan dengan dirinya
Ingin rasanya Stu membungkam orang-orang usil dan kurang ajar yang tengah mengunjungi mall nya
Kurang ajar
"Jangan perdulikan orang-orang itu Naya..mereka hanya iri dengan kamu" pinta Stu agak mengeraskan suaranya seolah-olah tahu dengan pikiran Kanaya
Orang-orang yang tadi pada berbisik-bisik langsung bubar dan meninggalkan tempat itu..setelah merasakan aura yang dingin dan menakutkan tengah memancar dari Stu
Mereka tidak mau sampai berurusan dengan CEO dingin itu
"Iya kak.." jawab Kanaya
"Turunkan hoddie kamu..biar mereka bisa melihat dengan jelas..betapa cantiknya kamu.."
Kanaya sontak menoleh ke Stu setelah mendengar permintaan Stu
"Kak Stu bilang aku cantik?"
Akhirnya Kanaya membuka kembali hoddie sweaternya dan membetulkan rambut brunettenya yang agak berantakan
"Kita beli baju ganti kamu dulu yaah?" ajak Stu sambil memasuki sebuah butik yang menjual weardrobe khusus anak-anak muda kekinian
"Selamat datang tuan Stewart.." sapa kedua Security yang menjaga pintu masuk sambil menunduk hormat
Stu membalas sapaan kedua Security itu dengan anggukan kepalanya
"Naya..kamu saya tinggal yaah?..kamu pilih sendiri baju kamu..terserah kamu mau pilih yang mana..terserah kamu..saya ada perlu sebentar.." pamit Stu
"Iya kak.." jawab Kanaya
Stu menoleh ke arah seorang pria yang berpenampilan rapih menghampiri tempat dia dan Kanaya..sepertinya Manager di toko ini
"Pak Adi..bisa saya minta tolong..temani Naya untuk milih-milih baju disini?" pinta Stu
"Baik tuan.." jawab pak Adi
Pak Adi lalu memanggil dua orang SPG wanita untuk menemai Kanaya memilih baju
"Saya tinggal ya Naya.."
"Iya kak.." jawab Kanaya sambil mengangguk dan melambaikan tangannya
Stu dan pak Adi segera menuju ke kantor yang berada di lantai dua
Sedangkan Kanaya segera memilih-milih baju untuk dia ganti dengan seragam sekolahnya
Kanaya mengambil sebuah kaos dan celana panjang jeans
"Tempat ganti bajunya dimana mbak?" tanya Kanaya
"Di sebelah sini non.." jawab SPG
Kanaya mengikuti SPG itu menuju ke tempat mengganti baju
Tak lama..Kanaya sudah mengganti baju seragamnya denga kaos dan celana jeans pilihannya
"Ini ajah deh..kayaknya bagus.." batin Kanaya sambil mematutkan dirinya di cermin
"Ada lagi non?..yang mau dicari?" tanya SPG ke Kanaya
"Nggak deh mbak..ini ajah.." jawab Kanaya
"Non mau langsung di pake?"
"Iya mbak..kasirnya dimana mbak?"
"Sebelah sini non.."
Kanaya mengantri saat akan membayar di kasir..tapi matanya melihat sebuah topi model bucket yang mempunyai motif bunga-bunga
Kanaya langsung mengambilnya dan dia pakai di depan cermin
"Duuh..cakep banget sih adik kakak satu ini.."
Kanaya sontak menoleh ke arah sumber suara
"Kak Alf!!.." pekik Kanaya
"Bagus nggak kak?" tanya Kanaya sambil melihat pantulan dirinya di cermin
"Bagus dek..kamu kalau pakai apa saja..pasti bagus.." puji Alf
"Kakak beli apa?" tanya Kanaya yang melihat plastik belanjaan Alf
"Ini..kakak lagi nyari celana jeans sama kaos buat pasien kakak" jawab Alf sambil mengangkat plastik belanjaannya
"Enak banget sih kalau jadi pasien kakak..kemarin dibelikan buah..sekarang dibelikan baju sama celana" seloroh Kanaya sambil tersenyum
__ADS_1
"Bisa ajah kamu.."
Alf yang melihat Kanaya yang memakai topi model bucket..timbul niatnya untuk membeli satu
"Dek..kamu pilihin satu dong..buat pasien kakak" pinta Alf
"Kakak mau juga?" tanya Kanaya
Alf menganggukan kepalanya
Kanaya mengambil satu topi bucket yang bermotif kotal-kotak
"Yang ini kak?" tanya Kanaya
"Coba kamu pakai dulu dek..cakep nggak?" pinta Alf
Kanaya langsung memakai topi yang baru dia ambil dan dia patutkan di depan cermin
"Bagus nih kak.." ucap Kanaya yang masih melihat-lihat pantulan dirinya di cermin
"Badan kamu kayak gantungan baju Naya..apa saja pasti bagus kalau dipakai di badan kamu"
Kanaya copot topinya dan dia berikan ke Alf
"Terima kasih ya dek.." ucap Alf sambil menerima topinya dari Kanaya
"Iya kak...sama-sama" jawab Kanaya
"Kamu ke sininya sendiri?" tanya Alf
"Nggak kak..aku sama kak Stu.." jawab Kanaya sambil menuju ke kasir
"Stu?..mana orangnya?" tanya Alf balik
"Kak Stu lagi ke kantor toko ini kak.." jawab Kanaya
"Selamat datang..mau bayar cash atau pakai kartu kredit?" sapa seorang Kasir ke Kanaya
"Pakai kartu saya mbak.." jawab Alf sebelum Kanaya membuka mulutnya
"Nona ini sekalian sama bapak?" tanya Kasir itu memastikan
"Iya mbak..sekalian sama saya" jawab Alf
"Nggak usah kak..aku ada duitnya kok.." ucap Kanaya sungkan
"Nggak apa-apa dek..anggap aja ini upah udah bantuin kakak milihin topi.." jawab Alf sambil tersenyum
Alf segera memberikan belanjaannya biar disatukan sama kepunyaan Kanaya
"Plastiknya di pisah ya mbak" pinta Alf
"Iya pak.." jawab Kasir itu
"Terima kasih ya kak.." ucap Kanaya
"Iya..sama-sama" jawab Alf sambil mengucek-ucek pucuk rambut Kanaya
Kanaya hanya tersenyum..dia merasakan perasaan teduh dan terlindungi atas perlakuan Alf ke dirinya
"Alf?..kau kesini juga?" tanya Stu sambil menghampiri Alf dan Kanaya
"Hai bro..iya nih..aku lagi nyari celana sama baju buat Cindy.." jawab Alf
"Oh iya..kapan dia pulang?" tanya Stu
"Besok Stu..sekarang gips nya sudah aku lepas" jawab Alf
"Permisi pak..totalnya dua juta delapan ratus ribu.." ucap Kasir itu ke Alf
Alf memberikan kartu kreditnya ke Kasir
"Jangan lakukan transaksi..biar belanjaan mereka gratis" pinta Stu ke Kasir
"Lho?..jangan bro..mereka kan jualan..mosok kau gratiskan sih?..gesek aja mbak..nggak apa-apa.." pinta Alf ke Kasir
"Pak?" tanya Kasir ke Stu..bingung meminta persetujuan Stu
"Gantian lah bro..tadi kan kau juga bayar kan waktu makan diresto aku pas sama ayahku" kata Alf sambil tersenyum
Stu menganggukan kepalanya ke Kasir
"Baik pak.." jawab Kasir itu
Setelah selesai membayar..Alf bersama Stu dan Kanaya keluar dari butik itu
"Aku duluan ya bro..kasihan Cindy kelamaan nunggu.." pamit Alf
"Iya bro.." jawab Stu
"Kakak duluan ya dek.." pamit Alf ke Kanaya
"Iya kak..terima kasih ya kak..udah mau bayarin belanjaan aku.." jawab Kanaya
"Iya sama-sama..daaaaah.."
Alf bergegas meninggalkan Stu dan Kanaya menuju ke parkiran mobilnya
"Kita makan dulu yaah Nay?..saya sudah lapar nih.." ajak Stu
"Iya kak.."
Stu lalu mengajak Kanaya mencari restoran untuk mneyelesaikan urusan perut mereka yang sudah merongrong
___________
Senyuman mengembang di bibir Alf..dia tengah memandangi beberapa helai rambut yang dia taruh di dalam sebuah wadah kantong plastik
Wajahnya berseri-seri seperti mendapatkan harta karun
"Sebentar lagi ya dek..kalau ini sudah fix..kakak akan bawa kamu ketemu sama ayah dan ibu.." monolog Alf yang melihat beberapa helai rambut berwarna coklat yang ada di tangannya
Alf secara tidak sengaja mendapatkan beberapa helai rambut Kanaya di topi bucket yang sehabis dicoba oleh Kanaya waktu di toko tadi
"Sebentar dek..beri kakak waktu sebentar lagi"
Alf bermaksud akan melakukan test DNA atas rambut Kanaya..benar tidak Kanaya itu adiknya yang telah lama hilang
__ADS_1
Setelah menyimpan rambut Kanaya di saku blazernya..Alf melajukan mobilnya meninggalkan Mall Wijaya Hall untuk kembali ke rumah sakit