Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
23.Jual Beli


__ADS_3

Pintu ruang rawat VVIP terbuka dan masuklah Alf sambil menyapa pasien istimewanya yang tengah menonton televisi


"Selamat pagi Cindy.." sapa Alf


"Pagi Alf" balas Cindy


"Sudah mandi?" tanya Alf sambil tersenyum


Cindy menganggukan kepalanya


"Berarti sudah siap pulang dong?" tanya Alf


"Cindy sudah boleh pulang Alf?" tanya Cindy


"Sudah Cindy..tapi kalau kamu masih betah disini..nggak apa-apa kok..kalau kamu mau exstand seminggu atau sebulan lagi.." goda Alf


"Nggak Alf..Cindy mau pulang..enakan tidur di kostsan sendiri..dari pada disini.." jawab Cindy


"Beneran?"


"Iya Alf.." jawab Cindy


"Ya sudah..ini..aku ada hadiah buat kamu..sebagai ganti celana kamu yang kemarin aku robekin.." kata Alf sambil meletakan papper bag di atas pangkuan Cindy


"Ini buat Cindy Alf?" tanya Cindy sambil melihat isi papper bag


"Iya Cindy.." jawab Alf


"Terima kasih ya Alf.." ucap Cindy sambil menyingkap selimutnya dan beringsut turun


"Mau aku bantu nggak?" tanya Alf


"Nggak usah Alf..Cindy bisa sendiri kok.." jawab Cindy


Dengan perlahan..Cindy melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi..Alf berjalan di belakangnya untuk jaga-jaga


"Masih sakit nggak?" tanya Alf


"Sudah nggak Alf..cuma sedikit kebas ajah"


Alf menutup pintu kamar mandi dan menelpon bagian ruang jaga suster


"Halo Sus?"


"Iya Dok?"


"Tolong pesankan nasi goreng seafood dua yaah?..sama juice sirsak dan juice alpukat di bawah.."


"Baik Dok..ada lagi Dok yang lain?"


"Nggak itu saja..terima kasih ya Sus"


"Iya Dok..sama-sama"


Tak lama kemudian Cindy yang sudah mengganti bajunya keluar dari dalam kamar mandi..tak lupa dia pakaikan topi bucket pilihan Kanaya kemarin


"Kamu memang manis Cindy"


"Topinya bagus banget sih Alf?" tanya Cindy sambil melihat pantulan dirinya di cermin


"Iya..kemarin aku minta tolong sama Naya untuk bantu milihin buat kamu.." jawab Alf


"Naya?..siapa itu Alf?.." tanya Cindy yang masih asing dengan nama Naya


"Adikku.." jawab Alf


"Oooh?..Alf punya adik?" tanya Cindy kaget


"Iya..adikku satu-satunya..sekarang dia kelas 12 SMA.."


Tok..Tok..


"Masuk.." pinta Alf


Masuklah seorang Suster membawakan nampan berisikan nasi goreng dan juice ka dalam kamar


"Pesanannya Dok.."


"Iya Sus..taruh di meja yaah?"


"Terima kasih yaah?" ucap Alf setelah Suster itu menaruh nampannya di meja


"Iya Dok..sama-sama..saya permisi Dok.." pamit Suster itu


"Ayo Cindy..sebelum kamu pulang..kamu sarapan dulu yaah.." ajak Alf


Kemudian mereka berdua menyantap nasi goreng seafood yang tersedia di meja


"Terima kasih ya Alf..sudah merawat Cindy"


"Iya..sama-sama Cindy"


Tangan Alf secara spontan mengelap sisa saus yang menempel di ujung bibir Cindy


Blusssssh


Kedua pipi Cindy merah seperti kepiting rebus


"Uhhukk..uhuuk.." Cindy tersedak karena melihat Alf menyecap jarinya yang habis dia pakai untuk mengelap saus di ujung bibirnya


"Pelan-pelan Cindy..mau kemana sih?" sahut Alf sambil memberikan juice alpukat ke Cindy


"Gara-gara kamu Alf..Cindy jadinya keselek kan.."


Alf tersenyum geli melihat Cindy mengalihkan pandangnya ke arah lain sambil menyedot juice alpukatnya


"Kenapa Cindy?..ciuman nggak langsung yaah?"


Alf menyendok nasi gorengnya sambil sesekali melihat Cindy yang salah tingkah saat memakan nasi gorengnya


_________


"Terima kasih ya Sus..sudah merawat Cindy..selama Cindy disini.."


"Iya nona Cindy..sama-sama..kalau ada salah-salah kata atau pelayanan kami yang kurang berkenan di hati nona..kami mohon maaf" jawab seorang kepala Suster


"Iya Sus..saya juga minta maaf..saya pamit yaah?" pamit Cindy


"Iya nona.."


Cindy pamit dengan para Suster di ruang jaga Suster..tidak lupa dia cipika cipiki dengan para Suster yang ada


"Daaah ya Suss..selamat siang.."


"Selamat siang juga nona Cindy"


Dari ruang kerjanya..Alf keluar dan sudah mengganti baju Dokternya dengan setelan blazer dan celana jeans nya


"Alf mau kemana?" tanya Cindy ke Alf yang menghampiri dirinya


"Mau ngantar kamu pulang.." jawab Alf sambil memakai kacamata hitamnya


"Nggak usah Alf..Cindy bisa pesen taksi kok.."


"Udaaah..nggak apa-apa..sekalian aku pengen tahu tempat kostsan kamu.." ucap Alf sambil mempersilahkan Cindy masuk ke dalam lift terlebih dahulu


Sampailah mereka di basement..Alf membawa Cindy ke mobilnya yang parkir di lot khusus untuk dirinya

__ADS_1


Alf mempunyai lot parkir khusus di rumah sakit ini..di basement dan juga ada di loby


"Mobilnya Alf ganti lagi.."


Cindy melihat sebuah BMW Z4 hitam menyala lampu seinnya tak kala Alf memencet remote di tangannya


"Ayo Cindy.." ajak Alf sambil membukakan pintu untuk Cindy


"Terima kasih Alf.."


Cindy memperhatikan Alf yang memutar ke arah sebelah kanan


"Alf sopan banget.."


"Kostsan kamu di daerah mana Cindy?" tanya Alf sambil menyalakan mobilnya


"Di dekat kantornya pak Stewart Alf.." jawab Cindy


"Oooh..kostsan kamu deket kantor?" tanya Alf


"Iya..supaya lebih deket ke kantor"


BMW Z4 hitam meninggalkan basement Alex's Hospital menuju ke pusat bisinis ibukota


"Teman kost kamu ada berapa orang Cin?" tanya Alf


"Cuma ada 3 orang Alf..tapi yang dua lagi keluar kota..jadinya sekarang Cindy sendirian" jawab Cindy


"Kalian sekamar bertiga?"


"Nggak..kita masing-masing satu kamar"


Alf membulatkan bibirnya sambil menganggukan kepalanya


Sampailah mereka di depan gapura yang dekat kost tempat Cindy


"Kamu beneran kost disini Cindy?" tanya Alf sambil melihat-lihat suasana di luar


"Iya Alf..kenapa?" tanya Cindy balik


Bukan apa-apa..Alf merasa khawatir melihat lingkungan tempat Cindy kost..dirinya tahu kalau lingkungan disini kurang aman


Beberapa orang memperhatikan mobil Alf yang lewat di depan mereka..Alf terpaksa menjalankan mobilnya dengan pelan..karena jalan yang sempit akan banyaknya parkiran mobil dan motor di pinggir jalan


"Kamu tahu daerah sini dari siapa?" tanya Alf


"Dari mbak Keyla Alf..sekretaris senior di kantor..kenapa?"


"Disini lingkungannya nggak aman Cindy..kamu nggak takut?" tanya Alf


"Takut sih..tapi..mau gimana lagi?..disini doang yang murah..mana dekat kantor kan?" jawab Cindy


"Kamu pindah yaah?"


"Pindah?..pindah kemana Alf?..Cindy nggak punya duit untuk pindah"


"Ke apartement ku.."


"Haaah??..apartement Alf?..ng..nggaak..Alf.."


"Kenapa?..malu yaah?" goda Alf


Cindy hanya diam


"Pindah yaah?..nanti aku bantuin beres-beres barangnya Cindy"


"Jangan Alf..Cindy nggak enak..mosok kita yang bukan muhrim tinggal satu atap sih?"


"Nggak apa-apa Cindy..apa aku suruh bos kamu yang ngomong nih?" ancam Alf yang memakai nama Stu


Alf menahan tawanya melihat bibir Cindy mengerucut sambil komat-kamit


_____________


Alf memesan sebuah jasa pindahan rumah untuk membawa barang-barang Cindy yang nggak seberapa ke apartementnya


"Cindy mau pindah?" tanya seorang ibu-ibu yang tinggal di depan kostsan Cindy


"Iya bu.." jawab Cindy yang menaruh kopernya di atas mobil pickup


"Cin..itu siapa?..ganteng banget?..pacarnya yah?" tanya ibu-ibu yang lain dengan mode kepo maksimal melihat Alf


"Bu..bukan bu..teman Cindy"


"Udah punya pacar belum?..kalau belum pengen ibu kenalin sama anak ibu.." sahut ibu-ibu lainnya yang sedang nenggendong anak kecil


"Eh..bu Nani..enak ajah..saya duluan doong.."


"Eh..nggak bisa bu Ita..kan saya duluan yang nanya ke Cindy"


Cindy segera meninggalkan ibu-ibu yang tengah memeperebutkan Alf untuk dikenalkan untuk anaknya


Alf yang melihatnya dari tadi hanya bisa tersenyum sambil memggeleng-gelengkan kepalanya..gerombolan emak-emak berdaster sedang berghibah di depan kostsan Cindy


"Sudah semuanya pak.." sahut pak supir yang membawa mobil pickup


"Sudah pak..bapak duluan yaah..nanti saya tunggu di unit saya..bapak tahu kan alamatnya?" tanya Alf


"Tahu pak..Apartement Yellow Garden kan?" jawab pak supir


"Iya pak.."


Setelah memastikan barang-barang Cindy terikat dengan baik di bak mobilnya..pak suoir segera meninggalkan kostsan Cindy


"Sudah Cin?" tanya Alf yang melihat Cindy mengunci kamar kostnya


"Sudah Alf..tapi Cindy mau pamit dulu sama pak Edi.." jawab Cindy


Alf mengikuti Cindy keluar dari pagar kostsan menuju sebuah rumah yang berada di sebelah rumah kost


"Assallamuallaikum.." sapa Cindy


"Waalalikumsallam.." jawab seseorang dari dalam


"Eh..Cindy..ada apa?" tanya seorang ibu-ibu begitu muncul dari dalam rumah


"Ibu..Cindy mau pamit..Cindy mau ngasih kunci kostsan sama ibu" jawab Cindy


"Pamit?..Cindy mau pindah?" tanyanya lagi


"Iya bu.." jawab Cindy sambil menyerahkan anak kunci ke tangan ibu itu


"Oooh..begitu?..tapi sebelum Cindy pindah..Cindy harus lunasin dulu sisa waktu kostsan Cindy.."


"Sisa kostsan bu?..bukannya Cindy selalu tepat waktu bayar uang kost ke ibu?" tanya Cindy heran


"Iya..tapi kan saya kasih sewa kostsan itu setahun..Cindy baru juga dua bulan sudah mau keluar..jadi Cindy bayar dulu sisanya" ujar ibu itu nggak mau kalah


Perdebatan antar Cindy dan ibu pemilik kostsan..mengundang perhatian para tetangga untuk menghampiri rumah pemilik kost


Alf yang melihat gelagat yang sudah tidak nyaman..berinisiatif untuk menyela


"Berapa yang Cindy musti bayar?.." tanya Alf dengan tatapan dingin ke ibu pemilik kost


"Sebentar mas.." sahut ibu itu sambil masuk ke dalam kembali ke dalam rumah


"Kamu tenang ajah yaah?" ucap Alf seraya memegang pundak Cindy untuk menenangkannya

__ADS_1


Alf mulai kesal dengan omongan para tetangga ibu pemilik kostsan yang tidak tahu permasalahannya tetapi sok tahu


"Nih mas..total yang harus Cindy bayar.." kata ibu itu sambil memperlihatkan catatan di bukunya


"Iya..berapa?" tanya Alf


"Semuanya sepuluh juta rupiah mas..ditambah denda sebesar dua puluh persen.."


"Haaah!!..banyak amat bu..Cindy kalau bayar sebulan cuma lima ratus ribu..kok bisa banyak banget?..setahun palingan enam juta" protes Cindy


"Saya ndak tahu..anak saya hitungnya segitu.."


"Udaah..udaah..mana nomor rekening ibu..biar saya transfer.." pinta Alf yang sudah mulai kesal


"Saya nggak mau di transfer mas..saya maunya cash.." jawab ibu


"Disini ATM sebelah mana Cin..saya mau narik duit.." tanya Alf


"Di depan Sekolahan yang tadi Alf..ada mini market disana"


"Eeeeh..masnya mau kemana?" tanya ibu itu


"Saya mau ambil duitnya dulu bu..saya nggak ada duit cash sebanyak yang ibu pinta" jawab Alf


"Kalau masnya ambil duit..Cindy biar disini ajah..supaya jadi jaminan kalau mas nggak kabur.."


Alf memencet keningnya..menahan sabar..tidak mungkin dirinya meninggalkan Cindy disini sendirian


"Itu ada mobil saya bu..itu jaminannya!!" kesal Alf


Dari dalam rumah keluar seorang pemuda berambut gondrong dengan tampang kucelnya


"Ada apa sih mak?..pagi-pagi sudah pada berisik..ganggu orang tidur ajah!!.." kesalnya


"Ini..mas ini nggak mau bayar uang kostsan nya Cindy.." tunjuk ibu itu dengan dagunya ke arah Alf


"Lu bayar nggak!!..mau cari mati luh!!" ancam pemuda itu sambil menarik kerah blazer Alf


"Yang nggak mau bayar siapa?..saya mau ambil duit di ATM..tapi sama ibu kamu saya nggak boleh pergi.." sentak Alf dengan menepis tangan pemuda itu


Sebenarnya Alf mau muntah mencium bau mulut pemuda itu yang berbau aroma alkohol


"Eh!..nyari gara-gara luh?" kesal pemuda itu sambil melayangkan pukulan ke arah Alf


Alf dengan gesit menghindar dari pukulan pemuda itu sambil memberikan sedikit dorongan hingga pemuda itu memukul angin dan tersungkur ke jalanan


"Anj*ng lu yaaak!!" umpat pemuda itu sambil bangun


"Bang Opik..sabar bang..maafin temen Cindy bang.." lerai Cindy


"Ooo..ini temen lu Cin?..apa cowok lu?" tanya pemuda itu yang bernama Opik


"Sudah bang..sabar..Cindy bayar uang kost Cindy..tapi jangan pakai berantem yaah?" pinta Cindy


Opik yang emosi..ingin menoyor kepala Cindy..tapi segera di tepis oleh Alf


"Eh..anj*ng..jangan jadi jagoan luh!!"


Alf yang sudah habis kesabarannya..menahan pukulan Opik dan..dia hantam ulu hati Opil dengan satu pukulannya yang cukup keras


"Lu yang jual..terpaksa gua beli.." ucap Alf dingin melihat Opik terkapar di jalan


"Mas kenapa mukul anak saya??" pekik ibunya Opik sambil menghampiri anaknya


"Anak ibu yang duluan..saya sudah sabar ngeladenin ibu..tapi ibu malah minta yang macam-macam.." jawab Alf sambil mengambil handphonenya


"Halo!!..lu dimana Nal?.." tanya Alf di sambungan teleponnya sambil mengawasi Opik..kalau-kalau mengacau lagi


"Di basecamp bos..ada apa?"


"Lu datang ke daerah Karbela..jalan Haji Din 2..deket warungnya Bewok..bawa duit lima belas juta..sekarang!!..nggak pakai lama..lima menit!!"


"Siap boss!!"


Cindy yang baru kali ini melihat Alf marah..hanya bisa merinding


"Sebentar lagi anak buah saya kesini bu..bawa duit cash" kata Alf sambil memasukan handphonenya kembali


Alf mendekati Cindy yang mematung melihat kejadian perselisihan antara dirinya dengan Opik dan ibunya


"Kamu tenang ajah yaah?" hibur Alf sambil mengelus pundak Cindy


"Iii..iya Alf.." jawab Cindy


"Orang itu ternyata serakah sekali Cindy.." gumam Alf menahan kesal


Opik bangun sambil menahan sakit di ulu hatinya


"Setan luh!..gua panggilin teman-teman gua..baru tahu rasa luh!!.." ancam Opik


Alf hanya mendengus kesal..dia lihat jam tangannya


Tak berapa lama..datanglah beberapa orang yang memakai atribut jaket ormas tertentu dengan mengendarai sepeda motor


Salah satunya segera turun dan menghampiri Alf dengan membawa tas di tangannya


"Bos!..ini duitnya..ada apa sih?" tanyanya pada Alf sambil memberikan tas yang dia bawa


"Kasihin ke ibu itu Nal.." perintah Alf


Laki-laki itu menghampiri ibunya Opik untuk memberikan tas yang dia bawa


"Bang Zaenal?" tanya Opik begitu melihat laki-laki anak buah Alf


"Elu Pik?..ada apa ini bos?" tanya Zaenal ke Alf


Zaenal melihat Alf menahan marahnya ketika melihat ke arah Opik dan ibunya


"Elu kenal sama dia Nal?" tanya Alf sambil memandang sinis ke Opik


"Cuma tikus curut di pos bos.." jawab Zaenal yang memandang remeh Opik


"Temen-temen yang lu maksud?..ini?" tanya Alf ke Opik sambil menunjuk ke Zaenal


"Kita nggak kenal dia bos..jangan jual nama gua luh!!..emangnya siapa lu pakai bawa-bawa nama gua?.." sentak Zaenal ke Opik


Opik yang tahu kalau Alf adalah bos dari Zaenal dan kawan-kawan..langsung terdiam dan menundukan wajahnya yang memucat


"Kenapa dia bos?..bikin masalah?" tanya Zaenal


"Udahlah..malas gua ngomongnya..lu kasih tuh uang ke ibunya.."


Zaenal yang kesal melempar tas yang berisi uang ke depan ibunya Opik


"Sudah ya bu..uang sewanya Cindy plus dendanya sudah saya bayar..tas itu isinya lima belas juta"


Ibunya Opik hanya bisa menganggukan kepalanya


"Dah Nal..gua mau jalan dulu.." pamit Alf ke Zaenal


"Iya bos..hati-hati" jawab Zaenal


"Lu beresin yaaah?" pinta Alf ke Zaenal


"Siap bos.." jawab Zaenal yang mengerti apa yang dimaksud oleh Alf


Alf lalu menggandeng Cindy menuju ke mobilnya..teman-teman Zaenal mengangguk hormat ke Alf begitu dia lewat di depan mereka

__ADS_1


__ADS_2