
Setelah makan malam..Stu mengikuti opa Enzo yang mengajaknya ke sebuah paviliun bagian selatan dari mansion tuan Stephano
"Silahkan tuan.." kata Enrico sambil membukakan pintu paviliun setibanya opa Enzo dan Stu disana
Stu menganggukan kepalanya saat melintas di depan Enrico
"Tuan.." jawab Enrico sambil menganggukan kepalanya
Opa Enzo mempersilahkan Stu duduk di sofa yang ada di ruang tengah paviliun
"Buatkan saya vodka martini Enrico.." pinta opa Enzo
"Baik tuan.."
Enrico mengalihkan pandangannya ke Stu menunggu jawaban minuman yang diinginkan Stu
"Saya sama seperti opa Enzo.." jawab Stu
"Baik tuan.."
Enrico beranjak ke mini bar untuk meracik minuman untuk opa Enzo dan Stu
"Stu?.." panggil opa Enzo membuka obrolan
"Saya opa.." jawab Stu
"Apa benar kamu kekasihnya Kassandra?.." tanya opa Enzo sambil menyalakan cerutunya
"Benar opa.." jawab Stu
Stu mengambil satu buah cerutu dari kotak yang disodorkan opa Enzo ke dirinya
"Terima kasih opa.."
Stu segera menyalakan cerutunya dengan korek api yang dinyalakan oleh opa Enzo. Stu menganggukan kepalanya setelah dirasa ujung cerutu sudah menyala sempurna
"Saya ucapkan terima kasih padamu..karena menurut cerita Adel..dirimulah yang menolong Kassandra saat dirinya akan dilecehkan oleh sekelompok berandalan..ketika Kassandra pertama kali datang ke Jakarta.." kata opa Enzo
"Iya opa.." jawab Stu sambil tersenyum
"Kassandra sebentar lagi akan meneruskan pendidikannya di universitas..saya dan oma nya Kassandra tidak mau terjadi lagi hal-hal yang akan membahayakan keselamatan cucu saya selama disana..jadi saya akan mengirimkan beberapa pengawalan untuk Kassandra..apa benar kalau kamu telah mengutus seseorang untuk mengawal Kassandra?..selama dia kuliah disana?" tanya opa Enzo
"Benar opa..saya dan uncle Stephano sudah mengutus dua orang wanita yang akan mengawal Kanaya selama dia kuliah nanti" jawab Stu
"Tapi. menurut uncle Stephano..Kanaya tidak mau diberikan pengawalan selama dia kuliah disana opa..jadi saya dan uncle Stephano berinisiatif diam-diam dalam memberikan pengawalan untuk Kanaya disana.." sambung Stu
Opa Enzo menganggukan kepalanya. Enrico datang dengan membawa nampan yang berisikan minuman untuk opa Enzo dan Stu
"Silahkan tuan.." kata Enrico setelah menyajikan minuman di meja
"Terima kasih..." jawab Stu yang menggantung karena dirinya belum mengenal Enrico
"Saya Enrico tuan.." jawab Enrico
"Terima kasih Enrico.." kata Stu
Setelah menyajikan minuman di meja..Enrico berdiri di belakang sofa opa Enzo
__ADS_1
"Saya juga sudah menaruh beberapa orang di universitas tempat Kassandra kuliah nanti.." sambung opa Enzo setelah menyesap minumannya
"Opa butuh bantuan saya?..dalam mencari kandidat orang yang akan opa utus untuk menjaga Kanaya?.." tanya Stu
"Tidak perlu Stu..saya sudah ada kandidat untuk orang yang menjaga Kassandra..terima kasih atas usulannya" jawab opa Enzo
"Iya opa.." ucap Stu
"Lagi pula..mereka sudah ada di sana sebelum Kassandra masuk kuliah.." sambung opa Enzo
Stu dan opa Enzo menyesap minuman mereka masing-masing
"Kamu tahu kan..alasan kenapa saya dan oma nya Kassandra begitu protektif dalam menjaga Kassandra selama dia kuliah?.." tanya opa Enzo
Stu menganggukan kepalanya
"Saya nggak mau kejadian penculikan Kassandra terjadi lagi..asal kamu tahu Stu..oma Izel sempat pingsan saat mendengar berita penculikan Kassandra tempo hari.."
"Iya opa..begitu pula dengan aunty Adel..aunty juga pingsan saat mendengar Kanaya telah diculik"
"Apa betul?..salah satu pelaku penculikan adalah salah satu staff kamu dikantor?.." tanya opa Enzo
"Benar opa..tapi dia dan keluarganya sudah saya bereskan" jawab Stu
Opa Enzo menganggukan kepalanya
"Bagus..dan ada seorang Yakuza juga yang ikut membantu penculikan Kassandra?.." tanya opa Enzo lagi
"Benar opa..namanya Ryu Kanemotto dan klan dia saat ini sudah kami habiskan tanpa tersisa.." jawab Stu
Opa Enzo menoleh ke Enrico
"Baik tuan.."
"Saya tidak mau menghirup udara yang sama dengan para cecunguk yang melakukan penculikan Kassandra.." sambung opa Enzo
Stu tertegun mendengar perintah opa Enzo ke Enrico yang ingin melenyapkan klan Kanemoto dari muka bumi. Ternyata desas-desus yang Stu dengar kalau opa Enzo selain salah satu bangsawan di kota Roma..opa Enzo juga seorang ketua Mafioso yang ada di Italia..ternyata benar adanya
"Baik tuan..kalau begitu saya permisi dulu.." pamit Enrico sambil membungkukan badannya ke opa Enzo
Opa Enzo menganggukan kepalanya. Kemudian Enrico segera bergegas meninggalkan ruang tengah paviliun untuk melaksanakan perintah opa Enzo
"Bagaimana kabar usahamu?.." tanya opa Enzo melanjutkan obrolannya
"Syukur Alkhamdulillah opa..usaha saya dan daddy semakin maju.."
"Apa nama perusahaanmu?..kalau boleh saya tahu?.."
"Wijaya Holding opa..saya dan daddy meneruskan perusahaan peninggalan kakek Wijaya.."
"Sebentar.."
Opa merogoh saku jas nya untuk mengambil ponselnya
"Porta qui la mia borsa (Bawakan tas saya ke sini)" pinta opa Enzo pada anak buahnya di sambungan telepon
Opa menaruh ponselnya di meja
__ADS_1
"Saya mendengar..kalau Wijaya Holding sekarang sedang melakukan transaksi bisnis dengan Valeron Inc..kepunyaan Guiddo Valeron..tapi tuan Guiddo menampik tawaran Wijaya Holding ke perusahaannya..apa benar?.." tanya opa
"Benar opa.." jawab Stu
Stu takjub akan pertanyaan opa Enzo mengenai kerja sama antara Wijaya Holding dan Valeron Inc yang berasal dari Italia. Memang benar..sekarang ini daddy Tony tengah menawarkan kerja sama ke Valeron Inc..sebuah perusahaan perhiasan berlian ternama..tapi oleh tuan Guiddo Valeron..selaku President Direktur Valeron Inc menolak proposal kerja sama antara Wijaya Holding dan Valeron Inc yang daddy Tony ajukan
Tok
Tok
Faleria masuk setelah opa Enzo menjawab sapaan Faleria
"Grazie Faleria (Terima kasih Faleria)" kata opa Enzo setelah menerima tas koper dari tangan Faleria
"Si signore (Baik tuan)" jawab Faleria sambil mengangguk hormat
Faleria berdiri di belakang sofa opa Enzo. Opa Enzo mengambil sebuah map dokument dan dia berikan ke Stu
"Apa ini opa?.." tanya Stu bingung
"Itu profil perusahaan Valeron Inc yang terbaru..kamu bacalah.." jawab opa Enzo
Stu lalu mengambil map dokument dari tangan opa Enzo dan dia baca profil Valeron Inc
"Kamu baca nama pemilik Valeron Inc.." pinta opa Enzo
Kedua mata Stu membola setelah membaca nama pemilik Valeron Inc yang terbaru
"Kassandra Prunela Alexandria.." batin Stu
Stu lalu mengalihkan pandangannya ke opa Enzo
"Kassandra opa?.." tanya Stu bingung
"Iya..Kassandra..sekarang dia adalah pemilik Valeron Inc yang terbaru..menggantikan tuan Guiddo Valeron.." jawab opa Enzo sambil tersenyum
"Saya membeli Valeron Inc beberapa waktu yang lalu.." sambung opa Enzo
Stu tak percaya..kalau sekarang Kanaya adalah pemilik salah satu perusahaan perhiasan berlian terbesar di Eropa dan kebetulan berkantor pusat di kota Roma..Italia. Dan kebetulan Wijaya Holding tengah bernegoisasi dengan Valeron Inc untuk bekerja sama
"Sekarang..semua aset opa dan oma yang ada di Eropa dan Asia..sudah opa alihkan namanya atas nama Kassandra.."
"Salah satunya..Valeron Inc ini opa?.." tanya Stu
"Iya.." jawab opa Enzo singkat
Opa Enzo tersenyum geli melihat Stu yang tak percaya kalau Kanaya sekarang mewarisi semua aset-aset opa Enzo dan oma Izel yang ada di benua Eropa dan benua Asia
"Kalau kamu ingin bekerja sama dengan Valeron Inc..opa sarankan..dekati dan ambilah hati sang pemilik Valeron Inc..semoga saja proposal kamu nanti diterima olehnya.." usul opa Enzo sambil tersenyum
Faleria yang berdiri di belakang opa Enzo..hanya bisa menahan senyumannya mendengar usulan unik opa Enzo. Stu hanya bisa mengulum senyumannya..sudah pasti proposalnya diterima oleh pemilik Valeron Inc yang baru..yang tak lain adalah Kanaya
.
.
(Pede sekali kau tuan muda..🤨🤨🤨)
__ADS_1
.
.