Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
65.Bawa Pulang Adikmu


__ADS_3

"Tony!!..you must help me!!..my daughter has been kidnaped.."


"WHAAATTT!!.."


Sesaat tanpa ada suara di sambungan telephonnya..daddy Tony hanya mendengar deru nafas yang memburu di telinganya


"Steve?..halo Steve?..are you still there?.." panggil daddy Tony


Mommy Angel pindah ke samping daddy Tony dan memegang lengan daddy Tony..daddy Tony hanya menoleh tanpa bersuara. Dari raut wajahnya..tampak berbagai pertanyaan yang akan mommy Angel sampaikan ke daddy Tony


"Steve?.."


"Tony..my daughter..."


"Yes Steve?..what hapened to my daughter in law?.." tanya daddy Tony


"She has been kidnaped Tony.."


"Whaaat??..are you serious?.."


"Yes Tony..im serious"


"Oke..you must calm down Steve..i will go to your home right now.."


Daddy Tony menoleh ke mommy Angel setelah memutuskan sambungan teleponnya


"Ada apa hon?.." tanya mommy Angel penasaran


"Naya hon..Steve barusan bilang..kalau Naya diculik.." jawab daddy Tony


Mommy Angel tercekat mendengar jawaban daddy Tony. Ekspresi berbeda ditunjukan oleh Ambar..kilat marah terlihat di manik hitam kepunyaan Ambar. Tangannya segera merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya dan mengirim pesan ke Harry


"Harry..please find location this number.."


Ambar mengirimkan nomor kontak Kanaya ke Harry


"Ok Lieutenant..give me more second.."


"Kau mau ikut ke tempat Adel hon?.." tanya daddy Tony


"Iya hon..pasti Adel kalut pikirannya sekarang.." jawab mommy Angel


Daddy Tony bangun dan beranjak ke dalam bersama mommy Angel. Tinggal Ambar seorang diri di teras samping..Ambar melihat layar handphonenya menanti balasan pesan Harry


Ting


Ambar segera membuka pesan yang dikirim Harry..yang berupa titik koordinat


"Singapura?" batin Ambar setelah melihat lokasi keberadaan nomor handphone Kanaya


Ambar segera menghubungi Harry lewat sambungan telephonnya


"She's in Singapure Harry?" tanya Ambar begitu tersambung


"Yes Lieutenant..that number is location in Singapure.."


"Ok Harry..thankyou very much..you can contact the assets?..tell them to standby for calls from me.."


"Ok Lieutenant..i will contack the assets.."


"Thankyou Harry..see you.."


"See you Lieutenant.."


.


__________________


.


Sementara itu..di mansion tuan Stephano..ketegangan menyelimuti mansion. Nyonya Delores yang tiba-tiba jatuh pingsan setelah seseorang yang menggunakan nomor handphone Kanaya mengirimkan pesan gambar ke handphone nyonya Delores yang menampilkan foto Kanaya yang tengah terikat di sebuah bangku dengan mata dan mulut ditutup dengan kain..dengan sebuah pesan yang menyertainya


"Anak anda ada bersama kami..jangan coba-coba untuk menghubungi Polisi bila ingin keselamatan anak anda terjamin.


Kami akan hubungi lagi"


Di dalam kamar tidur utama..tuan Stephano melihat istrinya yang tengah diperiksa oleh Dokter pribadi keluarga tuan Stephano


"Bagaimana Frans?" tanya tuan Stephano ke Dokter Frans yang seumuran dengan dirinya


"Keadaan nyonya tidak apa-apa tuan..hanya psikisnya nyonya sedikit terguncang serta shock dan kita hanya bisa membiarkan nyonya untuk istirahat dulu.." jawab Dokter Frans sambil melepaskan Stetoskop dari telingannya


Dokter Frans membuka tas kerjanya


"Ini saya berikan obat untuk meredakan tensi nyonya tuan..sepertinya tensi nyonya agak naik sedikit barusan.." ucap Dokter Frans sambil memberikan obat ke tuan Stephano


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan masuklah Alf dengan raut muka yang khawatir


"Ibu bagaimana Yaah?" tanya Alf ke ayahnya


"Ibumu nggak apa-apa Alf..dia hanya shock.." jawab tuan Stephano sambil melihat istrinya yang masih terbaring di ranjangnya


Dokter Frans undur diri dari dalam kamar


"Siapa yang nyulik Sandra Yaah?" tanya Alf yang sudah duduk di sebelah nyonya Delores yang masih terpejam matanya dan terbaring di ranjang


Alf memegang tangan ibunya dan di kecup dengan lembut


"Entahlah Alf..mereka memakai hp adikmu untuk mengirim gambar ke hp ibumu.." jawab tuan Stephano


"Cindy juga diculik Yah..apa mereka orang yang sama dengan yang menyulik Sandra?" tanya Alf


Belum sempat tuan Stephano menjawab pertanyaan Alf..terdengar suara ketukan di pintu kamar


Tok


Tok


"Permisi tuan besar..ada tuan Tony dan nyonya Angel disini.." sapa pak Dan dari luar


"Suruh masuk Dan.." jawab tuan Stephano


Masuklah daddy Tony dan mommy Angel. Momny Angel segera duduk di sebelah nyonya Delores


"Ibumu kenapa Alf?" tanya mommy Angel


"Kata ayah..ibu tadi pingsan aunty.." jawab Alf yang tidak mengalihkan pandangannya dari nyonya Delores


Euuuggh


"Adel?.." panggil mommy Angel lirih


Nyonya Delores menggeliat siuman..matanya perlahan terbuka dan begitu melihat mommy Angel ada di sampingnya..nyonya Delores sontak bangun dan memeluk mommy Angel dengan tangisannya


"Anggiiieeee...Sandraaaku..hiks..Sandraku diculik Nggiiieee...huhuhuhu.." tangis nyonya Delores di pelukan mommy Angel


"Iya Del..sabar yaaah?..kita berdoa..semoga saja Sandra kita selamat..tidak berkurang satu apa pun..yaaah?.." bujuk mommy Angel


"Salah Sandra apa Nggiee?..hiks..huhuhu.."


Mommy Angel hanya bisa membujuk nyonya Delores agar tenang. Alf yang melihat ibunya menangis..tangannya terkepal dengan rahang mengerat..dia akan hancurkan siapa saja yang telah berani mengusik-usik keluarganya.. terutama pada orang yang berani menyulik adik semata wayangnya


"Kira-kira..siapa Steve yang berani menculik Naya?" tanya daddy Tony


"Entah Tony..mereka memakai hp Sandra untuk mengirimkan gambar Sandra yang tengah diikat.." jawab tuan Stephano


"Apa mereka meminta tebusan?"


"Belum..mereka akan menghubungi kami lagi nanti.." jawab tuan Stephano


Tuan Stephano menghela nafasnya yang terasa berat..dia pandangi daddy Tony


"Ikut aku Tony.." pinta tuan Stephano


Daddy Tony mengikuti tuan Stephano untuk keluar dari dalam kamar

__ADS_1


"Alf?.." panggil tuan Stephano sebelum keluar


"Iya Yaah?.." jawab Alf


"Kamu temani ibumu yaah?..apa pun yang terjadi..kamu jangan pergi dari sisi ibumu..sampai ayah kembali.." pinta tuan Stephano dengan tatapan tajamnya ke Alf


"Ayah mau kemana?" tanya Alf


"Ayah ada urusan dulu sama uncle Tony.." jawab tuan Stephano sambil menutup pintu kamar


Alf bingung dan heran..ayahnya seperti mempunyai rahasia besar yang tidak mau dirinya mengetahuinya.


Tuan Stephano melepaskan jasnya dan dia lempar ke sofa ruang tengah..dia kendurkan ikatan dasi yang masih bertengger di lehernya. Dengan berkacak pinggang..tuan Stephano berusaha mengatur nafasnya yang mulai memburu. Matanya tajam menatap langit-langit mansion mewahnya


"Tony?.." panggil tuan Stephano


"Iya Steve?.." jawab daddy Tony yang melihat tuan Stephano berdiri membelakangi dirinya


"Sepertinya..Black Hawk harus keluar lagi dari sarangnya malam ini.." ucap tuan Stephano


Daddy Tony tersenyum dingin mendengar perkataan tuan Stephano. Setelah selesai berbicara..daddy Tony dan tuan Stephano keluar dari mansion tuan Stephano dengan menggunakan mobil daddy Tony. Di mobil tuan Stephano menelpon seseorang dengan handphonenya


"Siap-siap malam ini..Black Hawk keluar mencari mangsa.."


"Siap Boss!!.."


"Jemput kami di gudang mansion Tony.."


"Siap boss..i'm on my way.."


"Ini data penculik yang menculik Naya dan Cindy.." ucap daddy Tony sambil menyerahkan sebuah tablet ke tuan Stephano


"Heru?..Ryu Kanemoto?..apa dia Heru anaknya Gatot?.." tanya tuan Stephano


"Iya..ternyata dia meminta bantuan Yakuza Jepang untuk menculik Naya" jawab daddy Tony


"Dari siapa kau dapat data ini Tony?..dari Ambar?"


"Yup.."


*


Sampailah mereka disini..daddy Tony memberhentikan mobilnya di sebuah gudang yang terletak tak jauh dari mansionnya. Mereka berdua segera masuk ke dalam gudang dan menuju ke sebuah rak kayu yang memuat beberapa perkakas alat-alat pertukangan. Daddy Tony dan tuan Stephano menggeser rak kayu itu dan di belakang rak kayu itu ada sebuah pintu besi yang mempunyai kunci berkode. Setelah membuka kodenya..daddy Tony membuka pintu itu yang diikuti oleh tuan Stephano di belakangnya. Di dalam ruangan itu ternyata banyak koleksi senjata api dari berbagai jenis dan beberapa amunis dan bahan peledak. Daddy Tony dan tuan Stephano menuju ke masing-masing lokernya dan mengganti baju mereka dengan tactical vest mereka yang mempunyai logo Elang Hitam di punggung. Dengan tak banyak bicara mereka mempersiapkan senjata mereka masing-masing berikut amunisi dan bahan peledak yang dimasukan ke dalam sebuah tas ransel yang besar


"Setelah sekian lama..kalian aku gunakan lagi.." batin tuan Stephano yang menatap kedua pistol Heckler & Koch P30L berwarna hitam yang diberi nama Ebony & Ivory


Tok


Tok


Keduanya menoleh ke arah pintu..dan disana Ambar tengah berdiri sambil menyanding M4A1 nya dan sebuah ransel di tangan kirinya


"Agent SS1 permit to joint mission Sir.."


"Are you sure?" tanya tuan Stephano sambil memasukan pistolnya ke dalam sarungnya masing-masing


"Yes Sir!!.." jawab Ambar mantap


Diluar terdengar sayup-sayup bunyi mesin helikopter yang akan mendarat. Setelah selesai dan siap..mereka bertiga bergegas keluar dan di luar sebuah helikopter jenis Black Hawk tengah standby untuk menjemput mereka


"Selamat malam Komandan..".sapa sang pilot heli ke daddy Tony


"Malam Pete.." jawab daddy Tony sambil memakai earphone guna melakukan komunikasi di helikopter


"Kita kemana Komandan?.." tanya Pete sambil menoleh kebelakang


"Singapura.." jawab Ambar sambil melihat kearah Pete


"Siapa ini Komandan.." tanya Pete yang baru melihat Ambar malam ini


"Putri ku Pete..Ambar.." jawab daddy Tony


"Oh iya?..perkenalkan Miss..Pete Poncharl.." sapa Pete sambil memberikan hormatnya


"Salam kenal Pete..saya Ambar..Agent SS1" balas Ambar yang memberikan salam hormat juga ke Pete


Ambar menganggukan kepalanya


"Kita ke Singapura Miss?" tanya Pete lagi


"Iya Pete.."


Kemudian heli itu secara perlahan take off meninggalkan halaman belakang mansion daddy Tony berbarengan dengan Ambar yang menutup pintu kabin heli


"Apa kamu yakin Mbar..kalau Naya ada di Singapura?" tanya daddy Tony


"Iya dad..dari lokasi yang dikirim Harry..sinyal GPS handphone Kanaya ada disana..di Senang Island..dekat Rafles Lighthouse" jawab Ambar sambil memberikan tablet yang dia pegang ke daddy Tony


Daddy Tony melihat sebuah sinar biru berkedip yang berada di sebuah pulau di dekat kepulauan Singapura


"Sinar merah ini siapa?.." tanya daddy Tony


"Heru dad.." jawab Ambar


Daddy Tony tersenyum smirk


"Apa lebih baik kak Stu dan kak Alf diberitahu saja dad?..keberadaan Kanaya?" tanya Ambar


"Jangan dulu..nanti saja..kalau keadaan sudah kondusif..baru kita beritahu mereka.." jawab daddy Tony


"Hmmmm..nanti siap-siap saja dad..kita kena amukan kak Stu..karena tidak mengajak dia.."


"Serahkan urusan itu sama daddy.." ucap daddy Tony sambil memberikan kembali tablet ke Ambar


Daddy Tony melihat tuan Stephano hanya diam menatap langit malam dari dalam kabin


"Steve?..are you okay?" tanya daddy Tony sambil menyentuh pundak tuan Stephano


Sesaat tuan Stephano tersenyum hambar


"Tony..putriku dan calon menantuku di culik oleh Yakuza Jepang..putriku yang baru beberapa bulan pulang ke pelukanku..sekarang tengah berada di tangan Yakuza..aku nggak mau kehilangan dia lagi Tony..aku nggak mau.."


"Tenang Steve..aku dan Ambar akan pastikan Naya dan Cindy pulang dengan selamat" hibur daddy Tony sambil menepuk pundak tuan Stephano


"Thankyou Tony..tolong kau bawa pulang mereka dengan selamat.." sahut tuan Stephano yang berusaha menahan airmatanya yang mulai merembes di ujung matanya


.


_________________


.


Mercedez Stu memasuki mansion tuan Stephano. Dirinya mendapat laporan dari penjaga di mansion daddy Tony..kalau kedua orangtuanya sedang berada disini


"Selamat malam tuan Stewart.." sapa pak Dan


"Malam pak..apa daddy dan mommy ada di dalam?" jawab Stu


"Iya tuan..tapi tuan Tony dan tuan Stephano sedang keluar..memakai mobil tuan Tony.." jawab pak Dan sambil mengantar Stu masuk ke dalam mansion


Kening Stu berkerut heran


"Keluar pak?..kemana?"


"Tidak tahu tuan muda..tuan Tony dan tuan Stephano terburu-buru" jawab pak Dan


Sampailah mereka di depan pintu kamar nyonya Delores


Tok


Tok


"Tuan muda Alf?..ada tuan Stewart disini.." sapa pak Dan


Ceklek


Alf membuka pintu kamar dan mengajak Stu untuk masuk. Di dalam kamar Stu melihat mommy nya masih menghibur nyonya Delores. Stu menghampiri nyonya Delores..melihat Stu mendekat ke arahnya..nyonya Delores segera memeluk Stu dan kembali menagis di pelukan Stu

__ADS_1


"Sandra Stu..putri aunty diculik orang..huhuhu..Sandra diculik Stu..huhuhu.."


"Iya aunty..aunty tenang dulu..coba ceritakan..kenapa Naya bisa diculik?.."


Nyonya Delores mengurai pelukannya..setelah mengatur nafasnya..nyonya Delores menceritakan penculikan Kanaya


.


-Flashback On-


Kanaya setengah berlari menuruni tangga mansion..dia bergegas menuju ke dapur


"Mbak?..ibu mana?" tanya Kanaya ke seorang pelayan yang dia temui


"Nyonya besar ada di dapur nona muda.." jawabnya


"Terima kasih mbak.." ucap Kanaya sambil melanjutkan langkahnya ke dapur


"Ibu!!.." panggil Kanaya


Nyonya Delores yang sedang mempersiapkan makan siang yang dibantu oleh beberapa pelayan di dapur..menoleh ke arah Kanaya


"Iya sayang?.." jawab nyonya Delores


"Naya pamit mau keluar ya bu?.." pinta Kanaya sambil mencium tangan ibunya


"Mau kemana sayang?..kamu kan belum makan siang.."


"Kak Cindy ngajakin makan siang bu..dan Naya sudah di tunggu di restoran dekat kantor kak Stu.." jawab Kanaya


Setelah mencium kedua pipi ibunya..Kanaya bergegas keluar dari dapur


"Naya pergi ya bu..assallamuallaikum.."


"Waallaikumsallam.."


Sebelum keluar dari dapur..Kanaya sempat menyaut sebuah Apel dari atas meja. Nyonya Delores hanya tersenyum melihat putrinya yang sudah keluar


"Eee..Nir..kalian masaknya sebagian aja yaah?..yang mau dimasakin malahan keluar.." pinta nyonya Delores ke Nirma


"Baik nyonya.."


-Flashback Off-


.


"Sampai sore..Sandra aunty tunggu belum pulang-pulang Stu..sampai..tadi ada yang kirim gambar ke nomor aunty pakai hp Sandra..kalau Sandra diculik..hiks..hiks.."


Alf segera memeluk ibunya yang kembali terisak..dia usap-usap punggung ibunya


"Kamu cari adikmu Alf..adikmu pasti sekarang ketakutan diluar sana..kamu cari ya Alf..yaaah?" pinta nyonya Delores dengan tangis pilunya


"Berapa pun yang mereka pinta..kasih Alf..yang penting Sandra selamat.." sambung nyonya Delores


Alf hanya bisa memejamkan matanya..menahan sesak di dadanya mendengar permintaan ibunya untuk mencari Kanaya..kemana dia musti mencari Kanaya. Apalagi hasil penyerbuan Stu dan Riko ke gedung kepunyaan Ken hanya mendapati anak buah dari Ken..tidak ada Cindy dan Kanaya disana. Harapan dia hanya menunggu dari sang penculik apa yang dimau oleh mereka..dia akan bayar berapa pun tebusan yang diminta oleh mereka..asalkan kedua orang yang dia kasihi dan dia cintai mereka bebaskan


Tluing


Tluing


Tluing


Tluing


Bunyi handphone Stu yang menandakan ada beberapa notifikasi pesan yang masuk. Stu rogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya yang bergetar. Seketika kedua bola mata Stu membulat begitu melihat pesan yang masuk ke handphonenya..pesan dari Ambar


"Kak..ikuti titik koordinat yang Ambar kirim "


"Itu lokasi tempat Kanaya di sekap oleh Heru dan Ryu Kanemoto.."


"Jangan bilang siapa-siapa ya kak..ke mommy sekalipun..apalagi ke daddy..Ambar kirim pesan ini ke kakak tanpa sepengetahuan daddy.."


Tluing


Masuk lagi sebuah pesan dari Ambar


"Ambar bersama daddy dan uncle Stephano sedang menuju ke sana"


Tluing


"Kakak segera menyusul..kalau tidak ingin ketinggalan pesta.."


Stu langsung berdiri dari duduknya..di dalam pikirannya sekarang..kenapa daddynya tidak memberitahukan niatnya yang ingin menyelamatkan Kanaya dan Cindy


"Alf..ikut aku sebentar.." pinta Stu sambil melangkah keluar


Mommy Angel hanya berkerut keningnya melihat Stu mengajak Alf keluar


"Alf tinggak sebentar ya bu.." pamit Alf pada ibunya


Setelah mengurai pelukannya..Alf keluar menyusul Stu yang sudah menunggunya di depan kamar


"Ada apa Stu?..ada kabar dari Dito?.."


Stu menggelengkan kepalanya dan memberikan handphonenya ke Alf


"Baca pesan dari Ambar.." pinta Stu


Alf lalu membaca pesan yang dikirm Ambar


"whaaaatttt!!..Heru yang nyulik Sandra?..what the f**k!!.." umpat Alf kesal sambil meninju pilar yang ada di dekatnya


"Persiapkan dirimu Alf..kita susul Ambar ke Singapura.." ucap Stu


"Ok..baj*ngan itu harus mati Stu..aku tak peduli walau berurusan dengan Polisi sekali pun..aku tak peduli asalkan baj*ngan itu mati di tanganku.." sahut Alf dengan kilat mata yang penuh amarah


"Ayo..kita segera kesana..tapi sebelumnya kita pamit ke ibu kita dulu.." ajak Stu sambil masuk ke dalam kamar


Stu mendekati mommy Angel dan berjongkok di depannya


"Mom..malam ini Stu akan ke Singapura sebentar dengan Alf.."


"Ada apa Stu?..mommy kok merasa kalian menyimpan rahasia ke mommy?"


"Stu dan Alf akan menyelamatkan Naya Mom.."


Mommy Angel memeluk Stu dengan eratnya


"Pergilah..semoga kalian semua pulang dengan selamat..hati-hati sayang.." pinta mommy Angel sambil memeluk Stu


Nyonya Delores yang juga memeluk Alf..memberikan ijin Alf untuk pergi


"Bawa adikmu pulang ya Alf?..bawa dia dengan selamat.." pinta nyonya Delores


"Iya bu..Alf akan bawa pulang Sandra.."


Setelah pamit dengan ibu mereka masing-masing..Stu dan Alf segera keluar dari kamar


"Kalian hati-hati yaah?" pinta mommy Angel


"Iya aunty.." jawab Alf sambil menutup pintu kamar


Stu memanggil Riko lewat panggilan teleponnya


"Temui aku dan Alf di bandara..di Hangar 18"


"Baik boss..kita mau kemana?"


"Singapura..kita mau berburu tikus disana.."


"Baik boss..aku kesana sekarang.."


Sedangkan Alf menghubungi Lalung dan Zaenal untuk bertemu dengan dia dan Stu di bandara


"Bawa perlengkapan kita semuanya..hanya kau dan Zaenal yang ikut malam ini.."


"Baik boss..kami akan segera kesana.."

__ADS_1


__ADS_2