
Marcela dan Lena berjalan cepat menuju ke meja Receptionist yang ada di loby..disana ada Frans yang berdiri menunggu
"Selamat sore bu?.." sapa Frans
"Sore pak..tolong bapak ceritakan lagi kejadiannya..bagaimana nona Kassandra bisa sampai hilang disini?.." pinta Marcela dengan tatapan dinginnya
Frans lalu menceritakan kembali kronologis kedatangan Kanaya
"Apa anak buah bapak tidak ada yang mengenali nona Kassandra?..sampai nona Kassandra dikira peserta audisi?.." tanya Marcela
"Mereka mengenali nona muda bu..tapi masalahnya..nona muda hari ini merubah penampilannya saat datang kemari..hingga beberapa anak buah saya yang berjaga di loby tidak mengenali nona muda.." jawab Frans
"Merubah gimana?.." tanya Marcela bingung
"Ini Receptionis pada kemana?.." tanya Lena yang melihat meja Receptionist yang kosong
"Mereka saya suruh cari nona muda bu.." jawab Frans ke Lena
"Disini ada audisi apa sih Len?.." tanya Marcela ke Lena
"Kalau nggak salah audisi pencarian bakat..di studio 2..lantai dasar.." jawab Lena
"Siapa Produsernya?.." tanya Marcela lagi
"Judith.."
"Yang jadi Floor Koordinator?.."
"Didu..itu orangnya.." tunjuk Lena yang melihat Didu yang berjalan melewati loby sambil menikmati susu kotaknya
"Didu!!.." panggil Frans
Didu menoleh ke arah Frans..matanya memincing melihat Marcela, Lena dan Frans tengah berdiri di depan meka Receptionist. Didu lalu menghampiri mereka
"Eh..ada bu Sela..mbak Lena..tumben?..pada kumpul disini?..pada nyari berondong ya dese?..." tanya Didu dengan gaya kenes nya
"Bercanda bo.." ucap Didu sambil memukul gemas lengan Lena
Marcela dan Lena hanya bisa memutar bola matanya malas..melihat Didu di depan mereka. Marcela melihat ke Frans agar menangani Didu
"Didu?..tadi kamu bawa nona muda kemana?.." tanya Frans yang jengah
"Nona muda?..nona muda siapa pak?.." tanya Didu bingung
"Nona muda Kassandra.." jawab Frans dengan tatapan tajamnya
"Nona muda Kassandra?..anaknya tuan Stephano kan?.." tanya Didu memastikan
"Iya..tadi kamu bawa kemana?..tadi Vita bilang kamu bawa dia ke studio audisi.." ucap Frans
Marcela dan Lena hanya diam memperhatikan Didu dan Frans
"Enggak pak..saya nggak merasa bawa nona muda..saya tadi cuma bawa anak yang mau audisi.." sanggah Didu
"Apa anaknya tadi pake topi bucket motif bunga-bunga?" tanya Frans
"Iya.."
"Pakai kacamata sama rambutnya di kepang dua?.." tanya Frans lagi
"Iiiyaa...pak.." jawab Didu yang sudah merasa tidak enak
"Yang kamu bawa itu nona muda Kassandra Didu!!.." sentak Frans
Deg
Didu menutup mulutnya yang ternganga kaget dengan kedua tangannya
"Ya Tuhan..apa yang sudah aku lakukan?.." batin Didu
"Siapa yang suruh kamu bawa nona Kassandra ke studio audisi?..hah?.." tanya Lena
Didu tidak menjawab pertanyaan Lena..badannya bergetar hebat karena ketakutan
"Sudah..sekarang kamu bawa kembali nona Kassandra kesini..buruan..jangan sampai tuan Stephano tahu apa yang kamu lakukan ke putrinya.." titah Marcela
"Soalnya ini sudah mau jam pulang kantor.." sambung Lena
"Baik bu.." jawab Didu sambil berbalik menuju ke studio 2..tempat dimana tadi dia meninggalkan Kanaya
Keberadaan Marcela dan Lena di loby..menarik perhatian staff yang berlalu lalang di loby. Ada urusan apakah yang sampai membuat Marcela dan Lena yang merupakan Assisten Pribadi dan Sekretaris tuan Stephano turun ke loby secara langsung
Datanglah dua staff Receptionist menghampiri tempat Marcela dan Lena berdiri
"Gimana?..kalian sudah ketemu dengan nona muda?.." tanya Frans
__ADS_1
"Ma..maaf pak..kami belum ketemu.."
"Kalau belum ketemu kenapa balik kesini?.." sentak Frans
Vita dan rekannya hanya bisa diam dan menundukan wajahnya ketakutan
"Tadi siapa yang menyuruh nona Kassandra ikut audisi?.." tanya Marcela
"Sa..saya..bu.." jawab Vita gugup
Marcela menghela nafasnya menahan sabar
"Kamu tahu?..siapa itu nona Kassandra?.." tanya Marcela
"Tahu bu.." jawab Vita sambil menganggukan kepalanya
"Kalau kamu tahu?..kenapa kamu suruh ikut audisi?..hah?..kenapa tidak kamu antarkan ke lantai atas..ke ruangan saya?.." sentak Marcela
Vita hanya diam menundukan kepalanya
"Lancang kamu!.." bentak Lena
"Maafin..saya bu.." isak Vita
Beberapa staff yang lewat di loby berbisik-bisik dengan rekannya melihat Marcela dan Lena yang tengah memarahi dua wanita staff Receptionist
"Sudah..sekarang kamu cari nona Kassandra di studio 2..katanya audisinya diadakan di sana.." perintah Marcela
"Baik bu.."
"Kalau sudah ketemu..antarkan kemari..paham?.." tanya Marcela
"Paham bu.." jawab Vita
"Sudah..kamu cari sana.."
Setelah memberikan anggukan hormatnya..Vita dan rekannya segera bergegas menuju ke studio 2
Sebetulnya Marcela dan Lena hanya ingin memberikan sedikit hukuman kepada Vita dan rekannya..dengan disuruh mencari Kanaya. Marcela telah melihat rekaman CCTV yang merekam saat Kanaya datang ke meja Receptionist. Disana terlihat Vita yang melayani Kanaya diselingi dengan senda gurau dan bermain ponsel..jadi dia tidak fokus dan konsen dalam melayani Kanaya yang datang ke meja Receptionist. Sepertinya kedatangan Kanaya mengganggu dirinya yang tengah bermain ponsel
***
Tak lama Kanaya datang menghampiri Marcela dan Lena yang menunggunya. Dibelakangnya Didu dan dua staff Receptionist yang mengiringi Kanaya dengan wajah tertunduk
Marcela membalas sapaan Kanaya dengan lambaian tangannya
"Kak Lena?..apa kabar?.." tanya Kanaya setelah tiba di depan Marcela dan Lena
"Kabar saya baik nona.." jawab Lena sambil tersenyum dan sedikit membungkukan badannya
"Nona datang kemari..kenapa tidak bilang kami terlebih dahulu?" tanya Marcela
"Iya kak..aku tadi cuma mampir kok..oh iya kak..ayah sudah pulang belum?.." tanya Kanaya
"Belum non..nona mau ketemu dengan ayah nona?.." tanya Marcela
"Iya kak.."
Marcela menoleh ke arah Didu dan dua staff Receptionist yang hanya berdiri dan masih menundukan kepalanya di belakang Kanaya
"Kalian minta maaf sama nona Kassandra.." pinta Marcela pada mereka bertiga
Ketiga orang itu segera bergegas pindah ke depan Kanaya
"Nona Kassandra?..kami minta maaf atas kesalahan kami yang tidak mengenali nona.." pinta Didu mewakili yang lainnya
"Iya pak..tidak apa-apa.." jawab Kanaya
"Saya atas nama saya pribadi..mohon maaf pada nona..karena saya telah salah sangka pada nona yang saya kira nona adalah peserta audisi.." pinta Vita sambil menangkupkan kedua tangannya di dada
"Enggak mbak..mbak nggak ngelakuin kesalahan kok..jadi mbak nggak perlu minta maaf sama saya.." jawab Kanaya sambil tersenyum
"Terima kasih nona..terima kasih banyak.." kata Vita sambil membungkukan badannya
"Yang penting sekarang..kalian jangan ulangi kesalahan kalian seperti ini lagi..cukup kejadian hari ini terjadi sekali saja.." titah Marcela
"Baik bu.." jawab mereka bertiga berbarengan
"Terutama kalian berdua.." kata Marcela menunjuk ke dua staff Receptionist
"Mulai sekarang selama jam bekerja..kalian dilarang bermain ponsel..mengerti?.." sambung Marcela
"Mengerti bu.." jawab staff Receptionist berbarengan
"Ya sudah..kalian kembali bekerja.." pinta Marcela
__ADS_1
"Baik bu.." jawab mereka
"Ayo non..kita ke ruangan ayah nona.." ajak Lena
Kemudian Marcela dan Lena mengajak Kanaya menuju ke lantai 40..lantai khusus CEO SACorp
"Nona kenapa dandanannya kayak begini sih?..pantas saja mereka tidak mengenali nona pas nona datang kesini.." tanya Marcela begitu mereka berada di dalam lift
"Iya kak..aku lagi mencoba dandanan kayak gini..soalnya bakal aku pakai untuk kuliah nanti.." jawab Kanaya sambil tersenyum
Marcela dan Lena saling lempar pandang..tidak mengerti jawaban Kanaya
"Oh iya kak..soal kejadian tadi..ayah jangan sampai tahu yaah?.." pinta Kanaya
"Kenapa memangnya non?.." tanya Marcela
"Aku nggak mau mereka terkena masalah gara-gara aku yang datang pakai dandanan kayak gini..ya kak yaah?.."
"Baik non..kalau itu permintaan nona.." jawab Marcela sambil tersenyum
Ting
Terbukalah pintu lift..mereka keluar dan menuju ke ruangan kerja tuan Stephano
Tok
Tok
"Masuk.." jawab tuan Stephano dari dalam
Marcela dan Kanaya masuk ke dalam..sedangkan Lena kembali ke mejanya
"Ayaah?.." panggil Kanaya sambil menghampiri meja kerja ayahnya
"Sandra?..kamu sama siapa kesininya sayang?.." tanya tuan Stephano sambil bangun dan menghampiri Kanaya
Tuan Stephano memeluk Kanaya dan mencium keningnya
"Tadi aku diantar Maria Yaah.." jawab Kanaya
Tuan Stephano menggiring Kanaya menuju ke sofanya..sedangkan Marcela membuatkan minuman untuk Kanaya dan tuan Stephano di ruang pantry khusus CEO
"Kamu kenapa pakai kacamata kayak gini sih?..sama rambut kamu dikepang dua gini?.." tanya tuan Stephano sambil menyentuh ujung rambut Kanaya yang dikepang dua
"Ini kacamata biasa Yaah..bukan kacamata baca.." jawab Kanaya sambil mencopot kacamatanya
"Tapi?..kalau aku pakai kacamata kayak gini..cantik nggak Yaah?.." tanya Kanaya sambil memakai kacamatanya kembali dan berpose centil di hadapan ayahnya
Sesaat tuan Stephano tergelak melihat tingkah putrinya
"Cantik sayang..putri ayah pokoknya gadis yang paling cantik di dunia ini.." jawab tuan Stephano sambil tersenyum
Marcela yang datang membawa nampan minuman hanya bisa tersenyum geli melihat Kanaya memamerkan kecantikannya di depan ayahnya
"Nona mau kopi kan?.." tanya Marcela sambil menaruh kopi hitam di depan Kanaya
"Iya kak..terima kasih ya kak.."
"Iya non..sama-sama.."
Marcela meletakan cangkir satunya untuk tuan Stephano
"Saya tinggal dulu ya non.."
"Iya kak.." jawab Kanaya
"Saya permisi dulu pak.." pamit Marcela
"Iya Sel.." jawab tuan Stephano
.
.
.
###########
.
Para Reader merasa penasaran sama visualnya nggak sih?. Kalau penasaran..nanti Author kasih visualnya di next episode
.
############:
__ADS_1