
Nyonya Delores yang masih rindu dan kangen dengan Kanaya..mengajak Kanaya untuk melanjutkan obrolan mereka di sebuah gazebo yang terletak di pinggir taman bunga yang indah serta sebuah kolam ikan dan sebuah air mancur yang terdapat bunga teratai berukuran besar yang mengapung di atasnya..di tengah-tengah kebun bunga terdapat joging trek pribadi kepunyaan tuan Stephano
"Sandra?..bisakah kau ceritakan ke ibu sewaktu kamu tinggal dengan Rosida di kampung.." pinta nyonya Delores sambil menarik Kanaya ke dalam pelukannya
Kanaya lalu menceritakan masa-masa kecilnya saat diasuh oleh nenek Rosida dikampung asal tempat nenek Rosida dilahirkan
Sesekali nyonya Delores menahan tangisnya ketika mengetahui betapa terbatasnya hidup putrinya saat tinggal di kampung bersama nenek Rosida..berbeda dengan dirinya yang serba berkecukupan bahkan lebih dari cukup di mata orang awam
"Apa Rosida berlaku kasar ke dirimu nak?" tanya tuan Stephano
"Tidak ayah..nenek Ida tidak pernah berlaku kasar ke aku..nenek Ida sangat sayang dengan aku..nenek bahkan sangat melindungi aku Yah..saat teman-teman aku atau orang-orang kampung yang mencemoohi aku dulu..karena aku berbeda dengan mereka..nenek Ida tidak segan-segan akan memarahi mereka.." jawab Kanaya
Nyonya Delores mencium pipi Kanaya dengan linangan airmatanya
"Entah..ayah harus marah atau berterima kasih ke Rosida..karena dia sudah merawatmu dengan baik..tapi di satu sisi dia sudah berani membawa dirimu lari dulu.." ucap tuan Stephano
"Tapi ada yang aneh disini Yah..ibu merasa heran dengan Rosida..kenapa dia memilih merawat Kasandra seperti cucunya sendiri..dari pada menyerahkan Kasandra ke Darius..ayah masih ingat kan?..kalau Darius pernah berkata..kalau dia yang menyuruh Rosida membawa lari Kasandra untuk diserahkan ke dia?.." tanya nyonya Delores ke suaminya
"Iya..ayah ingat..di laporan Polisi dia berkata kalau dia kehilangan kontak dengan Rosida setelah Kasandra dibawa lari oleh Rosida.." jawab tuan Stephano
"Ibu?..siapa itu Darius?" tanya Kanaya ke ibunya
"Darius Henderson..dia itu saingan bisnis ayahmu nak..sekaligus otak dibalik penculikan dirimu..dia bersama Rosida bersekongkol untuk membawamu lari dari rumah ini..tapi dia mengaku tidak bertemu dengan Rosida lagi setelah Rosida berhasil membawamu lari..ternyata Rosida membawamu ke kampungnya nak.." jawab nyonya Delores sambil membelai rambut Kanaya
"Kami semua telah mencarimu ke segala pelosok negeri ini Sandra..tapi..apalah daya ayah..kalau takdir Tuhan belum memperbolehkan kita untuk bertemu.."
"Ayah tidak bisa membayangkan..kalau Rosida sampai memberikan dirimu ke Darius.." sambung tuan Stephano sambil menghela nafasnya
"Kita harus bersyukur Yah..karena Rosida berubah pikirannya dengan tidak menyerahkan Kasandra ke tangan Darius" pinta nyonya Delores
"Apa ayah akan cabut tuntutan ayah ke Darius?" tanya Alf
"Biarlah Darius meringkuk di penjara..biar dia menyesali perbuatannya dulu.." jawab tuan Stephano
"Apa tidak sebaiknya ayah cabut tuntutannya ayah?..toh putri kita ini sudah kembali pulang.." usul nyonya Delores ke suaminya
"Berikan ayah waktu untuk berpikir bu..ayah masih marah dengan dirinya.." jawab tuan Stephano
"Ibu?..ayah?..Naya ada satu permintaan.." tanya Kanaya sambil melihat ke ibu dan ayahnya bergantian
"Apa nak?..katakan..pasti ayah dan ibu akan mengabulkannya.." jawab nyonya Delores sambil membelai pipi Kanaya
"Bolehkah..Naya tetap tinggal di rumah kak Stu?" tanya Kanaya
"Kenapa nak?..apakah kamu nggak mau tinggal disini?..dengan ayah dan ibu?..hmmm?" tanya nyonya Delores dengan raut muka sedih
"Bukan begitu bu..Naya belum minta ijin ke kak Stu kalau Naya akan tinggal disini..dan Naya belum mengucapkan salam perpisahan ke kak Stu ibu.."
Nyonya Delores melihat ke arah Alf
"Kamu tinggal disini dek..biar bagaimana pun..disini rumahmu.." jawab Alf
"Tapi kak.."
"Sebulan..kakak kasih waktu kamu hanya sebulan untuk tinggal di tempat Stu..habis itu kamu harus tinggal disini..bersama ayah dan ibu.." potong Alf
"Oke!!.." sahut Kanaya dengan kerlingan matanya serta jarinya yang dibentuk huruf O
Nyonya Delores mencium pipi Kanaya dengan gemasnya
"Lagipula..kita harus berterima kasih ke Stu ibu..karena lewat dia pula..kita bisa bertemu dengan Kasandra" ucap Alf
Tuan Stephano dan nyonya Delores menganggulan kepalanya
"Ibu..Naya mau tidur yaah?..Naya masih ngantuk..semalam Naya baru sampai di rumah kak Stu jam 3 pagi.." pinta Kanaya sambil menguap
Nyonya Delores menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Tidurlah nak..ayo..ibu antar ke kamar kamu"
Nyonya Delores mengajak Kanaya masuk ke dalam mansion untuk menuju ke kamarnya
Beberapa pelayan memberikan salam hormatnya pada Kanaya yang notabene adalah nona muda di mansion ini
Sampailah mereka di depan pintu kamar yang besar yang berada di lantai dua
"Waaah..besar sekali.." ucap Kanaya begitu sampai di dalam kamarnya
Nyonya Delores mengajak Kanaya untuk naik ke ranjangnya yang berukuran king size
"Ayo Sandra..ibu ingin memelukmu untuk mengantar dirimu tidur.." pinta nyonya Delores
Kanaya segera naik ke ranjang dan menelusup ke pelukan ibunya
"Dari dulu Naya punya impian bu..kalau nanti Naya tidur..Naya akan tidur di pelukan ibu.." ucap Kanaya sambil memandang ibunya
"Sama seperti ibu nak..ibu juga sudah lama menantikan moment seperti ini dan ibu merasa bersalah karena ibu sampai lengah hingga dirimu dibawa lari oleh Rosida" ucap nyonya Delores dengan nada yang sedikit sesal
"Sudah bu..yang lalu biarlah berlalu..kan Naya sudah pulang.." bujuk Kanaya
Kanaya tersenyum dan memejamkan matanya di pelukan ibunya
"Naya sayang ibu.." ucap Kanaya lirih
"Ibu juga sayang kamu nak.." jawab nyonya Delores sambil mengecup lembut pucuk rambut Kanaya
__ADS_1
_______________
Di sebuah penjara kota..seorang kepala sipir dan beberapa petugas sipir menghampiri sebuah sel yang terletak di pojok ruangan
Taaang...taaaang
"Darius..ada tamu untuk mu!!" panggil petugas setelah menggetok pintu tahanan dengan tongkatnya
Dipojok sel..ada seorang pria berumur lebih dari setengah abad..mengenakan baju tahanan menengok ke arah pintu yang tengah dibuka oleh anak buah kepala sipir
"Tumben kau Darius..selama aku tugas disini..baru kali ini aku menjumpai kau kedatangan seorang tamu..ternyata masih ada yang peduli dengan kau.. tamu mu itu orang kaya sepertinya..apa dia kerabatmu?" tanya kepala sipir seraya tersenyum sinis
Pria tua yang dipanggil Darius hanya diam dan keluar dari ruang tahanannya dan memberikan kedua tangannya untuk diborgol oleh petugas dan dia berjalan setelah bahunya didorong dari belakang
Dengan dikawal beberapa petugas..Darius melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus penerimaan tamu bagi tahanan
Begitu dia masuk..matanya langsung membulat setelah tahu siapa tamu yang mengunjunginya saat ini
"Stephano!!.." ujarnya lirih
Tuan Stephano yang datang bersama Alf dan ditemani oleh pengacara pribadinya..hanya tersenyum samar melihat kehadiran Darius di depannya
"Buka borgolnya.." perintah kepala sipir ke anak buahnya
Setelah terbuka..Darius diperintahkan duduk di hadapan tuan Stephano dan Alf
"Halo Darius?..apa kabar?" sapa tuan Stephano
"Kabarku seperti yang kau lihat Stephano..apa maumu datang kemari..mau mentertawakan penderitaanku?..hah?" tanya Darius
"Ck..picik sekali otakmu itu Darius..apa terlalu lama kau mendekam disini..sampai membuat otakmu itu menciut?" jawab tuan Stephano mencebik kesal
"Sudah kukatakan berulang kali kepadamu Stephano..aku tidak tahu dimana anakmu itu..Rosida entah lari kemana dia..perempuan sund*l itu membawa lari uang dan juga anakmu.."
Tuan Stephano hanya tersenyum smirk mendengar omongan Darius
"Apa tidak puas untukmu Stephano?..bisnisku kau hancurkan..keluargaku kau usir dari negara ini..sedangkan aku?..kau tuntut aku seumur hidup atas kejahatan yang tidak aku lakukan.." sergah Darius yang tidak terasa airmatanya menitik di ujung matanya
"Jangan asal bicara kau Darius!..semua bukti sudah membuktikan kalau kau itu adalah dalang dibalik penculikan anakku..rekaman cctv menunjukan kalau kau memang bersekongkol dengan Rosida untuk membawa lari anakku.." sahut tuan Stephano dengan sedikit emosi
"Ayah.." ucap Alf yang berusaha menenangkan tuan Stephano
Darius hanya bisa mendengus kesal..di menundukan wajahnya sambil dia tarik rambutnya ke belakang
"Kalau niatmu kemari hanya untuk menanyakan keberadaan anakmu itu padaku..percuma saja..tetap akan ku bilang padamu Stephano..aku tidak tahu dimana anakmu!!..kau cari saja perempuan sund*l itu!!..dia yang bawa lari anakmu..bukan aku!!.." ucap Darius dengan nada putus asa
"Kau harusnya hari ini bersyukur Darius..aku datang kesini bukan untuk menanyakan keberadaan anakku..tapi membawakan kabar bagus untukmu"
Darius menegakan kepalanya..menatap tuan Stephano dengan tatapan penuh pertanyaan
"Apa maksudmu Stephano?" tanya Darius
Darius tersentak kaget mendengar jawaban tuan Stephano barusan
"A..apa?"
"Kau bebas Darius.." jawab tuan Stephano
Darius memandangi satu persatu orang yang hadir di ruangan ini..meminta kepastian omongan tuan Stephano yang baru saja dia dengar
"A..aku..bebas?"
"Iya..kau bebas hari ini Darius..tapi dengan satu catatan!!.."
Tuan Stephano menatap ke Pengacara pribadinya dan sang Pengacara mengerti maksud tuan Stephano..segera memberikan sebuah map yang berisikan surat pernyataan ke depan meja Darius
"Kau tanda tangani surat penyataan itu..kalau kau sampai terlihat mendekati keluargaku atau pun yang berhubungan dengan keluargaku dalam jarak radius 1 kilometer..maka aku tidak segan-segan akan menjebloskan dirimu lagi kedalam penjara..bahkan ke depan regu tembak..mengerti Darius?" titah tuan Stephano
Tanpa pikir dua kali..dengan tangan yang gemetar Darius segera menandatangani surat penyataan yang ada di depannya
"Terima kasih Stephano..terima kasih..aku berjanji akan menjauh dari dirimu dan keluargamu..sejauh mungkin"
Darius memberikan bungkukan badannya sebagai tanda terima kasihnya ke tuan Stephano
"Bagus..aku pegang omongan mu.."
Setelah dirasa selesai urusannya dengan Darius..tuan Stephano beserta Alf meninggalkan ruangan itu
Tuan Stephano sengaja tidak memberi tahukan ke Darius kalau putrinya saat ini sudah ketemu
Dan dia juga sengaja tidak menyebarkan berita kepulangan Kasandra ke awak media..dia tidak mau privasi putri bungsunya itu terganggu
Tuan Stephano juga mewanti-wanti kepada para pelayan yang bekerja di mansionnya..agar menutup rapat-rapat mulut mereka tentang kepulangan putrinya
Dan mulai detik ini..tuan Stephano memberikan pengawalan khusus terhadap Kasandra..dia tidak mau kecolongan lagi..sudah cukup selama 16 tahun dia kehilangan putrinya
_____________
Nyonya Delores membuka pintu kamar Kanaya..dia tersenyum melihat putrinya masih tergolek di atas tempat tidurnya
"Sandra?..sayang?..bangun nak..sudah mau Magrib.." panggil nyonya Delores sambil membelai rambut Kanaya dengan lembut
"Sandra?.." panggil nyonya Delores sambil mengecup kening Kanaya
"Hmmmmppp..."
__ADS_1
Kanaya menggeliat pelan karena keningnya dikecup lembut oleh ibunya
"Sandra?..apa putri ibu selama ini kerjanya hanya tidur saja?..hmmmp?" goda nyonya Delores
Kanaya mengerucutkan bibirnya mendengar ledekan dari ibunya
"Ibuuuu.." rengek Kanaya
Nyonya Delores tersenyum geli
"Bangun nak..sudah mau Magrib" pinta nyonya Delores sambil menjawil hidung Kanaya
Dengan manja..Kanaya bangun dan langsung memeluk ibunya dan mencium kedua pipinya
Cup..
Cup..
"Naya kangen sama ibu.."
Nyonya Delores tersenyum sambil memperhatikan muka bantal yang membikin Kanaya semakin imut
"Kamu mandi dulu yaah?..habis itu sholat..kamu sholat nggak?" tanya nyonya Delores
"Lagi nggak bu..Naya lagi dapet.." jawab Kanaya sambil memperhatikan rambut brunette nyonya Delores yang warnanya sama seperti dirinya
"Ibu?..kata kak Alf..warna rambut Naya yang sama seperti warna rambut ibu..coklat begini..memang betul ya bu?..warna rambut ini adalah warna rambut warisan?" tanya Kanaya
"Iya..ini adalah warisan dari keturunan gen De Marco sayang..ibu dapat rambut ini dari garis keturunan kakekmu..Lorenzo de Marco" jawab nyonya Delores
Kanaya hanya membulatkan mulutnya
"Disetiap keturunan dari hasil perkawinan gen de Marco..hanya satu anak yang akan di anugerahi rambut coklat ini..yang kebetulan ibu dan kamu yang mendapatinya.." lanjut nyonya Delores
"Jadi nanti kalau Naya punya anak..anak-anak Naya pasti salah satunya akan mempunyai rambut coklat ini bu?" tanya Kanaya
"Iya sayang..baik laki-laki ataupun perempuan" jawab nyonya Delores
"Kakek Lorenzo tinggal dimana sekarang bu?" tanya Kanaya
"Kakek Enzo..tinggal di Roma sayang..bersama nenek Izel.." jawab nyonya Delores sambil merapikan rambut Kanaya yang agak berantakan
Nyonya Delores mengambil sisir di meja rias dan kembali ke ranjang..Kanaya yang tahu ibunya membawa sisir..segera memutar badannya membelakangi ibunya
Nyonya Delores segera menyisir rambut Kanaya yang panjang sepunggung
"Nama nenek siapa bu?..nenek Izel?" tanya Kanaya memperjelas
"Nama nenekmu Grazziella de Marco..kamu bisa memanggilnya nenek Izel..nama kakek Lorenzo de Marco..nama panggilan kakek..kakek Enzo" jawab nyonya Delores
"Kalau nama lengkapku bu?" tanya Kanaya seperti ingin tahu nama semua silsilah keluarga besarnya
"Kassandra Prunella Alexandria..sedangkan nama kakakmu..Alfonso Dean Alexander"
"Kalau ibu?.."
"Delores Castannia Alexander..ayahmu Stephano Gencio Alexander..kalau nama opa dari ayahmu Stephanus Edigio Alexander..sedangkan oma mu Soraya Pramesti Alexander..kamu bisa manggil oma Aya"
"Nama oma kayak nama orang Indonesia bu?" tanya Kanaya
"Iya..oma mu orang Indonesia..beliau kelahiran kota Bandung.." jawab nyonya Delores
"Kayak mommy Angel ya bu?..mommy Angel orang Indonesia juga.."
"Iya sayang..kamu kemarin sudah ketemu sama mommy Angel?.."
"Sudah bu..mommy Angel cantik ya bu.."
"Iya sayang..mommy Angel kan bekas fotomodel.."
"Ibu kenal sama mommy Angel dari kapan bu?"
"Dari jaman waktu kuliah dulu.."
Nyonya Delores mengikat rambut Kanaya dengan model ikat ekor kuda
"Kakek Enzo tinggak di Italia ya bu?" tanya Kanaya sambil membalik badannya menghadap ibunya..karena dia merasa ibunya sudah selesai mengikat rambutnya
"Iya sayang..kakek Enzo tinggal di Roma..kalau opa mu tinggal di Lombok.."
Nyonya Delores menyelipkan anak rambut Kanaya di belakang telinganya
"Kapan-kapan kamu datangilah kakek Enzo di Itali sayang..kakek sudah sangat ingin bertemu denganmu..apalagi semalam nenek Izel sampai menangis setelah mendengar kabar kalau dirimu sudah ketemu..ajaklah kakakmu kesana"
"Baik ibu..mungkin setelah ujian sekolah..Naya main ke tempat kakek..tapi bu..bolehkan Naya ajak teman Naya ke sananya?" tanya Kanaya
"Boleh sayang..kamu mau ajak siapa?"
"Teman-teman sekolahku bu..mereka ada tiga orang..Maria,Liona dan Rita" jawab Kanaya
Nyonya Delores menganggukkan kepalanya
"Terima kasih ibu.." ucap Kanaya sambil memeluk ibunya
Nyonya Delores membalas pelukan Kanaya
__ADS_1
"Oh iya bu..Naya sampai lupa..baju seragam sama buku-buku sekolahku kan masih di rumahnya kak Stu..nanti siapa yang antar Naya ke sana bu?..buat ambil buku sekolah..besok kan Naya sudah masuk sekolah.." tanya Kanaya
"Nanti setelah makan malam..kamu bisa minta antar kakakmu kesana..yaah?" jawab nyonya Delores