Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
45.Kolektor Blackcard


__ADS_3

Braaaak...


"Auuuu!!.."


Jerit Sita ketika badannya dihempaskan begitu saja ke arah sebuah bangku yang berada agak jauh dari restaurant tempat dimana dirinya diseret keluar oleh dua orang bodyguard suruhan Stu


"Dasar anj*ng k*rap kalian!!..kalian tidak tahu siapa saya hah??" sentak Sita sambil memegang sikunya yang terasa linu terkena bangku tunggu mall yang terbuat dari besi


Kedua bodyguard itu segera berbalik ke arah restaurant tanpa memperdulikan ocehan Sita


"Heii!!..mau kemana kalian!!.." kesal Sita


Sita melihat ada sebuah tempat sampah disebelah bangku tunggu..tanpa pikir panjang lagi..dia ambil dan dia lempar ke arah salah satu bodyguard yang meninggalkannya


Bugh..


Tempat sampah itu telak mengenai punggung salah satu bodyguard Stu..dia berhenti sejenak dan meneruskan langkahnya..tanpa memperdulikan Sita yang tengah diliputi amarahnya


Merasa dirinya diacuhkan..Sita berlari dan menendang bokong salah satu bodyguard agar dia jatuh..tapi apa lacur..bukan bodyguard yang jatuh malah dirinya yang terjerembab jatuh ke lantai dan merasa nyeri di kakinya


Kakinya sakit seperti habis menendang sebuah tembok beton yang kokoh


"Aduuuh.." erang Sita berusaha bangun


Sita langsung membeku ditempat..tak kala dirinya merasa ada dua benda dingin menempel di keningnya


"Jangan coba-coba untuk melewati batas kesabaran kami nona.." ancam salah satu bodyguard


Muka Sita langsung pucat..ketika tahu dua benda dingin yang menempel di keningnya adalah dua silencer yang berasal dari dua moncong pistol yang telah di acungkan tepat di keningnya


"Kami tidak segan-segan untuk menghabisi anda..walaupun anda anak petinggi di negara ini sekalipun..karena anda sudah mengganggu privasi tuan kami.." ucap salah satu bodyguard sambil menarik pelatuk pistolnya siap untuk ditembakan


"Oke..oke..tenang..maa..maafkan saya.." pinta Sita sambil berusaha menelan salivanya dan mengangkat kedua tangannya


Keringat dingin mulai mengalir dari keningnya


"Bo..boleh..sa..saya bangun?.." pinta Sita


Salah satu bodyguard menganggukan kepalanya tanpa menarik pistol dari kening Sita


Sita bangun dengan perlahan..karena dia tidak mau gegabah dengan dua pucuk pistol di depan keningnya


Kejadian Sita ditodong oleh dua bodyguard Stu tidak menarik perhatian para pengunjung mall..karena kedua bodyguard membawa Sita ke arah lorong yang sepi dari Wijaya Hall


"Silahkan pergi dari sini nona..dan kami tidak akan meminta untuk kedua kali"


"Ba..baik..baik..saya akan pergi.." jawab Sita dengan anggukan kepalanya


Kedua bodyguard itu menarik pistolnya dari kening Sita dan memasukan ke dalam jas hitamnya


"Silahkan pergi nona.."


Sita lalu mundur dan membalikan badannya meninggalkan tempat itu


Melihat Sita pergi..kedua bodyguard itu kembali meneruskan langkahnya menuju ke restorant


"Sial!!.." umpat Sita yang berdiri di depan tangga darurat


Matanya melihat ke arah restaurant..dan tak lama kemudian dia melihat Kanaya dan teman-temannya keluar dari dalam restaurant


"Mereka mau kemana?"


Sita lalu mengikuti Kanaya yang berjalan memasuki sebuah butiq yang ada tak beberapa jauh dari restaurant


Sita segera menyelinap masuk kedalam butiq yang sama tanpa sepengetahuan seorang bodyguard yang mengawal Kanaya


Diantara deretan baju..Sita memperhatikan Kanaya yang tengah membantu Jessica memilih baju ganti untuk Jessica..dibelakang mereka menyusul Liona,Rita dan Maria


"Kayaknya ini pas Jess.." kata Kanaya sambil memberikan sebuah kaos ke Jessica


"Pas kan Li?" tanya Kanaya ke Liona


Liona menganggukan kepalanya


"Nay..aku nggak usah beli baju yaah?..aa..aku nggak bawa uang.." jawab Jessica


"Eh..tenang ajah Jess..aku bawa kartu punyanya kak Stu kok.."

__ADS_1


Kanaya mengambil blackcard pemberian Stu dari dalam tasnya


"Nih..kalau kamu nggak percaya..kamu tenang ajah yaah?" ucap Kanaya sambil memperlihatkan blackcard nya


Keempat teman Kanaya kaget melihat apa yang dipegang oleh Kanaya..sebuah blackcard


Jessica mengambil blackcard dari tangan Kanaya


"I..ini punya siapa Nay?.." tanya Jessica takjub


Baru kali ini Jessica memegang sebuah blackcard..kartu surga bagi para shopahollic


"Punya kak Stu..aku disuruh pegang..buat jajan katanya.."


"Ya owooooh..Naya jajan aja disuruh pakai blackcard..lhaa..gua ini apa?..masih jajan ciki di warung.." batin Maria sambil menelan salivanya melihat blackcard yang dipegang Jessica


"Ini beneran punya elu Nay?" tanya Liona


Kanaya menganggukan kepalanya


"Dikasih sama kak Stu.." jawab Kanaya


Sita yang menguping pembicaraan mereka heran dan penasaran


"Bocah itu dikasih blackcard sama Stu?..dan dia tahu nama panggilan Stu..siapa sih sebenarnya bocah ini?.."


Sita diam-diam mengambil gambar Kanaya dengan kamera handphonenya


"Tapi aku nggak tahu cara makainya.." sambung Kanaya polos


Haaahhh??..


Keempat teman Kanaya membulat bola matanya sambil menarik nafas yang terasa sesak


"Elu belum pernah make?" tanya Liona


"Belum..memangnya cara makainya gimana Li?" tanya Kanaya


"Sini..gua ajarin.." jawab Liona


Liona membawa baju yang dipegang Jessica untuk dia bayar di kasir


Hapir saja lepas keempat rahang teman Kanaya melihat Kanaya mengeluarkan sebuah blackcard lagi


"Ini punya siapa lagi Nay?" tanya Liona sambil mengambil blackcard dari tangan Kanaya


"Punya ayah.."


Liona lalu membayar baju dengan blackcard kepunyaan Kanaya yang lainnya


"Tuh Nay..gitu caranya..gampang kan?" kata Liona setelah melakukan pembayaran


"Oooh..gitu yaah?" jawab Kanaya


"Lu punya blackcard berapa biji sih Nay?" tanya Maria penasaran


"Ada empat..dari kak Alf..dari ibu..dari ayah terus dari kak Stu.." jawab Kanaya


Keempat teman Kanaya terasa melolos tulang belulang mereka..melihat deretan blackcard yang berjumlah empat buah di tangan Kanaya


Seorang siswi SMA memegang blackcard sebanyak empat buah..bukankah definisi seorang siswi sultan?


"Elu punya blackcard segini banyaknya..tapi elu nggak tahu cara makainya?" tanya Maria dengan nafas yang memburu


Kanaya menganggukan kepalanya


"Ya owooooh Naaay..." ucap Maria sambil mengipas-ngipas telapak tangannya di lehernya


Liona dan Jessica tersenyum geli melihat Maria yang kepanasan melihat Kanaya mengkoleksi blackcard


"Lu tahu nggak?..kegunaan kartu ini?" sambung Maria


Kanaya hanya menggelengkan kepalanya


"Lu bisa borong semua baju yang ada disini Nay.." jawab Maria


"Beneran Maria?" tanya Kanaya

__ADS_1


"Heem.." jawab Maria sambil menganggukan kepalanya


"Waaah..kalau begitu..kalian aku traktir belanja baju disini yaah?.."


"Yang bener Nay?" tanya Maria


"Iya Maria..terserah kalian mau ambil baju apa.." jawab Kanaya


"Teman sejati!!.." ucap Maria sambil mengacungkan dua jempolnya


Plaaak..


Pundak Maria terkena pukulan dari Liona


"Mulut lemes banget sih!!.." kesal Liona


"Biarin Li..nggak apa-apa..kata ayah..terserah aku untuk pakai kartu ini buat apa.." ucap Kanaya


"Tuh kan Li..Naya bilang nggak apa-apa..saatnya kita shoping Girl's..yuhuuuu"


Liona hanya bisa menghela nafasnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Maria


"Maria kayak setan shooping ya Li?" tanya Jessica


"Hehehe..memang itu anak..kalau dengar yang gratis..langsung semangat 45" jawab Liona


Jessica tersenyum geli


"Ayo Jess..kamu pilih lagi.." ajak Kanaya


"Iya Nay..makasih.."


Dibalik sebuah rak baju..Sita masih memperhatikan Kanaya dan teman-temannya


"Bocah itu siapa sih?..sampe punya empat buah blackcard..siapa orangtuanya?"


Handphone Sita berdering..buru-buru dia jawab agar tidak mengundang perhatian teman-teman Kanaya


"Halo.."


"Halo non Sita..mohon maaf..kami tidak bisa menemukan identitas gadis yang non maksud..database kepunyaan kita tidak memuat jatidirinya"


"Kalian gimana sih!!..kerja gitu ajah nggak becus!!" semprot Sita sambil berbisik


"Jelas-jelas dia kenal dengan Stu dan dia punya empat buah blackcard.."


"Blackcard nona?..nona bisa cari tahu..dari bank mana blackcard itu dikeluarkan?..mungkin dari sana kami bisa mengakses sang pemilik kartu itu.."


"Sebentar..sepertinya dari bank xxx kalau tidak salah.."


"Baik nona..beri kami waktu"


"Baik..saya tunggu kabar secepatnya.."


"Baik nona"


Sambungan telepon terputus..Sita masukan kembali handphonenya


"Aneh..kenapa jatidiri gadis itu tidak nongol?..seperti ada yang sengaja menyembunyikannya.." batin Sita yang masih mengamati Kanaya


Sita terkesiap kaget..karena dia melihat Stu yang dikawal oleh beberapa bodyguardnya memasuki butiq


Karena takut ketahuan Stu..Sita menyelinap keluar dari dalam butiq


Sesampainya di luar butiq..Sita segera meninggalkan lantai butiq itu menuju ke lantai dasar


"Halo?..gimana?" tanya Sita begitu mendengar handphonenya berdering kembali


"Iya nona..dari pantauan kami..kepemilikan kartu hitam itu atas nama tuan Stephano Alexander.."


"Tuan Stephano?..ayah Alf?.." desis Sita


"Iya nona.."


"Baik..terima kasih infonya.."


"Baik nona.."

__ADS_1


Sita berpikir heran..kenapa gadis itu bisa memegang blackcard kepunyaan tuan Stephano?..ada hubungan apa diantara mereka


__ADS_2