Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
57.Si Tomboy Ambar


__ADS_3

Disinilah Stu sekarang..dia perhatikan rumah dua lantai yang tengah dilalap si jago merah. Rumah yang dia tahu menjadi tempat persembunyian Heru sepulangnya dari pelariannya di luar negeri. Stu menoleh ke samping ketika dia menyadari Alf berdiri di sebelah kanannya


"Kapan kejadiannya Alf?" tanya Stu sambil menghisap rokoknya dengan masih memperhatikan para petugas pemadam kebakaran yang sibuk mengendalikan amukan si jago merah


"Jam 9 Stu.." jawab Alf sambil memberikan botol minuman dengan menyentuh pundak Stu


Stu menoleh dan menerima botol minuman dari tangan Alf dan meminumnya


"Sepertinya disengaja Stu..perkiraanku..ini semacam pengalihan buat Heru supaya bisa lolos dari pengawasan kita" ucap Alf sambil meminum minumannya


"Dari pengamatan cctv gimana?" tanya Stu


"Sepertinya Heru tahu kalau dia tengah diawasi dengan cctv men..jadi beberapa jam sebelum kebakaran..Lalung berkata kalau Heru sengaja mencari titik blind spot dari cctv dan mengalihkan beberapa titik cctv" jawab Alf


Stu membuang puntung rokoknya dan dia injak


"Baj*ngan itu mau berusaha lari sepertinya men..kalau memang benar dia berusaha untuk lari dari pengawasan kita..yang aku takutkan cuma satu Alf..dia mengincar adikmu" ucap Stu sambil memandang Alf


"Memang itu yang aku takutkan Stu..Heru terlalu pengecut untuk berhadapan langsung dengan kita..dia akan memanfaatkan orang-orang yang kita sayangi untuk melawan kita.." sahut Alf


"Apa besok aku tugaskan seorang bodyguard untuk Naya Alf?.." usul Stu


"Tidak perlu men..biar anak buah ayahku saja yang mengawal Kassandra" jawab Alf


Stu menganggukan kepalanya menyetujui usulan Alf. Tak lama kemudian Lalung dan Riko datang menghampiri tempat Stu dan Alf berdiri


"Bos..aku temukan jejak ban mobil yang berada di belakang pagar rumah Heru.." kata Riko


"Seperti jejak ban baru.." sambung Riko


"Dan saya ada rekaman cctv tadi pagi..kalau Heru kedatangan sebuah mobil blind van pengantar paket boss.." kata Lalung sambil memberikan sebuah tablet ke Stu


Stu menerima tablet dari tangan Lalung dan melihat rekaman cctv yang Lalung maksud


"Semua asumsi kita..kita tahan dulu..sampai menunggu laporan dari polisi..ada atau tidaknya bangkai Heru di reruntuhan rumahnya.." ujar Stu sambil memberikan kembali tablet ke Lalung


"Baik bos.." jawab Riko dan Lalung bersamaan


"Apa sebaiknya saya suruh anak buah saya untuk memeriksa bekas rumah itu bos?" tanya Lalung


"Boleh..tapi nanti tunggu keadaan kondusif dulu..jangan sampai anak buahmu tertimpa reruntuhan rumah itu.." jawab Stu


"Baik bos.."


"Sama kau suruh Dito untuk melacak blind van dan bekas ban mobil yang Riko temukan di belakang rumah.." pinta Stu ke Lalung


"Baik bos..kalau begitu..saya mohon ijin untuk kembali ke safe house bos.." pamit Lalung


Stu menganggukan kepalanya dan Lalung segera berbalik menuju ke safe house. Stu kembali melihat proses pemadaman api yang sepertinya sudah selesai..hingga meninggalkan asap putih mengepul di lokasi bekas kebakaran


"Okelah Alf..kalau begitu aku balik dulu yaah?..aku khawatir mommy menunggu dirumah.." pamit Stu


"Iya Stu..salam buat aunty yaah?" jawab Alf


"Oke.."


"Mau aku antar bos?" tanya Riko


"Nggak usah Riko..aku bisa bawa sendiri.." jawab Stu sambil menepuk pundak Riko


"Hati-hati bos.." ucap Riko yang melihat Stu memasuki mobilnya


Setelah menyalakan mobilnya..Stu membunyikan klakson dan segera meninggalkan tempat itu. Sepeninggal Stu..Riko mendekati Alf yang sedang mengamati reruntuhan bekas rumah Heru


"Hei Alf..kau belum cerita kalau Naya itu adalah adikmu.." tanya Riko sambil menyalakan rokoknya


"Iya Riko..Kassandra adalah adikku..adikku yang telah lama hilang.." jawab Alf


"Kassandra?" tanya Riko heran


"Iya Riko..nama asli Naya pemberian dari ibuku adalah Kassandra..sedangkan nama Kanaya adalah nama pemberian bi Rosida..orang yang membawa lari Naya waktu kecil.." jawab Alf


"Ooooh..begitu ceritanya.." ucap Riko yang mulutnya hanya bisa membulat


Alf menganggukan kepalanya..dia buang botol kosong ke dalam sebuah tempat sampah yang ada di sampingnya


"Apa kau siap untuk menggila lagi Riko?..apabila curut itu berulah lagi?" tanya Alf


"Sudah pasti Alf..heh..tenang saja kau.." jawab Riko dengan senyuman sinisnya


"Kalau Stu tidak mewanti-wanti..sudah aku habisi dia saat pertama kali dia menjejakkan kakinya di tanah air Alf.." sambung Riko


"Iya..Stu sudah memperingatkan kita..urusan menghabisi Heru bukan wewenang kita lagi..sudah ada yang berhak" kata Alf


Riko melihat jam tangannya


"Ayo kita pulang..biar anak buah Lalung yang memeriksa rumah itu besok..untuk mencari mayat Heru.." ajak Riko yang dijawab Alf dengan anggukan kepalanya


"Semoga saja mayat Heru bisa diketemukan..jadi asumsi kita terpatahkan.." sahut Alf


Kemudian Riko dan Alf menuju ke mobilnya masing-masing untuk kembali ke rumah


.


_______________________


.


Sekitar jam 11 malam..Stu baru memasuki halaman mansion daddy Toni. Setelah memarkirkan mobilnya..Stu melangkahkan kakinya ke dalam mansion


"Kak!.."


Stu yang akan melangkah berbelok ke kamarnya..menoleh ke sebuah suara yang memanggil namanya..kedua matanya membulat melihat sesosok wanita cantik berpenampilan tomboy dengan postur tegapnya berdiri di tengah-tengah ruang keluarga..wanita itu tersenyum manis sambil menahan harunya. Kesan feminimnya tertutup dengan setelan jaket kulit dan celana panjang kulit yang dipadu dengan sepatu pantopel hitamnya


"Ambar?..kamu sudah pulang?" tanya Stu kaget

__ADS_1


Wanita yang di panggil Ambar oleh Stu segera menghampiri Stu dan memeluknya dengan erat..Stu membalas pelukan Ambar sambil mengelus-elus punggungnya yang bergetar sesugukan di pelukannya


"Kamu pulang kok nggak ngabarin kakak?" tanya Stu seraya mengurai pelukannya


"Sengaja..Ambar mau ngasih surprise ke kakak.." jawab Ambar sambil terisak dan mengusap airmatanya yang turun dipipinya


Stu yang tersenyum melihat rambut Ambar yang dipotong pendek..bermodel Bob Asimetris


"Diapain ini rambut dek?..sampai habis gini kamu potong?" tanya Stu sambil mengucek-ucek gemas rambut Ambar


"Ih!..kakak maaah!..rambut aku kan jadi berantakan.." cicit Ambar sambil mengerucutkan bibirnya


"Kami di kesatuan memang harus memotong rambut kami kak..supaya terlihat rapi.." jawab Ambar


"Tapi nggak sampai habis juga kali dek..kakak kalau ketemu di jalan pasti nggak bakal ngenalin kamu lagi nih.." sahut Stu


Ekheeeemm


"Yang masih kangen-kangenan..sampai ngelupain mommy sama daddy yaaah?" ledek mommy Angel yang duduk disebelah daddy Toni di sofa


Sontak Ambar merona mukanya..dia segera menghampiri mommy Angel dan menelusup ke pelukannya


"Ambar juga kangen sama mommy kok.." rajuk Ambar di pelukan mommy Angel


"Anak mommy sudah besar sekarang..tapi?..masih suka nangis nggak?" goda mommy Angel sambil membelai rambut Ambar


"Aaaah...mommy maaah..." rengek Ambar


Stu, mommy Angel dan daddy Toni tertawa terbahak-bahak melihat Ambar merajuk di pelukan mommy Angel


"Sekarang kamu istirahat yaah?..pasti kamu capek habis terbang dari London.." usul mommy Angel


"Iya mom..Ambar istirahat dulu yaah?" pinta Ambar


"Iya sayang.." jawab mommy Angel sambil mencium pipi Ambar


"Kamar kamu masih yang lama ya sayang.." kata mommy Angel


"Iya mom.."


Stu tersenyum melihat Ambar mengangkat dua buah ranselnya yang berukuran bulat memanjang dan besar dengan mudahnya..satu dia bopong di pundaknya..satu lagi dia tenteng


"Perlu kakak bantuin nggak dek?" tanya Stu sambil tersenyum


"Kakak ngeledek?" jawab Ambar sambil menyipitkan matanya


Stu mengucek-ucek lagi rambut Ambar yang disahut oleh Ambar dengan rajukannya


"Baperan banget sih?..ayo..kakak temenin ke kamar kamu.."


Stu dan Ambar segera menuju ke kamar Ambar yang berada di lantai dua mansion. Sesampainya disana..Stu membukakan pintu kamar Ambar yang diikuti Ambar masuk ke dalam kamarnya


"Kamar aku nggak berubah ya kak?.." ucap Ambar sambil menaruh ranselnya di ranjang


"Terima kasih ya kak.." isak Ambar


"Untuk apa?" tanya Stu


"Sudah mau membimbing Ambar sampai di titk sekarang ini.." jawab Ambar


Stu mengurai pelukan Ambar dan menganggukan kepalanya


"Itu sudah kewajiban kakak ke kamu..karena kakak sudah berjanji sama Seno..mas mu.."


Mendengar Stu menyebut kakaknya..Ambar kembali memeluk Stu sambil menangis. Dirinya teringat lagi akan kejadian tragis yang menimpa keluarganya


"Menangislah..kalau kamu malu saat bersama kesatuanmu..menangislah Mbar..karena kamu saat ini sedang tidak memakai seragam kamu.." hibur Stu sambil memeluk tubuh Ambar yang bergetar di pelukannya dan mencium pucuk rambut Ambar


"Hidup..Ambar..hiks..nggak akan tenang kak..hiks..sebelum Ambar membalas kematian mas Seno..hiks..mas Bayu..mamak sama bapak..hiks..hiks.." tangis Ambar di pelukan Stu


"Ssssth..sudah..sudah..kakak janji..dendam kamu nggak lama lagi akan terbalaskan.."


Ambar sontak memandang Stu


"Maksud kakak?" tanya Ambar


"Si Heru sudah kembali ke Indonesia lagi dek.." jawab Stu


Sontak Ambar melepaskan pelukan Stu..dia menuju ke ranjangnya dan membongkar salah satu ranselnya dan dia ambil salah satu gulungan kain seperti tas kulit terpal dan dia gelar diranjang. Kedua mata Stu membulat melihat isi dari gulungan kain terpal yang dibuka oleh Ambar. Disana ada berbagai macam senjata api berbagai jenis..dari senjata untuk jarak dekat sampai senjata serbu berjenis MP15 dan M16


"Kamu mau ngapain dek?" tanya Stu sambil menghampiri Ambar


Ambar tidak menjawab..dia sibuk mengisi magazine untuk pistolnya..dia kokang dan dia selipkan ke belakang pinggangnya. Dia isi juga magazine untuk MP15 dan dia ambil sebuah belati dan dia sisipkan di sepatu kanannya


"Ambar!!.." sentak Stu sambil menyentak kedua bahu Ambar


"Heru harus mati malam ini kak..harus mati!!.." jawab Ambar dengan kilat mata yang penuh dengan amarahnya


"Iya..kakak tahu itu..tapi tidak malam ini.."


"Tapi kak.." sela Ambar


"Dengerin kakak..kita jangan gegabah..kakak nggak mau kamu kena masalah hukum gara-gara kamu gegabah dan marah dalam bertindak dan itu bisa mencoreng nama kesatuan kamu.."


Ambar hanya terdiam dengan nafasnya yang masih memburu serta mata yang masih tajam menatap ke pintu kamar


"Percaya sama kakak yaah?..kakak pasti serahin Heru ke kamu kalau dia sudah ada ditangan kita..sekarang kasih ke kakak senapan kamu.." pinta Stu


Ambar hanya diam membisu


"Ambar?..lihat kakak.."


Dengan perlahan Ambar menoleh ke Stu


"Kasih ke kakak senapan kamu.." pinta Stu lagi

__ADS_1


Dengan berat hati..Ambar memberikan MP15 nya ke Stu yang sebelumnya dia kunci dan dia kosongkan magazinenya


"Pistolnya?" lanjut Stu


Ambar rogoh pistolnya..dia cabut magazine dari tempatnya dan dia kosongkan ruang chamber di pistolnya setelah itu dia serahkan ke Stu


"Terima kasih dek..sudah mau percaya sama kakak.." ucap Stu sambil memeluk kepala Ambar


Ambar hanya mengangguk pelan di pelukan Stu


"Sekarang kamu tidur yaah?..sudah malam..kamu sudah sholat belum?" tanya Stu


"Sudah kak.." jawab Ambar sambil mengurai pelukannya


Stu tersenyum sambil menghapus airmata Ambar yang masih menetes di pipinya


"Pistol sama senapan kamu..kakak bawa dulu yaah?" pinta Stu sambil merapikan kembali semua senjata kepunyaan Ambar yang digelar di ranjang


Ambar hanya menganggukan kepalanya


"Kak?.." panggil Ambar ke Stu yang akan keluar dari kamarnya


"Iya?.." jawab Stu sambil menoleh ke Ambar


"Besok antarin Ambar ziarah ya kak?" pinta Ambar dengan pandangan sayunya


"Iya..besok kakak antar kamu ke makam..sekarang kamu istirahat dulu yaah?"


Ambar menganggukan kepalanya


"Selamat malam dek.." ucap Stu sambil menutup pintu kamar Ambar


"Malam kak.." sahut Ambar


Sepeninggal Stu..tubuh Ambar yang bersandar di lemarinya melorot ke bawah..di susupkan kepalanya ke antara dua lututnya yang dia tekuk dan kembali dia menangis sesugukan. Ambar menjerit meluapkan kekesalannya karena urusan dia dengan Heru terpaksa di tunda dulu malam ini


"Mamak..bapak..mas Seno..mas Bayu..hiks Ambar janji..Ambar akan balaskan dendam kalian ke Heru..hiks..Ambar janji!!"


Stu yang masih berdiri di depan pintu kamar Ambar..hanya bisa menghela nafasnya. Dia dengan berat hati menahan keinginan Ambar yang ingin memburu Heru malam ini. Setelah mengatur nafasnya..Stu berlalu dari depan pintu kamar Ambar. Di ruang tengah..dia masih mendapati kedua orangtuanya masih bercengkerama


"Apa yang kamu bawa Stu?" tanya mommy Angel yang melihat Stu menaruh tas yang berisi koleksi senjata Ambar di meja


"Punya Ambar mom.." jawab Stu


Kedua orangtua Stu terbelalak matanya ketika Stu membuka ikatan tas kepunyaan Ambar


"I..ini..semua punya Ambar my dear?" tanya mommy Angel yang kaget bercampur ngeri melihat banyaknya koleksi senjata yang ada di depannya


"Iya mom..untung tadi Stu cegah..karena Ambar mau membuat perhitungan ke Heru malam ini mom.."


Mommy Angel menutup mulutnya dengan kedua tangannya..mendengar kenekatan Ambar


"Are you sure Stu?" tanya daddy Toni


"Yes dad.." jawab Stu


Mommy Angel menatap daddy Toni seperti meminta pendapatnya untuk Ambar..daddy Toni memegang tangan mommy Angel


"Daddy minta..kau awasi Ambar ya Stu..daddy takut dia akan kembali nekat mengejar Heru.." pinta daddy Toni


"Apa lebih baik kau ajak saja dia kerja di tempat mu sayang?" tanya mommy Angel ke Stu


"Supaya dia melupakan sementara obsesinya ke Heru.."


"Iya mom..besok akan Stu ajak ke kantor..setelah dia ziarah ke makam om Sugeng terlebih dahulu.." jawab Stu


"Daddy heran Stu..kenapa Heru bisa lolos dikasus pembunuhan keluarga om Sugeng..padahal sudah jelas kalau dia pelaku utamanya.." geram daddy Toni


"Mungkin pak Gatot membayar jaminan untuk pembebasan Heru dad.."


"Iya..tapi dengan pengecutnya..dua hari setelah dia bebas..dengan bantuan wanita itu..dia berhasil menyekap kamu" kesal daddy Toni yang enggan menyebut nama Sita


Stu hanya tersenyum hambar mendengar kekesalan daddy Toni


"Stu..kau sudah berjanji sama mommy..untuk tidak lagi kembali ke dunia malam kamu.." ucap mommy Angel sambil memegang tangan Stu


"Mommy tenang saja..Stu tidak akan seperti dulu lagi..kalau selama Heru tidak macam-macam dengan keluarga kita.." jawab Stu sambil mencium tangan mommy Angel


"Mommy hanya takut..kamu dapat celaka lagi my dear.." cemas mommy Angel


Stu memeluk mommy Angel


"Its oke mom.." bisik Stu di telinga mommy Angel


*


*


*


__________________


*


*


Yang kemarin bertanya soal Ambar..nih..sekarang Author munculin


Kemana Ambar setelah malam pembantaian keluarganya?.


Nanti di next capther akan Author tulis


Happy Reading


🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2