
"Terima kasih tuan Stewart..saya harap kerja sama kita bisa berlanjut di kemudian hari.." ucap tuan Maxwel Luxson..CEO Luxson Group sambil menjabat tangan Stu
"Sama-sama tuan Maxwel.." sahut Stu sambil tersenyum
Setelah menandatangani surat kerja sama..Stu mengantar tuan Maxwel keluar dari ruang metting. Riko membukakan pintu untuk dua orang petinggi itu
"Mari..silahkan tuan Maxwel.." ajak Stu sambil mempersilahkan tamunya untuk keluar terlebih dahulu
Stu mengantar tuan Maxwel sampai di selasar lift. Setelah melihat pintu lift tertutup..Stu kembali ke ruangannya bersama Riko
"Dokument MOM kau kasihkan ke Cindy..biar nanti sama dia bisa di scan terlebih dahulu.." ucap Stu ke Riko yang berjalan di sebelahnya
"Baik boss.." jawab Riko
Sesampainya di depan meja Cindy..Riko menaruh map dokument di meja Cindy yang kosong. Stu lanjut melangkah ke ruangannya..sedangkan Riko menuju ke ruangannya sendiri
*
"Cindy?..bisa ke ruangan saya?.." pinta Stu sambil memencet tombol panggil di telephon mejanya
Stu yang tengah memeriksa dokument..mengerut keningnya..karena Cindy tidak menjawab panggilannya
"Cindy?.." panggil Stu lagi lewat panggilan telephonnya
Stu bangun dari kursinya dan segera keluar dari ruangannya. Dia lihat meja Cindy masih kosong
"Cindy kemana Mer?" tanya Stu ke Mery
"Katanya tadi ke basement pak..ngambil barang-barang punya bapak.." jawab Mery
"Punya saya?" tanya Stu heran
"Iya pak..tadi Cindy bilangnya begitu.."
"Sudah lama?.."
"Lumayan juga sih pak..ada sekitar 1 jam-an.."
Stu makin bingung..dia hampiri meja Cindy dan dia lihat dokument MOM yang tadi ditaruh Riko masih tergeletak disana..seperti belum disentuh oleh Cindy
"Kemana Cindy yaah?.."
Stu berbalik menuju ke ruangannya
"Nanti kalau Cindy sudah balik..tolong suruh ke ruangan saya.." pinta Stu pada Mery sebelum masuk ke dalam ruangannya
"Baik pak.." jawab Mery
Stu masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintunya
"Mer?..memang Cindy kemana sih?..sampai dicariin pak Stewart gitu.." tanya Sisil
"Nggak tahu Sil..tadi sih bilangnya mau ke basement..ngambil barang-barangnya pak Stewart..tapi sampai sekarang belum balik.." jawab Mery
Mery coba mengirim chat ke nomor Cindy..disana tampak centang 1 hitam
"Hp nya kayaknya nggal aktif deh.." ucap Mery
Mery lalu menghubungi Cindy dengan panggilan telephonnya..tapi dijawab oleh suara operator yang menandakan handphone Cindy nggak aktif
"Iya Sil..hp nya Cindy nggak aktif.." ucap Mery
Dari selasar lift muncul Alf yang ingin menjemput Cindy pulang
"Sore semuanya.." sapa Alf
"Sore pak Dokter.." jawab Mery dan Sisil berbarengan
Alf yang berdiri di depan meja Cindy..berkerut keningnya..karena tidak ada kekasihnya di meja kerjanya
"Cindy kemana ya Mer?.." tanya Alf
Belum Mery menjawab pertanyaan Alf..pintu ruangan Stu terbuka dan Stu keluar sambil menempelkan handphonenya di telinganya
"Cindy belum balik Mer?.." tanya Stu
"Belum pak.." jawab Mery
"Ada apa Stu?" tanya Alf yang melihat muka Stu kebingungan
"Cindy belum balik ke mejanya Alf..padahal sudah hampir 2 jam dia pergi.." jawab Stu
Alf tersentak kaget..buru-buru dia rogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya
"Percuma..hp nya nggak aktif.." ucap Stu
"Cindy kemana Stu?" tanya Alf yang mulai panik
"Cindy tadi bilangnya mau kemana Mer?" tanya Stu ke Mery..tanpa memperdulikan pertanyaan Alf kepadanya
"Cindy sih tadi ngomongnya mau bantuin mbak Keyla pak di basement..kata Cindy mbak Keyla bawa barang-barang kepunyaan bapak.." jawab Mery
"Barang-barang saya?..barang apaan?..nggak ada!!..saya nggak pernah nyuruh Keyla bawain barang-barang saya.." sahut Stu
Riko yang mendengar keramaian di depan meja Cindy keluar dari ruangannya
"Ada apa bos?.." tanya Riko sambil menghampiri Stu dan tak lupa menyapa Alf
"Apa kau tadi nyuruh Keyla bawain barang-barang saya Riko?" tanya Stu
"Nggak ada bos..saya nggak pernah nyuruh dia bawain barang-barang bos.." jawab Riko
"Aku ke basement dulu Stu.." pamit Alf sambil bergegas kembali ke selasar lift
Stu coba menghubungi Keyla..anehnya nomor handphone Keyla juga tidak aktif
"Kalian kalau mau pulang..silahkan..soalnya sudah jamnya sekarang.." ucap Stu ke Mery dan Sisil yang masih duduk menunggu
"Baik pak..kami permisi pak.." pamit Mery
Stu menganggukan kepalanya. Mery dan Sisil segera bergegas menuju ke selasar lift. Tak lama handphone Stu berdering
"Halo Alf?"
"Di basement Cindy nggak ada Stu..mobil-mobil juga udah pada kosong.."
__ADS_1
Stu mengusap rambutnya resah..dia merasa ada yang tidak beres disini
"Ya sudah Alf..kau langsung ke lantai 8 saja..aku dan Riko mau kesana.."
"Oke Stu.."
Stu lalu mengajak Riko untuk menuju ke lantai 8..lantai khusus departement IT Wijaya Holding
"Kau telpon bagian IT Riko..jangan suruh pada pulang dulu..aku mau melihat rekaman cctv di basement.." pinta Stu sambil masuk ke dalam lift khusus dirinya
"Baik boss.." jawab Riko
Riko segera menghubungi bagian IT sesuai permintaan Stu. Stu tampak mengetuk-ngetuk pahanya dengan jarinya..sambil melihat layar lantai di lift
Ting
Pintu lift terbuka di lantai 8..di depan lift sudah menunggu Alf dengan wajah yang khawatir. Mereka segera menuju ke bagian ruang monitor cctv gedung Wijaya Holding
"Selamat sore pak Stewart..pak Riko.." sapa seorang staff manager IT yang menunggu kedatangan atasannya
"Kasih unjuk saya rekaman cctv di basement sekitaran 3 jam yang lalu.." pinta Stu tanpa basa-basi
"Baik pak.." jawabnya
Lalu dia memencet tombol rekaman yang menampilkan rekaman cctv di basement. Di karenakan begitu banyak cctv yang ditempatkan di pintu masuk basement yang berjumlah 4 pintu..staff IT memerlukan beberapa waktu terlebih dahulu
"Itu dia orangnya.." ucap Alf yang bisa mengenali Cindy di layar
Disana terlihat Cindy tengah menelpon. Raut muka Alf sontak ceria melihat Cindy ada di rekaman cctv. Selanjutnya Cindy berpindah tempat hingga tidak tampak di layar
"Ikuti dia.." pinta Stu
"Baik pak.."
Staff itu lalu mencari Cindy lewat beberapa cctv yang di pasang di basement
"Itu dia.." ucap Alf begitu di layar tampak Cindy tengah berlari-lari kecil
Dan staff IT itu mencari keberadaan Cindy lagi..karena kembali Cindy hilang dari pantauan cctv. Di layar tampak Cindy berhenti di depan seorang wanita yang tak begitu jelas di layar..karena jarak mereka sangat jauh dari jangkauan cctv. Mereka tersentak kaget karena melihat Cindy diringkus oleh dua orang pria dan langsung dibawa menggunakan mobil van berwarna hitam
"Bisa kau cari cctv di dekat tempat tadi Cindy di culik?.." tanya Stu
Dilayar tampak seperti kumpulan semut..sepertinya cctv disana sengaja dirusak oleh orang yang telah menculik Cindy
"Mohon maaf pak..sepertinya cctv disana sudah dirusak oleh mereka.."
Braaak
Ketiga orang yang ada diruang monitor cctv terkejut kaget..tak kala Alf menggebrak meja
"S*aaal!!.." umpat Alf
"Siapa itu Keyla Stu?.." tanya Alf dengan pandangan mata dinginnya
"Salah satu sekretaris BOD disini.." jawab Stu
"Dimana mejanya?.." tanya Alf lagi
"Percuma Alf..mungkin dia sekarang ini tidak ada di mejanya.." sahut Riko
"Maaf pak..saya dapat rekaman di pintu keluar basement pak.." sela staff IT ke Stu
"Kau zoom plat nomor mobilnya.." pinta Stu
Staff IT menuruti permintaan Stu..dia zoom plat nomor polisi mobil van itu
"Sudah dia rusak pak..sepertinya mereka sengaja merusaknya.." ucap staff IT itu
Kekecewaan langsung melanda Alf..dia kehilangan jejak penculik kekasihnya
"Kamu cari jenis van seperti itu..siapa saja nama pemiliknya..kalau kamu sudah dapat..kasih kabar ke saya..saya tunggu di ruangan saya.." titah Stu
"Baik pak.."
Stu lalu mengajak Alf dan Riko untuk kembali ke ruangannya
"Riko..kau hubungi Lalung dan Dimas..cari dimana keberadaan Keyla.."
"Baik boss.."
Riko berpisah dengan memasuki lift yang berbeda dengan lift khusu untuk Stu. Stu menepuk pundak Alf untuk menenangkannya..dia tahu sahabatnya ini pasti sedang kalut pikirannya
"Tenang ya mate.." hibur Stu
Alf hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum samar
"Salah Cindy ke Keyla apa Stu?.." tanya Alf sambil menatap kosong kearah pintu lift
Mereka berdua keluar dari dalam lift dan menuju ke ruangan Stu..melewati deretan meja-meja yang sudah kosong. Sesampainya di dalam ruangan Stu..Alf langsung menghempaskan pantatnya di sofa
"Nih bro.." ucap Stu sambil memberikan bir kaleng ke Alf
"Thanks Stu.." sahut Alf setelah menerima minumannya
Alf langsung meminum bir yang ada ditangannya..matanya terpejam seraya menyenderkan kepalanya ke sandaran sofa dan meresapi aliran bir dingin yang melewati tenggorokannya
"Van hitam..blind van.."
"Blind van..van hitam..blind van.." gumam Alf sambil membuka matanya
Stu menoleh ke Alf yang bergumam sendirian
"Stu?..apa penculikan Cindy berhubungan dengan Heru?.." tanya Alf
"Maksudmu?"
"Aku rasa mobil yang menculik Cindy sama dengan mobil yang datang kerumah Heru..sebelum rumah itu terbakar.."
Alf yang mendapatkan petunjuk penculikan Cindy segera menelpon Lalung
"Halo boss.."
"Lalung..apa nama Expedisi yang datang ke rumah Heru kemarin?..sebelum rumahnya terbakar?"
"IEX Cargo boss..kenapa?.."
__ADS_1
"Kau tahu alamatnya?"
"Di daerah Mega Kuningan boss.."
"Oke..terima kasih Lung.."
Stu teringat dengan gedung yang dia datangi bersama Ambar dua hari yang lalu..IEX Cargo berkantor di gedung itu. Dan Ambar mengatakan kalau gedung itu kepunyaan Ryu Kanemoto..anggota Yakuza asal Jepang. Ambar juga mengatakan kalau Heru bersembunyi disana
"Sebentar Alf..kemarin Cindy mencari Heru di gedung tempat IEX Cargo berkantor dan dia sampai terluka ketika keluar dari sana..apa mungkin Heru dan Ryu Kanemoto bekerja sama?" kata Stu
Sebelum Alf menjawab pertanyaan Stu..dia lihat ibunya menelpon
"Assallamuallaikum bu.."
"Waallaikumsallam Alf..kamu sedang sama Cindy tidak?.."
"Tidak bu..kenapa?" tanya Alf yang kening berkerut bingung
"Tadi siang adikmu bilang sama ibu mau ketemu dengan Cindy di tempat Stu..dan kenapa sekarang hp nya adikmu tidak aktif?..ibu telpon dari dari nggak bisa Alf.."
Deg
Badan Alf menegang setelah mendengarkan penjelasan ibunya
"Coba kamu ke tempat Stu sekarang..apa ada adikmu disana..bilang sama dia..ibu dari tadi nelpon kok nggak bisa.."
Stu heran melihat tatapan Alf yang kosong..tanpa terasa handphone yang tengah di pegang Alf jatuh ke atas pangkuannya
"Hei Alf?..ada apa?.." panggil Stu sambil menyentuh pundak Alf
Alf yang seperti tersadar dari pengaruh hipnotis..mengambil kembali handphonenya
"Alf?..Alfonso?..halo?.."
"Ii..iya bu..Alf dengar.."
"Nanti kalau sudah ketemu dengan Sandra..kamu kabari ibu yaah?..perasaan ibu nggak enak Alf..ya Alf yaah?"
"Iii..iya bu..nanti Alf kabari ibu.."
"Oh iya..nanti ajak adikmu makan dulu yaah?..soalnya tadi dia belum makan siang.."
"Iya bu.."
Air mata menetes di pipi Alf..Stu yang melihatnya makin penasaran..ada yang tidak beres
"Ya sudah..assallamuallaikum.."
"Waallaikumsallam.."
Berbagai macam pikiran berkecamuk di kepala Alf sekarang. Ibunya memberitahu kalau Kanaya keluar untuk bertemu dengan Cindy..sedangkan Cindy mengalami penculikan dari orang yang tak dikenal. Alf menepis perkiraan buruk mengenai Kanaya
"Hei Alf!!..ada apa!!.." sentak Stu sambil menggoyang-goyangkan pundak Alf
"Sandra Stu..Kassandra hilang.."
"Haah??..ada apa sama Naya?..Naya kenapa Alf.."
"Ibuku tadi bilang..kalau Sandra mau ketemu dengan Cindy disini..dan hp nya Sandra sekarang nggak aktif Stu.." jawab Alf dengan raut muka yang datar dan tatapan matanya yang kosong
"Jangan bilang kalau Naya diculik juga Alf?.." tanya Stu yang sedikit emosi
"Sandra hilang Stu..Sandra hilang.." racau Alf yang mengacuhkan pertanyaan Stu
"God dam*t!!..ayo kita ke Kuningan sekarang Alf.."
Alf segera mengikuti Stu yang sudah merah padam mukanya
"Kalau sampai baj*ngan itu menyentuh Naya walau seujung kukunya..akan aku habisi dia.." umpat Stu tangannya sampai mengepal menahan amarahnya
"Riko..kita ke Kuningan sekarang!!.." panggil Stu lewat sambungan teleponnya
"Siaaap boss.."
Braaaak!!
Stu memukul pintu lift yang belum terbuka
"Lift s*alan!!..lama betul sih!!.."
.
_________________
.
Dua buah mobil memasuki sebuah hangar yang didalamnya sudah ada sebuah jet pribadi menunggu siap untuk tinggal landas. Dari salah satu mobil..keluar Ken yang ditemani oleh Heru dan Keyla. Mereka segera menuju ke tangga pesawat. Di mobil yang lain..tampak Shino memerintahkan anak buahnya untuk membawa Cindy dan Kanaya yang terikat dengan kedua matanya ditutup dan mulut mereka juga di tutup oleh kain menuju ke pesawat
"Bawa mereka ke dalam.." perintah Shino
"Baik bos.."
Ken memperhatikan anak buah Shino mendorong Cindy untuk masuk ke dalam pesawat yang disusul oleh Kanaya di belakangnya. Setelah mereka memasukan Cindy dan Kanaya ke dalam pesawat..Ken menghampiri Shino
"Kau tahan mereka disini yaa Shino.." pinta Ken sambil menepuk pundak Shino
"Siap boss..percayakan mereka pada kami.."
"Aku mengandalkan kau Shino.."
Shino menganggukan kepalanya dan membungkukan badannya ke arah Ken yang diikuti oleh anak buahnya
"SayΕnara bosu.. Umaku ikeba anata wa anata no mokutekichi ni tΕchaku shimasu"
Ken menganggukan kepalanya dan segera berbalik masuk ke dalam pesawat pribadinya. Shino memandangi pesawat pribadi Ken yang beranjak menuju ke rainway
.
.
.
**********
.
__ADS_1
Kanaya sama Cindy mau dibawa kemana oleh Ken? Kita rehat sejenak dulu ya para reader
ππππππππ