
Sebuah pesawat jet pribadi berjenis Airbus 300 membelah langit malam negara Malaysia. Seorang pria berpenampilan rapi memakai setelan hitam-hitam mendekati kabin VVIP
Tok
Tok
Tok
Pria itu mengetuk perlahan pintu masuk kabin VVIP
"Signore?.." panggilnya pelan
"Masuk.." jawab seseorang dari dalam
Pria itu membuka pintu kabin dan memberikan hormatnya ke opa Enzo yang tengah duduk di sofa
"Tuan?..ini berkas yang tuan pinta.." ucapnya sambil memberikan sebuah map dokument ke opa Enzo
Opa Enzo meletakan cerutu dan gelas winenya di meja kecil yang ada di depannya..kemudian dia menerima map dokument dari tangan anak buahnya. Pria itu lalu berdiri tegap di depan opa Enzo setelah memberikan map yang ada di tangannya ke opa Enzo..menunggu perintah selanjutnya
"Semuanya ada disini Enrico?.." tanya opa Enzo sambil membaca dokument yang ada di tangannya
"Iya tuan..itu berisikan informasi tentang Universitas yang akan nona muda Kassandra masuki tuan.." jawab Enrico dengan sikap yang masih berdiri sempurna
Enrico memegang earphone yang tersemat di telinganya..begitu dia merasakan ada panggilan masuk
"Mengerti..tuan?.." panggil Enrico setelah menjawab panggilan di earphonenya
"Ya?.." jawab opa Enzo tanpa mengalihkan pandangannya dari dokument yang ada di tangannya
"Pilot Hanssen memberikan informasi..kalau sekitar 1 jam lagi kita akan mendarat di Jakarta tuan.." kata Enrico
"Oh ya?..bagus Enrico.." ucap opa Enzo sambil tersenyum ke Enrico
Berbarengan dengan selesainya opa Enzo berbicara..terbuka pintu kabin dan masuklah oma Izel dan Faleria yang menyusul di belakangnya
"Maddam.." sapa Enrico sambil mengangguk hormat kepalanya ke oma Izel
Oma Izel membalas sapaan Enrico dengan anggukan kepalanya
"Faleria bilang..sekitar 1 jam lagi kita akan tiba di Jakarta..apa benar Enrico?.." tanya oma Izel sambil duduk di sofa sebelah opa Enzo
"Benar nyonya..seperti yang pilot Hanssen infokan kepada saya dan Faleria..bahwa sekitar 1 jam lagi kita akan mendarat di Jakarta" jawab Enrico
"Dan kami sudah siapkan semua keperluan tuan dan nyonya saat kita mendarat disana nanti.." sambung Faleria
Oma Izel menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Kerja bagus..terima kasih Faleria..Enrico.." ucap oma Izel
"Sama-sama nyonya.." jawab Faleria dan Enrico bersamaan
Terdengar ponsel kepunyaan opa Enzo berdering..opa Enzo segera menyautnya dan seketika senyuman tersungging di bibir opa Enzo setelah melihat siapa yang menelponnya
"Siapa pah?.." tanya oma Izel yang heran dan penasaran melihat opa Enzo tersenyum
"Kassandra mah..halo sayaaang?.." jawab opa Enzo sambil menggeser ikon warna hijau untuk menjawab panggilan video dari Kanaya
"Halo opa?..opa masih lama mendaratnya?.." tanya Kanaya begitu panggilan videonya tersambung
"Sebentar lagi sayang..mungkin sekitar 1 jam lagi opa sama oma mendarat di Jakarta.." jawab opa Enzo
Opa Enzo tertawa geli melihat Kanaya yang mengerucutkan bibirnya
"Huh!..itu mah masih lama opa.." rajuk Kanaya
"Sandra?.." panggil oma Izel
Opa Enzo menyerahkan ponsel miliknya ke oma Izel
"Iya oma?.." jawab Kanaya
"Kamu sekarang dimana sayang?.." tanya oma Izel
"Aku sekarang sudah di bandara oma..sama kak Alf..ibu dan ayah.." jawab Kanaya sambil mengarahkan layar ponselnya ke sekelilingnya
"Alfonso?..kakakmu ikut?" tanya oma Izel
"Iya oma..kenapa oma?"
"Bukankah kakakmu sedang di luar kota?..ke tempat Cindy?.."
"Kata kak Alf..diundur jadi besok oma..sekalian jemput oma Aya di Lombok"
__ADS_1
Oma Izel hanya membulat bibirnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya
"Sudah dulu ya oma..ibu mengajak aku masuk ke dalam..nanti kita telponan lagi..daaaa omaaa.."
Oma Izel hanya tersenyum geli begitu Kanaya memutuskan sambungan video call nya
"Faleria?.." panggil opa Enzo
"Saya tuan.." jawab Faleria
"Orang yang kamu persiapkan untuk mengawal Kassandra..apa sudah siap?.." tanya opa Enzo
"Sudah tuan..mereka sudah saya susupkan ke dalam lingkungan universitas nona muda..mereka akan membaur dengan para staff pengajar yang ada disana.." jawab Faleria
"Mereka ada berapa orang?.." tanya opa Enzo
"Ada 3 orang tuan..salah satunya wanita..dia akan menjadi seorang dosen disana dan akan mengajar di salah satu kelas nona muda..sedangkan dua orang lainnya akan membaur menjadi staff biasa tuan"
"Bagus Faleria..kamu pastikan kalau Kassandra baik-baik saja selama dia kuliah disana..saya nggak mau cucu saya terancam keselamatannya..walau seujung kukunya sekalipun" ucap opa Enzo sambil menyesap winenya
"Apa tidak ada yang sepantaran usianya dengan Kassandra..Faleria?..misalnya untuk menjadi teman Kassandra kuliah?.." tanya oma Izel
"Menurut informasi yang saya terima..sudah ada dua orang yang akan menyamar menjadi mahasiswi selama mereka mengawal nona muda nyonya.." jawab Faleria
"Dua orang?.." tanya oma Izel
"Iya nyonya..satu orang dari tuan Stephano dan satu orang lagi dari tuan Stewart" jawab Faleria
"Dan mereka dua-duanya wanita nyonya.." sambung Faleria
Oma Izel menghembuskan nafasnya lega..dirinya sudah tenang kini..kalau Kanaya sudah dipersiapkan pengawalan oleh tuan Stephano dan Stu
"Apa mereka bisa diandalkan?.." giliran opa Enzo yang bertanya
"Bisa tuan..walaupun usia mereka masih muda..background dan kemampuan mereka bisa diandalkan dalam menjaga nona muda.." jawab Faleria
"Kassandra kenapa tidak kuliah di Italia saja sih pah?" tanya oma Izel
"Sudah mah..Adel sudah meminta Kassandra untuk kuliah di Roma..supaya dekat dengan kita dan bisa kita awasi.." jawab opa Enzo
"Oh iya?..terus kenapa Kassandra tidak mau?.." heran oma Izel
"Dia tidak mau berpisah dengan Adel lagi mah.." jawab opa Enzo
"Tuan..nyonya..maaf mengganggu.." sela Enrico
"Pesawat sekitar 15 menit lagi akan mendarat..saya sarankan tuan dan nyonya untuk pindah ke kabin penumpang.." jawab Enrico
"Baik Enrico.." jawab opa Enzo
Kemudian opa Enzo mengajak oma Izel untuk pindah ke kabin penumpang yang berada di lantai dasar dari pesawat. Sesampainya disana mereka disambut oleh 3 orang Pramugari dan mengiringi opa Enzo dan oma Izel untuk duduk di kursi yang sudah ada
.
***
.
Di ruang tunggu VVIP..Kanaya dengan mata yang tak sabaran melihat pesawat kepunyaan opa Enzo tengah berjalan perlahan ke peron khusus. Setelah berhenti sempurna..beberapa orang segera mempersiapkan tangga khusus untuk keperluan penumpang pesawat turun dan tak berselang lama..pintu samping pesawat terbuka berbarengan dengan keluarnya 4 orang bodyguard berpakaian hitam-hitam siap siaga di sisi pintu pesawat menunggu opa Enzo dan oma Izel keluar
"Omaaaa!!..." panggil Kanaya sambil melambaikan tangannya ketika melihat oma Izel keluar dari dalam pesawat
Oma Izel menoleh ke arah Kanaya dan membalas panggilan Kanaya dengan lambaian tangannya
"Sandraaaa!!..jangan lari sayaaang!!.." pekik oma Izel yang melihat Kanaya berlari ke arah tangga pesawat
Dua orang bodyguard segera menuntun oma Izel menuruni tangga pesawat..hendak menyongsong Kanaya yang sudah tidak sabaran menunggunya di bawah tangga pesawat
"Omaaa.."
Kanaya segera memeluk oma Izel begitu oma Izel menjejakan kakinya di landasan bandara. Oma Izel membalas pelukan Kanaya dengan mencium pucuk rambut cucu perempuannya itu dengan lembut
"Cucu oma sehat kah?.." tanya oma Izel seraya mengurai pelukannya
"Sehat oma.." jawab Kanaya
"Oma?.." panggil Alf yang menyusul oma Izel
"Alfonso..sini sayang.." pinta oma Izel menjulurkan salah satu tangannya agar Alf masuk ke dalam pelukannya
"Hmmmmm...cucu-cucu oma yang ganteng dan cantik ini pada sehat semuanya.." ucap oma Izel sambil mencium kening Alf dan Kanaya secara bergantian
Kanaya melepaskan pelukannya di oma Izel..berganti memeluk opa Enzo yang sudah datang dan berdiri di belakang oma Izel
__ADS_1
"Opaaa.."
Opa Enzo memeluk Kanaya dengan eratnya
"Apa kabar sayang?.." tanya opa Enzo
"Kabar aku baik opa.." jawab Kanaya sambil mendongak melihat ke arah opa Enzo
Ganti Alf menghampiri opa Enzo dan memeluknya
"Come stai Alf? (Bagaimana kabarmu Alf?).."
"Sto bene opa..(Kabarku baik opa)" jawab Alf
Tuan Stephano dan nyonya Delores yang diikuti oleh Cindy menghampiri keberadaan opa Enzo dan oma Izel
"Mamaaa.." sapa nyonya Delores sambil memeluk oma Izel
"Adeeel..Sei sano caro? (Sehat kamu sayang?)" tanya oma Izel
"Sto bene maaa..Le notizie di Adel sono sane (Sehat mah..kabar Adel sehat).."
Tuan Stephano menghampiri opa Enzo dan memeluknya dengan hangat
"Cindy mana?.." tanya oma Izel ke nyonya Delores
"Omaaa?.." sapa Cindy sambil menghampiri oma Izel
"Aiyaiyaiyai..sini Cindy..oma kangen sama kamu sayang.." pinta oma Izel
Oma Izel segera memeluk Cindy dengan hangatnya. Nyonya Delores tersenyum melihatnya
"Adel?.." panggil opa Enzo
Nyonya Delores tersenyum haru dan segera menghambur ke pelukan opa Enzo
"Adel manca papà (Adel kangen papa).." isak nyonya Delores di pelukan opa Enzo
"Anche papà manca Adel (Papa juga kangen Adel).." jawab opa Enzo sambil mencium kening nyonya Delores sedikit lama
"Papà sta bene? (Papa sehat kan?)" tanya nyonya Delores setelah mengurai pelukannya
"Sano Adel..papà è sano (Sehat Adel..papa sehat).." jawab opa Enzo sambil tersenyum
"Papà deve essere in buona salute..Papà deve guardare il nipote di papà che si diploma al college più tardi (Papa harus sehat..papa harus menyaksikan cucu papa lulus kuliah nanti)" pinta nyonya Delores sambil terisak
"Sicuramente Adel...papà verrà sicuramente a vedere la cerimonia di laurea di Cassandra più tardi (Pasti Adel..papa pasti akan datang menyaksikan acara wisuda Kassandra nanti)" jawab opa Enzo sambil menyeka airmata nyonya Delores di ujung kedua matanya
Nyonya Delores tersenyum haru mendengar jawaban opa Enzo..nyonya Delores memeluk kembali opa Enzo dan tak lupa dicium kedua pipi opa Enzo
"Nona?.." panggil Faleria
Nyonya Delores menoleh ke arah Faleria yang berdiri di belakang opa Enzo
"Faleria?.."
Nyonya Delores memeluk Faleria dengan eratnya. Faleria yang terkejut karena nyonya Delores langsung memeluknya..membalas pelukan nyonya Delores dengan hangatnya
"Come stai Fale? (Apa kabarmu Fale?)" tanya nyonya Delores setelah mengurai pelukannya
"Sono una brava signorina (Kabar saya baik nona)" jawab Faleria
"Fale?.." potong nyonya Delores
"Si signorina? (Iya nona?)"
"Hai dimenticato?..quante volte te l'ho detto..non chiamarmi signorina..chiamami sorellina Adel..hmmmm? (Kamu sudah lupa?..berapa kali aku bilang..jangan panggil aku nona..panggil aku kak Adel..hmmmm?)" pinta nyonya Delores
"Ma signorina? (Tapi nona?)"
"Faleeeee??.." desis nyonya Delores menipiskan bibirnya
"Bene..sorella..Adel (Baik..kak..Adel)" ucap Faleria canggung
Nyonya Delores tersenyum senang seraya memeluk Faleria kembali
Kemudian Enrico dan Faleria mengarahkan opa Enzo dan oma Izel menuju ke sebuah Maserati hitam yang sudah menunggu di samping tangga pesawat
"Sandra?..mau bareng sama opa?" tanya opa Enzo ke Kanaya
"Iya opa.." jawab Kanaya
Setelah pamit dengan ibunya..Kanaya menghampiri opa Enzo untuk bergabung dengan opa Enzo dan oma Izel di mobil yang sama. Tak lama kemudian..Maserati hitam itu keluar dari peron khusus dengan dikawal oleh dua buah Mercedez GLA class berwarna hitam di depannya dan dua buah lagi di belakang Maserati hitam itu. Enrico meminta anak buahnya agar memastikan kedatangan opa Enzo ke Jakarta tidak diketahui oleh khalayak ramai..terutama awak media. Sepertinya opa Enzo menginginkan kedatangannya tidak mau menjadi bahan berita di tanah air.
__ADS_1
.
.