Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
53.Hadiah


__ADS_3

Suasana WEC masih ramai dengan para siswa dan orangtua mereka. Mereka menikmati hiburan yang tengah dilaksanakan di lapangan atletik. Pihak WEC membikin sebuah panggung di tengah-tengah lapangan yang menampilkan performance para siswa dan siswi untuk mengisi acara


Kalau sebagian para siswa menikmati acara yang tengah dipentaskan diatas panggung..tidak begitu dengan kelima siswi yang sepertinya tidak begitu tertarik dengan acara yang ada di panggung


Mereka malah tengah menikmati jajanan yang ada di stand-stand makanan yang berderet di pinggir lapangan atletik


"Pak. saya mau dua yaah?.." pinta Liona ke bapak-bapak penjaga stand macaroni schotle


"Siap neng.." jawab bapak-bapak itu sambil menyiapkan pesanan Liona


"Lu mau lagi Nay?.." tanya Liona yang melihat Kanaya sudah menghabiskan macaroni schotle nya


"Nggak Li..aku udah kenyang.." jawab Kanaya


"Neng?..ini macaroninya.." kata bapak penjual sambil memberikan pesanan Liona


"Iya pak..terima kasih yaah?" sahut Liona sambil membayar makanannya


Dari balik kerumunan orang-orang yang tengah berbelanja..muncul Maria, Rita dan Jessica dengan membawa makanan di masing-masing tangannya. Mata Kanaya langsung tertuju ke jajanan yang tengah dipegang Jessica


"Jess?..kamu beli itu dimana?" tanya Kanaya


"Disebelah sana Nay..deket stand tembak air" jawab Jessica sambil memocel gula kapas yang jadi perhatian Kanaya


"Naya mau?..nih?" tawar Jessica sambil menyodorkan permen gula kapasnya ke Kanaya


"Boleh Jess?" tanya Kanaya memastikan


"Boleh Nay..nih..ambil ajah.." jawab Jessica


Kanaya lalu memocel permen gula kapas kepunyaan Jessica


"Hmmm..enak Jess.." ucap Kanaya begitu permen gula kapas itu larut di lidahnya


"Kita beli lagi yuk?" ajak Kanaya


Keempat teman Kanaya mengikuti Kanaya menuju ke penjual permen gula kapas


"Waaah..banyak banget.." batin Kanaya senang melihat banyaknya model permen gula kapas yang dijajakan dan oleh si penjual di buat model aneka bunga warna-warni


"Pak?..saya mau satu yaah?" pinta Kanaya


"Teman-teman ada yang mau nggak?" tanya Kanaya ke teman-temannya


"Nggak Nay..bikin sakit gigi.." jawab Maria sambil menyentuh pipinya


Liona tersenyum geli melihat Kanaya sepertinya senang betul dengan permen gula kapas yang ada di tangannya


"Lu kayaknya seneng bener sih Nay?..sama permen kayak gitu?" tanya Liona


"Iya Li..soalnya dari dulu aku pengen beli..nggak kesampaian..baru sekarang bisa kesampaian.." jawab Kanaya sambil memocel permen gula kapasnya


"Maksud lu?" tanya Liona lagi


"Iya Li..dulu aku sering ngelihatnya di pasar malam..tapi aku nggak punya uang buat belinya..nek Ida nggak punya uangnya" jawab Kanaya yang asyik menikmati permen gula kapasnya


"Kanaya!!.." panggil seorang siswa sambil menghampiri Kanaya


Kanaya menoleh ke arah sumber suara..kening Kanaya berkerut bingung yang melihat seorang siswa yang tidak dikenalnya memanggil dirinya


"Naya?..apa kabar?" sapanya


"Kabar aku baik..kamu siapa?" tanya Kanaya sambil menyambut uluran tangan siswa tersebut


"Kenalin nama gua Tomi..gua anak kelas XII MIPA 2.."


Kanaya hanya membulatkan bibirnya


"Oh iya Nay..kenalin juga..ini nyokap gua..mah.."


Seorang wanita paruh baya menghampiri Kanaya dan langsung memeluk Kanaya


"Uuuuh...cantiknya..apa kabar sayang?" tanyanya sambil mencium kedua pipi Kanaya bergantian


Kanaya hanya bisa pasrah mendapati ciuman ke sekian kalinya di pipinya dari ibu-ibu teman sekolahnya..yaa..teman-teman pria Kanaya sengaja membawa kedua orangtua mereka untuk berkenalan dengan Kanaya dan mereka langsung jatuh hati kepada salah satu siswi tercantik di SMA WEC ini. Bola mata Liona dan Maria berputar malas melihat Tomi yang senyum-senyum nggak jelas melihat mamahnya memeluk Kanaya


"Benar kan mah?..Naya orangnya cantik?" ucap Tomi kepada mamahnya


"Iya Tom..Naya mau kan main ke tempat tante?" tanya mamahnya Tomi


"Insya Alloh tante.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Ibu mu mana sayang?" tanya mamahnya Tomi sambil melihat ke sekitar mereka berdiri


"Ibu sama ayah sedang menonton di lapangan tante.." jawab Kanaya


"Salam buat ibu mu yaah?..bilang mamah Anggi kirim salam gitu..yaah?" pinta mamah Anggi


"Iya tante..nanti saya sampaikan.." jawab Kanaya


"Li?..lu ngeh nggak sih?..kalau cowok-cowok disini lagi pada pedekate sama Naya?" bisik Jessica


"Iya..mana pakai bawa nyokapnya segala lagi.." sahut Maria


"Iya..semenjak mereka tahu Naya anaknya tuan Stephano..para cowok pada kegatelan gitu..apalagi orangtuanya..caper-caper gitu sama bokapnya Naya..geli nggak sih lu?" jawab Liona sambil tersenyum sinis


"Padahal dulu waktu pertama masuk kesini..mereka pada ngeremehin Naya..huh..coba sekarang?" kesal Liona


Mereka melihat Kanaya seperti tak nyaman di depan mamah Anggi..tapi demi menjaga perasaan mama Anggi..Kanaya bersikap sopan di depannya


"Tante tinggal dulu ya sayang..kapan-kapan main ke tempat tante yaah?" pamit mama Anggi


"Iya tante.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Daah Nay.." pamit Tomi sambil melambaikan tangannya ke Kanaya dan mengikuti mamanya


Kanaya hanya menganggukan kepalanya


Sepeninggal Tomi dan mamanya..Kanaya menghampiri teman-temannya


"Yuk..kita hunting lagi.." ajak Kanaya


Mereka berlima kembali keliling mencari jajanan yang di jajakan di acara WEC


_________________


Setelah selesai dengan ritual mandinya..Kanaya keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan utama. Di meja makan..dirinya sudah ditunggu oleh kedua orangtuanya dan Alf untuk makan malam. Pak Dan segera menyuruh para pelayan menyajikan makan malam begitu Kanaya duduk di bangkunya


"Silahkan dinikmati tuan besar..nyonya besar..tuan muda,nona muda.." pinta pak Dan

__ADS_1


"Iya Dan..terima kasih..." jawab nyonya Delores


Pak Dan beserta pelayan lainnya beranjak ke belakang


Ditengah makan malamnya..nyonya Delores melihat Kanaya seperti tidak menikmati makan malamnya


"Sandra?" panggil nyonya Delores


Kanaya hanya menoleh ke arah ibunya tanpa menjawab panggilannya


"Ada apa sayang?..masakan pak Bimo nggak enak?" tanya nyonya Delores


"Nggak bu..makanannya enak kok.." jawab Kanaya yang masih mengaduk-aduk makanan di piringnya tanpa mau menyuapnya


Alf yang tengah menikmati bebek panggangnya..menoleh ke arah adiknya..seketika itu juga senyuman tersungging di bibirnya


"Sepertinya ada yang lagi kangen nih bu.." ucap Alf


Nyonya Delores menoleh ke arah Alf dengan pandangan sejuta pertanyaan


"Siapa yang lagi kangen Alf?" tanya tuan Stephano


"Siapa lagi Yaah?.." jawab Alf yang tersenyum


"Sandra?.." tanya tuan Stephano


Sontak Kanaya menoleh ke arah ayahnya


"Kamu kangen sama siapa?" tanya tuan Stephano ke Kanaya


"Nggak Yaah..kak Alf jangan didengerin Yaah..kak Alf orangnya sok tahu.." ketus Kanaya sambil menyuap makanannya


"Kamu kangen sama siapa sayang?.." tanya nyonya Delores sambil memegang lembut tangan Kanaya


"Aaah..ibu sama ayah kayak nggak pernah merasa muda ajah..orang kalau lagi kangen..rindu sama orang kayak gimana sih?" sahut Alf


"Makan tak selera..tidur tak nyenyak..di matanya selalu terbayang dia yang sedang jauh di mata.." sambung Alf


"Kamu kangen sama Stu?" tanya nyonya Delores lembut


Blusss..


Muka Kanaya merona merah..nyonya Delores tersenyum melihat wajah putrinya malu-malu


"Stu kan lagi ke Perancis..masalah kerjaan..nanti kalau sudah selesai dia juga bakalan kembali.." bujuk nyonya Delores


Kanaya hanya menganggukan kepalanya menjawab permintaan ibunya


Setelah selesai dengan makan malam..mereka beranjak ke ruang tengah mansion


"Sandra?" panggil tuan Stephano


"Iya ayah?"


"Duduk didekat ayah sini nak.." pinta tuan Stephano


Kanaya lalu duduk di sebelah ayahnya..tuan Stepahno memberikan sebuah amplop coklat ke Kanaya


"Apa ini Yaah?" tanya Kanaya


"Hadiah dari ayah sama ibu..karena kamu rangking satu di sekolah" jawab tuan Stephano


"Bukalah.."


Kanaya membuka amplop coklat itu..dan matanya terbelalak melihat isinya..tiket paket VVIP tour keliling Eropa selama 1 minggu


"I..ini..beneran Yaah?" tanya Kanaya tak percaya


"Iya sayang.."


"Terima kasih ayah.." ucap Kanaya sambil memeluk ayahnya


"Kata ibu..kamu mau ajak teman-teman sekolah kamu?..siapa saja?"


Kanaya mengurai pelukannya


"Boleh Yaah?"


Tuan Stephano menganggukan kepalanya


"Teman aku ada empat orang Yaah..Liona, Maria, Jessica dan Rita.."


Alf dan nyonya Delores datang bergabung ke ruang tengah


"Besok kamu ke kantor ayah yaah?..buat bikin passport kamu.." pinta tuan Stephano


"Iya ayah.."


"Biar kamu ditemani sama Sela besok.."


Kanaya menganggukan kepalanya..dia lalu menoleh ke arah kakaknya


"Kak Alf..katanya kakak mau beri aku hadiah kalau aku juara satu?" tanya Kanaya


"Hehehe..tenang saja kamu dek..hadiahnya besok diantar kemari.." jawab Alf


"Memangnya hadiah buat aku apa sih kak?"


"Mobil dek.."


"Mobil?..aku kan nggak bisa bawa mobil kak.." terang Kanaya


"Kamu kan bisa belajar dulu..oh iya..kamu tahu nggak mobilnya kayak apa?" tanya Alf


Kanaya menggelengkan kepalanya


"Ferrari dek..Ferarri GTC4Lusso..special edition buat adek kakak tersayang.." ucap Alf


Alf merogoh sakunya untuk mengambil handphonennya..dia utak atik sebentar dan dia berikan ke Kanaya


"Nih..seperti ini mobilnya.." kata Alf sambil memberikan handphonenya ke Kanaya


Kanaya takjub melihat model Ferrari yang akan diberikan kakaknya untuk dirinya


"Mahal ya kak?" tanya Kanaya polos


"Adaaa aja.." goda Alf


Nyonya Delores membelai rambut Kanaya yang masih melihat-lihat foto-foto mobil Ferrari hadiah untuknya di handphone Alf

__ADS_1


"Kamu inget kan dek?..waktu kita ke mall dari rumah Stu?" tanya Alf


Kanaya menggelengkan kepalanya


"Kamu waktu itu kan kakak tanya..kamu mau nggak mobil Ferrari kayak yang kakak bawa..jadi kakak bilang sama ayah pengen beliin kamu mobil Ferarri buat kamu sendiri"


Kanaya tersenyum haru dan segera memeluk kakaknya


"Terima kasih ya kak.."


Alf tersenyum sambil mencium pucuk rambut Kanaya


"Iya dek.."


Terdengar handphone nyonya Delores berbunyi


"Sandra?..oma Izel video call nih?" ucap nyonya Delores sambil memperlihatkan layar handphonenya


"Ciao mamma..come stai? (Halo ibu..apa kabar?)" sapa nyonya Delores dalam bahasa Italia


"Ciao Adel.. come stai.. come sta la tua famiglia lì?..(Halo Adel..kabar ibu baik-baik saja..bagaimana kabar keluarga kamu disana?)" jawab oma Izel


"Buone notizie per la nostra mamma di famiglia..(Kabar kami sekeluarga baik-baik saja mama)"


"La mamma vuole conoscere la nipote di mamma... dov'è Adel?..(Mama pengen ketemu dengan cucu mama..mana Adel?)" pinta oma Izel


"Può mamma.. per un secondo (Bisa mama..sebentar)..Sandra?.." panggil nyonya Delores ke Kanaya


Kanaya bangun dan duduk di sebelah ibunya..nyonya Delores segera memberikan handphonenya ke Kanaya


"Questa è mamma..mia nipote è la più bella..Kassandra (Ini mama..cucu mama yang paling cantik..Kassandra)"


Oma Izel langsung terisak terharu setelah melihat Kanaya yang baru pertama kali dia lihat setelah hilang dulu


"Kassandra?..Come stai cara?..(Apa kabar sayang?)" tanya Oma izel sambil terisak


"Mamma?..Kassandra non parla italiano..mamma sa usare l'indonesiano (Mama?..Kassandra tidak bisa bahasa Italia..mama bisa pakai bahasa Indonesia)" pinta nyonya Delores


"Oooh..maaf..maafkan oma sayang..oma kira kamu bisa bahasa Italia..apa kabar sayang?" tanya oma Izel yang ternyata fasih berbahasa Indonesia tapi masih dengan dialek Italianya


"Ba..baik oma..kabar aku baik..kabar oma bagaimana?" tanya balik Kanaya


"Kabar oma dan opa baik-baik saja sayang..kapan kamu main ke tempat oma?..oma sama opa sudah kangen sama kamu.."


"Bulan depan oma..Insya Alloh aku mau main ke sana sama teman-teman.." jawab Kanaya


"Kamu mau ajak teman kamu?..berapa orang sayang?"


"Empat orang oma.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Oke sayang..nanti oma siapkan tempat buat kalian..kakak kamu mana sayang?..Alfonso!!.." panggil oma Izel


"Sebentar oma.."


Kanaya memberikan handphone ke Alf


"Ciao nonna (Halo oma?..)" sapa Alf


"Il bel nipote della nonna... ora ti sei dimenticato della nonna, eh? (Cucu oma yang ganteng..sekarang sudah lupa sama oma yaah?)


"Mi dispiace nonna.. Alf è impegnato a prendersi cura dell'ospedale di suo padre (Mohon maaf oma..Alf sedang sibuk mengurusi rumah sakit punya ayah)"


"Artinya apaan bu?" bisik Kanaya ke ibunya


"Kakakmu sibuk mengurusi rumah sakit.." jawab nyonya Delores


"Bohong oma.." sahut Kanaya sambil menyeruak ke depan Alf melihat ke layar handphone


"Bohong oma..kak Alf sibuk pacaran disini.."


"Apa sih dek..gangguin ajah.." sewot Alf sambil memencet hidung Kanaya


Sontak oma Izel tertawa melihat kedua cucunya yang tengah bertengkar..hingga airmatanya menitik di ujung matanya


"Oma belum tahu yaah?..pacarnya kak Alf?" tanya Kanaya yang berusaha menampakan wajahnya ke depan layar handphone yang sengaja dijauhkan oleh Alf


"Siapa Sandra?..beritahu oma.." tanya oma Izel


"Namanya kak Cindy oma..kakak maaah!!..aku kan pengen ngomong sama oma Izel.." rajuk Kanaya pada Alf yang masih menjauhkan handphonenya dari Kanaya


"Alfonso?..oma kok tidak diberitahu kalau kamu punya pacar disana?"


"Nanti oma..nanti kapan-kapan Alf kenalin pacar Alf ke oma.." jawab Alf sambil berusaha menjauhkan handphonenya dari raihan tangan Kanaya


"Jadi benar?..kamu sudah punya pacar disana?" tanya oma Izel memastikan


"Iya oma.."


"Isabelle bagaimana?..dia terus bertanya ke oma kapan kamu kembali ke Itali?"


Deg


Air muka Alf berubah ketika oma Izel menyebutkan sebuah nama wanita


"Isabelle siapa oma?" tanya Kanaya yang berhasil merebut handphone dari tangan Alf


"Anaknya teman oma sayang..dia tertarik dengan kakakmu.." jawab oma Izel


"Cantik oma?"


"Iya sayang.."


"Naaaaah...kakak mau duain kak Cindy yaaah?" tanya Kanaya ke Alf dengan mata memicing curiga


Cetak..


"Apaan sih dek?..jangan ngada-ngada kamu kalau ngomong yaah?" sewot Alf sambil menyentil kening Kanaya


"Kak Alf!!..sakiiit..huft..huft.." rengek Kanaya sambil memegang keningnya


Oma Izel membulat matanya..melihat Alf menyentil kening Kanaya


"Alfonso!!..cosa stai facendo?..tua sorella potrebbe soffrire (Alfonso!!..apa yang kamu lakukan?..adikmu bisa kesakitan..)" omel oma Izel di lewat layar handphone


"Kak Alf nakal oma..huft..huft.." adu Kanaya


"Tenang ya sayang..nanti kalau ketemu sama oma..kakak kamu akan oma hukum.." hibur oma Izel


Kanaya menganggukan kepalanya sambil memeletkan lidahnya ke arah Alf. Senyuman tersungging di bibir Alf melihat adiknya merajuk ke oma Izel

__ADS_1


__ADS_2