
Mercedez Stu memasuki halaman mansionnya. Diteras sudah menunggu Sela dan Tuti. Sesampainya di teras..Tuti membukakan pintu untuk Stu
"Selamat sore tuan muda.." sapa Sela dan Tuti berbarengan
"Sore Sela..Tuti.." jawab Stu
"Oh iya pak Dirman..nanti malam saya akan keluar dan akan bawa mobilnya sendiri..tolong siapkan mobil punya Ambar yang dulu..saya mau bawa yang itu.." pinta Stu ke pak Dirman yang membawakan tas kerja Stu
"Yang Honda Jazz tuan muda?" tanya pak Dirman memastikan
"Iya.."
"Tapi mohon maaf tuan muda..saya akan membersihkannya terlebih dahulu..karena mobilnya mbak Ambar sudah terlalu lama diam di garasi.." kata pak Dirman
"Berapa lama?"
"Kira-kira satu jam tuan muda.." jawab pak Dirman
"Hmmm..sepertinya cukup..saya jalan sekitar jam 7 malam.."
"Baik tuan muda.."
Stu lalu masuk ke dalam mansionnya diikuti oleh Tuti. Sedangkan Sela mencium punggung tangan suaminya dan mengiringinya berjalan menuju ke paviliun mereka
"Nanti mas ikut dengan tuan muda keluar?" tanya Sela
"Nggak Yanng..Stu ada kencan sama Naya malam ini.." jawab Riko sambil membuka pintu paviliunnya
"Haaah?..yang benar mas?.." tanya Sela
Riko menganggukan kepalanya
"Waaah..ternyata tuan muda dan non Naya benar-benar pacaran ya mas?.." ucap Sela sambil tersenyum
"Iya..malahan Stu sampai membatalkan undangan makan malam sama orang China karena dia ada kencan dengan Naya.."
Sela membantu Riko melepaskan jas nya dan menaruh di lengannya
"Mas mau mandi dulu?"
"Bikinin mas kopi dulu ya Yaang..badan mas masih gerah nih.." jawab Riko
Sela lalu bangun dan menuju ke belakang..meninggalkan Riko yang selonjoran di sofa panjangnya
.
***
.
Stu tampak tengah merapikan kaos Polo warna navinya di depan cermin besar yang ada di kamarnya. Penampilan Stu malam ini berbeda dengan penampilan dia sehari-hari. Malam ini Stu memakai kaos Polo dan celana Jean's nya dan ditambah sepatu Sneaker berwarna putih. Tapi walau bagaimana pun..aura ketampanan seorang Stewart Jodi Wijaya makin menguar dengan hebatnya..meskipun dia berdandan dengan pakaian sederhana. Kenapa Stu memakai pakaian sederhananya malam ini?..bukankah dia akan mengajak Kanaya makan malam?. Sudah pasti ini semua karena permintaan Kanaya sendiri..agar Stu memakai pakaian sederhana mengganti setelan formal yang Stu pakai sehari-hari
.
-Flashback On-
"Memangnya kamu mau ajak kita makan dimana sih Nay?..sampai nyuruh kakak jangan pakai pakaian formal?.." tanya Stu di sambungan teleponnya
"Adaaaa ajaaa..pokoknya kakak nanti malam jangan pakai jas yaah?..soalnya kalau kakak pakai setelan jas..nggak matching sama tempatnya"
"Ya sudah..nanti malam kakak akan ikutin apa permintaan tuan putri daaah.."
Terdengar Kanaya tertawa geli
"Oh iya..kakak juga jangan pakai mobil yang biasanya yaah?..soalnya jalan ke tempat makannya sempit kak..mobil kakak nggak bisa masuk.."
Stu mengernyitkan keningnya
"Kok nggak bisa?..kenapa Nay?"
"Tempatnya ada di dalam gang kak..apa kakak mau pinjam mobilnya kak Alf?..kak Alf punya tuh mobil yang kecil di garasi"
"Nggak usah..kakak ada kok mobil yang kecil di rumah.."
"Oh..kakak punya..ya sudah kalau gitu..kakak nanti ke rumah jam berapa?"
"Jam 7.30.."
"Okeeh..sampai nanti ya kak..dadaaaaa..."
"Daaaa.."
Stu memutuskan sambungan teleponnya
-Flashback Off-
.
Setelah dirasa sudah rapi..Stu segera keluar dari kamarnya sambil membawa sebuah papper bag yang ada di ranjangnya
"Selamat malam tuan muda.." sapa Wati yang menunggu di ruang tamu
"Malam Wati..nanti kalian jangan ada yang menunggu saya yaah?..sepertinya saya akan pulang ke mansion daddy malam ini.." ucap Stu
"Baik tuan muda.." jawab Wati
Di teras..pak Dirman sudah menyiapkan sebuah mobil Honda Jazz berwarna hitam sesuai permintaam Stu
"Selamat malam tuan muda.." sapa pak Dirman
"Malam pak..sudah pak?"
"Sudah tuan muda..mobilnya mbak Ambar siap tuan muda pakai malam ini.." jawab pak Dirman
"Terima kasih pak.." ucap Stu sambil memberikan uang tip kepada pak Dirman
"Terima kasih tuan muda.."
Pak Dirman membukakan pintu sebelah kanan untuk Stu. Setelah di dalam mobil..Stu menurunkan kaca jendelanya
"Besok bapak jemput saya di mansion daddy yaah?..soalnya malam ini saya mau pulang ke sana.." pinta Stu
"Baik tuan muda.." jawab pak Dirman sambil menganggul hormat
"Saya jalan dulu pak.." pamit Stu
"Iya tuan muda..hati-hati dijalan.." balas pak Dirman
__ADS_1
Pak Dirman melihat mobil Honda Jazz hitam itu keluar dari halaman mansion
"Tuan muda mau kemana sih?..tumben-tumbenan nggak pakai mobil sportnya.." batin pak Dirman
.
***
.
Seorang Security yang bertugas menjaga pintu gerbang mansion tuan Stephano..mendekati sebuah mobil hitam yang merapat ke gerbang mansion dan memberikan klakson
"Selamat malam?" sapanya hormat
"Selamat malam pak.." jawab Stu sambil tersenyum yang sudah menurunkan kaca jendela mobilnya
"Eh?..pak Stewart?..maaf pak..saya kira siapa..soalnya mobilnya lain.." sahut Security itu sambil tersenyum tak enak hati
"Sebentar pak.."
Dia segera kembali ke pos jaga untuk memencet tombol yang menggerakkan secara otomatis gerbang itu terbuka
"Silahkan masuk pak.."
"Terima kasih ya pak.." kata Stu sambil menjalankan mobilnya memasuki halaman mansion
"Iya pak Stewart.." jawab Security itu sambil mengangguk hormat
Setelah memarkirkan mobilnya..Stu berjalan ke pintu masuk mansion dan memencet tombol bel yang ada disana
Ting..Tong
Tak lama pintu terbuka dan muncul pak Dan dari balik pintu
"Selamat malam tuan Stewart.." sapa pak Dan
"Selamat malam pak..Naya nya ada?" jawab Stu
"Ada tuan muda..mari..silahkan masuk.."
Stu mengikuti pak Dan yang melangkahkan kakinya ke ruang keluarga. Pak Dan sebelumnya sudah mendapatkan mandat dari tuan Stephano..apabila ada keluarga daddy Toni yang berkunjung ke mansion..mereka diijinkan langsung masuk ke ruang keluarga
"Selamat malam tuan..nyonya..ada tuan Stewart berkunjung.." sapa pak Dan kepada tuan Stephano dan nyonya Delores yang tengah menyaksikan televisi
Tuan Stephano dan nyonya Delores menoleh ke arah pak Dan dan Stu yang berdiri tak jauh dari sofa ruang keluarga
"Stu?..kamu sudah datang nak?.." kata nyonya Delores sambil berdiri dan menghampiri Stu
"Apa kabar aunty?.." tanya Stu sambil memeluk nyonya Delores
"Kabar aunty baik-baik saja sayang.." jawab nyonya Delores membalas pelukan Stu
Nyonya Delores mengajak Stu untuk duduk di sofa
"Uncle?.." sapa Stu sambil menghampiri tuan Stephano dan memeluknya hangat
"Stu?..silahkan duduk nak.."
Sebelum duduk..Stu menaruh papper bag yang dia bawa di meja
"Apa ini Stu?" tanya nyonya Delores melihat papper bag bawaan Stu yang bertuliskan toko minuman terkenal di Ibukota yang menjual wine-wine berkelas
"Terima kasih sayang.."
Nyonya Delores mengambil papper bag dan dia serahkan ke pak Dan untuk dibawa masuk
"Kalian mau kemana malam ini?" tanya nyonya Delores yang tahu maksud tujuan Stu datang ke mansionnya malam ini
"Terserah Naya aunty..soalnya malam ini Naya yang menentukan destinasi tempat makannya.." jawab Stu
"Kakak sudah datang?"
Yang ada di ruang keluarga sontak mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara yang berada di lantai dua. Nyonya Delores tersenyum melihat putrinya melangkah turun ke ruang keluarga. Kanaya malam ini memakai kaos putih dan celana skiny jeansnya..di padu dengan sepatu sneaker putihnya. Tak ketinggalan tas mungil yang di sanding di punggungnya. Putri bungsu tuan Stephano malam ini terlihat sangat imut dan cantik
"Putri ibu sudah cakep begini..mau kemana sih sayang?..hmmm?.." tanya nyonya Delores pada Kanaya yang sudah melendot di lengannya
"Kak Stu mau ngajak Naya makan di luar bu..bolehkan?" tanya Kanaya
"Boleh sayang.." jawab nyonya Delores sambil menjawil dagu Kanaya
"Ayo kak..kita jalan sekarang.." ajak Kanaya
"Aunty..uncle..Stu ajak Naya makan malam yaah?" pamit Stu
"Iya sayang..hati-hati ya Stu.."
Setelah pamit dan mencium tangan kedua orangtuanya..Kanaya mengajak Stu keluar menuju ke teras
"Mobil siapa ini kak?.." tanya Kanaya yang baru pertama kali melihat mobilnya Ambar
"Mobilnya Ambar.." jawab Stu
Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil dan Kanaya membuka kaca jendelanya ..melambaikan tangannya ke orangtuanya yang berdiri di teras
"Daaa ibuuu..daaa ayaah.."
"Daaa sayang..hati-hati yaah?..Stu?..jangan terlalu malam kalian pulangnya.." jawab nyonya Delores
"Baik aunty.." sahut Stu sambil melongok ke arah kedua orangtua Kanaya
Nyonya Delores dan tuan Stephano memandangi mobil Honda Jazz yang keluar dari halaman mansion..Setelah hilang di balik gerbang..tuan Stephano mengajak istrinya masuk ke dalam mansion
.
***
.
Disinilah mereka sekarang..Stu mengikuti Kanaya yang berjalan menyusuri sebuah jalan kecil yang ramai dengan parkiran motor di kiri kanan jalan. Jalan itu di dominasi oleh jajanan kuliner malam yang ramai dengan pengunjung. Kanaya memasuki sebuah warung sate kambing PSK
"Sate kambing PSK?.." batin Stu heran
Stu hanya mengangkat kedua bahunya dan berdiri di sebelah Kanaya yang memesan sate kambing
"Pakde?.." panggil Kanaya
"Eh?..mbak Naya..mau pesan apa nih?" tanya penjual sate yang tengah mengipasi jejeran sate yang tengah di panggang
__ADS_1
"Biasa pakde..2 kilo yaak..nggak pakai lemak" jawab Kanaya
"Biasa kan?..sate, tongseng, sop sama gulai?.." tanya penjual sate itu memastikan
"Iya pakde.."
"Siap mbak..duduk dulu mbak.."
Kanaya lalu mengajak Stu untuk menuju ke arah belakang warung sate. Ternyata disana ada beberapa saung yang disediakan untuk tempat pengunjung menyantap makanan. Mereka duduk di sebuah saung yang kosong
"Kamu sering kesini Nay?" tanya Stu
"Iya kak..pulang sekolah aku sering kesini sama teman-teman.." jawab Kanaya
"Kakak belum pernah yaah?"
Stu menggelengkan kepalanya
"Pasti kakak juga belum pernah makan tongseng?" tanya Kanaya lagi
Stu kembali menggeleng
"Hmmm..kakak musti coba..enak deh pokoknya.."
***
Pelayan mengantarkan pesanan Kanaya ke saung. Setelah menata makanan aneka daging kambing..Pelayan warung sate itu menanyakan minuman Kanaya dan Stu
"Saya es jeruk ya mas..jangan terlalu manis.."
"Saya sama..es jeruk" sahut Stu
Stu melihat banyaknya makanan olahan daging kambing yang ada dimeja
.
-Sate Kambing-
-Tongseng-
-Sop Kambing-
-Gulai Kambing-
(Gambar hanya pemanis)
-*-* Awas para reader jangan sampai kena kolestrol yaaak..😁😁😁 -*-*
.
"Holy Sh****..kolesterol semua ini.." batin Stu yang melihat nanar hidangan di meja
"Ayo kak..kita makan.." ajak Kanaya yang sudah menggigit sate kambing
"Kamu yakin bakalan habisin semua ini Nay?.." tanya Stu
"Iya..nih..kakak cobain nih..ini yang namanya tongseng.." kata Kanaya yang menyendokan tongseng ke piring Stu
Stu menyendok satu potong daging ke mulutnya
"Gimana kak?..enak kan?" tanya Kanaya
"Hmmm..iya Nay..enak..cuma rada pedas.."
"Kakak mau pakai nasi?"
"Nanti saja Nay..kakak mau coba yang lainnya dulu.." jawab Stu sambil memakan lagi tongseng yang ada di piringnya
Mereka pun menikmati makan malam mereka dengan diselingi tawa dan canda. Stu yang baru pertama kali merasakan makan dengan duduk lesehan..seringkali kakinya menyenggol kaki meja ketika dia akan mengubah posisi atau ingin mengambil hidangan yang ada di meja dan kejadian itu membuat Kanaya tertawa geli
"Kak..habis ini kita ke taman kota yuk.." pimta Kanaya
"Mau ngapain?.." tanya Stu
"Disana ada pasar malam kak..nanti kita kesana"
"Pasar malam?..tempat apaan itu Nay?" tanya Stu lagi
"Nanti kakak bisa lihat sendiri" jawab Kanaya sambil tersenyum
Keberadaan Stu yang tengah makan disitu..mengundang perhatian para pengunjung warung makan..terutama para wanita yang terang-terangan menggoda dirinya. Stu pun menjadi jengah karenanya
"Naya?" panggil Stu
"Hmmm?..ada apa kak?" jawab Kanaya yang tengah menyedot es jeruk nya
"Kamu sudah selesai belum?" tanya Stu
"Sudah kak..kenapa memangnya?"
"Kita pergi yuk.."
Kanaya pun mengikuti Stu yang pergi dari saung untuk membayar makanan mereka. Kanaya yang berjalan di depan Stu akhirnya mengerti..kenapa Stu meminta untuk segera pergi dari saung. Dia melihat dua orang wanita tengah menggoda Stu dengan melambaikan tangan mereka ke arah Stu sambil mengedipkan dengan genit mata mereka. Kanaya tiba-tiba memeluk lengan Stu dengan posesif seakan-akan memberitahu ke dua wanita itu..kalau Stu datang dengan dirinya. Stu yang melihat Kanaya yang tiba-tiba memeluk lengannya..hanya berusaha menahan senyumannya
"Cemburu ceritanya nih?" batin Stu
Kanaya menatap tajam ke arah dua wanita itu dan terus menatap mereka sampai dirinya menghilang di dalam warung
Ekheeeemm
Deheman Stu mengalihkan perhatian Kanaya dari dua orang wanita tadi
"Ada apa kak?..leher kakak gatal?" tanya Kanaya
"Ini gimana caranya kakak mau bayar?..kalau tangan kakak nggak kamu lepasin?.." jawab Stu sambil berusaha menahan senyumannya
Sontak Kanaya melepaskan tangan Stu setelah menyadari kalau mereka sudah ada di depan kasir..Kanaya langsung memalingkan wajahnya yang sudah merah merona ke arah lain
.
__ADS_1
.