
Drt..Drt..Drt
Bunyi dering ponsel dan getaran yang ada di saku celana Stu mengalihkan perhatiannya dari layar laptop. Stu ambil ponselnya dan senyumnya mengembang begitu tahu nama kontak yang tertera di layar ponselnya yang menghubunginya lewat sambungan video call
"Halo?..assallamuallaikum.." sapa Stu sambil tersenyum
Stu mulai membiasakan kebiasaan baiknya dalam menjawab panggilan teleponnya
"Waallaikumsallam..halo kak?..apa kabar?" sapa Kanaya begitu sambungan video call tersambung
"Kabar kakak baik..gimana Naya liburannya?..senang nggak?" tanya Stu
"Senang kak..di Paris lagi musim dingin..lagi musim salju.."
"Waah..senang dong?..main salju nggak?"
"Main kak..tadi aku barusan bikin boneka salju sama teman-teman.."
"Sekarang schedulenya kemana sayang?"
"Kata kak Sela..habis sarapan kita mau ke Menara Eiffel kak..sekalian makan siang disana..terus kita ke Museum Louvre..Istana Versailes samaaaa..apa yah?..apa kak namanya yang monumen kemerdekaan Paris?.."
"Arc de Triumphe.." jawab Stu sambil tersenyum
"Naah..iya itu..besok kita beli oleh-oleh sekalian pergi ke stasiun CGV untuk pergi ke Spanyol..kakak mau oleh-oleh apa?..nanti biar aku beliin?.."
"Apa ajah Nay..apa pun yang kamu beli..kakak terima.." jawab Stu
Di layar Kanaya menoleh ke arah lain..karena dia dipanggil oleh seseorang
"Udahan dulu ya kak..kak Sela dah manggil untuk sarapan..daaaah kakaaaak.."
"Daaah Nayaaa..selamat senang-senang yaah?.."
Kemudian sambungan video call terputus. Stu menaruh kembali ponselnya di meja
Tok
Tok
Tok
"Masuk.." pinta Stu
Masuklah Riko setelah mendengar Stu menjawab ketukan di pintu ruang kerjanya
"Boss..tuan Maxwell sudah datang..dia dan sekretarisnya menunggu di ruang rapat.." ucap Riko sambil menaruh dokument di meja Stu
"Oke..sepuluh menit lagi kita kesana..oh iya..apa si Ambar sudah datang?.." tanya Stu
"Belum kayaknya boss..dia mau kesini?"
"Iya..tadi pagi mommy suruh dia bantu-bantu disini..setelah dia resignt dari MI6.." jawab Stu sambil menutup laptopnya
"Ambar resignt?..kenapa?.." tanya Riko tak percaya
"Entahlah..setelah kembali dari Singapura..dia selalu menyendiri di kamarnya..dan tanpa angin tanpa hujan..semalam sewaktu makan malam dia ngomong ke daddy and mommy kalau dia sudah mengajukan resignt ke MI6.." ucap Stu sambil menyenderkan punggungnya ke kursi
"Apa setelah kematian Heru..dia tidak punya motivasi lagi?.." guman Riko
"Sepertinya.." jawab Stu
Telepon meja Stu berbunyi..Stu memencet tombol jawab
"Halo?.."
"Selamat sore pak Stewart..di loby ada seorang perempuan ingin bertemu dengan bapak.."
"Siapa?.."
"Namanya ibu Ambar pak.."
"Suruh langsung naik ajah Bil..dia adik saya.."
"Oooh..mohon maaf pak..kami tidak tahu..kalau ibu Ambar itu adik bapak..baik pak..akan saya suruh langsung naik.."
"Iya Bila..terima kasih.."
Stu memutuskan sabungan teleponnya
"Kita ajak Ambar saja Riko..untuk metting dengan tuan Maxwell..kali aja dia bisa belajar jadi Sekretaris.."
"Hmmmffttttt.." Riko menahan tawanya
__ADS_1
"Kenapa kau?.." tanya Stu heran melihat Riko menahan tawanya
"Cewek model kayak ambar gitu..mau jadi Sekretaris?..hahahahaha.." pecahlah tawa Riko
Dugh
Stu menendang pelan betis Riko kesal karena mentertawakan rencananya untuk Ambar
"Sakit boss!!.." ucap Riko sambil mengelus-elus betisnya yang terasa nyeri sehabis ditendang Stu
Tok
Tok
Tok
"Permisi pak..ibu Ambar sudah datang.." panggil Bila dari luar pintu ruang kerja Stu
"Masuk Bila.." jawab Stu
Ceklek
Masuklah Bila dan Ambar ke dalam ke dalam ruang kerja Stu
"Saya permisi pak.." pamit Bila setelah mengantarkan Ambar
"Iya Bil..terima kasih.." jawab Stu
Bila keluar dari dalam ruang kerja Stu. Selama Cindy cuti liburan..Bila menggantikan posisinya sementara untuk menjadi Sekretaris pribadi Stu
"Ada apa sih kak?..tadi mommy nelpon Ambar suruh datang kesini.." tanya Ambar sambil duduk di kursi di depan meja Stu
"Mommy nyuruh kakak supaya kamu bisa kerja disini..kamu mau nggak?.." tanya Stu
"Mau..kalau ada sih..memangnya kakak mau ngasih Ambar kerja apa?..bodyguard?.." ucap Ambar santai
"Kamu coba jadi Sekretaris..gantiin Cindy sementara..mau nggak?" tawar Stu
"Jadi Sekretaris?..apa nggak salah kak?.." tanya Ambar kaget
Riko yang berdiri di samping Stu berusaha untuk menahan tawanya. Dia palingkan wajahnya ke arah lain
"Mommy yang nyuruh kakak supaya jadiin kamu Sekretaris disini..mommy pengen ngelihat kamu kayak perempuan-parempuan lainnya..nggak boleh bantah..dosa!!.." pinta Stu yang melihat Ambar akan membuka mulutnya
"Coba dulu mangkanya..kalau belum dicoba mana bisa tahu?.."
Ambar menggerutu tak jelas..bibirnya mengerucut komat-kamit
"Jadi perempuan nggak boleh suka ngedumel.."
"Apaan sih...." kesal Ambar
"Sekarang ikut kakak..kakak ada metting sama orang..ayok.." ajak Stu sambil bangun
"Terus Ambar ngapain disana?.." tanya Ambar
"Jualan cilok.." jawab Stu asal
Riko berusaha menahan tawanya di belakang Stu. Ambar pun juga tersenyum geli
"Tugasnya Sekretaris apa'an?.." tanya Stu
"Nulis-nulis.." jawab Ambar
"Lah itu tahu..ayok buruan..kakak nggak enak tamunya sudah kelamaan nunggu soalnya.."
Ambar bangun dan berjalan di sisi Riko yang mengekor di belakang Stu
"Sekretaris mana ada yang potongannya tomboy kayak kamu?.." bisik Riko di telinga Ambar
Plak
Ambar yang kesal memukul pundak Riko
"Kak Riko maaaah.." kesal Ambar
Di depan meja Bila..Stu meminta alat tulis kepunyaan Bila untuk diberikan ke Ambar. Bila yang bingung hanya menuruti permintaan Stu
"Nih pegang.." kata Stu sambil memberikan sebuah buku dan pulpen ke Ambar
Ambar yang kesal menyaut kasar pemberian Stu. Stu sesaat melihat penampilan Ambar yang sore ini datang ke kantornya. Ambar memakai setelan jas dan celana panjangnya..sama seperti dirinya dan Riko pakai. Stu hanya bisa menghela nafasnya
"Kenapa kak?..ada yang salah?.." tanya Ambar
__ADS_1
"Nggak..perfect!!.." jawab Stu sambil berjalan menuju ke ruang metting
Ambar pun acuh dengan mengangkat kedua bahunya..dia pun menyusul Stu dan Riko yang sudah jalan di depannya
"Halo tuan Maxwell..apa kabar?.." sapa Stu setelah berada di ruang metting sambil menjulurkan tangannya
"Kabar saya baik tuan Stewart.." jawab Maxwell sambil menyambut uluran tangan Stu
Kedua mata tuan Maxwell membulat ketika melihat Ambar masuk ke dalam ruang metting di belakang Riko
"Ambar?..hai?..kamu kerja disini?.." tanya Maxwell dengan senyum sumringahnya
"Halo Max.." jawab Ambar malas sambil mengangkat tangan kanannya
"Tuan Maxwell kenal dengan Ambar?" tanya Stu kaget
"Kenal tuan Stewart..kami pernah ketemu di GBK..waktu saya jogging disana kemarin.." jawab Maxwell yang matanya tak lepas dari Ambar
Kemudian mereka memulai metting mereka..yang diawali oleh Sekretaris Maxwell melakukan presentasi di depan. Semua yang hadir mendengarkan presentasi yang dibawakan oleh Nina..Sekretaris Maxwell di depan forum metting. Maxwell curi-curi pandang ke Ambar yang asyik menulis di buku yang dia bawa
"..ini pak..hardcopy projeck yang akan kita kerjakan.." ucap Nina sambil memberikan sebuah map ke arah Stu
Stu menerima dokument dari Nina dan memeriksanya. Nina kembali duduk di sebelah Maxwell. Nina melihat mata Maxwell masih intens melihat ke arah Ambar
"Apa dia yang waktu itu hp nya dipinjem pak Maxwell untuk menelpon aku?.." batin Nina yang melihat Ambar yang masih asyik menulis
Nina heran..kenapa Ambar masih menulis..sedangkan presentasi yang dia bawakan sudah selesai
"Apa dia Sekretaris pak Stewart?..Sekretaris mosok kayak gitu dandanannya..kayak Security ajah..mana nggak pakai dandan lagi.."
Nina memandang sinis ke Ambar. Apalagi melihat Ambar yang terkesan cuek ketika metting berlangsung..menopang kepalanya dengan tangan kirinya..sedangkan tangan kanannya masih asyik menulis di buku catatannya
"Ekhem..maaf nona?..bisa pinjam catatan notulen anda?..saya mau mencatat hasil metting kita barusan.." pinta Nina ke Ambar
Ambar mendongakan kepalanya dan melihat ke arah Nina dengan tatapan datarnya
"Buat apa?.." tanya Ambar santai
"Saya mau menyalin catatan anda barusan..buat laporan saya ke kantor nanti.." jawab Nina
"Memangnya anda pikir saya lagi nulis?.." tanya Ambar lagi sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah buku catatannya
"Lho?..bukannya tugas seorang Sekretaris itu mencatat apa yang dirapatkan oleh atasannya?.." jawab Nina sedikit emosi
"Memangnya tugas saya disini nulis?..saya bukan Sek.."
"Oke tuan Maxwell..sepertinya proposal projeck anda menarik..biar saya pelajari dulu beberapa hari..nanti saya akan hubungi anda.." ucap Stu yang memotong perdebatan antara Ambar dan Nina yang semakin memanas
Raut wajah Maxwell terlihat kesal melihat Nina yang berdebat dengan Ambar
"Baik tuan Stewart..bagaimana kalau malam ini saya mengundang anda untuk makan malam di Marriot?" tanya Maxwell
"Baik..terima kasih atas undangannya tuan Maxwell..kebetulan jadwal saya malam ini kosong..saya akan datang.." jawab Stu
"Baik tuan Stewart..anda bisa ajak Sekretaris anda..Ambar..untuk bergabung dengan kita.." ucap Maxwell
Ambar sontak menoleh ke Maxwell yang tersenyum kedirinya. Ambar ganti melihat ke arah Stu yang memandangnya dengan sejuta pertanyaan yang ingin dijawab olehnya
"Baik tuan Maxwell..jam berapa saya musti datang?.." tanya Stu
"Jam 7?..its oke?.." jawab Maxwell sambil menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depannya
"Its oke.." sahut Stu sambil menganggukan kepalanya
Maxwell lalu menjabat tangan Stu dan undur diri dari ruang metting. Stu, Riko dan Ambar mengantar keluar Maxwell dan Nina
"Tuan Stewart..maaf..saya bisa bicara sebentar dengan Ambar?.." pinta Maxwell
Stu dan Ambar sontak menoleh ke Maxwell
"Silahkan tuan Maxwell..saya permisi dulu.." jawab Stu sambil pergi bersama Riko kembali ke ruangannya
"Kamu bisa langsung pulang..saya mau sendiri datangnya ke Syailendra.." pinta Maxwell ke Nina
"Tapi Sir..kalau nona Ambar datang..saya sebagai Sekretaris anda juga wajib datang.." sergah Nina
"Saya tidak mau ada bantahan.." sahut Maxwell sambil menatap tajam Nina
Nina menatap Ambar dengan tatapan sinisnya dan berlalu menuju ke selasar lift. Ambar yang melihat itu hanya diam dan menyimak
"Halo Ambar?..maafin Sekretaris saya yaah?..dia orangnya begitu.." kata Maxwell membuka obrolan
"Bagaimana kalau kita ngobrolnya di coffeshop yang dibawah?.." tanya Maxwell
__ADS_1
Ambar menganggukan kepalanya. Mereka berdua lalu berjalan menuju ke selasar lift