Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
04.Ramen Special


__ADS_3

Tika membawa celana jeans berwarna biru dan dress berwarna putih ditangannya.. sesampainya di depan kamar Kanaya yang berada di lantai 2..Tika mengetuknya dengan perlahan


"Nonnn?..non Naya?" panggil Tika


"Iya mbak.." sahut Kanaya


Tak lama kemudian Kanaya muncul di balik pintu


"Ada apa mbak?"


"Non..tuan muda suruh non ganti baju dan celana non dengan ini" jawab Tika sambil memberikan celana jeans yang dia pegang ke Kanaya


"Ooh..baik mbak" jawab Kanaya


Tika lalu mengikuti Kanaya masuk ke dalam kamar dan memberesi tempat tidur yang habis dipakai oleh Kanaya..sedangkan Kanaya masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti celananya


Setelah selesai Kanaya keluar..celana overallnya sudah dia ganti dengan celana jeans model skiny yang makin membuat kakinya yang jenjang makin terlihat jelas


"Waah..pas ternyata ya non.." kata Tika yang melihat penampilan Kanaya


"Iya mbak..ini punyanya non Sita ya mbak?" tanya Kanaya


"Iya non.." jawab Tika sambil melipat badcover


"Mbak Tika..saya mau nanya dong.."


"Nanya apa non?"


"Non Sita tuh siapa sih?" tanya Kanaya


Tika mengulas senyumannya


"Maaf non..saya tidak berani cerita..sesuai perintah tuan muda"


Kening Kanaya berkerut heran mendengar jawaban Tika


Keduanya tiba-tiba menoleh ke sebuah interkom yang berada di dekat pintu masuk


"Non Naya?" panggil seseorang..suara Sela


Kanaya mendekati interkom


"Iya bu?.." jawab Kanaya


Tika tersenyum geli melihat apa yang dia lihat


Kanaya menjawab panggilan Sela tanpa memencet tombol hijau yang ada di interkom


"Maaf non..kalau non mau ngomong..harus menekan tombol hijau ini dulu ya non..biar suara non terdengar di seberang sana.." jelas Tika


"Ooooh..gitu ya mbak?" ucap Kanaya sambil nyengir kuda


Kanaya mengulangi lagi sesuai arahan Tika


"Iya bu?"


"Non Naya ditunggu tuan muda dibawah.."


"Iya bu..saya kebawah sekarang"


Kanaya lalu segera turun ke lantai dasar..dan menghampiri Stu yang tengah memainkan handphonenya


"Tuan.." panggil Kanaya begitu tiba disebelah sofa tempat Stu duduk


"Sudah?" tanya Stu


"Sudah tuan.." jawab Kanaya


Sesaat Stu melihat penampilan Kanaya yang memakai skiny jeans pemberiannya


..seksi..


"Ayo kita jalan sekarang.." ajak Stu sambil bangun dari duduknya


Kanaya lalu mengekor mengikuti Stu yang berjalan keluar menuju ke garasi


Stu membuka pintu salah satu mobil sedan sportnya..Porsche Panamera turbo berwarna hitam legam


"Ayo masuk.." pinta Stu kepada Kanaya yang masih berdiri mematung di sebelah mobil


"Eeh..iya tuan.."


Kanaya lalu masuk dan duduk di sebelah Stu


Setelah menyalakan mobilnya..Stu melihat Kanaya yang tidak memakai seatbeltnya


"Pakai seatbelt kamu Naya.." pinta Stu


"Eeh..tuan..gimana caranya?" tanya Kanaya polos


Stu menjorokan badannya ke arah Kanaya untuk meraih seatbelt yang berada di samping Kanaya


Kanaya reflek memundurkan kepalanya ketika Stu meraih seatbelt..tercium aroma parfum maskulin yang terhirup hidung bangir Kanaya


"Ya Alloh..wangi banget.." batin kanaya


Setelah memakaikan seat belt Kanaya..Stu memakai seatbelt untuk dirinya


Stu berusaha mengusir rasa aneh yang menjalar di hatinya..ketika saat dia meraih seatbelt untuk Kanaya..hidungnya sempat mendengus pelan di samping telinga Kanaya..leher Kanaya yang jenjang dan putih mengundang dirinya untuk meninggalkan jejak disana


Tak lama kemudian mobil sport itu meninggalkan komplek mansion kepunyaan Stu


Kanaya mengedarkan pandanganya keluar jendela..menikmati perjalanan ini yang terasa canggung dan kaku..karena tidak ada interaksi diantara mereka


Kanaya melihat Stu yang memakai kacamata hitamnya konsen menyetir


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya..Kanaya mengeluarkan handphone jadulnya dan mulai memainkan game offlinenya


"Eeeh..." pekik Kanaya karena Stu merebut handphonenya


"Hp apa ini?" ujar Stu sambil membolak-balik handphone Kanaya


"Hp saya tuan..memangnya tuan kira apa?.." kesal Kanaya karena Stu mengambil handphonenya tanpa permisi dulu

__ADS_1


"Saya kira remote.." ucap ketus Stu sambil melempar handphone Kanaya ke pangkuannya


Kembali mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing


"Tuan.." panggil Kanaya yang berusaha mencairkan suasana


"Hmmmm.." jawab Stu


"Kita mau kemana sih?" tanya Kanaya


"Nyari tas sama buku kamu..buat sekolah besok" jawab Stu


"Ooh.." mulut Kanaya membulat


Mobil sport Stu memasuki sebuah mall terbesar dan terkenal di ibukota


Setelah menyerahkan kunci mobilnya ke petugas valet..Stu masuk ke dalam mall diikuti oleh Kanaya di belakangnya


Mata Kanaya membulat dan berbinar-binar begitu kakinya menginjak loby mall


Gadis kampung seperti Kanaya..baru sekali ini dia merasakan sensasi masuk ke dalam mall yang mewah dan megah


"Naya!!" panggil Stu yang melihat Kanaya berhenti di tengah-tengah loby


Kanaya seperti tersadar dari hipnotis langsung menghampiri Stu yang menunggunya


"Kamu kenapa sih?..kayak baru pertama kali masuk mall ajah.." gerutu Stu


"Memang iya tuan..soalnya di kampung nggak ada mall.." jawab Kanaya polos


Stu memutar bola matanya malas..dia lalu menggamit tangan Kanaya dan dia gandeng disisinya


"Tuan?" tanya Kanaya heran sambil melihat tangan Stu mencengkram tangannya lembut


"Biar kamu nggak hilang nanti.." jawab Stu sekenanya


Kanaya langsung tersipu malu..Stu meliriknya sambil menahan senyumanya..dia melihat muka Kanaya merah merona


Kanaya melihat mata para wanita yang berpapasan dengan mereka..melirik Stu dengan tatapan ingin menerkam Stu


..ganteng banget..


..ya ampuuun..oppaaaaa..


..rahimku menghangat ya tuhaaaan..


..mau dong..aku yang di gandeng..


Begitulah kata-kata yang di dengar oleh Kanaya dari wanita-wanita yang melihat Stu berjalan dengan dirinya


Kanaya melihat Stu yang sepertinya tidak memperdulikan tatapan jalang para wanita yang ada di sekitarnya


Stu memasuki sebuah butik terkenal


Kembali Kanaya melihat para wanita pengunjung butik melihat ke arah Stu yang melintas di depan mereka dengan tatapan liarnya


"Halo pak Stewart..apa kabar?" sapa seorang wanita yang sepertinya manager di butik ini kalau dilihat dari seragamnya dengan tatapan genitnya ke arah Stu


"Tolong cariin baju dan celana untuk cewek ini.." jawab Stu cuek sambil menyerahkan Kanaya di depan dirinya


Kanaya melihat Stu..Stu menganggukan kepalanya


Kanaya lalu mengikuti wanita itu..disana dirinya diukur oleh salah satu staff lainnya


Sementara itu..Stu yang tengah menunggu..tengah asik memainkan handphonenya di salah satu sofa ruang tunggu


Dirinya tidak tahu kalau tengah diperhatikan oleh seorang wanita cantik yang duduk di depan dirinya..wanita itu berdiri dan berjalan dengan anggunnya menuju ke tempat Stu


"Hallo handsome..lonely?" sapanya sambil duduk disebelah Stu


Stu menoleh acuh ke wanita itu dan dia kembali memainkan handphonenya


"Can..i..introduce may self?" tanya wanita itu sambil menjulurkan tangannya


"Ngomong Indonesia aja mbak..nggak usah ke barat-baratan..kayak faseh ajah.." ketus Stu yang tidak menyambut uluran tangan wanita itu


"Oooh..bisa ngomong Indonesia toh?..boleh kenalan nggak?" pintanya sekali lagi


Stu hanya mendiamkan permintaan wanita itu..tapi wanita itu tidak pantang menyerah


"Kalau nggak salah..anda tuan Stewart Wijaya kan?..yang punya mall ini.." ujarnya


Sebenarnya Stu merasa jengah dengan kelakuan wanita di sampingnya..tapi dia berusaha menjaga imagenya di mata publik agar imagenya sebagai CEO Wijaya Holding tidak menjadi buruk


"Ada perlu apa ya mbak?" tanya Stu dingin


"Saya mau mewawancara bapak untuk artikel tabloid kami pak.." jawabnya


"Sebelumnya..perkenalkan saya Anita dari tabloid majalah Gmen.."


"Kalau mau wawancara..mbak bisa bikin janji dulu dengan sekretaris saya..dan datang ke kantor..tidak di tempat ini" potong Stu


"Tapi pak.."


"Mbaaak?..mbak bisa nggak jangan ganggu acara weekend saya?" sewot Stu dengan tatapan tajam dan dinginnya ke arah Anita


Anita lalu dengan gugup memohon diri dari hadapan Stu..Stu hanya menganggukan kepalanya dengan malas


"Blokir semua acara dan wawancara saya dengan majalah Gmen.." ketik Stu di pesan pribadinya dan dia kirim ke seseorang


"Baik tuan.." balas seseorang di pesan Stu


"Pak Stewart.." panggil manager wanita yang tadi menemani Kanaya memilih baju


Stu menoleh dan melihat wanita itu di dampingi oleh beberapa staff yang tengah mendorong troley yang berisikan pakaian untuk Kanaya


Stu lalu berjalan ke kasir untuk membayar belanjaannya


"Ceweknya yang tadi sama saya?..mana mbak?" tanya Stu


"Ooh..dianya lagi ngelihat-lihat koleksi topi pak.." jawabnya


Stu lalu menghampiri koleksi topi..disana dia melihat Kanaya tengah memegang sebuah topi

__ADS_1


"Kamu mau?" tanya Stu sambil menghampiri Kanaya


"Eeh..ngg..nggak tuan.." jawab Kanaya gugup dan menaruh kembali topi yang dia pegang ke tempatnya


"Kenapa?"


"Nggak tuan..kemahalan.." jawab Kanaya


Stu tersenyum geli..baru kali ini dirinya mendengar ada seorang wanita merasa sungkan untuk dibelikan sesuatu oleh dirinya


"Nggak apa-apa Naya..kalau kamu suka..kamu bisa ambil..nanti saya yang bayar.." kata Stu


"Beneran tuan?" tanya Kanaya


Stu menganggukan kepalanya


"Terima kasih tuan" ucap Kanaya tulus


Stu bisa melihat rasa syukur yang tulus dari pancaran bola mata gadis di depannya


Kanaya mengambil topi yang tadi dia pegang


"Yang itu?" tanya Stu


"Iya tuan.."


"Kok cuma satu?"


Stu ambil koleksi topi lainnya dan langsung dia pakai di kepala Kanaya


Stu spontan tertawa melihat wajah imut Kanaya setelah memakai topi yang dia pakaikan


"Kalau nggak yang ini.."


Stu mengambil topi Laken dan dia pakaikan di kepala Kanaya


"Jelek tuaaan.." rajuk Kanaya


"Nggak..cakep kok..sebentar.."


Stu mengeluarkan handphonenya dan dia foto Kanaya yang tengah memakai topi Laken


Akhirnya Kanaya menjadi obyek dadakan untuk model foto Stu sambil memakai berbagai macam aneka jenis topi yang ada dikoleksi butik ini


Kanaya hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat dirinya difoto oleh Stu..yang membikin Stu makin gemas melihat pose Kanaya


Setelah selesai belanja..mereka berdua keluar meninggalkan butik itu


"Ini buat siapa tuan?.." tanya Kanaya yang melihat banyaknya papper bag di tangannya dan juga tangan Stu


"Buat kamu.."


"Buat saya tuan?" tanya Kanaya tak percaya


Stu menganggukan kepalanya


"Waaah..terima kasih tuan..terima kasih banyak" kata Kanaya


Stu kembali melihat pancaran tulus dari kedua mata Kanaya


Tiba-tiba..Kanaya berhenti di salah satu estalase restoran


"Naya?..kenapa?" tanya Stu


Stu melihat mata Kanaya menatap hidangan ramen yang dipajang di etalase


"Kamu udah laper yaah?"


Sebelum Kanaya menjawab..tangan Stu langsung menggaet tangan Kanaya untuk masuk ke dalam restoran itu


Disalah satu meja..Stu memesankan ramen spesial untuk Kanaya dan Sushi kaviar untuk dirinya


"Mohon ditunggu tuan.." kata seorang pelayan restoran sambil meninggalkan meja


Sepeninggal pelayan itu..Stu melihat Kanaya mengedarkan matanya melihat-lihat suasana restoran Jepang yang dia masuki


"Naya.." panggil Stu


"Huuuh?..iya tuan.." jawab Kanaya


"Kamu suka ramen yaah?"


"Hehehe..nggak tuan..saya belum pernah makan..makanan mahal soalnya..tapi kalau saya lihat di film-film Korea..kayaknya enak banget tuan.." jawab Kanaya sambil memperlihatkan deretan giginya


Stu tertegun mendengar jawaban Kanaya..ramen special yang menurutnya makanan receh..tapi tidak bagi Kanaya..ramen special adalah makanan istimewa yang hanya bisa dia lihat di film-film Korea


Stu mengusap airmatanya yang menitik di ujung matanya


..eh...menangis?..Stewart Wijaya yang terkenal dingin dan arogan bisa menangis?


Tak lama..tibalah pesanan mereka di meja


"Silahkan dinikmati tuan.."


Terhidanglah ramen special untuk Kanaya dan sushi kaviar untuk Stu


"Kamu bisa pakai sumpit nggak?" tanya Stu sambil membuka sumpitnya


"Nggak bisa tuan..saya pakai garpu ajah.." jawab Kanaya


"Bismilahhirohmannirohim.." ucap Kanaya sebelum memakan ramennya


Sontak Stu melihat Kanaya yang mengucapkan doa sebelum makan..senyuman langsung tergambar di bibirnya


"Gimana?..enak?" tanya Stu sambil memakan sushi nya


"Hmmmmm..enak banget tuan..terima kasih ya tuan.." jawab Kanaya


Stu tersenyum..karena kembali Kanaya mengucapkan terima kasih ke dirinya..entah yang ke berapa kali


"Habisin..kalau kurang kamu bisa pesan lagi.."


Kanaya hanya menganggukan kepalanya..karena bibirnya yang mungil tengah sibuk menyedot ramen ke mulutnya

__ADS_1


Stu mengusap-usap pucuk rambut Kanaya dengan lembut


__ADS_2