Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
43.Kesempatan Kedua


__ADS_3

Wajah-wajah ceria terlukis di wajah para siswa dan siswi SMA WEC yang telah selesai menuntaskan ujian akhir mereka


Walau hasil ujian belum diumumkan..mereka senang karena sudah terbebas dengan tuntutan belajar yang mengkungkung mereka selama seminggu terakhir ini


Tak ketinggalan keempat siswi cantik yang baru keluar dari dalam kelasnya


"Alkhamdulillaaaah..kelar juga ujian kita..aaakkkkhh..merdeka gua.." girang Rita sambil merentangkan kedua tangannya


"Kita karaokean yuks.." ajak Maria


"Yuk..gua juga mau makan mie ramen pedas.." jawab Liona


"Aku juga Li..aku juga mau makan ramen pedas..hmmmm..renyahnya rumput laut..udang sama cuminya Li..hmmmm" sahut Kanaya yang air liurnya sudah menetes saat membayangkan mie ramen seafood favoritnya


"Yoi..abis makan..kita karaokean..cap cus yuk ah.." ucap Rita sambil memeluk pundak Kanaya dan Liona sambil berjalan beriringan


Sesaat Kanaya melihat Jessica keluar dari kelas dan berbelok ke arah perpustakaan


"Eh..teman-teman..kita ajak Jessi juga yuk?.." pinta Kanaya


"Haah??..lu nggak salah Nay?.." tanya Maria


"Lu ngapain ngajak ulet keket itu sih?..yang lain kenapa?" sahut Rita


"Kalian tunggu aku di depan yaah?..aku samperin Jessi dulu.." kata Kanaya yang tanpa menunggu persetujuan teman-temannya langsung menyusul Jessica yang sudah hilang di lorong yang menuju ke perpustakaan


Ketiga teman Kanaya hanya bisa melihat Kanaya yang berlari menyusul Jessica


"Gimana Li?" tanya Maria


"Ya udah..kita ikutin ajah..Naya maunya ngajak Jessi.." jawab Liona sambil mengangkat kedua bahunya


Akhirnya mereka berjalan ke depan dan menunggu Kanaya dan Jessica di loby


Sementara itu Kanaya tengah membujuk Jessi agat ikut dengan dirinya pergi karaokean


"Ayo Jess..ikut yaah?..soalnya kita kurang orang nih.." bujuk Kanaya


"Ta..tapi Nay..Jessi..nggak punya.."


"Aku yang traktir..semuanya..pokoknya Jessi tenang ajah..yaah?..ikut yaah?" potong Kanaya


"Ayo dong Jess...pleaseeeee..."


Jessica akhirnya dengan ragu-ragu menganggukan kepalanya


"Jessi minta ijin papah dulu yaah?" pinta Jessica


Jessica lalu meninggalkan Kanaya untuk meminta ijin dengan pak Lukman yang masih berada di dalam perpustakaan


Dari dalam perpustakaan Jessica kembali bersama pak Lukman yang juga sudah siap-siap untuk pulang dan pak Lukman langsung memegang kedua tangan Kanaya begitu dia sampai di depan Kanaya


"Non Naya..saya ucapkan terima kasih atas bantuan non Naya ke tuan Stewart" ucap pak Lukman dengan tatapan harunya


"Jabatan saya dikembalikan lagi seperti semula oleh tuan Stewart atas saran non.." sambung pak Lukman


Jessica membulat matanya..dia tak percaya kalau Kanaya benar-benar meminta bantuan untuk papahnya ke Stu


"Iya pak..semoga kejadian yang lalu menjadi pembelajaran bagi kita semua.." jawab Kanaya sambil tersenyum


"Iya non..saya ucapkan terima kasih atas bantuan non.."


Jessica langsung memeluk Kanaya sambil terisak haru


"Terima kasih Nay..terima kasih" isak Jessica di pelukan Kanaya


Kanaya menguraikan pelukan Jessica

__ADS_1


"Sekarang mau kan?..Jessi ikut aku karaokean?..itung-itung perayaan selesainya ujian kita dan sekaligus perayaan kembalinya jabatan papah Jessi seperti semula.." pinta Kanaya sambil tersenyum


Jessica menganggukan kepalanya sambil mengelap airmatanya yang sudah menetes di pipi..Jessica menoleh ke papahnya


"Pah?..Jessi ikut Naya karaokean yaah?" pinta Jessica


"Iya sayang..pulangnya jangan malam-malam yaah?" jawab pak Lukman


Jessica menganggukan kepalanya


"Naya pamit dulu ya pak.." pamit Kanaya


"Iya non..hati-hati yah kalian.."


Kemudian Kanaya menggandeng Jessica menuju ke loby gedung WEC


"Terima kasih non..karena non..Jessi jadi berubah sekarang..terima kasih.."


Pak Lukman tersenyum haru sambil mengelap airmatanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya


Di loby gedung..mereka berdua sudah di tunggu oleh Maria,Liona dan Rita


Mereka bertiga memandang sinis ke Jessica yang datang bersama Kanaya..mereka masih belum menerima bergabungnya Jessica ke acara mereka


"Teman-teman..aku minta kalian maafkan Jessi yaah?..sekarang dia sudah beda dengan Jessi yang dulu kita kenal.." ucap Kanaya sambil melihat ke Jessica


Jessica memandang satu persatu teman-temannya yang berdiri di depannya


"Liona..Maria..Rita..Jessi minta maaf yaah?..maafin Jessi yang dulu.." pinta Jessica sambil menjulurkan tangannya ke arah Liona


Liona enggan menerima uluran tangan Jessica..karena masih teringat kelakuan Jessica yang dulu


Tapi dia melihat kode dari Kanaya agar menerima uluran tangan Jessica..Liona mencebik malas


"Ck..sebenarnya gua males Jess..maafin elu..kalau inget kelakuan lu yang kemaren-maren..tapi gua lihat elu yang tulus minta maaf dan Naya juga sudah maafin elu..mau gimana lagi?.." jawab Liona sambil menerima uluran tangan Jessica


"Sebagai tanda pertemanan kita..kita toss dulu dong.." pinta Kanaya sambil menjulurkan tangannya di depan


Mereka pun menyambut uluran tangan Kanaya dan menumpuk telapak tangan mereka menjadi satu


"YEEEIIII..."


Teriak mereka berbarengan sambil menarik tangan mereka ke atas dan tertawa bersama-sama


Sungguh sebuah persahabatan bagaikan sebuah kepompong


"Oke..kita c'mon!!.." ajak Rita


Di parkiran mereka sudah ditunggu oleh sebuah mobil MPV mewah yang berlogo SACorp di lambung mobil


"Nona Kasandra?" tanya seorang pria paruh baya yang berdiri menunggu di samping mobil ke Kanaya


"Iya..saya sendiri.." jawab Kanaya


"Saya diutus oleh ayah nona untuk menjemput nona.." ucap pria itu sambil mengangguk hormat


"Oh..gitu ya pak?..terima kasih ya pak.."


Kanaya lalu mengajak teman-temannya untuk masuk kedalam mobil


Mereka takjub dengan desain interior mobil yang mewah dan elegan


"Kita mau kemana non?" tanya pria itu setelah duduk di belakang kemudi


"Antarkan kita-kita ke Wijaya Hall ya pak.." jawab Kanaya


"Baik non.."

__ADS_1


Tak lama kemudian..mobil MPV itu meninggalkan pelataran parkir sekolah


Di dalam mobil mereka masih memperhatikan interior mobil yang laksana hotel berjalan


Maria membuka sebuah kulkas mini dan mengambil beberapa botol minuman dingin dari sana


"Eh Nay..tadi gua denger elu dipanggil Kasandra?..memangnya nama elu siapa sih sebenarnya?" tanya Liona


"Namaku pemberian nenek Ida..Kanaya Puspa Alexandria..sedangkan nama pemberian ibuku dari kecil..Kassandra Prunella Alexandria.." jawab Kanaya


"Kok bisa beda gitu sih Nay?" tanya Maria


Kanaya lalu menceritakan masa lalunya yang saat dirinya yang masih balita dibawa lari oleh nenek Rosida dan dia ternyata adalah putri kandung dari tuan Stephano Alexander


"Seneng bener dong lu Nay..bisa ketemu lagi sama orangtua elu.." tanya Liona


"Iya Li..aku bersyukur ke Alloh SWT..karena dimudahkan jalanku untuk bertemu dengan kedua orangtuaku"


"Berarti kak Alf itu kakak kamu Nay?" tanya Maria


"Iya Mar..kakak kandung aku.." jawab Kanaya


"Terus?..kita-kita manggil elu apan nih?..Naya?..apa Kassandra?" tanya Rita


"Terserah kalian saja.." jawab Kanaya


"Tapi aku lebih nyaman kalau kalian manggil aku Naya..karena nama itu pemberian nenek Ida yang sudah merawatku selama ini.." sambung Kanaya


Jessica yang hanya terdiam dan memperhatikan interaksi antara Kanaya dan teman-temannya..merasa bersyukur karena tidak mengalami kejadian seperti Kanaya..yang sempat terpisah dengan kedua orangtuanya


"Alloh sangat pemurah kepada umatNya..Alloh tahu hati Naya yang baik dan tulus..mungkin ini balasan dari Alloh untuk Naya karena kebaikan hatinya..dipermudah olehNya jalan Naya untuk ketemu dengan kedua orangtuanya.."


Jessica tersenyum haru


"Nay?.." panggil Jessica


"Iya Jess.." jawab Kanaya sambil memutar badannya ke arah Jessica


"Jessi kalau boleh tahu..alasan apa yang membuat Naya sampai mau memaafkan Jessi?" tanya Jessica


Liona,Rita dan Maria menunggu jawaban Kanaya yang membikin dirinya mau memaafkan Jessica


Sesaat Kanaya menyunggingkan senyumannya


"Semua orang berhak untuk mempunyai kesempatan kedua Jess..walaupun dia seorang pembunuh sekalipun kalau dirinya mau berubah dan menyesali perbuatannya..kenapa tidak kita kasih dia kesempatan untuk berubah dan memaafkannya?" jawab Kanaya


Tes


Airmata menetes dipipi Jessica


"Terima kasih Nay.." ucap Jessica


"Dan juga..aku juga pernah merasakan di posisi Jessi dulu..sendirian nggak punya teman..dikucilkan dari pergaulan..mangkanya aku nggak mau Jessi ngalamin kayak aku dulu" sambung Kanaya


Jessica langsung memeluk Kanaya..Kanaya membalasnya dengan mengusap-usap punggung Jessica


"Lu nangis Li?" tanya Maria sambil terisak


"Laah?..bukannya elu juga?.." jawab Liona sambil mengusap cepat airmata yang menggenang di pelupuk matanya


"Ini kenapa semuanya pada nangis sih?" isak Rita yang juga mengusap airmatanya


Kanaya yang mengurai pelukannya..hanya bisa tertawa geli melihat teman-temannya pada kompak menangis


"Kita kan mau senang-senang..kenapa pada nangis sih?" tanya Kanaya sambil mengulum senyumannya


"Ini kan semua gara-gara elu Nay!!..pake nanya lagi.." kesal Maria

__ADS_1


Semua pada tertawa terbahak-bahak melihat Maria yang kesal bercampur tangisnya menjawab pertanyaan konyol Kanaya


__ADS_2