
Jam 5 subuh..Kanaya menggeliat bangun karena mendengar suara adzan dari sebuah masjid sekitar mansion ayahnya
Dengan wajah sumringahnya dia pandangi kamar barunya yang sekarang dia tempati
Kakaknya berkata..bahwa kamar ini khusus untuk dirinya..kedua orangtuanya sengaja membuatkan untuk dirinya karena mereka yakin kalau putrinya akan kembali suatu hari nanti
"Alkhamdulillah ya Alloh..Kau mudahkan pertemuan diriku dengan orangtuaku.."
Kanaya yang sedang berhalangan untuk sholat..bergegas menuju ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi dan melanjutkan ritual mandinya
Setelah selesai..Kanaya keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur di mansion ayahnya
"Selamat pagi nona muda.." sapa seorang pelayan yang tengah membersihkan ruang tengah
"Pagi mbak.." jawab Kanaya
Kanaya yang masih belum hafal tata letak dapur di mansion..bertanya ke pelayan itu
"Mbak..dapurnya dimana yah?" tanya Kanaya
"Nona muda mau buat apa?..biar kami yang buatkan.." jawabnya
"Nggak usah mbak..biar saya sendiri ajah..cuma bikin kopi saja kok.."
Kanaya mengikuti pelayan itu menuju ke dapur
"Selamat pagi.." sapa Kanaya begitu tiba di dapur
Para pelayan yang tengah mempersiapkan sarapan untuk keluarga Alexander..memberikan hormatnya sambil mengucapkan salam ke Kanaya yang muncul di dapur
"Non Kasandra mau buat apa?" tanya pak Dan kepala pelayan di mansion yang mendapat laporan dari pelayan yang mengantar Kanaya..kalau Kanaya mau membuat kopi
"Saya mau bikin kopi pak..sama nasi goreng..buat sarapan" jawab Kanaya sambil mengambil sebuah gelas
"Nona tunggu dimeja saja yaah?..biar kami yang buat untuk nona" pinta pak Dan sambil mencegah Kanaya yang ingin membuat kopinya sendiri
"Biar saya aja pak..saya bisa kok.."
"Mohon maaf nona..ini sesuai perintah nyonya besar..jadi nona duduk disini ajah yaah?..nona mau kopi hitam kan?..manis apa pahit?" tanya pak Dan sambil membawa Kanaya untuk duduk di kursi meja makan yang ada di dapur
"Pahit pak.." jawab Kanaya
"Baik nona..tunggu sebentar yaah?..eh ..Ima?..kamu tolong buatkan kopi buat non Kasandra yaah?" pinta pak Dan ke Ima
"Baik pak.." jawab Ima
"Nasi gorengnya nona mau rasa apa?" tanya pak Dan ke Kanaya
"Hmmm..seafood ya pak..telurnya dadar sama di pakaikan irisan kol mentah.." jawab Kanaya
"Baik non..tunggu sebentar yaah?"
Kemudian pak Dan menyuruh dua orang pelayan lainnya untuk membuatkan nasi goreng pesanan Kanaya
"Nona..kopinya.." ucap Ima sambil menaruh kopi hitam di meja
"Terima kasih ya mbak.."
"Iya nona..sama-sama.."
Kanaya menyecap kopi hitamnya
"Gimana nona?..pas tidak?" tanya Ima penasaran
"Pas mbak..terima kasih..eh iya mbak..mbak namanya siapa?" tanya Kanaya
"Nama saya Rohimah nona..panggil saja Ima.." jawab Ima
Dari ruang tengah..muncul nyonya Delores
"Selamat pagi nyonya" sapa pak Dan sambil membungkuk hormat
"Pagi Dan..eh..putri ibu sudah bangun?" sahut nyonya Delores
Nyonya Delores menghampiri Kanaya dan memeluknya
"Hmmm..wangi bener anak ibu ini..sudah mandi kamu nak?" tanya nyonya Delores sambil mencium pucuk rambut Kanaya
"Sudah ibu..Naya kan hari ini mau berangkat sekolah.." jawab Kanaya yang masih memeluk ibunya
"Ya ampuunn..adek kakak yang cantik ini..makin lama kok makin manja saja sih?" goda Alf yang baru masuk ke dapur
"Kak Alf kenapa sih?..aku kan kangen pelukan ibu.." rajuk Kanaya sambil mengerucutkan bibirnya
"Jangan kamu ganggu adikmu Alf.." pinta nyonya Delores
"Kalau suka ngambek gini..mana ada cowok yang mau sama kamu dek.." ledek Alf sambil menarik hidung Kanaya
"Aaaaah!!..ibuuu...kak Alf nih.." rajuk Kanaya sambil membalas dengan memukul tangan kakaknya
"Eiitss..nggak kena.." elak Alf
Kanaya yang kesal karena pukulannya tidak menemui sasaran..dia lepas pelukan di ibunya dan dia buru kakaknya dengan mengitari meja dapur
Semua yang hadir di dapur tergelak tawanya yang melihat Alf menggoda Kanaya yang terus memburunya
Sebuah pemandangan yang langka terjadi di dapur mansion pagi ini
Nyonya Delores mengusap airmatanya yang meleleh di pipinya
"Terima kasih ya tuhan..atas karunia Mu..anak-anakku akhirnya bisa berkumpul lagi.."
Nyonya tergelak melihat Alf jatuh terpeleset karena menginjak kain yang ada di lantai
Kanaya langsung menghujani Alf yang tergeletak di lantai dapur dengan pukulannya..walaupun Alf sudah meminta ampun..tapi Kanaya terus memukulinya
_________________
Di meja makan..tuan Stephano menyesap kopi hitam yang disajikan di cangkirnya
"Kasandra mana bu?..kok belum turun?" tanya tuan Stephano
"Lagi ganti baju Yah..tadi sudah dipanggil untuk turun sarapan.." jawab nyonya Delores
"Hari ini dia jadi berangkat ke sekolah?" tanya tuan Stephano
"Jadi Yah..tadi dia bilang sama ibu..dia sudah empat hari tidak masuk sekolah..takut semakin tertinggal nanti pelajarannya"
Orang yang ditunggu-tunggu turun dari lantai dua sambil menyanding tas ranselnya
"Selamat pagi ayah..ibu.."
Kanaya mencium pipi kedua orangtuanya
"Pagi sayang. " jawab nyonya Delores
"Kak Alf mana bu?..kok nggak sarapan?" tanya Kanaya sambil duduk disebelah ibunya
"Kakakmu sudah berangkat tadi pagi-pagi..dia mau jemput Cindy dulu di apartement sebelum ke rumah sakit.." jawab nyonya Delores
"Cindy?..siapa itu bu?" tanya Kanaya
"Kekasih kakakmu..dia juga bekerja di tempat Stu..jadi sekretarisnya.."
"Oooooo..kak Alf punya pacar.." monolog Kanaya sambil mengangguk-anggukan kepalanya..tak lama senyuman smirk muncul di bibirnya
"Cantik bu?" tanya Kanaya
"Cantik..kau mainlah ke kantor Stu sekali-kali..biar kamu bisa melihat langsung calon kakak iparmu itu.." usul nyonya Delores
"Baik bu..kapan-kapan Naya mau main kesana..eh iya bu..nanti malam Naya mau pulang ke rumah kak Stu ya bu.." pinta Kanaya sambil meminum susunya
Nyonya Delores menatap tuan Stephano..meminta usul darinya
Tuan Stephano menganggukan kepalanya
"Boleh..tapi besok kamu tidur disini yaah?"
__ADS_1
"Baik bu.."
"Kamu bareng sama ayah kan?" tanya tuan Stephano
"Iya ayah.."
Kanaya lalu bangun dan pamit dengan ibunya
"Naya berangkat dulu ya bu ." pamit Kanaya sambil mencium tangan nyonya Delores
"Iya sayang..belajar yang rajin yaah?"
Nyonya Delores mencium pipi dan kening Kanaya dengan lembut
"Assallamuallaikum.."
"Waallaikumsallam.."
Kanaya mengikuti ayahnya ke depan teras mansion
"Ayah berangkat ya bu.." pamit tuan Stephano sambil mencium kening istrinya
"Iya Yah.."
Tak lama kemudian..nyonya Delores melambaikan tangannya ke arah mobil tuan Stephano yang bergerak meninggalkan mansion pribadinya
_________________
"Sandra?.." panggil tuan Stephano
"Iya ayah ." jawab Kanaya
"Ayah berikan ini buat jajan kamu di sekolah nanti.."
Tuan Stephano memberikan tas kecil warna hitam ke Kanaya
Kanaya menerima tas kecil dari ayahnya
"Ini apa Yah?" tanya Kanaya sambil melihat isi tas kecilnya
"Uang buat keperluan kamu di sekolah.." jawab tuan Stephano
Kanaya tersenyum haru dan memeluk ayahnya
"Terima kasih ayah.." ucap Kanaya sambil mencium pipi ayahnya
"Iya sayang..kalau kurang bilang yaah?"
Kanaya menganggukan kepalanya
Sebenarnya Kanaya masih menyimpan uang pemberian Stu tempo hari..yang menurutnya tak ada habisnya
Bukan karena dia gila akan harta sampai Kanaya menerima tas dari ayahnya..tapi karena hanya ingin menghargai pemberian ayahnya..Kanaya dengan senang hati menerima tas kecil pemberian dari tuan Stephano
Tak lama kemudian sedan mewah kepunyaan tuan Stephano sampai dihalaman parkir WEC
"Ayah antar sampai ke dalam yaah?" pinta tuan Stephano
Kanaya menganggukan kepalanya
Tuan Stephano menggandeng tangan Kanaya masuk ke dalam gedung WEC
Saat-saat seperti inilah yang sudah lama dinantikan oleh tuan Stephano sejak dulu..mengantar putrinya masuk ke sekolah
Beberapa orangtua siswa menegur dan menyapa tuan Stephano yang berjalan masuk ke dalam gedung sekolah WEC..ternyata pemilik SA Corp menyekolahkan putrinya di sini juga..dalam pikiran mereka
Maria yang baru turun dari mobilnya melihat Kanaya digandeng oleh seorang pria separuh baya masuk ke dalam gedung sekolah
"Naya sama siapa tuh?..bapak-bapak gitu.."
Maria bergegas menghampiri Kanaya
"Nay?.." panggil Maria
Kanaya menoleh ke arah Maria
"Ayah..kenalin..ini teman Naya di kelas..Maria namanya..Maria..ini ayah aku.." kata Kanaya sambil memperkenalkan Maria ke ayahnya
"Halo?.." sapa tuan Stephano sambil tersenyum
"Halo om..nama saya Maria.." balas Maria sambil mencium tangan tuan Stephano
Maria segera pindah ke sebelah Kanaya
"Nay?..itu ayah kamu?" bisik Maria sambil melirik ke tuan Stephano
"Iya Mar.." jawab Kanaya
Maria tidak menyangka..kalau tuan Stephano selaku pemilik SA Corp adalah ayahnya Kanaya
SA Corp yang Maria tahu adalah raja media di negeri ini yang mempunyai sebuah stasiun televisi dan mempunyai beberapa hotel bintang lima hingga bintang tujuh serta sebuah rumah sakit terkenal di kota ini..Alex's Hospital
Sesampainya di depan kelas..Kanaya mencium tangan ayahnya sebelum masuk ke dalam kelas
"Belajar yang rajin yaah?" ucap tuan Stephano sambil mengecup kening Kanaya
"Iya ayah..Naya masuk dulu ya Yah?..daaaa"
Tuan Stephano melambaikan tangannya sambil melihat Kanaya duduk di bangkunya
Setelah itu tuan Stephano beranjak dari depan kelas Kanaya untuk menuju ke kantornya
______________
Sebuah Mercedez berhenti di depan loby Wijaya Tower
"Lu mau turun disini Nay?" tanya Maria
"Iya..aku mau ketemu sama kak Stu" jawab Kanaya yang melongok ke arah loby
"Maria..terima kasih yaah?..sudah nganterin aku kesini.." sambung Kanaya sambil mengambil tasnya dan turun dari mobil Maria
"Ntar lu pulang sama siapa?" tanya Maria yang bergeser duduknya ke sebelah kiri
"Gampang..nanti aku bisa bareng sama kak Stu..kalau nggak minta jemput sama kak Alf.." jawab Kanaya
"Daaaa Maria.." pamit Kanaya
"Daaa..ati-ati ya Nay!!.." sahut Maria dari dalam mobilnya
Setelah melihat Kanaya masuk ke dalam loby gedung Wijaya Tower..Maria menyuruh drivernya untuk pergi dari loby Wijaya Tower
Di dalam loby..Kanaya takjub melihat megahnya loby gedung Wijaya Tower
Hingga seorang Security menghampirinya
"Permisi nona..nona ada perlu apa?" tanyanya ke Kanaya
"Pak Satpam..saya mau ketemu sama kak Stu..bisa?" jawab Kanaya
"Kak Stu?..mohon maaf nona..saya tidak kenal dengan yang namanya Stu disini..coba nona tanya ke bagian Receptionis disana.." tunjuk Security ke arah bagian meja Receptionis
"Disana pak?" tanya Kanaya
Security menganggukan kepalanya
"Terima kasih ya pak.."
Kanaya segera menghampiri meja Receptionis dengan diiringi pandangan Security yang tersenyum geli
"Permisi mbak.." sapa Kanaya kepada salah satu Receptionis yang berjumlah 4 orang
"Iya dek..ada apa?" jawab salah satu Receptionis
"Saya mau ketemu sama kak Stu bisa mbak?" tanya Kanaya
"Stu?..Stu siapa dek?..disini nggak ada yang namaya Stu.." jawab Receptionis itu
__ADS_1
"Kak Stu..nama lengkapnya Stewart.." ucap Kanaya
Kagetlah ke empat Receptionis itu..kenapa gadis di depan mereka berani-beraninya memanggil CEO mereka dengan panggilan Stewart..tanpa embel-embel pak atau tuan
"Adek mau ketemu sama pak Stewart?"
"Iya mbak.." jawab Kanaya sambil tersenyum
Seorang wanita cantik dan seksi yang tengah melintas di depan meja Receptionis..menoleh ke arah Kanaya ketika mendengar nama Stewart disebut..karena penasaran dia hampiri meja Receptionis
"Ada apa ini?" tanyanya
"Eh..selamat sore bu Keyla..ini bu..adek ini mau ketemu sama pak Stewart.." jawab salah satu Receptionis
"Adek siapa?" tanya Keyla sambil melihat penampilan Kanaya yang masih mengenakan seragam sekolahnya
"Saya Kanaya bu..saya mau ketemu kak Stu.." jawab Kanaya sambil tersenyum
"Kak Stu?.." bingung Keyla
"Kak Stewart bu.." sahut Kanaya memperjelas
"Kak?..kamu tidak punya sopan santun yaah?..manggil pak Stewart pakai panggilan kak?..kamu memang tahu?..siapa dia disini?" tanya Keyla
Kanaya menggelengkan kepalanya
"Nggak tahu bu.." jawab Kanaya
"Pak Stewart itu bos disini..yang punya gedung ini..kamu sebaiknya jaga omongan kamu yaah?..supaya jangan manggil sembarangan ke pak Sewart" sentak Keyla
"Tapi saya mau ketemu dengan kak Stu bisa?" tanya Kanaya lagi
"Kamu sudah bikin janji?" tanya Keyla
"Be..belum bu ."
"Mosok mau ketemu saja..mesti pakai janji dulu sih?"
"Kalau belum bikin janji..kamu nggak boleh sembarangan ketemu sama pak Stewart..pak Stewart tuh orangnya super sibuk..ngerti nggak?"
"Jadi..saya nggak bisa ketemu sama kak Stu?" tanya Kanaya polos
"Mendingan kamu pulang ajah!!..jangan bikin kekacauan disini.." kata Keyla sambil mendorong bahu Kanaya..hingga Kanaya terdorong sedikit ke belakang
Suara Keyla menyedot perhatian orang-orang yang lalu lalang di loby..salah satunya Cindy yang baru keluar dari anjungan ATM
"Ada apa mbak?" tanya Cindy
"Nih Cin..bocah ini mau ketemu sama pak Stewart..belum bikin janji juga..mau main ketemu saja.." jawab Keyla
"Adek siapa?..ada perlu apa?" tanya Cindy sambil memegang pundak Kanaya lembut
"Saya Kanaya kak..mau ketemu dengan kak Stu.." jawab Kanaya
Sontak kedua mata Cindy membulat..tak kala Kanaya menyebut nama panggilan bosnya
"Anak ini kok bisa tahu nama panggilan pak Stewart?..apa masih ada hubungan kerabat dengan pak Stewart?"
"Ayo dek..ikut kakak ke atas.." ajak Cindy
"Eeee..mau dibawa kemana Cin?..kamu nggak boleh sembarangan bawa orang asing ke dalam kantor" tanya Keyla sambil menahan Kanaya
"Mau saya ajak ke meja saya mbak.." jawab Cindy
"Kamu ngerti nggak sih sama peraturan perusahaan?..jangan sembarangan bawa orang ke dalam kantor.."
"Biar saya yang tanggung jawab mbak.." jawab Cindy
Cindy berpikir..kalau Kanaya ada hubungan dekat dengan bos nya..jadi dia berusaha tidak melakukan hal yang salah
"Ayo dek.." ajak Cindy
"Dasar bocah kampung.." ketus Keyla ke Cindy
Cindy hanya bisa menghela nafasnya yang diejek oleh Keyla..tapi Kanaya yang tidak terima dengan kelakuan Keyla melepaskan tangannya dari pegangan Keyla
"Memangnya kalau orang kampung kenapa bu?..ibu ada masalah?..biarpun kami orang kampung..tapi kita masih punya tata krama..nggak kayak ibu yang sombong!!.."
"Kamu.." tunjuk Keyla menahan emosi
"Nanti kalau sampai kak Stu tahu..biar tahu rasa.."
Cindy yang tidak mau memperpanjang masalah..mengajak Kanaya untuk pergi dari hadapan Keyla
Keyla hanya bisa menahan amarahnya
"Adek ada perlu apa mau ketemu dengan pak Stewart.." tanya Cindy begitu di dalam lift
"Oh iya..nama saya Cindy..nama adek siapa?" sambung Cindy
"Nama kakak Cindy?.." tanya Kanaya dengan pandangan tak percayanya..kalau dia bisa bertemu dengan calon kakak iparnya
"Iya..?" jawab Cindy
"Memang benar apa yang dibilang oleh ibu..kak Cindy orangnya cantik.."
"Namaku Kanaya kak..panggil aku Naya.." kata Kanaya sambil menjulurkan tangannya
"Iya Naya..salam kenal" jawab Cindy sambil membalas uluran tangan Kanaya
"Kakak sekretarisnya kak Stu?" tanya Kanaya lagi
"Iya..kakak sekretarisnya pak Stewart..tadi Naya belum jawab pertanyaan kakak.." ucap Cindy
Entah kenapa Cindy merasa langsung akrab dengan Kanaya..dengan tidak memakai bahasa formal lagi
"Naya sebetulnya mau ketemu dengan kak Cindy.." jawab Naya sambil tersenyum
"Hah?..Naya mau ketemu sama kakak?..ada apa?" tanya Cindy bingung
Ting..
Terbukalah pintu lift di lantai 30..Cindy mengajak Kanaya ke ruang tunggu khusus tamu CEO
"Naya mau minum apa?.." tanya Cindy
"Kalau boleh..Naya mau kopi kak.."
"Oke..sebentar yaah?.."
Cindy lalu keluar meninggalkan Kanaya sendiri di ruang tunggu
Kanaya melihat Cindy keluar hanya tersenyum geli
"Kak Alf pintar juga kalau nyari pacar.."
Tak lama kemudian Cindy kembali dengan segelas kopi di tangannya
"Naya ada perlu apa mau ketemu dengan kakak?" tanya Cindy sambil menaruh kopi di meja depan Kanaya
"Naya cuma pengen ketemu kak Cindy ajah..soalnya ibu bilang..kalau kak Cindy itu orangnya cantik..ternyata memang benar apa yang dibilang ibu..kak Cindy orangnya cantik..baik lagi.." jawab Kanaya sambil tersenyum
Cindy bingung dengan jawaban Kanaya..sepertinya dia baru kali ini jumpa dengan Kanaya..kenapa ibunya sampai kenal dengan dirinya
"Kak Stu belum pulang ya kak?..dari Lombok?" tanya Kanaya memutus lamunan Cindy
"Eh..be..belum..katanya nanti sore pesawatnya baru mendarat.." jawab Cindy
"Kasandra?" panggil Alf yang tiba-tiba muncul di depan pintu ruang tunggu
"Kakaak!!.." jawab Kanaya sambil melambaikan tangannya
"Sini masuk kak.." pinta Kanaya
"Kamu ngapain?" tanya Alf sambil masuk ke dalam
"Mau ketemu sama calon kakak ipar.." jawab Kanaya santai sambil melihat ke arah Cindy
__ADS_1
"Haaaah!!"