
Dengan langkah yang tegap..Alf memasuki loby Alex's Hospital
Dua orang Security menyapanya sambil mengangguk hormat
"Selamat pagi Dok.." sapa keduanya
"Pagi.." balas Alf sambil tersenyum
Alf membalas sapaan beberapa pegawai rumah sakitnya selagi menuju ke selasar lift
Alf juga menegur beberapa pasien beserta keluarganya yang menunggu di selasar lift..Alf sengaja melakukan interaksi dengan beberapa keluarga pasien untuk menjalin silaturahmi diantara mereka
"Bagaimana kabarnya Dok?" tanya salah satu ibu-ibu yang berdiri di belakang kursi roda yang diduduki oleh putrinya yang berumur sekitar 20 tahunan
"Kabar saya baik bu Mimi..gimana Galuh?..sudah siap untuk Endoscopi hari ini?.." tanya Alf ke gadis yang duduk di kursi rodanya
"Si..siap Dok.." jawab Galuh malu-malu
"Pak Dokter..Galuh maunya sama pak Dokter kalau nanti dilakukan tindakan Endoscopi nya.." ucap bu Mimi
"Oh..bisa bu..jam berapa Galuh Endoscopi nya?" tanya Alf
"Nanti Dok..sekitar jam sepuluh" jawab bu Mimi
Pintu lift terbuka..Alf mempersilahkan bu Mimi masuk terlebih dahulu..baru dirinya
"Baik..nanti saya ke ruangan Galuh..Galuh puasa dulu yaah?.." pinta Alf ke Galuh
"Iya Dok..berapa lama?" tanya Galuh
"Nggak lama..cuma satu jam aja kok.." jawab Alf
Terbukalah pintu lift dilantai 6
"Kami duluan ya Dok.." pamit bu Mimi
"Silahkan bu.." jawab Alf
Bu Mimi mendorong Galuh keluar dari lift
"Mari Dok.." ucap bu Mimi setelah diluar lift
"Iya bu.."
Pintu lift tertutup lagi dan terbuka lagi di lantai 10..lantai dimana kantornya berada
Seorang Security yang berjaga memberikan hormatnya ke Alf dan beberapa Suster yang berjaga di ruang jaga memberikan hormatnya
Seorang wanita cantik berpakaian formal mengiringi Alf yang berjalan ke ruangannya
"Ada jadwal apa sekarang untuk saya Yun?" tanya Alf ke Yuni yang menjabat Sekretaris untuk dirinya
"Nanti Dokter sekitar jam 10 ada pertemuan seminar dengan mahasiswa-mahasiswa kedokteran di Aula lantai dasar.." jawab Yuni
Alf membuka pintu ruangannya yang diikuti oleh Yuni
"Berapa lama?" tanya Alf sambil menaruh tasnya dan mengambil jas putih yang tergantung di gantungan sebelah kursinya
"Sampai makan siang Dok..setelah itu Dokter free.." jawab Yuni sambil menaruh sebuah tablet di meja kerja Alf
Alf duduk dikursinya dan meraih tablet pemberian Yuni
"Kamu pindahkan jam seminarnya ke jam setelah makan siang yaah?..soalnya saya ada janji mau Endoscopi untuk pasien Galuh di jam 10" pinta Alf
"Baik Dok.." jawab Yuni sambil menganggukan kepalanya
"Ada lagi Dok?" tanya Yuni
"Sudah..itu saja Yun"
"Saya permisi dulu Dok.." pamit Yuni
Alf menganggukan kepalanya
Yuni segera keluar dari dalam ruang kerja Alf
Selagi Alf fokus memeriksa laporan kerja rumah sakit..handphonenya berdering..Alf melihat nama yang menelponnya dan menggeser icon hijau di layar handphonenya
"Halo Lung?" sapa Alf
"Pagi bos..saya ada kabar penting buat bos pagi ini.."
"Kabar apa Lung?" tanya Alf yang matanya masih memeriksa laporan yang tersaji di dalam tabletnya
"Masalah tugas saya yang mengawasi bandara dan pelabuhan..anak buah saya mengirimkan sebuah foto yang dicurigai sebagai sesosok Heru bos.."
Sontak Alf langsung fokus ke panggilan Lalung
"Heru?..yakin kau kalau itu Heru.."
"Saya sendiri kurang yakin bos..soalnya tampangnya berbeda dengan dirinya beberapa tahun yang lalu..saya kirim fotonya ke e-mail bos sekarang.."
Alf segera menaruh tabletnya dan memeriksa e-mail di komputernya
"Sudah masuk bos?"
Alf meng-klik ikon download yang ada di halaman e-mailnya
"Sudah Lung.."
Kening Alf berkerut melihat foto hasil kiriman Lalung..memang benar..rupa Heru berbeda dengan Heru yang terakhir mereka bertemu
Difoto itu Heru seperti sengaja menumbuhkan jambang dan kumisnya untuk mengalihkan perhatian orang-orang dengan penampilannya yang baru
"Curut itu pulang juga akhirnya.." batin Alf
"Iya Lung..benar apa yang kau bilang..mukanya beda dengan yang dulu..sepertinya dia mau mengalihkan penampilannya.."
"Tapi apa kau yakin bos?..kalau itu Heru?"
"Yakin Lung..aku hafal dengan bentuk mukanya..apa anak buahmu sudah kau perintahkan untuk mengikutinya?"
"Sudah bos..mereka sekarang sedang mengikuti mobil yang dinaiki Heru"
"Bagus!..terus kuntit dia..kabari aku..dimana dia menetap sekarang.."
"Baik bos.."
"Lalung.."
"Iya bos.."
"Kerja bagus..terima kasih"
"Iya bos..sama-sama"
"Aku transfer 20 juta..pergilah minum-minum dengan anak buahmu.."
"Terima kasih bos..kami ucapkan terima kasih"
__ADS_1
"Iya..jangan lupa..nanti kau kabari aku dimana Heru menetap.."
"Siap bos..jangan khawatir.."
"Sudah ya Lung.."
"Baik bos..selamat pagi.."
Setelah menutup panggilan handphonenya..Alf kembali melihat foto Heru kiriman Lalung di e-mailnya
Alf menghubungi Stu
"Halo Alf.."
"Halo Stu..aku ada kabar untukmu pagi ini.."
"Kabar apa mate?"
"Anak buah Lalung melihat Heru di bandara pagi ini.."
"Haah?..serius kau?"
"Iya Stu..aku kirim foto Heru ke e-mail mu yaah?"
Alf mengirimkan foto Heru ke e-mail Stu
"****!!..curut ini merubah tampangnya..apa dikira dengan menumbuhkan jenggotnya..kita tidak bisa mengenalnya lagi?.."
"Iya Stu.."
"Dimana curut itu tinggal Alf?"
"Anak buah Lalung sedang menguntit dia Stu..dan mereka belum memberi kabar"
"Bagus..kalau Lalung beri kabar..cepat kau kabari aku yaah?"
"Iya Stu..tenang saja kau..ya sudah..itu saja ya Stu..aku mau sarapan dulu..bye Stu.."
"Bye Alf"
_______________
Disuatu restoran khusus makanan Jepang yang membuka gerainya di Wijaya Hall..di sebuah meja yang terletak di sudut restoran..lima orang siswi SMA tengah menikmati makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya
"Gua mau tambah lagi sushinya ah..lu mau juga gak Nay?" tanya Maria sambil mengambil daftar menu
"Mau Mar..mau..pesenin dua ya Mar..aku sama Jessi.." jawab Kanaya sambil menyuap potongan udang dari mangkuk mie ramennya
Jessi yang tengah memakan mie ramen..hampir tersedak tak kala mendengar Kanaya memesan sushi untuk dirinya
"Nggak usah Nay..Jessi makan mie ramen ajah.." pinta Jessica yang nggak enak hati
"Nggak apa-apa Jess..hari ini semua aku yang bayar..yaah?..pokoknya Jessi tinggal makan ajah..jangan mikirin soal bayar" jawab Kanaya
Jessica menganggukan kepalanya
Yaa..Jessica tahu diri..karena dirinya diundang oleh Kanaya untuk bergabung di acara mereka
"Makasih Nay.." ucap Jessica
Giliran Kanaya yang menganggukan kepalanya
Direlung hati Jessica yang paling dalam..dirinya bersyukur karena memiliki teman sebaik Kanaya..yang mempunyai hati yang luas..seluas samudra yang sudi memaafkan dirinya dan merajut pertemanan diantara mereka
Dengan mata yang berkaca-kaca..Jessica melihat mie ramen yang tengah dia nikmati saat ini..yaa..saat ini bagi Jessica semangkuk mie ramen jadi barang yang mewah untuk dirinya..dimana kehidupan dia dan keluarganya berubah 180 derajat
Untuk sekedar makan saja mereka masih memikirkan untuk hari esok
Jangankan cuma semangkuk mie ramen..segala menu mewah makanan khas Eropa dan Asia menjadi menu makanannya sehari-hari
Lamunan Jessica terhenti saat Rita menyenggol bahunya
"Kalau makan jangan bengong..nanti mie elu dipatok ayam..baru tahu rasa lu Jess.." goda Rita
"Eh..ng..nggak Rit..Jessi nggak bengong kok.." elak Jessica sambil menyeruput lagi mie ramennya
Atensi kelima gadis SMA itu tertuju ke arah pintu masuk restoran..disana terdengar suara histeris beberapa wanita seperti melihat idola mereka lewat
"Ada apa sih?" tanya Liona sambil melongok ke arah pintu masuk
"Tau!.." jawab Maria asal sambil memakan sushinya
Kanaya yang duduknya menghadap ke arah pintu masuk..matanya membulat begitu melihat ada yang menghampiri mejanya
"Kak Stu!!.." panggil Kanaya sambil melambaikan tangannya
Keempat teman Kanaya kaget melihat Stu dan Riko berjalan ke meja..dibelakang mereka berdua..beberapa gadis yang ditahan oleh bodyguard Stu tengah berteriak antusias mengagumi pesona Stu yang datang ke restoran ini
"Halo?..sedang makan apa kalian?" tanya Stu
"Ini kak..kami lagi makan ramen sama sushi" jawab Kanaya
"Saya boleh gabung?" tanya Stu
"Oooh..si..silahkan kak..eh pak Stewart.." jawab Maria sambil menggeser duduknya
"Bos..disini ajah bos..".pinta Riko yang menyiapkan meja yang kosong di sebelah meja Kanaya dan teman-temannya
Stu lalu mengikuti saran Riko untuk duduk di meja yang ada disebelah meja Kanaya
Datanglah seorang laki-laki yang sepertinya Manager restoran ini menghampiri meja Stu
"Selamat datang direstoran kami tuan Stewart..maaf kami tidak siap menjamu tuan yang datang tiba-tiba.." sapa Manager sambil membungkuk hormat ke Stu
"Apa menu special disini?.." tanya Stu
Manager itu melihat ke arah karyawannya dan meminta daftar menu dan diberikan ke Stu dan Riko
"Kami menyediakan Hatake Sushi ..Unagi Akimoto..Grilled Salmon..Maze Suba serta yang khusus kami datangkan langsung dari Jepang..Kabuto Sake.." jawab Manager
"Baik..saya mau semuanya..bikin tujuh porsi..lima porsi hidangkan di meja mereka.." tunjuk Stu ke meja Kanaya
"Mereka tanpa Sake.." sambung Stu
"Baik tuan..silahkan di tunggu.."
Teman-teman Kanaya yang mendengar Stu membelikan mereka paket special di restoran ini..langsung muncul air liur di bibir mereka
"Terima kasih ya kak.." ucap Kanaya
Stu menganggukan kepalanya
"Nay?..nggak apa-apa nih?.." bisik Jessica di telinga Kanaya
"Nggak apa-apa Jess.." jawab Kanaya
"Bagaimana?..katanya ujiannya sudah selesai yaah?" tanya Stu dari mejanya
"Sudah pak..tinggal nunggu hasilnya" jawab Liona
__ADS_1
"Semoga nilai kalian pada bagus-bagus yaah?"
"Amin pak..terima kasih" jawab mereka berbarengan
"Naya?" panggil Stu sambil menepuk bangku kosong disebelahnya
Kanaya lalu pindah ke sebelah Stu
"Li..nanti bayarnya gimana nih?..gua nggak bawa uang lebih..lu bawa uang lebih nggak?..kalau nggak gua pinjem dulu deh.." tanya Rita
"Nyantai aja lu Rit..gua yang bayar nanti" jawab Liona
Selagi menikmati hidangan yang sudah tersaji di meja..Stu dan Riko menengok ke arah pintu masuk
Disana terlihat Sita tengah berdebat dengan para bodyguard Stu yang menjaga pintu masuk dan berusaha untuk masuk ke dalam restorant
"Riko.." ucap Stu sambil memperlihatkan tatapan dinginnya ke Riko
"Siap boss.." jawab Riko yang mengerti maksud Stu
Riko lalu bangun dan menghampiri pintu masuk dimana Sita masih berdebat dengan para bodyguard
"Siapa kak?..kak Stu kenal?" tanya Kanaya sambil melihat sekilas kearah Sita
"Sita.." jawab Stu singkat sambil memakan sepotong ikan salmonnya
Kanaya hanya berO saja
"Itu kak?..yang namanya Sita?" tanya Kanaya
Sebelum Stu menjawab pertanyaan Kanaya..tahu-tahu Sita sudah berdiri di samping Kanaya
"Stu?.." panggil Sita sambil tersenyum manis..tapi senyuman manisnya langsung hilang dan berubah sinis begitu melihat Kanaya yang duduk di sebelah Stu
"Siapa kamu?..berani-beraninya kamu duduk disitu?..minggir!!.." sentak Sita sambil menarik Kanaya dari samping Stu
Stu dengan cepat menahan lengan Kanaya yang hampir jatuh
"Sita!!" bentak Stu yang tak terima dia menarik Kanaya
Teman-teman Kanaya langsung bangun dan berdiri di depan Sita
"Mbak siapa?..dateng-dateng langsung ngomel ajah?" tanya Maria
"Iya!!..mana main narik-narik tangan orang.." sambung Rita
"Ooooh..kalian ternyata gerombolan yah?..gerombolan p*cun SMA yang morotin om-om?" hina Sita
"Situ kalau ngomong tolong dijaga yaah?" sentak Maria sambil mendorong bahu Sita
Benar-benar Maria..sesosok gadis SMA berjiwa barbar yang tidak mengenal takut
"Maria..sudah..jangan bertengkar.." lerai Kanaya sambil bangun
Sita yang kadung emosi..melihat ada gelas berisikan minuman di dekatnya langsung dia ambil dan dia guyur ke arah Kanaya
Tapi Jessica yang melihatnya dan kebetulan dia berdiri di dekat Kanaya..segera memasang badannya melindungi Kanaya dari guyuran minuman dari Sita
"Hei!!" bentak Riko
Riko yang datang segera mendorong Sita untuk menyingkir dari sisi meja Stu dan Kanaya
"Harap jaga kelakuan anda nona.." ancam Riko sambil menunjuk hidung Sita
Stu yang sudah geram..berdiri dan mendekati Sita..Sita langsung menciut nyalinya melihat sorotan mata Stu seperti ingin menelan dirinya hidup-hidup
"Saya peringatkan ke anda..jangan macam-macam sama saya..urusan anda dengan saya bukan sama mereka..sekali lagi anda muncul di hadapan saya..saya tidak menjamin keselamatan anda.." ancam Stu sambil menekan telunjuknya di pundak Sita
"Stu?..honey..dengar penjelasan aku hon.." pinta Sita sambil menahan lengan Stu yang berbalik..tapi ditepis dengan kasar oleh Stu
"Jangan sentuh saya dengan tangan kotor anda!!" sentak Stu
"Kalian berdua!!" panggil Stu ke bodyguardnya
"Seret dia keluar dari sini!!" perintah Stu
"Baik tuan"
Dua bodyguard segera melaksanakan perintah Stu..diseretnya Sita menuju ke pintu keluar walau Sita berteriak-teriak minta dilepaskan
Stu menghela nafasnya sesaat untuk meredakan emosinya
"Sorry bos.." ucap Riko sambil mengerjap-erjapkan kedua matanya yang memerah
"Tadi mataku disemprot pakai parfumnya.." sambung Riko mengusap sisa parfum yang ada di sekitar matanya
Stu segera menahan muka Riko untuk memastikan keadaannya
"Segera ke rumah sakit Riko..matamu merah sekali.."
"Its oke boss..tidak apa-apa..""
"Tidak Riko..hei..kau antarkan Riko ke rumah sakit sekarang.." pinta Stu ke salah satu bodyguardnya
"Baik tuan.."
Dengan diantar oleh salah satu bodyguard Stu..Riko meninggalkan restoran
"Jessica tidak apa-apa?.." tanya Stu
"Tidak apa-apa pak.." jawab Jessica sambil menggelengkan kepalanya
"Bajunya basah kak.." sahut Kanaya
"Kamu antar Jessica beli baju ganti ya Nay?" pinta Stu sambil memberikan kartu kreditnya ke Kanaya
"Punya kakak masih sama aku..aku antar Jessi dulu ya kak.." pamit Kanaya
"Iya.." jawab Stu sambil menyimpan kembali kartu kreditnya
"Kami ikut Naya ya pak.." pamit Liona
"Iya..silahkan.." jawab Stu
Liona,Rita dan Maria segera menyusul Kanaya dan Jessica yang keluar dari restorant
"Ikuti mereka.." pinta Stu ke bodyguardnya
"Tapi?..tuan bagaimana?" tanyanya karena hanya tinggal dia sendiri yang berada disini
"Tidak apa-apa saya sendiri..kau ikuti saja mereka.."
"Baik tuan.."
"Nanti kabari saya..dimana mereka belanja..saya akan susul kesana nanti"
"Baik tuan..saya permisi"
"Iya" jawab Stu sambil meminum sakenya
__ADS_1
Bodyguard itu segera meninggalkan Stu sendirian di restorant