
Setelah menunaikan sholat Subuh..Ambar memilih menghabiskan waktunya di ruang gym yang ada di mansion daddy Toni. Dengan berbalut kaos tanktop berwarna hijau army dan celana hotpantnya..Ambar berlari di treadmill. Butir-butir keringat menetes di lehernya yang jenjang. Pria manapun yang melihat Ambar yang tengah berlari di gym..pasti terpesona dengan penampilannya. Rambut Bob nya dikuncir kuda secara sembarang dan ditelinganya terselip earphone bluetooth menemani beraktifitas gymnya pagi ini. Setelah selesai berlari..dengan nafas tersengal dia raih botol air minumnya dan dia tenggak hampir separuh isinya. Tanpa menyianyiakan panas tubuhnya..Ambar melanjuti dengan aktifitas Thaiboxingnya. Dia memukul dan menendang sebuah sansak dengan jurus-jurus Thaiboxing
Hingga dering telepon yang tersambung di earphonenya menghentikan kegiatan gymnya
"Halo?..Ambar speaking.." sapa Ambar setelah memencet tombol di earphonenya
"Good afternoon Lieutenant..this is Harry..am i interrupting your time?"
"No..not really..what's up?..did you get the info I asked for?" tanya Ambar sambil berjalan ke sebuah meja yang ada handphonenya disana
"Yes Lieutenant..the position of the person you are looking for..his position is still around Jakarta..not far from your current location.."
"Can you bring the location to my mobile?"
"Alright Lieutenant..im bring to you coordinat that person to you mobile.."
"Oke..thank you for you help Harry..im envy on you.."
"Is my pleasure Lieutenant..if you need another help..you can call me yaah?"
"Off course Harry!..sometime i must invited you to come to my country.."
Ambar melihat sebuah pesan masuk ke handphonennya
"Really Lieutenant?..thank you for your invitation..i can't wait for that time..i heard.. Indonesia is a beautiful country.."
"That's true Harry.."
"Oke..see you Lieutenant.."
"Oke Harry..see you.."
Setelah menutup panggilannya..Ambar memeriksa pesan yang dikirim oleh Harry. Sebuah senyuman smirk muncul dibibirnya
"I got you as*h*le...."
Sebuah ketukan pintu membuyarkan atensi Ambar di handphonenya. Dia menoleh ke arah pintu..disana Stu berdiri di depan pintu ruang gym
"Kakak udah bangun?" tanya Ambar sambil memasukan handphonenya ke saku celana
"Pagi-pagi kamu udah ngegym ajah dek?"
Stu mengambil sebuah botol air mineral dan dia lempar ke arah Ambar..Ambar dengan sigap menangkapnya
"Iya kak..Ambar harus jaga kondisi..supaya siap sedia apabila HQ manggil.."
Stu mengikuti Ambar yang keluar dari ruang gym menuju ke teras belakang dan duduk di kursi yang ada disana
"Kamu off duty nya masih lama kan?" tanya Stu
"Masih kak..Ambar sekalian cuty.."
"Kalau gitu kamu nanti ikut kakak ke kantor yaah?..kakak ada job special buat kamu.."
"Job apaan kak?" tanya Ambar sambil meminum air mineralnya
Datang dua orang pelayan yang membawakan nampan minuman dan seorang lagi membawakan handuk kering buat Ambar
"Makasih ya mbak.." ucap Ambar setelah menerima handuknya
"Kakak mau ngasih job ke kamu jadi bodyguard buat orang..cewek.." jawab Stu
.
__________________
.
Setelah selesai dengan ritual mandinya..Ambar yang mengenakan bathrobe nya keluar dari dalam kamar mandi. Dia membongkar salah satu ranselnya yang belum sempat dia bongkar. Dia ambil satu stel jas warna hitamnya..tapi matanya melihat sebuah pigura foto yang memasang foto keluarganya. Ambar ambil pigura itu setelah duduk di ranjangnya. Air matanya menetes mengenai kaca pigura. Pikirannya segera kembali ke malam pembantaian keluarganya
Hiks..
Hiks..
Ambar menutup matanya membayangkan dirinya yang waktu itu masih berusia 11 tahun.
.
*FlashbackOn*
Malam itu sehabis mengaji di masjid dekat rumahnya..dirinya mendapati rumahnya telah ramai dengan petugas Polisi dan beberapa tetangga. Tetangga yang mengenal dirinya berusaha untuk menahan agar dirinya tidak masuk kedalam rumah..tapi karena merasa penasaran..Ambar menampik tangan para tetangga yang berusaha menahannya. Di depan pintu dia melihat petugas Forensik membawa 4 kantong jenazah yang belum dia ketahui siapa saja yang ada di dalamnya.
Stu yang melihat kedatangan Ambar segera menyaut badan Ambar ke dalam pelukannya dan dia bawa pergi dari tempat kejadian. Stu tidak ingin Ambar melihat pembantaian keluarganya yang bisa menimbulkan trauma di dirinya di kemudian hari kelak. Ambar kecil merasa ada yang salah..berusaha berontak untuk turun dari gendongan Stu sambil memanggil nama anggota keluarganya. Stu tetap menggendong Ambar dan dia bawa masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil Ambar berusaha keluar dari dalam mobil sambil berteriak..hingga dirinya jatuh pingsan didalam pelukan Stu.
Butuh berbulan-bulan untuk memulihkan Ambar dari trauma kehilangan keluarganya yang secara tragis. Mommy Angel kala itu mempunyai tugas ganda..memulihkan Stu dan juga memulihkan luka batin Ambar.
Ambar yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi..diminta oleh mommy Angel untuk tinggal di mansion daddy Toni. Setelah lulus SMA Ambar memilih untuk mendaftarkan dirinya di sekolah kemiliteran dan dirinya di terima di kesatuan Angkatan Laut. Hingga dirinya lulus menjadi Perwira disana. Melalui daddy Toni..Ambar melanjutkan sekolah di London di Pendidikan Ilmu Keintelijenan dan Spionase yang dibawah pengawasan langsung dari agen rahasia Inggris dan dia berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik disana.
Dan Ambar mendapatkan sandi nama dari kesatuannya : Agent SS1
Daddy Toni pernah berkata ke Ambar setelah dirinya lulus SMA
"Daddy tahu..kalau kamu mau membalaskan dendam kamu ke Heru atas pembunuhan keluarga kamu..tapi daddy nggak mau kalau kamu hanya menjadi seorang bajingan pembunuh kelas teri..tapi daddy mau kamu menjadi seorang pembunuh yang berkelas..pembunuh yang smart.."
*FlashbackOff*
Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Ambar membuyarkan lamunannya
Tok
Tok
Tok
"Mbak Ambaaar?..mbak ditunggu nyonya besar untuk sarapan.." panggilnya
"Iya mbak?.." jawab Ambar dari dalam
Ceklek
Pintu kamar terbuka berbarengan munculnya Ambar yang sudah rapi dengan setelan jas nya. Benar-benar tomboy si Ambar ini..dia memilih memakai celana panjangnya dari pada memakai rok span untuk setelan jas nya
"Ada apa mbak?" tanya Ambar sambil menutup pintu kamarnya
"Mbak ditunggu sama nyonya besar di meja makan.." jawab pelayan itu
Ambar lalu melangkahkan kakinya ke lantai dasar yang diikuti oleh pelayan di belakangnya. Dimeja makan utama..dirinya sudah ditunggu oleh daddy Toni, mommy Angel dan juga Stu
"Selamat pagi dad..mom..kak.." sapa Ambar sambil mencium pipi mommy Angel
"Pagi sayang.." balas mommy Angel sambil membelai pipi Ambar
Ambar lalu duduk di bangku yang tersedia
"Kamu pagi ini ikut Stu kan?" tanya mommy Angel
"Iya mom..tapi sebelum kesana..Ambar mau ziarah dulu ke makam bapak sama mamak.." jawab Ambar sambil memyeruput kopinya
"Nanti siang ikut mommy yaah?" pinta mommy Angel
__ADS_1
"Ikut kemana mom?"
"Temanin mommy nyari kado ulang tahun.."
"Ulang tahun?..siapa yang ulang tahun mom?"
"Calon menantu mommy.." jawab mommy Angel sambil tersenyum
"Whaaat??..are you serious mom?" tanya Ambar sambil melihat ke Stu
"Jangan bilang kakak masih berpacaran dengan perempuan itu kak!!.." ucap Ambar dengan pandangan tajamnya ke Stu
"Ck..biasa aja dong dek..nggak usah pake ngegas.." sahut Stu sambil memutar bola matanya
"Jawab kak!.." pinta Ambar agak gusar
"Pacar kakakmu sekarang lain Mbar..namanya Kanaya..adiknya Alfonso" kata mommy Angel
"Siapa mom?..Kanaya?..dan dia adiknya kak Alf?..bukannya kak Alf nggak punya adik mom?" tanya Ambar beruntun
Mommy Angel dan daddy Toni hanya bisa mengulum senyumannya..melihat Ambar
"Alf sebenarnya punya adik kandung dek..cuma baru ketemu sekarang..soalnya dulu waktu kecil sempat dibawa lari oleh pengasuhnya.." jawab Stu
"Ya Alloooh..kok bisa begitu kak?" tanya Ambar sambil menggigit roti sandwichnya
Stu hanya mengangkat kedua bahunya menjawab pertanyaan Ambar
"Cantik mom?" tanya Ambar ke mommy Angel
"Cantik..imut lagi..dan masih muda..dia baru lulus SMA.." jawab mommy Angel
"Uhuk..uhuk.."
Ambar segera meminum air putihnya..meredakan dirinya yang tersedak. Stu mencebik malas melihat kekagetan Ambar yang menurut dirinya terlalu berlebihan
"Sorry mom..dad..uhuk..uhuk..calon mantunya mommy and daddy..baru lulus SMA?" tanya Ambar yang menahan tawanya
Mommy Angel hanya menganggukan kepalanya sambil meminum kopinya
"Pfffttt..hahahaha..kakak punya calon istri baru lulus sekolah?..hahaha..." gelak Ambar
"Ck..biasa aja dong.." kesal Stu
"Sorry..sorry..sorry to my bad habit.." ucap Ambar sambil mengelap airmatanya yang menitik di ujung matanya
Stu melihat jam tangannya dan memberikan kode ke Ambar untuk berangkat
"Mom..dad..Stu berangkat.." pamit Stu sambil mencium pipi mommy Angel
Ambar pun melakukan hal yang sama. Setelah mencium tangan daddy Toni..dia mengikuti Stu ke teras mansion. Diteras pak Dirman sudah menunggu mereka
"Pagi tuan muda..eh?..mbak Ambar?" sapa pak Dirman yang terkejut melihat Ambar datang bersama Stu
"Pagi pak Dirman..apa kabar pak?" jawab Ambar sambil memeluk pak Dirman
"Sehat mbak..mbak kapan datang?" tanya pak Dirman lagi
"Semalam pak.." jawab Ambar yang sudah mengurai pelukannya
Tak lama kemudian pak Dirman membawa Mercedez Stu keluar dari mansion
"Ke makam dulu ya pak.." pinta Stu
"Kita nganterin Ambar ziarah dulu.."
"Baik tuan muda.." jawab pak Dirman
"Hmm.." jawab Stu sambil merapikan jasnya
"Kakak ceritain dong soal pacar kakak..kok selama Ambar di London..kayaknya banyak yang Ambar lewatin nih.." pinta Ambar
Stu menceritakan jati diri Kanaya kepada Ambar..dari pertama kali dia berjumpa Kanaya dan perihal Kanaya yang dilarikan nenek Rosida dan Kanaya adalah anak dari tuan Stephano dan nyonya Delores dan juga adik kandung dari Alf
"Nih orangnya.." kata Stu sambil memberikan foto Kanaya di layar handphonenya
"Waaah..cantik kak..imut gini orangnya..calon adik ipar ternyata cantik juga kak.." ucap Ambar setelah melihat foto Kanaya
"Ambar kira..kakak masih pacaran sama wanita itu.." ketus Ambar sambil mengembalikan handphone Stu
"Nggak lah.." jawab Stu
"Jadi..cewek yang musti Ambar jaga..Kanaya kak?" tanya Ambar
"Iya..kakak sama Alf takut..kalau Heru sedang merencanakan sesuatu yang buruk ke Naya.."
Raut muka Ambar berubah menjadi dingin dan kelam..ketika Stu menyebut nama Heru. Stu menepuk pundak Ambar
"Sabar yaah?.."
Ambar menganggukan kepalanya
.
_________________
.
Stu dan Ambar memasuki sebuah gerbang pemakaman umum. Kedua nya berjalan ke tempat yang terdapat 4 makam yang di kuburkan secara berdampingan. Ambar segera berjongkok di antara nisan ayah dan ibunya. Air matanya segera luruh membasahi pipinya
"Mamaaak..hiks..ba..bapak..hiks..Ambar kangen sa..sama..hiks..mamak..bapak.." tangis Ambar
Tangan Stu mengepal erat dengan rahang mengerat keras..kembali membayangkan kekejaman Heru yang membunuh kedua orangtua Ambar serta kedua kakaknya. Dalam semalam Ambar kehilangan seluruh anggota keluarganya
"Tidak lama lagi..hidup mu akan berakhir Heru..tunggulah waktumu akan segera tiba son of b*tch" geram Stu
Ambar menaburkan bunga yang dia bawa diatas pusara kedua orangtuanya dan kedua kakaknya. Setelah itu dia berdoa untuk dia kirimkan ke keluarganya yang sudah mendahuluinya. Ambar bangun dengan nafas yang memburu..tatapan matanya berubah menjadi tatapan tajam penuh dendam
"Dek?.." panggil Stu sambil menyentuh pundak Ambar yang masih menatap nanar keempat pusara yang ada di depannya
"Are you oke?" tanya Stu
Ambar menoleh dan seketika itu juga raut mukanya berubah menjadi ceria
"Im oke kak.." jawab Ambar sambil tersenyum
Stu bergidik ngeri melihat perubahan raut muka Ambar yang berubah begitu cepat
"Jeezzzz..kematian seperti apa yang akan kamu berikan ke Heru dek?" batin Stu
"Sudah?"
"Sudah kak.."
Keduanya pergi dari makam keluarga Ambar menuju ke gerbang pemakaman. Dan tak lama mobil Mercedez meminggalkan area makam
"Pak Dirman?..bapak tahu daerah ini nggak?" tanya Ambar begitu di dalam mobil sambil memperlihatkan lokasi yang diberikan Harry kepadanya
"Tahu mbak..di daerah Kuningan.." jawab pak Dirman yang melihat sekilas lokasi yang ada di handphone Ambar karena dirinya konsen menyetir
__ADS_1
"Bisa kesana sebentar pak?" pinta Ambar
"Tuan muda?" tanya pak Dirman sambil melihat spion tengahnya
"Kesana saja pak..toh kita searah ini kan?" jawab Stu
"Baik tuan muda.."
Ambar kembali menyenderkan badannya di samping Stu
"Tempat siapa sih dek?" tanya Stu penasaran
"Kepoooo!!.." ledek Ambar
Stu berdecak sambil memutar bola matanya
"Kakak suruh pak Dirman langsung ke kantor nih.." ancam Stu
"Eh..eh..jangan kak..Ambar kasih tahu deh..tapi..jangan sekarang ya kak.." pinta Ambar
"Sudah main rahasia-rahasiaan nih yaah?" ucap Stu sambil mengucek-ucek rambut Ambar
"Kayak lagi jalanin misi saja kamu.."
"Kakaaaaak...iiih..rambut Ambar berantakan lagi kan.." rajuk Ambar sambil mengerucutkan bibirnya
Stu pun tergelak tawa melihat Ambar yang kesal
Sampailah mereka di tempat yang dipinta Ambar..mereka berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit yang berada di kawasan Kuningan
"Sudah sampai mbak.." ucap pak Dirman setelah berhenti di depan gedung
"Masuk ke dalam nggak mbak?" tanya pak Dirman
"Nggak usah pak..diluar ajah.."
Ambar melihat keluar melalui jendela mobil dan dia ambil beberapa foto gedung yang ada di depannya memakai kamera handphonenya
"Sudah pak..kita jalan ke kantor kak Stu.." pinta Ambar
"Baik mbak.."
Pak Dirman menjalankan mobilnya lagi untuk menuju ke Wijaya Holding. Stu yang duduk di samping Ambar..hanya memperhatikan gerak-gerik Ambar yang seperti mengirimkam gambar gedung barusan dia ambil melalui pesan singkatnya. Hingga dering ponselnya mengalihkan perhatiannya
"Halo?" sapa Stu
"Bos?..ini Lalung..jasad Heru tidak ada direruntuhan rumahnya.."
"Apa kau yakin Lung?"
"Yakin boss..kami sudah melakukan pencarian sebanyak 3 kali..tapi jasad Heru tidak ada disana..kemungkinan dia sudah keluar sebelum rumah itu terbakar.."
Stu memijit pangkal hidungnya
"Hasil pencarian Dito gimana?"
"Menurut pencarian Dito..blind van yang datang kerumah Heru..berasal dari sebuah jasa kurir dan cargo boss..IEX Cargo bos namanya"
Mata Stu membulat seketika..teringat sebuah plang nama IEX Cargo yang berada di gedung yang barusan dia datangi sesuai permintaan Ambar
"Alamatnya apa betul di Kuningan?"
"Betul bos..bos tahu?"
"Sedikit.."
"Itu saja bos yang bisa saya laporkan saat ini.."
"Oke Lung..kerja bagus..kalau kau nemuin yang baru..kasih info ke saya yaah?"
"Baik bos.."
Stu lalu memutuskan sambungan teleponnya. Mata Stu langsung menatap Ambar yang masih asyik dengan layar handphonenya
"Jangan bilang kalau kamu sudah tahu tempat persembunyian Heru dek.."
Sampailah mereka di loby Wijaya Holding..ada Riko yang sudah menunggu Stu disana
"Ambar?..kapan kamu pulang?" tanya Riko yang melihat Ambar turun dengan Stu
Ambar yang tersenyum segera menghampiri Riko dan memeluknya
"Apa kabar kak?" tanya Ambar setelah mengurai pelukannya
"Baik Mbar..adek kakak sekarang udah gede yaah?..mana cantik lagi.." goda Riko sambil menarik hidung Ambar
"Kak Riko!..sakit kan.." rengek Ambar
Sifat manja dan feminimnya Ambar akan muncul ketika dirinya berada di hadapan ketiga kakak laki-laki angkatnya. Ambar diminta oleh Stu agar menganggap dirinya, Riko dan Alf menjadi kakak angkatnya..pengganti kakak kandungnya..Seno dan Bayu
"Gimana kabar kesatuan kamu?" tanya Riko sambil mengajak Ambar masuk ke dalam loby
"Kami baru saja menyelesaikan misi di Somalia kak.." jawab Ambar
Para pegawai yang berjalan di loby..melihat dengan sejuta pertanyaan..siapa wanita cantik berpostur tegap dan berpotongan tomboy yang tengah berjalan dengan CEO mereka
"Misi apa?" tanya Riko lagi sambil memencet tombol lift khusus CEO
"Clasified kak.." jawab Ambar sambil nyengir menunjukan deretan giginya
Ting
Mereka bertiga masuk ke dalam lift
"Ck..agent still agent..walaupun sama keluarganya sekalipun..mereka nggak bakal ngomong mengenai misi mereka..betul nggak dek?.." tanya Riko
"Tuh..kakak tahu..hehehehe.." ledek Ambar sambil memukul pundak Riko
"Aduuuh...pundak kakak patah nih dek.." rengek Riko sambil memeggang pundaknya sambil merengek kesakitan
"Iiiih..kak Riko mah lebay.." kesal Ambar
Stu dan Riko tertawa terbahak-bahak melihat muka Ambar yang ditekuk kesal
.
________________
.
Sesuai janjinya..Ambar siang ini menemani mommy Angel untuk mencari kado ulang tahun buat Kanaya. Ambar dan mommy Angel berjalan menyusuri koridor di Wijaya Hall
"Mommy kok ngerasa lagi jalan sama bodyguard mommy deh..bukan lagi jalan sama anak gadis mommy?.." ucap mommy Angel yang melihat Ambar yang berjalan dengan tegap dan penuh dengan kewaspadaan
"Ih..mommy mah..Ambar musti gimana?" rajuk Ambar
"Yaaa..kayak anak perempuan yang lagi jalan sama mommy nya laaah.." gusar mommy Angel
"Kamu tuh anak jadi perempuan..nggak ada anggun-anggunnya pisan.." ucap mommy Angel sambil menjembel pipi Ambar
__ADS_1
"Aaaah..sakit mom.." rengek Ambar sambil mengerjapkan matanya
Dua orang bodyguard yang mengawal momny Angel dan Ambar..hanya bisa tersenyum melihat interaksi keduanya di depan mereka