Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
67.Penyerbuan


__ADS_3

Sebuah pesawat amphibi berjenis CL-415 tengah mengambang di dekat perairan pulau Senang. Pintu palka pesawat amphibi itu terbuka kemudian Lalung dan Riko mendorong sebuah speedboat ke permukaan air. Di dalam pesawat..Stu, Alf dan Zaenal bersiap-siap mempersiapkan senjata mereka masing-masing. Sedangkan Riko dan Lalung mempersiapkan peralatan dan menyalakan engine speedboat untuk membawa mereka dari sisi pesawat hingga bibir pantai pulau Senang


"We are ready?.." tanya Stu ke Alf dan Zaenal


"Ready boss.." jawab Zaenal


Dari ruang kabin pilot..keluar seorang pria paruh baya berperawakan tegap memakai topi baseball hitamnya yang bernama Gerrad atau biasa di sapa Giro. Uncle Giro teman satu team dengan daddy Tony dan tuan Stephano di Marc Marauder selain Pete dan Jason


"Stu?..daddy kamu memberikan ini buat kamu.." ucapnya sambil memberikan sebuah kotak hitam ke Stu


"Apa ini uncle?.." tanya Stu sambil membuka kotak itu


"Earpiece sama PDA..buat komunikasi kamu dengan daddy.." jawabnya


Stu lalu memasang earpiece di telinganya dan memakaikan PDA di lengan kanannya


"Hati-hati Stu.." ucapnya


"Iya uncle Giro..terima kasih atas tumpangannya.." sahut Stu


"Iya sama-sama..kalau saja tidak ada pen di kaki uncle..uncle sudah pasti pergi kesana..bersenang-senang dengan daddy mu dan uncle Steve.." kata uncle Giro sambil tersenyum


"Tidak apa uncle..kapan-kapan kita minum bersama uncle..uncle hutang penjelasan sama saya perihal masa lalu daddy dan uncle semua.."


"Hahahaha..uncle nggak berhak bicara ke dirimu soal itu Stu..biarlah daddy mu yang cerita ke kamu.."


Setelah memeluk uncle Giro..Stu keluar dan bergabung dengan yang lainnya yang sudah menunggunya di atas speedboat. Uncle Giro melambaikan tangannya ke arah speedboat yang telah meninggalkan pesawat


"Sepertinya kita ketinggalan pesta Alf.." kata Stu yang melihat helikopter yang dipiloti Pete berputar-putar membombardir markas Ken yang berada pulau Senang


"Yup..aku harap baj*ngan itu belum mamp*s Stu..sebelum aku menghajarnya.." sahut Alf sambil menatap tajam ke arah pulau Senang


Cahaya api dari ledakan yang disebabkan oleh ledakan roket..membuat langit malam diatas pulau Senang tampak sedikit memerah terang


"Kak Stu..masuk.."


Stu langsung memegang earpiecenya


"Masuk Mbar..gimana keadaan disana..Naya dan Cindy sudah ketemu?" tanya Stu


"Belum kak..tapi anak buah Ken sudah kita habisi..tinggal yang berada di dalam gedung..Ambar dan daddy menunggu uncle Stephano untuk masuk kedalam"


"Oke Mbar..tolong kau selamatkan mereka yaah?..kakak mengandalkan kamu.."


"Baik kak..nanti Ambar kasih kabar lagi kalau Naya dan Cindy sudah ketemu..Ambar out.."


Tak lama kemudian..sampailah speedboat di bibir pantai..mereka segera turun dan mendorong speedboat hingga dibatas pasir pantai pulau Senang. Stu segera mengajak keempat rekannya untuk masuk ke dalam pulau. Sepanjang perjalanan mereka hanya mendapati anak buah Ken yang sudah tak bernyawa dan di depan sana ada sebuah mobil yang sudah dilalap si jago merah. Sambil mengacungkan M14A1 kedepan..Stu menyuruh yang lainnya untuk menyebar


Dret


Dret


Dret


Stu menembak 2 orang anak buah Ken yang berdiri di dekat gerbang dan menembak seorang lagi yang muncul dari balik sebuah rumah. Lalung dan Zaenal melemparkan dua buah granat ke arah pos penjaga.


Blammm


Pos penjagaan langsung hancur seketika. Anak buah Ken yang berada di halaman kalang kabut menghadapi serangan dari berbagai arah..ditambah tembakan minigun dari Black Hawk yang masih berputar-putar di atas kepala mereka. Mereka hanya bisa pasrah sambil berusaha membalas serangan..walaupun itu terlihat sia-sia belaka. Sebagian dari mereka yang selamat berlari ke arah belakang gedung yang dijadikan markas oleh mereka..tapi disana mereka sudah disambut oleh hujan tembakan yang berasal dari daddy Tony, tuan Stephano dan Ambar yang masuk dari sisi sebelah barat pulau


"Tahan tembakan kak!..ini kami.."


"Tahan tembakan.." titah Stu sambil mengangkat tangan kirinya


Alf, Riko, Lalung dan Zaenal menghentikan tembakan mereka. Dari balik kepulan asap yang ada di depan mereka..muncul daddy Tony, tuan Stephano dan Ambar menghampiri tempat mereka berdiri


"Kak?.." panggil Ambar sambil memeluk Stu


"Stu.." sahut daddy Tony


Stu menganggukan kepalanya. Alf menghampiri ayahnya dan memeluknya


"Kau datang juga Alf?" tanya tuan Stephano


"Iya Yaah..adiku dan kekasihku ada di dalam sana Yaah.."


"Dimana Naya Mbar?" tanya Stu


Ambar melihat PDA miliknya dan melihat titik biru yang menandakan posisi Kanaya ada di depan mereka


"Eagle Eye..masuk.." pinta Ambar sambil memegang earpiece nya


"Masuk agent SS1.."


"Give me SitRep di dalam gedung.."


"Di dalam hanya ada beberapa orang saja mam..parameter berada di lantai dua..sepertinya dia mencari jalan untuk keluar..kami kirimkan update posisi musuh ke PDA anda mam.."


Ambar memencet beberapa tombol di PDA nya dan melihat beberapa titik berwarna merah yang tersebar di dalam gedung


"Titik biru itu posisi Naya kak..kalau yang merah posisi Ryu dan beberapa anak buahnya" kata Ambar sambil menjelaskan perihal penampilan layar di PDA kepunyaan Stu


"Posisi Cindy dimana Mbar?" tanya Alf


"Eagle Eye?..dimana posisi parameter yang nomor dua?" tanya Ambar


"Parameter number two tampak bergerak meninggalkan gedung mam..dia bersama seorang laki-laki sedang berada di atas dock..sepertinya mereka menunggu kapal yang akan menjemput mereka.."


"Cindy dibawa oleh seorang laki-laki kak Alf..kearah dermaga..bagian barat pulau ini.."


"Kau cari Kassandra Stu..aku akan pergi menyelamatkan Cindy.."


Alf langsung bergegas menuju ke arah dermaga yang berada di sisi barat pulau Senang. Zaenal yang melihat Alf pergi..berinisiatif menyusul Alf dari belakang


"Kita masuk dad?" tanya Stu ke daddy Tony


Daddy Tony menganggukan kepalanya sambil mengokang MP15 kepunyaannya

__ADS_1


"Tolong selamatkan Sandra Stu.." pinta tuan Stephano


"Baik uncle..serahkan pada saya.."


Daddy Tony membagi dua team untuk masuk ke dalam gedung. Team A yang terdiri dari daddy Tony, tuan Stephano dan Ambar masuk lewat pintu depan..sedangkan team B yang terdiri dari Stu, Riko dan Lalung masuk lewat pintu belakang. Setelah mengisi magazine di senjata mereka masing-masing..mereka bergerak ke posisi yang sudah ditentukan


.


_______________


.


Sementara itu Kanaya yang sudah keluar dari dalam ruang tahanan..berjalan pelan menuruni tangga yang ada di sampingnya. Kanaya yang ketakutan beinisiatif untuk keluar dari sana..tanpa menunggu bantuan yang datang untuk menjemputnya. Kanaya langsung merunduk ke sisi pilar yang ada di depannya..tak kala dia mendengar ada suara derap langkah kaki yang menuju ke arahnya


"Setannn!!..kayaknya ada yang nggak beres nih.." ucap Ken yang melihat ada kepulan asap dari lantai 3


Ken segera berlari ke atas melalui anak tangga yang ada di depan Kanaya yang tengah bersembunyi. Keyla dan Heru mengikuti Ken yang berlari ke atas. Setelah dirasa aman..Kanaya keluar dari persembunyiannya dan berlari ke arah anak tangga yang menuju ke bawah..Kanaya panik karena melihat tangga yang menuju ke bawah ternyata terhalang oleh sebuah pintu jeruji yang terkunci. Kanaya langsung mengedarkan pandangannya..mencari jalan lain untuk turun


Kruuuuk


Kanaya memegang perutnya yang kembali berbunyi dan Kanaya berjalan ke arah jendela yang terdapat di depannya


"Ayah?.." tanya Kanaya heran


"Ayaaaah!!..." panggil Kanaya yang melihat tuan Stephano berjalan ke arah pintu masuk..air mata Kanaya menetes bahagia melihat ayahnya ada di lantai dasar


Tuan Stephano yang berada di bawah..menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya


"Sandra?..Sandra..kau tak apa-apa nak?" tanya tuan Stephano dari bawah


"Iya Yaah..aku tak apa aaaaaaaaah..."


"SANDRAAAAA!!.." teriak tuan Stephano yang melihat Kanaya di tarik ke belakang agar menjauh dari tepi jendela oleh seseorang


Tuan Stephano segera menendang pintu yang ada di depan Ambar dan segera merangsek kedalam. Di dalam dengan kalap dia tembaki ke segala penjuru yang dirasa ada anak buah Ken yang tengah sembunyi


"KELUAR KAU B*JINGAN!!..LEPASKAN PUTRIKU!!.."


Dret


Dret


Dret


Dua orang anak buah Ken terkapar tak bernyawa setelah dada mereka tertembus peluru dari senapan Fammas kepunyaan tuan Stephano. Dibelakang tuan Stephano..daddy Tony dan Ambar masuk membantu dengan menembaki anak buah Ken yang masih bersembunyi. Dirasa peluru di magazine Fammas nya habis..tuan Stephano mencabut Ebony & Ivory dari sarungnya dan menembak ke arah kepala seorang anak buah Ken yang berusaha membalas serangannya. Tuan Stephano tersenyum dingin melihat kepala anak buah Ken yang sudah berlubang tertembus peluru


"Ambar?..dimana anak tangga untuk ke lantai 2?.." tanya tuan Stephano yang tidak mengalihkan pandangannya ke sekitarnya


"Ikut Ambar uncle.." pinta Ambar


Dari arah belakang juga terdengar baku tembak yang cukup ramai..sepertinya Stu dan teman-temannya sedang menghabisi anak buah Ken yang berjaga di pintu belakang


Bang


Ambar menembak anak kunci yang mengunci pintu jeruji yang menghalangi akses tangga ke lantai dua. Dengan sikap siaga..Ambar menaiki anak tangga ke lantai dua dan menembak lagi anak kunci yang ada di depannya. Ambar segera membuka pintu itu..tapi dia segera disambut oleh beberapa tembakan dari sebuah pistol. Ambar segera berguling ke arah pilar yang ada di depannya


Daddy Tony menganggukan kepalanya dan menahan tuan Stephano untuk naik


"Biar Ambar yang memberesinya Steve.."


Ambar yang berlindung di balik pilar..mengernyitkan keningnya..karena peluru yang menembaki dia tak beraturan. Ambar lihat sebuah peluru menyasar ke sebuah kaca yang berada di depan dia dan menghancurkan sebuah vas bunga yang ada di samping pilar


"Hmmm..amatiran kayaknya nih.." batin Ambar sambil tersenyum smirk


Dengan santai Ambar bangun walau peluru itu masih berdesingan di sekitar dia. Dia sarungkan kembali belati yang menjadi pasangan pistol Beretta nya. Dia keluar dari balik pilar sambil mengacungkan Barettanya dengan satu tangannya. Dia tembak ke arah sebuah pintu yang dia duga menjadi tempat persembunyian dari sang penembak


Baang


"Aaaaah.."


"Hah?..perempuan?" kaget Ambar yang mendengar suara perempuan yang menjerit ketakutan disana


Ambar bergegas ke arah sumber suara sambil mengacungkan pistolnya. Disana dia lihat Keyla bersimpuh ketakutan sambil menutup kedua telinganya. Keyla tersentak kaget ketika Ambar menendang pistol kepunyaanya yang terjatuh di depannya


"Ampuuuun...sa..saya..minta ampuun.." rengek Keyla yang gemetar ketakutan


"Bangun.." titah Ambar


Dengan badan yang bergetar ketakutan..Keyla bangun sambil mengangkat kedua tangannya


"Mana Heru?" tanya Ambar dingin


"Sa..saya..nggak..tahu.."


Klik


Ambar tarik pelatuk Berettanya dan dia tempelkan moncong pistolnya di kening Keyla..sontak muka Keyla memutih pucat seperti kapas


"Saya tanya sekali lagi..mana Heru!!" bentak Ambar


"Iii..iya...di..dia disana..dia disana...sama Ken.." jawab Keyla terbata-bata sambil melihat moncong pistol yang menempel di keningnya


"Disana mana?..ngomong yang jelas!!.."


"Di..di kamar no..11..iya..nomor 11.."


Ambar tersenyum smirk dan langsung memukul tengkuk Keyla dengan popor pistolnya hingga Keyla jatuh pingsan. Daddy Tony dan tuan Stephano datang menghampiri


"Dimana Sandra Mbar?" tanya tuan Stephano


"Kata dia..Naya ada di kamar nomor 11 uncle.." jawab Ambar sambil mencabut belatinya dan dia gabungkan lagi dengan Berettanya


Dengan di pimpin Ambar..daddy Tony dan tuan Stephano mencari kamar bernomor 11..sesuai jawaban Keyla. Setelah melangkah beberapa meter..Ambar mengangkat tangannya untuk berhenti ke daddy Tony dan tuan Stephano. Ambar memberi kode kalau di depan mereka ada dua orang yang berdiri membelakangi mereka. Dua orang itu berdiri didepan kamar bernomor 11. Dengan sangat pelan Ambar melangkah mendekati kedua penjaga itu


Sleeeep


Sreeet

__ADS_1


Dengan cepat Ambar menembak salah satu kepala penjaga dan menggorok leher penjaga satunya lagi dengan belatinya. Setelah memberesi kedua penjaga..Ambar memberi kode ke daddy Tony dan tuan Stephano untuk menghampirinya. Di ujung lorong muncul Stu, Riko dan Lalung..mereka segera bergegas mendekati Ambar dan daddy Tony


"Mereka ada didalam kak..kemungkinan Naya jadi sandera mereka.." ucap Ambar pada Stu


Mereka kemudian bersiap-siap untuk menyerbu masuk..tapi ditahan oleh Ambar


"Ada apa lagi Mbar?" tanya Stu heran


"Sebentar kak..Eagle Eye..beri SitRep kamar 11 lantai 2.."


"Sebentar mam..kami akan kirimkan update ke PDA anda.."


Ambar memeriksa PDA kepunyaan dirinya yang mendapatkan notifikasi pesan baru. Di sana ditampilkan layar seperti infrared berbentuk 3D menampilkan keadaan di dalam kamar 11


"Hmm..masih ada sisa dua anak buah lagi.." ucap Stu yang melihat PDA kepunyaannya


Stu dan Ambar memperlihatkan keadaan di dalam kepada yang lainnya..agar penyerangan mereka ke dalam tepat sasaran. Sebelum Stu mendobrak pintu..Ambar mempersiapkan dua buah flashbang granat di tangannya


Braaak


Baaaaaang


Baaaaaang


Flashbang granat meledak di dalam kamar dan membuat Ken dan dua anak buahnya berteriak sambil menutup kedua mata mereka dan telinga mereka yang pengang karena efek dari ledakan flashbang granat. Dengan cepat Stu dan Riko menembaki anak buah Ken yang masih tersisa


"Heru..mau lari kemana kau b*jingan?.." geram Ambar dalam hatinya


Ambar melihat Heru susah payah untuk bangun..Heru segera berlari ke arah sebuah pintu yang ada di dekatnya


"Kejarlah dek..biar Ryu kakak yang beresi.." kata Stu yang melihat Heru melarikan diri


Ambar segera bergegas mengejar Heru yang sudah keluar dari dalam kamar nomor 11


"Dia bagianku dad.." pinta Stu sambil mendekati Ken yang tengah menggeleng-gelengkan kepalanya


"Diam disitu..atau..gadis itu akan mati.." ancam Ken sambil memperlihatkan sebuah remote detonator yang dia pegang


Muka tuan Stephano memerah murka..tangan daddy Tony menahannya yang ingin maju menghampiri Ken


"Sabar Steve..jangan gegabah.."


"Sandra Tony..dia mengancam akan meledakan Sandraku.." geram tuan Stephano


"Tenanglah..biar Stu yang menanganinya.." bujuk daddy Tony


Stu yang kaget..mengangkat tangan kanannya yang memegang M14A1 nya


"Oke..oke..tenang.." bujuk Stu


Ken yang masih sempoyongan keluar dari persembunyiannya sambil terus memperlihatkan remote ditangannya


"Hahahaha..kurang ajar kalian..kalian habisi semua anak buahku..buang senjata kalian!!.." perintah Ken


Semuanya membuang senjatanya masing-masing ke lantai..mereka tidak mau mengambil resiko atas kenekatan Ken


"Dimana Kassandra?" tanya Stu


"Heh..dia aman di ruang sebelah..selama kalian menurut..dia akan baik-baik saja.." jawab Ken sambil mendekati Stu dan memungut senjata kepunyaan Stu yang tergeletak di lantai


"Lepaskan dia..biarkan dia pergi..kau bisa bawa aku.." pinta Stu sambil mengadahkan kedua tangannya ke arah Ken


"Hehehe..pelangganku tidak berselera dengan seorang pria..mereka masih normal semuanya..gadis itu akan aku jual ke penawar yang paling tinggi dan sudah ada pangeran dari Arab yang suka akan gadis belia sepertinya..hahahahaha" tawa Ken jumawa


"K*par*t!!..b*jingan kau!!.." umpat tuan Stephano


Daddy Tony menahan tuan Stephano yang ingin merangsek maju


"Steve..sabar Steve..ingat keselamatan Kanaya.." bisik daddy Tony


Tuan Stephano hanya bisa mendengus kasar menahan hasratnya untuk memecahkan kepala Ken dengan peluru pistolnya


"Daddy Tony masuk..disini Eagle Eye.."


"Masuk Eagle Eye.." jawab daddy Tony lirih


"Posisi Ryu sudah terkunci di bidikan sniper kami..apa bisa kami habisi?.."


"Tembak tangannya yang memegang remote.."


"Copy..."


Praaaaang


Craaassh


Tiba-tiba Ken berteriak histeris tak kala pergelangan tangannya terputus tertembus peluru Sniper Riflle. Kesempatan itu tidak disia-siakan Stu..dia tendang tangan Ken satu lagi yang memegang senjata..hingga senjata itu terpental dan dilanjuti Stu menendang dada Ken hingga Ken terpental ke belakang dan membentur dinding cukup keras. Dengan cepat Stu hampiri Ken dan dia hajar berulang kali wajah Ken hingga babak belur dibuatnya


"Hahahaha..ja..jangan senang dulu kau..cuih.." ucap Ken sambil meludahi Stu dengan darahnya


Stu heran melihat Ken yang masih bisa tertawa walau wajahnya sudah babak belur..ditambah salah satu tangannya sudah terputus


"Ucapkan selamat tinggal pada gadis itu..hahahaha.."


Ternyata Ken menyimpan remote detonator yang asli di balik saku jaketnya dan langsung dia pencet


Blaaam


Blaaam


Blaaam


Blaaam


Lantai dan langit-langit yang berada di depan pintu kamar tempat Kanaya disekap meledak secara beruntun dan terbelah..hingga kamar yang ditempati Kanaya runtuh ke belakang


NAYAAAAAA!!

__ADS_1


SANDRAAAA!!


__ADS_2