Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
66.Kembali Beraksi


__ADS_3

Senang Island


Sebuah pulau kecil yang masih masuk daerah teratorial negara Singapura..Negara tetangga Indonesia. Di pusat pulau terdapat sebuah komplek bangunan yang terdiri dari berbagai rumah kecil yang mengelilingi sebuah bangunan 5 tingkat..seperti bekas bangunan penjara atau tempat pengasingan. Dengan sisa anak buahnya..Ken mengawasi setiap jengkal pulau yang tidak terlalu besar. Disinilah Ken membawa Cindy dan Kanaya. Mereka disekap di sebuah ruangan terpisah di lantai 3 yang mirip seperti bilik penjara.


Terlihat Kanaya saling berpegangan tangan dengan Cindy yang terpisahkan dengan jeruji besi. Semenjak tiba disini..Kanaya tidak melepaskan pegangan tangannya dari Cindy


Kruuukk


"Kak..aku lapar kak.." ucap Kanaya lemas


"Sebentar ya Nay..kakak coba minta makanan sama mereka.." jawab Cindy sambil melepaskan pegangan tangan Kanaya..tapi oleh Kanaya tidal dilepaskan


"Jangan tinggalin aku kak..aku takut.." rengek Kanaya pada Cindy


Cindy hanya tersenyum kecut melihat Kanaya yang menahan tangisnya


"Halooo?..toloooong..adik saya lapar..halloo" panggil Cindy berharap ada orang yang mendengarnya


Ceklek


Pintu yang berada diujung ruangan terbuka dan masuklah seorang pria anak buah Ken


"Ada apa?" tanyanya


"Tolong..beri adik saya ini makan..dia kelaparan..tolong.." pinta Cindy


Pria itu memandang dingin ke arah Kanaya yang meringis ketakutan


"Sebentar.."


Pria itu kembali keluar dari ruangan itu


"Tahan sebentar ya Nay.." pinta Cindy


"Iya kak.." sahut Kanaya


Cindy menghapus airmata Kanaya yang mengalir di pipinya


"Kamu jangan takut yaah?..ada kakak.."


Kanaya menganggukan kepalanya


"Mereka sebenarnya siapa sih kak?..kok bisa menculik aku dan kakak?.." tanya Kanaya


"Kakak juga nggak tahu Nay..cuma kakak sebelum di culik kemarin..kakak sempat bertemu dengan mbak Keyla.." jawab Cindy


"Mbak Keyla?..siapa itu kak?" tanya Kanaya lagi


"Teman kakak di kantor..sekretaris juga..cuma dia sekretaris BOD..kayaknya kamu pernah ketemu deh Nay..sama mbak Keyla"


"Kapan kak?..aku nggak kenal sama orang yang namanya Keyla.."


"Kamu ingat nggak?..waktu kamu pertama kali main ke kantor pak Stewart?.."


Kanaya menganggukan kepalanya


"Kamu kan sempat disuruh pergi sama cewek yang di Recptionist..terus kakak datang nyamperin kamu.."


"Ooooh..mbak-mbak yang sombong itu ya kak?"


Cindy menganggukan kepalanya


Ceklek


Pintu kembali terbuka masuklah pria tadi bersama Ken dan seorang laki-laki berperawakan tinggi dan bertampang bule


"Nih..makanlah.." ucap anak buah Ken sambil melempar sebuah roti dan sebotol air mineral ke arah Kanaya


Kanaya segera mengambil roti itu dan segera memakannya..sesaat Kanaya menghentikan kunyahannya..dan melanjutkan kunyahan pada roti yang terasa hambar dan keras. Tapi karena dia merasa sangat lapar..Kanaya berusaha menelannya dan dia bantu dengan dorongan air mineral pemberian anak buah Ken


"Kakak mau?" tanya Kanaya sambil mengacungkan roti yang sudah setengah ke Cindy


"Nggak Nay..buat kamu ajah..kakak masih kenyang.." jawab Cindy sambil berusaha tersenyum


Interaksi Kanaya dan Cindy tidak lepas dari perhatian Ken dan temannya yang berdiri di luar bilik sel


"How about that?" tanya Ken sambil memberi kode dengan dagunya ke arah Cindy


"She is beauty..she is still virgin?.."


"Of course!!.." jawab ken


"How about..hmmm..50 grand?"


"Come on Ben..it's too cheap..look at it..she's very beautiful..and that's typical of Indonesian women..how about 100 grand?"


"Deal.." jawabnya sambil menjabat tangan Ken


"You will be satisfied Ben..you can trust me"


"That girl?..how much did you give to me?" tanya Ben sambil menunjuk Kanaya


"She's not for sale Ben..sorry about that?" jawab Ken


"Really?..why Ken?..i can buy her on high price"


"She just for my self.." jawab Ken sambil tersenyum


"Om..om siapa?..kenapa om nyulik saya dan kak Cindy?.." tanya Kanaya dari dalam sel


Ken tidak menjawab pertanyaan Kanaya..dia menyuruh anak buahnya untuk membukakan pintu sel milik Cindy. Begitu terbuka Ken masuk dan menarik Cindy dari depan Kanaya


"Omm!!..lepasin..jangan bawa kak Cindy..lepasin ommm.." teriak Kanaya sambil tangannya menggapai-gapai dari balik selnya


Ben mencekal tangan Cindy begitu ada diluar


"Hmmm..you are beautiful b**ch..you must satisfied me tonight.." ucap Ben sambil memegang dagu Cindy


"Wha..what do you mean?.." tanya Cindy yang gemetar takut


"Let me go..please.." pinta Cindy


Dhuaaaaar


Blaaaammm


Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara ledakan yang berasal dari luar. Gedung sempat bergetar..sepertinya ledakan tak jauh dari gedung dan berdaya ledak kuat


"What is that Ken?" tanya Ben


"I dont now Ben.." jawab Ken sambil mengambil handy talkie nya


"Shiba!!..ada apa?.." tanya Ken


"Markas kita diserang bos..mobil di depan pintu gerbang meledak..ada helicopter menembaki kita..mereka pakai rocket launcher bos.."


"Sh*ttt!!..Ben..we go out from here..quickly!!.." ajak Ken

__ADS_1


Ben segera membawa serta Cindy keluar dari ruang tahanan..meninggalkan Kanaya sendiri yang ditemani oleh penjaga


"Kak Cindyyyy!!..kak Cindy mau dibawa kemana om?..lepasin kak Cindy omm!!.." pinta Kanaya ke Ken yang akan menyusul Ben


"Kamu tunggu disini..jaga dia..sampai saya kembali.." pinta Ken ke anak buahnya


"Baik boss.."


Setelah melihat Kanaya sebentar..Ken menutup pintu ruang tahanan


"Pak?..lepasin saya pak..saya mau nyusul kak Cindy!!.." pinta Kanaya ke anak buah Ken yang berdiri di depan selnya


"Diamlah nona..kalau mau selamat.." gertak pria itu sambil menatap tajam ke Kanaya


"Hiks..kak Cindy..Naya takut kak..ayaah..ibu.." isak Kanaya sambil duduk di pojokan ruang sel dan memeluk lututnya


Kruuuuuk


Kanaya memegang perutnya yang berbunyi kembali..sepertinya roti yang diberikan oleh penjaga tadi kurang mengganjal rasa laparnya. Kanaya mulai mendengar suara tembakan senjata yang saling bersahutan di luar..dia lihat penjaga mempersiapkan senjatanya berjaga-jaga


Blaaaaam


Braaaaakk


Tiba-tiba tembok di depan penjaga itu berlubang karena sebuah ledakan..membuat penjaga itu terpental membentur pintu jeruji tempat Kanaya di sekap. Ledakan itu membuat sebagian tembok dan langit-langit ruang tahanan hancur..hingga jeruji di depan Kanaya roboh. Beruntung efek ledakan tidak sampai ke tempat Kanaya yang tengah duduk meringkuk. Di tengah ketakutannya..Kanaya bangun dan berusaha keluar dari ruang tahanan melalui jeruji yang sudah hancur. Dia lihat penjaga terkapar diantara puing-puing tembok yang sudah hancur


"Pak?..uhuk..uhuk..bapak?.." panggil Kanaya yang terbatuk-batuk karena asap debu sedikit masuk ke lubang hidungnya sambil berusaha membangunkan penjaga yang tergeletak dengan menyentuh pipi penjaga


Karena tidak juga bangun..Kanaya meninggalkan penjaga itu dan menuju ke tembok yang sudah berlubang. Kanaya melihat sebuah helikopter berputar-putar diatas bangunan yang dia tempati sambil meluncurkan sebuah rocket ke arah sebuah helikopter yang berada di helipad


"Ini dimana?" batin Kanaya yang merasa asing dengan keadaan sekitarnya


Kanaya terkejut..ketika lampu sorot dari helikopter yang berjenis Black Hawk itu menyorot ke arah dirinya. Kanaya mengangkat tangannya di depan wajahnya untuk melindungi matanya dari silaunya lampu sorot itu


"NONA KASSANDRA...HARAP SEMBUNYI!!..LINDUNGI DIRI ANDA..BANTUAN SEDANG MENUJU KE TEMPAT ANDA..TETAPLAH DI TEMPAT ANDA.."


Pilot helikopter itu berbicara lewat speaker ke Kanaya yang tengah berdiri di depan helikopter. Kanaya segera menyingkir dari depan lubang dan bersembunyi di balik tembok. Helikopter segera menyingkir dari depan lubang tempat Kanaya berada..karena helikopter ditembaki oleh anak buah Ken dari bawah dan helikopter itu membalas sekumpulan anak buah Ken dengan sebuah roket dan membuat anak buah Ken terpental kesana kemari meregang nyawa


"Komandan..nona Kassandra ada di lantai 3 gedung selatan.." ucap Pete melalui eraphonennya


"Bagus Pete..kau bersihkan orang-orang Yakuza itu untuk kami..saya dan Steve akan segera ke sana.."


"Siap Komandan..saya akan bereskan orang-orang Yakuza di dekat anda.."


Ternyata hanya Pete seorang diri yang ada di dalam helikopter. Dimana daddy Tony, tuan Stephano dan Ambar berada?


.


*Flashback On*


Satu jam sebelumnya


Pete mendaratkan helikopternya di tepi pantai pulau Senang. Ketiga penumpang segera turun dari dalam helikopter. Di bibir pantai beberapa anak buah Ken tergeletak tak bernyawa


"Kau alihkan perhatian mereka Pete..kami akan masuk dari tiga arah.." pinta daddy Tony ke Pete


"Siap Komandan.." jawab Pete


Mereka segera menjauh dari helikopter untuk Pete lepas landas lagi


"Let's roll Tony.." ucap tuan Stephano sambil mengokang Fammas rifle nya


"Oke Steve..we back to old day.." sahut daddy Tony sambil menyeringai


"Harry..are you copy?.." tanya Ambar di earpiece


"You record Harry..on this day..September 11 on 12 past 27 am..we watch againt..Marc Marauder back to the action.."


"Copy Leutenant..two assets standby on dock in the island.."


"Ok..tell them to move towards the south tower..keep an eye on the surroundings and inform them of the situation there to me.." sambil melihat PDA yang ada di lengan kanannya


"Alright Leutenant.."


Ambar mendekati daddy Tony yang memberikan instruksi untuk masuk kedalam


"Anak buah kamu sudah di tempat?" tanya daddy Tony ke Ambar


"Belum Dad..mereka sedang bergerak kesana.." jawab Ambar


"Oke..kau masuk dari arah barat Mbar..daddy dari selatan sedangkan uncle Steve dari utara.."


"Baik.." jawab Ambar dan tuan Stephano berbarengan


"Kita tunggu sinyal dari Pete untuk memulai penyerangan.."


Setelah itu..mereka berpisah menuju ke tempat mereka masing-masing


*Flashback Off*


.


______________


.


Sementara itu Ken berlari ke arah sebuah ruangan yang dia jadikan ruang kontrol di gedung itu yang terletak di basement. Sesampainya disana..dia segera bertanya ke anak buahnya yang tengah memantau layar monitor


"Siapa mereka Jom?.." tanya Ken sambil melihat layar monitor yang menampilkan helikopter Black Hawk berputar-putar sambil menembaki apa yang ada di bawahnya


"Tidak tahu boss..dia tiba-tiba saja datang dan menyerang markas kita" jawab Jome


"Coba kau cek..cctv di sekitar gedung ini..aku yakin helikopter itu hanya pengalihan saja.." pinta Ken


Jome segera mencari gerak-gerik yang mencurigakan lewat cctv yang terpasang di sekeliling pulau


"Dapat bos.." ucap Jome


Dilayar monitor..terlihat daddy Tony sedang menembaki anak buah Ken yang berjaga di sayap selatan gedung


"Siapa dia Jom?..bisa kau lihat wajahnya.."


Jome menzoom wajah daddy Tony dan dia sambungkan ke server pencarian orang yang dimiliki organisasinya


"Tony Herrald Wijaya..oh my God..anda tak akan percaya ini bos.."


Dilayar tampak biodata daddy Tony yang panjang..serta sebuah foto daddy Tony dan keempat pria yang salah satunya adalah tuan Stephano tengah berpose dengan seragam tempur lengkap mereka di depan sebuah helikopter Black Hawk


"Marc Marauder?..Mercenaries legendaris..bukankah group itu sudah bubar boss?.." tanya Jome sambil melihat ke arah Ken yang berdiri di sampingnya


"S*alan!!..kenapa mereka menyerang kita Jom?..apa salah kita ke mereka?" geram Ken


"Apa mereka kesini untuk mencari kedua gadis itu boss?.." tanya Jome


"SETAAAAANNN!!...GOD DAM*TTTT!!.." murka Ken sambil membanting sebuah gelas ke tembok


"S*allaaaaan kau Heru!!..mau main-main sama aku hah??...dimana Heru sekarang?" tanya Ken

__ADS_1


"Dia ada di ruangan sebelah boss.." jawab Jome


"Panggil kemari!!.."


Jome segera menyuruh temannya yang ada disebelahnya untuk memanggil Heru


"Kau periksa sisi utara Jom.." pinta Ken dengan nafas yang masih memburu


Jome segera menjalankan perintah Ken untuk memeriksa sisi utara gedung lewat cctv. Di layar giliran tuan Stephano yang tampak di layar monitor..tuan Stephano tengah berdiri di antara anak buah Ken yang sudah bergelimpangan tak bernyawa. Tuan Stephano mengganti magazine Fammassnya dengan yang baru..dan menembak cctv yang tengah merekam aksinya dengan pistolnya hingga rusak


Braaak


Ken memukul meja dengan kesal. Tak lama kemudian muncul Heru dan Keyla masuk ke dalam ruang kontrol


"Ada apa Ken?..sepertinya tempat ini diserang?" tanya Heru sambil menghampiri Ken


Bugh


Heru terjerembab ke belakang karena Ken dengan tiba-tiba memukul wajahnya dengan cukup keras


"Ken!!..ada apa ini?..kenapa lu mukul gua?" tanya Heru heran sambil memegang pipinya yang terasa kebas


"Setan lu Her..baj*ngan!!..lu sengaja jebak gua hah!!..supaya gua nyulik cewek itu dan memancing Marc Marauder datang kesini untuk menghancurkan klan gua?..hah!!..jawab!!.." teriak Ken sambil mengangkat kerah baju Heru


"Ap..apa maksud lu Ken?..gu..gua nggak ngerti?.." tanya Heru yng bingung


Bugh


Bugh


Kembali Ken memukul wajah Heru hingga darah segar merembes di sela-sela bibirnya


"Ken!!..stop Ken!!..hentikan!!.." teriak Keyla sambil berusaha mendorong tubuh Ken ke samping


"Diam lu j*lang!!..ini semua juga gara-gara elu!!.." ucap Ken sambil meyentak lepas dengan kasar kerah baju Heru


Ken bangun dan menarik tangan Keyla untuk mendekati layar monitor


"Lu tahu siapa dia?" tunjuk Ken ke layar monitor yang menampilkan biodata daddy Tony


"Tu..tuan Tony Wijaya?..kok ada nama dia Ken?..ada apa ini.."


"Kalau ini?.." tanya Ken sambil merubah ke halaman yang menampilkan biodata tuan Stephano


"Tuan Stephano..ada apa ini Ken?..gua nggak ngerti?.." tanya Keyla


"Lu nggak tahu?..siapa mereka berdua sebenarnya?" tanya Ken


Keyla hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Kalau tuan Tony gua tahu..dia ayahnya pak Stewart..bos gua dikantor.."


Heru bangun dan menghampiri Keyla sambil mengelap darah yang ada di ujung bibirnya


"Mereka adalah anggota mercenaries legendaris..Marc Marauder..group yang paling ditakuti di seluruh dunia..dan tetua klan gua terdahulu..mewanti-wanti untuk menghindari mencari masalah dengan mereka..dan sekarang elu dengan sengaja memakai tangan gua untuk mencari masalah dengan mereka!!.." kesal Ken sambil memukul meja yang ada di depannya


"Boss??.." panggil Jome


"Ada seorang lagi boss..wanita.."


Ken menoleh ke layar monitor yang ada di depan Jome..memperlihatkan Ambar yang tengah menghabisi anak buah Ken dengan tehnik CQC nya


"Kau cari datanya Jom..aku penasaran dengannya.." pinta Ken


Jome segera mengikuti perintah Ken untuk mencari biodata Ambar


"Woow boss..kita dalam masalah..dia bukan orang sembarangan ternyata.."


"Inggrid Ambarwati..special agent SS1..ahli penetrasi dan sneaking..master CQC..class S one on one combat..high score on sniper riflle..specialist demolation and destruction.." ucap Ken sambil membaca biodata Ambar


"Lu kenal dia Key?" tanya Ken


"Nggak..gua nggak kenal.."


"Her?.." tanya Ken ke Heru


Heru menggelengkan kepalanya setelah melihat foto Ambar. Heru tidak memperhatikan dengan seksama..kalau ada nama Seno dibagian kolom nama-nama keluarga Ambar


"Apa dia anggota Marc Marauder juga Jom?" tanya Ken ke Jome


"Bukan boss..dia hanya anggota agent SS"


"Siapa dia..ada urusan apa dengan klan gua?..kemarin dia nyerang kantor di Jakarta..sekarang nyerang markas disini" batin Ken sambil menatap tajam foto Ambar


"Boss..ada sebuah pesawat mendekati pulau.." ucap teman Jome sambil menunjuk ke layar radar


Dilayar radar Ken melihat sebuah obyek mendekati pulan Senang..tempat markasnya berada


"S*alan!!..kau perintahkan anak buah kita untuk berjaga-jaga di sekeliling gedung ini Jom..dan kau persiapkan helikopter untuk saya.." pinta Ken ke salah satu anak buahnya yang berdiri di depan pintu


"Baik boss.."


"Boss..sorry..sepertinya..helikopter kita sudah hancur.." sahut Jome sambil memperlihatkan helikopter kepunyaan Ken yang tengah terbakar


"AAAAARRRGGHHHH!!..."


Ken murka..dia jungkir balikkan meja yang ada di depannya hingga barang-barang yang ada di atasnya berantakan. Ken kalap karena rencana pelariannya berantakan


"Ini semua gara-gara elu anj*ng!!.." teriak Ken sambil berusaha memukul Heru lagi


Keyla dengan cepat menahan tubuh Ken agar tidak memukul Heru


"Ken..hentikan..please Ken.." pinta Keyla


Heru hanya diam mematung..dia melihat ke setiap monitor aksi daddy Tony, Tuan Stephano dan Ambar yang tengah menghabisi anak buah Ken. Dirinya tidak menyangka kalau daddy Tony dan tuan Stephano mempunyai latar belakang yang sangat mengerikan


"Lu harus tanggung jawab.." sentak Ken sambil mendorong Heru ke samping agar tak menghalangi jalannya


Ken membuka sebuah lemari tempat penyimpanan senjatanya..dia ambil sebuah M16 dan dia lempar ke Heru. Dia juga memberikan sebuah pistol ke Keyla..sedangkan dirinya mengambil sebuah shotgun sambil membawa sekotak peluru untuk shotgunnya


"Lu hadapi cewek itu.." titah Ken ke Keyla


"Lu hadapi tuan Stephano..biar tuan Tony gua yang hadapin.." sambung Ken


"Apa kita nggak lari saja Ken?" tanya Keyla


"Pakai apa?..lu nggak lihat kalau heli gua udah mereka ledakin?.." sewot Ken


"A..apa..lebih baik kita hadapi sama-sama Ken?..dari pada hadapi mereka sendiri-sendiri.." tanya Heru


"Kenapa lu?..takut?.." ejek Ken


"Bukan begitu maksud gua..bukannya kalau kita ramai-ramai lebih baik?" pinta Heru


"Ciih..ternyata ayam sayur lu ya Her?..nyesel gua nerima tawaran elu.." ucap Ken sinis sambil keluar dari ruangan


"Sabar honey..lebih baik kita tetap di samping Ken.." bujuk Keyla

__ADS_1


Heru mengikuti Keyla yang keluar menyusul Ken


__ADS_2